• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"


sedikit melenceng dari tema motherhood yang belakangan ini saya tulis sejak menjadi newmom. hehehe beberapa bulan yang lalu saya melihat postingan tiktok dengan caption "when you are not pretty, so you have to study harder, so that at least people appreciate your existense" kalau di translate menjadi : jika kamu tidaklah cantik, kamu harus lebih giat belajar jadi setidaknya orang-orang mengapresiasi keberadaanmu.

hmmm.. sebagai alumni minderan, memang hal ini cukup sulit karena saya juga benar-benar merasakannya dulu, ketika saya merasa jelek bukan karena bernasib jelek. namun, karna penilaian dan perlakuan orang-orang yang membuat saya seperti menjadi berbeda dan tidak bisa join dengan circle toxic mereka. yang pada akhirnya membuat saya menjadi pribadi yang tidak bersyukur dan rendah diri..

but, that's the problem, honey.. dunia ini begitu luas dan kehidupan bermasyarakat bukan sebatas di sekolahan atau di universitas saja. maka dari itu pintar akademik saja juga tidaklah cukup.. apa artinya lulus dengan nilai terbaik, juga nanti di dunia kerja masih tergerus dengan beauty standart. perusahaan dimana-mana pada awalnya lebih mengutamakan punya pegawai yang berpenampilan menarik. bla bla.. belum lagi hidup di masyarakat yang penuh dengan bodyshamming.

Maka... jikalah berusaha disatu bidang tidaklah berhasil, maka gali potensi yang lain. walaupun tidak goodlooking tapi punya potensi2 yang lain.. berkaca dari pengalaman pribadi yang selalu merasa insecure dari dulu.. lama-lama capek harus terus-terusan ngerasa minder, akhirnya bisa menerima diri sendiri.. menjauh dari circle yang penuh body shamming lebih menyehatkan mental dan mendapatkan ketenangan batin. memanglah tidak mudah karena "loving yourself + self acceptance" bukanlah proses instan, dan belajarnya bertahun-tahun supaya bisa menghilangkan rasa baper..  keluar dari lingkungan toxic & carilah tempat dimana yang lebih bisa menghargai keberadaanmu. apa adanya.

barulah akan sadar.. 

you're WORTHY and you're so much more than that..!

dan satu lagi naikin value diri sendiri, bukan karena ingin di puji, bukan karena ingin keberadaannya di akui. tapi untuk menambah kualitas diri. beauty privilige is real tapi pada akhirnya manusia semua akan menua, dan orang akan melihat bukan hanya dari penampian tapi dari kepribadian kita.

saya jadi ingat dengan puisi rupi kaur yang berjudul i want to apologize tentang beauty privilige yang jika di translate berbunyi seperti ini :

“Saya ingin meminta maaf kepada semua wanita yang saya sebut cantik. sebelum saya menyebut mereka cerdas atau berani. saya minta maaf saya membuatnya terdengar seolah-olah sesuatu yang sederhana seperti apa yang kamu miliki sejak lahir. hanya itu yang harus kamu banggakan, ketika kamu telah memecahkan gunung dengan kecerdasanmu. mulai sekarang saya akan mengatakan hal-hal seperti: kamu tangguh, atau kamu luar biasa. bukan karena menurutku kamu cantik tapi karena saya ingin kamu tahu, kamu lebih dari itu” YOU ARE SO MUCH MORE THAN THAT.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bangun tidur, mencuci piring, membuat teh, menyiapkan sarapan, beres-beres rumah, belanja sayur, masak, menyiapkan makan siang dan makan malam. menonton tv, browing, tidur siang.. serba-serbi kehidupan ibu rumahtangga yang saya jalani.

berbeda sekali dengan kehidupan saya dulu sebelum resign, ingin bangun siang menunggu hari minggu.. ingin tidur siang harus menunggu hari minggu. pikiran tidak pernah lepas dari yang namanya target produksi, kekurangan material yang harus di stock-opname sebelum closing rls, apakah di acc atau tidak, bagaimana cara mengajukan kk tanpa ada keributan, berapa lama terima barang dari vendor. komplenan dari produksi, memikirkan anak buah yang mengeluh, gudang yang selalu berantakan, overtime yang melelahkan. hari minggu yang terasa begitu singkat menjelma menjadi senin yang tiba-tiba di depan mata. 

rasa menungguku sekarang hanya menanti tiap minggu pagi untuk membuka aplikasi kehamilan, sudah berapa minggu usia kandungan saya. ada perkembangan apa janin di dalam perut saya setiap minggunya. menungu suami pulang sebulan (lebih) tiap pulang kampung, baru bisa saya keluar untuk jalan-jalan. 

terasa sepi? iya.

apalagi ketika suami belum pulang, sangat sepi.. kemudian kehidupan saya sekarang banyak di habiskan untuk melihat untuk gadget, scrolling status whatsapp. bagaimana keadaan anak buah saya sekarang pasca di tinggalkan saya sebagai leader? apakah mereka marah, kecewa karena sudah saya tinggalkan? kenapa tidak ada satupun yang menanyakan kabar saya? apakah mereka tidak ada sama sekali pikiran sayang terharap saya dan tidak begitu pentingnya saya dimata mereka sekarang pasca bersama selama 2 tahun? terbesit semua pemikiran negatif.. i just feel so far away from them.. but i know, i’m not perfect either.. but i can’t so easily throw away this guilt. i do love them.

satu dua orang saya coba untuk ajak chatting, yang ternyata tidak seburuk yang saya pikir.. mereka memahami keadaan saya, yang mungkin sudah jalannya seperti ini.. namun yang lainnya entahlah. jujur saya rindu ingin disapa mereka sebagai bentuk kepedulian mereka yang sudah saya temani 1/2tahun.. hanya menanyakan kabar saya saja sudah tak anggap lebih dari cukup. tidak lebih.. i miss them.. :(

mungkin pikiran negatif ini hanya terbesit ketika saya merasa kesepian saja. memang saya sangat butuh self healing dan stressfree namun pasti akan ada selalu kerinduan akan "aktualisasi diri" di lingkungan sosial.. insyaallah ketika anak saya lahir semua kekosongan hati saya pasca meninggalkan keramaian di lingkungan kerja akan terobati.. just waiting my saviour, then..



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

26-08-2021. terbangun dari tidur siang, bermimpi sesuatu yang tak asing. di produksi ada yang salah memakai barang, mereka menjahit dengan warna benang yang salah, mereka memasang komponen yang tidak sesuai dengan style. kemudian saya di panggil ke tkp dihadapan para atasan sambil menunjukan pekerjaan mereka. mereka menerangkan permasaahan dengan nada bicara seperti biasanya. yang seolah-olah menyalahkan saya. tidak becus mengordinasi inventory. saya mencari dimana letak permasalahannya dan membela diri namun saya terbangun.. dehidrasi.. perut kram. merasa kesal. tapi setelah beberapa saat saya bersyukur. merasa bersyukur karena itu semua hanyalah mimpi, dalam kenyataan saya tidak lagi berada di tempat yang kapan saja akan di salahkan, kapan saja merasa terasa terexpose seolah-olah menjadi 'tersangka' oleh kesalahan saya, kesalahan orang lain yang harus saya tanggung, atas kejadian yang bahkan saya tidak ketahui. 

5 Juni 2021 lalu saya menikah, 29 Juni 2021 kesehatan saya drop, demam tinggi 2 hari. 30 Juni 2021 saya divonis positif Covid-19 tidak bisa bekerja 14 hari kemudian karena harus isolasi mandiri. sedih? sudah pasti. sempat merasa lega karena bisa menghindar dari pekerjaan yang stressfull, istirahat memfokuskan kesehatan. namun ternyata tidak mudah, pekerjaan saya malah bertumpuk selama 2 minggu tertinggal. semakin membuat stress dikala sedang isolasi mandiri karena begitu banyak permasalahan yang terjadi, tapi yang hanya bisa lakukan dengan menonton grup, tanpa bisa mengeksekusi. dan semakin kian membuat kecemasan. sempat berfikir ingin resign saja ketika hamil karena kemungkinan saya tidak akan kuat menghadapi permasalahan pekerjaan yang kian rumit. tentu saja itu hanyalah benak saya ketika benar-benar merasa cemas, panik dan helpless dengan mental saya saat berada masa isolasi. terasingkan dengan keluarga, karena saya harus misah tempat tinggal sementara.

7 juli 2021 ternyata positif hamil. kesehatan saya kembali drop. namun, saya sempat bersemangat dan berfikir positif menyambutnya karena kemungkinan pekerjaan saya akan menjadi ringan karena toleransi ibu hamil di lingkungan kerja, tidak pulang sampai malam juga. segala benak ingin resign saat berada masa isolasi mandiri coba saya hilangkan jauh-jauh karena sudah membayangkan kapan cuti kehamilan tiba, kapan saya mulai belaja baju hamil, kapan saya mendapatkan uang cuti selama 3 bulan dirumah, kapan ketika saya melahirkan dan tidak perlu memikirkan biaya yang sudah tercover asuransi dari perusahaan.

tapi kenyataannya tidaklah mudah, pekerjaan saya tetap seperti biasa. malah setiap harinya seperti tertekan karena harus mengejar hal-hal yang tertinggal selama 14 hari isolasi mandiri minggu lalu, dengan keadaan fisik saya yang tidak seperti dahulu. lonjakan hormonal membuat saya cepat kelelahan, perut bagian bawah yang selalu kram pagi, siang, malam. berdiri, jalan kaki, naik turun tangga yang membuat saya sering lemas dan keliyengan. keadaan fisik dan emosional yang tidak stabil. dan sangat sulit berkonsentrasi. 

27 juli 2021. saya mermutuskan absen sehari dari pekerjaan untuk menjalani tes ANC (Antenatal Care) sesuai anjuran Ibu Bidan sekalian meriksakan kehamilan dan mengutarakan keluhan saya yang sering kram. jawaban dari pihak pukesmas tidaklah begitu memuaskan karena konseling hanya sekedar anjuran 'tidak boleh capek', 'makan teratur' dll kemudian saya memutuskan untuk pergi ke klinik swasta, untuk USG dan konseling langsung dengan dokter kandungan. kenapa saya memutuskan USG padahal kehamilan saya baru berusian 7 minggu pada saat itu? karena saya ingin merasa tenang kalau saya benar-benar hamil, bukan hanya sekedar tespek yang memperlihatkan garis 2. saya ingin melihat janin saya yang berkembang apakah benar sehat dan tumbuh di dalam rahim. bukan hamil BO/kosong, bukan hamil yang berada diluar kandungan, bukan penyakit dll dan menjawab keraguan saya dengan gejala perut saya yang sering sakit sepajang waktu.

hasil USG muncul dilayar lengkap dengan usia kehamilan, keadaan dan letak janin. dokter menjelaskan dengan teliti kalau janin saya sehat, sudah ada detak jantung. dan membuat saya benar-benar terharu kalau memang nyata ada mahluk hidup yang ada di rahim saya. dokter menanyakan punya keluhan tidak? saya jawab sering kram. jawaban dokter : saya tidak boleh stress, tidak boleh terlalu capek, kerja jangan terlalu 'ngoyo' harus pelan-pelan karena kehamilan masih sangat muda dan rentan, kata dokter. kemudian saya minta SKD untuk mengisi absensi saya sehari, namun dokter menuliskan saya harus istirahat selama 3 hari, bedrest. dengan diagnosa hamil 7 minggu 1 hari, rawan keguguran. harapan dokter tersebut untuk memaksimalkan pemulihan saya, dan dengan SKD tersebut bisa meringankan pekerjaan saya dan meyakinkan atasan kalau saya memang tidak bisa kerja berat.

sepulang dari klinik saya menangis sepanjang jalan tanpa sepengetahuan suami yang sedang nyetir di depan. melihat hasil USG dan penjelasan doker yang membuat saya sadar tidak boleh memiliki sifat egois dan memaksakan diri. mulai saat ini hidup bukan soal untuk diri saya sendiri tapi ada calon manusia yang harus saya jaga tumbuh kembangnya.

dengan bermodalkan hasil USG dan SKD saya memutuskan untuk berbicara dengan atasan untuk Resign. karena saya merasa tidak akan mampu bertahan lebih lama dengan segala macam tekanan. ada banyak ibu hamil yang bekerja sampai tanggal cuti melahirkan disana namun mereka berada di Departemen yang tidak banyak memikirkan resiko terlalu berat, dengan aktifitas yang bisa dijalani dengan duduk sepanjang hari, sangat berbeda dengan saya :( 

bukan karena saya manja dan ingin bermalas-malasan di rumah tetapi karena saya hanya ingin beristirahat.. saya ingin menjalani kehamilan tanpa rasa lelah berlebihan, tanpa stress berlebihan.. ingin beristirahat demi janin yang saya kandung dan tidak mau mengambil resiko terlalu jauh hanya demi 'uang cuti' .ditambah lagi jika mama sudah berangkat lagi ke luar negeri usai PPKM, siapa juga yang akan mengurus saya ketika berangkat dan pulang kerja?. ketika perut saya nanti akan semakin membesar siapa lagi yang akan mengantar saya untuk berangkat-pulang bekerja? jika suami belum pulang dari perantauan. hiks.

saya resign juga tidak memikirkan nanti kehidupan ekonomi saya akan berkurang karena 100% hanya mengandalkan penghasilan suami yang sedang sulit juga karena pandemi. tidak memikirkan berapa jumlah tabungan yang saya miliki karena semua habis untuk kebutuan saat menikah. tidak memikirkan nanti akan mengurus asuransi mandiri karena sudah stop dari perusahaan. tidak memikirkan semua itu karena saya hanya ingin sehat dan menjalani kehamilan dengan baik. keluarga awalnya tidak ikhlas jika saya resign, "mau ngapain di rumah?" kata mama. tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mengerti karena saya juga punya suami yang mendukung keputusan saya.

berat rasanya untuk meninggalkan perusahaan yang sudah banyak memberikan saya ilmu, memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan berkarier, serta memberikan saya pembekalan bagaimana sulitnya membentuk mental ketika bekerja di perusahaan startup yang di miliki oleh investor asing. 

sedih rasanya meninggalkan rekan kerja yang sudah banyak membantu saya dari awal dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya selama jadi pemimpin mereka, yang bisa dikataan leadership saya jauh dari kata sempurna. jika ditanya "kenapa resign? apa tidak sayang? sedang pandemi mencari pekerjaan susah dll.." namun saya sudah pikirkan semuanya matang-matang dan ini merupakan keputusan yang merupakan terbaik untuk saya dan kondisi calon anak saya. 

usia saya sekarang ini 28 tahun, suami 37 tahun. bisa dibilang kami berdua sudah terlambat untuk menikah, namun sebulan setelah menikah langsung di kasih kpercayaan sama Allah untuk mempunyai momongan. dan tidak ada apapun lagi keinginan saya selain untuk menjaganya supaya kami bisa secepatnya mempunyai keturunan. rejeki insyaallah pasti ada jalannya. yang saya inginkan insyaallah sehat lahir batin. dan tentu saja kesehatan juga termasuk sebagian dari rejeki. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

accessories team
how's your day going? masih sering di komplen terus? never ending disalahan? masih menanggung beban loss produksi? dengan ruangan yang berantakan tidak pernah ada habisya dengan sistem kerja yang masih acak-acakan hahaha

masih kuat? sampai berapa lama lagi? entahah.

alasan bisa kuat karena mereka-mereka yang selalu ada untuk saya, mereka dalam berbagai macam kepribadian dan keunikannya sendiri.. saya percaya alasan semua bisa bertahan karena bukan hanya sekedar ada rasa tanggung jawab & kerjasama. namun ada rasa cinta kasih dan saling peduli.

terimakasih banyak sudah mempercayai saya untuk menjadi pimpinan kalian, baik-buruknya saya, dengan segala kekurangan saya. terimakasih karena bisa bertahan higga detik ini bersama saya. we got this!



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

rasanya sudah seperti lama sekali saya meninggalkan blog, padahal saya jujur rindu sekali meluangkan waktu untuk menulis. obat mental terbaik untuk mengeksporasi pikiran saya supaya bisa benar-benar berfikir dan lebih memahami diri sendiri.. dengan menulis juga merupakan salah satu. 'ME TIME' terbaik buat saya selain traveling dan rebahan hehe..

satu tahun berlalu, dan postingan terakhir di blog saya juga membahas tentang ulang tahun. seperti rasanya baru kemarin saya berulang tahun ke 27 dan minggu besok ternyata sudah berusia 28. wow..
apa yang sudah saya laluhi tahun ini?

1. kita tidak merindukan sosok pemimpin, tapi sosok kordinator
nike room
menjelang akhir 2020, saya benar-benar terpukul dengan kabar bapak-nya perusahaan akan dipindahkan tugas di luar. meninggalkan apa yang sudah terbangun selama 2 tahun terakhir.. saya termasuk salah satu saksi perjalanan bagaimana perusahaan saya bekerja awal terbentuk. dari tahun 2018, gedung belum jadi, menjadi siswa training, masa percobaan selama 3 bulan, jadi karyawan tetap, hingga di promosikan menjadi Team Leader.. dan rencana melambungkan sayap awal tahun 2021 membangun gedung baru dan seterusnya.. bilamana saya di tanyakan siapa orang yang paling berjasa membentuk saya menjadi seorang pemimpin? jawabananya adalah Beliau. bukan hanya untuk saya, tapi semua orang.. 
namun kehidupan, ada pertemuan juga ada perpisahan. sudah menjadi proses alam. hanya bisa mencoba menerima dan mengikhlaskan sambil mengenal karakteristik pemimpin yang baru.
mungkin saya bukan tipe orang yang mudah mengekpresikan perasaan di depan orang, saya sedih atau kehilangan namun dengan kepergian beliau merupakan hal yang berat juga buat saya, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau semoga selalu sehat dan berumur panjang.
saya juga sadar, dengan bergantinya pemimpin itu juga baik untuk saya sendiri, agar menjadi pribadi yang lebih bisa berkembang. tidak selalu mengandalkan perlindungan dari beliau dan tidak selalu mengandalkan solusi masalah dari beliau.

2. team work & communication
my manager's b-day
tahun kemarin, saya masih menjadi individu yang serba sendiri, tidak tahu planning dan bahkan tidak mengenal rekan-rekan saya sendiri yang masih dalam satu departement haha! karena kita bekerja misah-misah tersebar dari segala penjuru sibuk sendiri-sendiri.. hingga jika semua terkumpul di acara dinner atau meeting, saya seolah merasa terkucilkan, karena ada beberapa orang yang sudah mendoktrin saya dari awal sebenarnya bagian saya salah tempat, management dari awal salah menempatkan bagian saya di suatu departement. hingga membuat saya merasa tidak punya rasa kemilikan dimanapun. siapa sih saya? apasih fungsi saya? karena setiap saya berbuat untuk produksi ada saja yang menilai saya seharusnya tidak begini dan begitu..
waktu berlalu, hingga saya mulai mencoba mengenali mereka semua, tugas dan fungsinya.. saya mulai merasa memiliki rumah. karena jika kita bekerja di suatu perusahaan bukan uang yang akan menggantikan segalanya. tapi hanya kerjasama tim, planning dan komunikasi yang akan bisa menyelesaikan masalah.

3. Ikhlas walau tidak mudah
gambar hanyalah ilustrasi
ada yang bilang "saya menjadi sekarang seperti ini, bukan dari hasil kerja keras, bukan karena saya pinter dll.. tapi karena saya pintar bohong, menjelek jelekan orang lain, cari muka dengan atasan dan nipu-nipu.. "  saya tidak punya apa-apa, gaji berapa? hanya sumber masalah, orang seperti saya langsung PHK bisa!"
kata-kata yang terus terngiang-ngiang setiap hari, setiap malam, hingga sulit makan, sulit tidur, badan lemas hingga saya sakit fisik di permalukan depan orang lain. selalu menangis saya kalau ingat. sakit hati karena apa yang sudah saya lalui selama ini, selama dua tahun terakhir.. belum tentu orang lain mampu secara mental. saya menjadi pimpinan, bukan juga atas dasar pilihan saya dari awal. kamu kan nggak tau, saya dari awal bagaimana. kehidupan saya bagaimana.
hingga saya memilih untuk diam dan menjauh, mencoba mengiklaskan semua.. saya tidak merasa benar ataupun salah, hanya orang-orang disekitar saya saja yang menilai bagaimana sikap dan sifat saya selama ini.. mulai sekarang saya tidak mau berlarut- larut dan tidak ingin bicara kalaupun tidak perlu. saya hanya ingin menjauh, karena berada dengan mereka hanya membuat saya merasa seperti rendahan. ikhas, sabar.. dan diam.

4. Traveling bersama pasangan
dari dulu saya selalu membangga-banggakan sebagai travel-loner karena saya seorang introvert. namun sekarang, sejak punya pasangan kemanapun ingin selalu bersamanya. ingin berbagi kebahagiaan-pun hanya bersamanya.. hingga ketika libur dan mengambil cuti tahunan yang di pikiran saya hanyalah ingin menghabiskan waktu bersamanya.. traveling bersama pasangan juga membuat kita saling mengerti satu sama lain, dari rencana budjet, kuliner, dan belanja. semoga selalu bisa seperti ini <3



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
menara kembar Petronas
sudah lama, sekitar dua tahun yang lalu saya travelling ke malaysia dan saya ingin sekali membahasnya di blog namun harus nunggu mood yang baik haha.. ok, saya ke Malaysia karena bisa di bilang sebuah keberuntungan. 2 tahun yang lalu saya bekerja di sebuah perusahaan swasta kemudian diberikan tugas selama 2 hari untuk ke Malaysia. selama 2 hari tersebut saya juga bukan bekerja melainkan jalan-jalan. haa lucky me! yang merupakan pengalaman yang sangat berharga di kehidupan saya. saya berangkat sore dari Soekarno Hatta Airport dan sampai di Kuala Lumpur International Airport sekitar jam 9 malam, sudah urus bagasi dan sejenisnya akhirnya di jemput dan menginap di kantor Selangor.

besok paginya di ajak jalan-jalan bertiga dengan Bos saya juga salah satu karyawan yang disini untuk ke Sungei Wang Plaza, Pecinan, Bukit Bintang, Pavillion Mall sekaligus KLCC. wahh saya begitu asing dengan nama-nama tempatnya dan sama sekali perjalanan ini juga tidak di rencanakan. saya kira disini hanya urusan pekerjaan untuk menjemput orang lalu pulang. but here ia am!
nunggu bas sengangorku
dari Selangor, kami jalan kaki ke Halte Bas Selangorku (di Jakarta hampir sama dengan Busway namun disini gratis alias tidak di kenakan biaya asal mau sabar saja menunggunya ya) untuk naik Bus menuju Stasiun LRT, kemudian naik kereta Rapid KL (di Jakarta mirip dengan kereta Commuter line) dan transit di Kuala Lumpur Sentral Station.
Rapid KL
Kuala Lumpur Central Station
dari KL sentral, kami jalan kaki dan jalan kaki menyusuri jalanan kota. tapi saya tidak merasakan capek. kenapa? karena senang berada di luar negeri haha.. saya juga terkesima dengan kebersihan kota dengan infrastruktur dan transportasi yang lebih canggih. orang-orang yang berlalu lalang juga teratur dalam mengantri dsb bahkan untuk berjalan di eskalator juga ada aturannya. sebelah kanan buat yang buru-buru sedangkan sebelah kiri untuk yang berdiri saja. jembatan penyebrangan juga tidak sembarang naik dari sisi jalan, namun terhubung langsung dari gedung ke gedung dengan sisi jalan yang luas.
puas liat-liat pusat perbelanjaan di Sungei Wang Plaza, kemudian ke Pecinan untuk icip-icip cari cemilan lalu lanjut ke jalan kaki lagi menyusuri jalan Bukit Bintang menuju Pavilion Mall. salah satu mall terbesar di Kuala Lumpur. saya kesini hampir bertepatan dengan imlek. so, Mall nya penuh dengan dekorasi dan Ornamen red and gold khas imlek..
selamat tahun Ayam!
yang membuat saya merasa kebetulan sekali, shio saya Ayam. imlek tahun 2017 adalah tahun ayam. jalan-jalan di Malaysia dan berfoto dengan dekorasi Ayam raksasa membuat saya berfikir. apa ini kebetulan atau sudah takdir ya? hahaha
belakang Pavilion Mall, di seberang jalan ada Sephora dll
bersama air mancur kristal Pavilion Mall yang terkenal :D
the famous fountain
dari Pavilion Mall, kami jalan kaki lagi menuju KLCC (Kuala Lumpur Central City) yang sesuai namanya terletak di tengah kota. tepat di kaki menara kembar Petronas. tamannya indah sekali, terlihat sangat asri dengan gedung-gedung yang berjejer. saya ingin sekali berpose dengan menara petronas di kejauhan namun saya malah berada tepat di bawah menara tersebut haha akan sulit sekali mengambil fotonya karena terlalu vertikal dan keadaanya juga sedang hujan huhu sedih. tapi sebagai gantinya saya berfoto dengan pintu masuk & Taman KLCC. what a solution!
Suria Klcc
taman KLCC
see? saya tepat berada di bawah menara Petronas meskipun cuma kelihatan dikit :p
setelah dari KLCC akhirnya kita pulang ke kantor di Selangor.. dan berencana pulang ke Jakarta besok paginya. Alhamdulillah Trip yang tidak akan terlupakan dan memang menyenangkan sekali dengan jalan kaki jauh sehingga kami bisa leluasa menikmati suasana sekitar.

besoknya sebelum pulang, saya di ajak makan siang di "Nirwana Maju Banana Leaf" sebuah restoran makanan khas india, pegawainya juga orang-orang India yang cukup friendly. makanannya juga tidak asing kok buat saya. saya pesan Nasi Biryani, ingat mama saya yang memasak ini kalau di rumah. rasanya hampir sama dengan nasi kuning dengan tambahan daging atau ayam, namun dengan bumbu rempah yang lebih bervariatif dan beraroma khas. makannya tidak pakai piring! ternyata beralas daun pisang langsung di atas meja. lalu pelayan menambahkan semajam garnish 3 jenis. entah apa, dari rupanya seperti acar timun. olahan bayam dengan bumbu apa gitu aneh banget dan yang satunya onion rings. 
yummmy
selesai makan, kami mengemasi barang. menelpon Uber menuju Kuala Lumpur International Airport dan pulang ke tanah air.. Alhamdulillah..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
I wake up in the morning and getting some road to the brigde. saw the sunrise is one of my favorite things to do..
but one thing yg that's not change for this couple of day is my emptiness in the morning. my fear is back. and i have this huge emptiness and aching in my chest. so painfull.

can you give me a reason to keep going? because it's like i don’t see the light at the end of the brigde anymore.

and.... I just wanna go home 😢😢😢
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya merasa saya sudah terlalu lama berada disini dan merasa seperti terjebak. Berada disuatu tempat yang membuat saya tidak bisa berkembang secara psikologis dan emosional.
Teringat dua minggu yang lalu, saya menemui seorang teman lama yang membuat saya merasa nyaman bisa berbicara bebas tentang apa saja yang saya pikirkan, apa yang sara rasakan. Yang tidak bisa saya keluarkan dengan mudahnya dengan semua orang.. i feel like i'm totaly in my zone..

dan membuat saya sadar. ternyata memang saya membutuhkan seseorang yang seperti Dia untuk mengisi kehidupan saya yang sepi ini.. meskipun itu hanya saat yang singkat. namun saya tidak bisa mengakhiri moment tersebut selama dua minggu terakhir..

Satu sisi saya merasa ingin selalu berada bersama teman saya. Karena saya memang punya sesuatu yang tidak pernah berubah untuknya sejak dulu.. sesuatu yang spesial karena Dia selalu membuat saya jujur dalam segala hal dan membuat saya merasa menjadi manusia yang punya kisah layak untuk di dengar.. yep. he could see me as a person.

Di sisi lain saya memang dalam keadaan bosan dan ingin pulang. Ingin menyendiri entah berapa lama lagi..
dari pada di tempat memuakan ini. dikelilingi orang-orang yang di penuhi omong kosong setiap harinya membuat saya muak. I hate dramaqueens! situasi ini sama persis yang membuat saya teringat teman saya saat kuliah yang yang selalu over dalam kehidupan pribadi nya.. seolah-olah dia ingin membuat semua orang di dunia melihat kecantikannya yang membuat semua pria mengejarnya, seolah-olah dia ingin menunjukan kepada dunia berapa pacarnya begitu cinta mati padanya dan bersedia mempertaruhkan nyawa untuknya. Kemudian dia bergonta ganti mempamerkan foto kekasihnya di sosial media seolah-olah ingin di puji betapa ganteng pacarnya, berapa mesranya dan betapa bahagianya mereka. CIH!! I'm so sick of those people are.. RELATIONSHIP SHOULD BE BETWEEN TWO PEOPLE NOT THE WHOLE WORLD!

kemudian disaat malam tiba. It's like nightmare. Saya tidak pernah beristirahat tenang tanpa mendengar celotehan curhatan orang di sebelah dengan percakapan telfon sampai dini hari dengan segala keluhan seolah-olah mereka adalah manusia yang paling menderita di dunia.. dengan tangisan yang di dramatisir seolah-olah semua orang harus tau dan memperhatikan penderitaannya.

Saya sadar. Tidak semua orang yang menghargai "privacy" seperti saya yang menjaga kehidupan pribadi dengan orang-orang tertentu saja. That why i hate being here.. they seem so weak and lame..

Dear my old friend. I miss you. I wish you always there for me. I realize not everyone can understand me well like you do..
I wish i can runaway from this place, this situation, this people as soon as i can.. i'm Sick!

Jakarta, March 6th 2017

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Merriam Webster, You're fired. Whoever wrote this, please be my friend #LoveYourselfWellLadiesAndGents (REGRAMMED PIC: @ashleylongshoreart )
Foto kiriman Blake Lively (@blakelively) pada Nov 7, 2015 pada 1:55 PST
beberapa bulan yang lalu, saya melihat postingan instagram Blake Lively "mansturdating" pakai saat-huruf D ya.. dating. yang artinya terbiasa pergi-pergi sendiri, makan di restaurant, menonton bioskop, shoping dll..
saya langsung merenung.. memang kesendirian adalah salah satu waktu yang cukup berarti untuk diriku sendiri, berarti untuk banyak berfikir dengan tenang, menyalurkan hobi, menulis, membaca, menonton film, fotografi dan lain-lain..
sama seperti saat ini saya berada di lantai atas sebuah toko mainan. sendiri, hening, tanpa ada pengganggu yang mencari tahu apa yang sedang saya lakukan. meninggalkan riuhnya wanita-wanita yang sedang mengobrol ramai di ruang sebelah, mengabaikan aktifitas jual beli dibawah, mengabaikan hiruk pikuk ala pinggiran kota jakarta yang ramai dengan kendaraan dan suara-suara sekumpulan pekerja jalanan yang sedang memperbaiki jalan dan saluran air..
sendiri dan hening..

keluar dari tempat tersebut saya berjalan menyusuri sebuah taman yang luas dengan udara yang lembab, melihat sekumpulan anak-anak bermain sepeda, bermain sepatu roda, bermain basket dan disatu sisi sekumpulan laki-laki dewasa yang sedang tenang memancing ikan dan senyum mereka langsung mengembang dengan hebohnya tatkala kail mereka berhasil disantap ikan..
sendiri.. hanya mengamati aktifitas di sekitar, dan melihat keceriaan dari sudut pandang kesendirianku..
tanpa menghawatirkan seorang teman yang akan mengomel sepanjang waktu karena saya terlalu lama berkeliling atau duduk diam memandang orang-orang. tanpa ada seorang teman yang akan menganggap saya aneh karena lebih suka memfoto pemandangan, bunga-bunga ataupun memfoto anak-anak dari belakang.. sedangkan kebanyakan dari orang-orang kebanyakan heboh berfoto selfie ketika berada di sebuah tempat yang indah..

yup! i'm complety loner! 

petualangan menyanangkan buat saya adalah ketika saya sedang ditugaskan bekerja di jakarta dan dikasih pilihan untuk berlibur untuk mengunjungi saudara saya yang di jakarta. lebih senang lagi karena saya tidak di antar dan diberi kebebasan sendirian untuk menjelajahi jakarta dengan kereta comuterline sampe berganti beberapa stasiun dan naik kereta jurusan berbeda sampai ke tempat tujuan. suara kereta-kereta berdecit diatas rel datang pergi. suara khas ala stasiun, berjalan sendirian menyusuri peron, memandang langit yang hampir berwarna jingga karna matahari mulai terbenam..
saya rasa itulah seninya berjalan sendirian. saya tidak benar-benar merasa sendirian karena saya ditemani pikiran saya dalam keheningan leluasa memperhatikan lingkungan sekitar, suasana sekitar dan menencanakan jika saya sampai ke tempat saudara saya membayangkan reaksi mereka atas kedatangan saya yang tidak di rencanakan sama sekali..
bandingkan jika saya dalam perjalanan ditemani seseorang, maka tidak akan ada seni mengamati proses perjalanan. yang ada hanya mengobrol tanpa arah dan sampai ditujuan denga begitu saja. tanpa kesan.

ketika hari libur, saya suka pergi ke Mall sendirian.. tanpa ada teman yang memaksa saya untuk mengunjungi tempat yang tidak saya suka. tidak menghawatirkan teman saya yang bete dan pegal menunggu saya lama berbelanja. bebas ke toko buku dan memilah milih buku romance yang ingin saya baca selama berjam-jam.. bebas ke lapak Dvd film bajakan dan memilih manapun yang saya suka tanpa menghawatirkan teman yang akan mengkritik selera film saya..

terkadang saya merasa kalau saya ini tidak benar-benar sendirian.. karena ketika saya merasa nyaman berada si suatu tempat, saya seperti punya "imaginary friend" yang bisa di ajak berkomunikasi di pikiran saya.. sepanjang saya sendirian saya berdialog dengan pikiran saya sendiri dengan berfikir, mengenang hal-hal yang entah itu masa lalu, masa depan, pemikiran-pemikiran yang belum tentu terjadi dan lain-lain, merasakan, menikmati dan mengamati..

mungkin hanya orang yang punya kepriadian penyendiri yang bisa memahami hal-hal saya tersebut HA! :D

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
dari dulu saya bekerja dengan Bos saya dengan hitungan setahun lebih, saya belum pernah rasanya mengunjungi atau diberikan tugas untuk ke jakarta. karena tugas saya dari dulu hanya stay di kantor, bukan dijalanan. sekitar bulan juni untuk pertama kalinya saya mendapat tugas ke jakarta. ada perasaan takut dan lain-lain, mengingat saya orangnya bingung ketika dijalanan, buta arah dan lain sebagainya..

kalau saya disuruh memilih hidup dikota atau di kampung. saya akan tetap memilih di kampung. memang jakarta lebih menggiurkan dengan berbagai pusat kebutuhan, hiburan, segala kemudahan akan di dapat disana. namun ada satu hal yang tidak akan saya dapatkan ketika hidup di kota besar. yaitu ketenangan.

i'm such a loner!
saya tidak nyaman hidup dengan lingkungan yang selalu ramai, harus bertemu dan berlalu lalang dengan banyak orang setiap harinya. kendaraan juga banyak berlalu-lalang, asap kendaraan dimana-mana, saya benci berisik!

ketika saya liburan, saya lebih suka ke pantai dengan suasana yang tidak terlalu ramai jadi bisa mendengar ombak, menikmati angin laut dengan tenang.. ke taman bunga, ke sawah, kepegunungan.. ah.. i just love flowers, plants, woods. anything about nature. ketika saya berada disuatu tempat yang berhubungan dengan alam saya merasa seperti utuh kembali. tidak peduli betapa saya begitu stress, tertekan dan perasaan buruk yang lain. dan ketika saya berada ditempat yang tenang dekat dengan alam saya merasa lebih nyaman dan merasa terkontrol.. it's feel like everything around me just tell me everything gonna be okay..

saya begitu bersyukur ketika tau, di tempat tinggal Bos saya ada sebuah taman yang luas dan indah.. apakah itu suatu kebetulan? atau memang sudah menjadi keberuntungan jadi saya bisa betah disana..


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
dalam kehidupan semestinya saya tidak pernah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi, segala sesuatu yang akan menimpa saya. terkadang apa yang sudah direncanakan, apa yang di ketahui, apa yang diyakini, apa yang saya lakukan tidak seperti harapan. kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. mungkin kejadian buruk yang terjadi juga karena saya yang tak pernah bisa belajar menghadapi sesuatu dari pengalaman yang ada.

itu sedang terjadi pada saya saat ini, saya tidak mempermasalahkan kehendak Tuhan dengan segala hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang saya harapkan. hanya saja saya merasa sangat bodoh. ini bukan tentang keluhan saya terhadap kehidupan, namun lebih ke rasa penyesalan dengan sikap saya dan pilihan bodoh sebagai manusia karna tidak bisa memilih mana yang baik atau yang buruk buat saya. bodoh karna saya terlalu gampang memberikan kepercaan pada orang lain.

saya merasa bodoh karna melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. kenapa saya begitu naif dan percaya bahwa setiap teman yang saya percaya membawa ketulusan, sehingga saya dengan mudahnya membantu permasalahan mereka, mengorbankan materi, mengorbankan waktu, hingga saya juga ikut membantu melakukan kebohongan yang saya tahu akan merugikan saya sendiri karena resiko yang saya ambil.

setiap perbuatan pasti ada konsekwensi yang harus di bayar. walaupun saya niatkan untuk membantu seseorang. kemudian seseorang yang saya bantu tersebut tidak menepati janji dan balik menyalahkan saya yang terlalu memperhitungkan hal hal yang di anggapnya sepele. kemudian menyalahkan orang lain atas kegagalannya, menyalahkan keadaan yang tidak berjalan sesuai semestinya.

kenapa saya dulu mempercayai teman semacam itu?

andaikan waktu dapat terulang, andai waktu terulang.. itulah yang saya selalu pikirkan setiap merasa tertipu, merasa terbohongi, merasa terhianati.. padahal setiap masalah juga berbalik kepada saya sendiri. kenapa saya tidak berhati hati untuk memilih teman? kenapa saya gampang menaruh iba pada seseorang yang sebenarnya punya niat yang hanya ingin memanfaatkan dan merugikan saya?

hal kedua yang saya sesali adalah materi. saya sudah berkorban materi yang entah kapan, entah bagaimana mungkin tidak kembali. mungkin jumlahnya tak seberapa, namun itulah uang tabungan saya yang saya peroleh dari sisihan gaji saya tiap bulan dari hasil keringat saya sendiri. rasanya susah untuk mengikhlaskan. nominalnya tak banyak, namun yang membuat saya merasa sakit adalah perilaku seserang tersebut yang memanfaatkan saya dan selalu menyepelekan apa yang sudah saya korbankan.

kemudian saya menerima sebuah broadcast panjang yang isinya kata-kata renungan.. yang intinya adalah Hidup adalah sebuah titipan. setiap rejeki yang kita peroleh dengan halal, masih ada hak orang lain untuk disisihkan.. uang adalah titipan, pekerjaan adalah titipan, barang-barang yang sudah pernah saya peroleh adalah titipan.atau memang benar segala hal yang saya miliki suatu saat nanti akan di ambil dengan caranya sendiri.

namun saya bertanya pada diri sendiri, kenapa hati saya merasa begitu berat dan sedih kekita titipan-titipan itu di ambil kembali?? bukankah segala sesuatu yang saya punya di dunia ini hanyalah titipan semata?

saya menyadari betapa egoisnya saya, dan betapa tidak bersyukurnya saya kepada Allah sehingga saya terkadang sering menyalahkan diri sendiri dan kehendak Allah atas semua musibah yang saya alami kemudian selalu menganggap saya sebagai 'korban' dari ketidakjujuran orang lain. sehingga saya memandang 'Untung-Rugi' dalam kehidupan seperti penyelesaian matematika.

maafkan saya ya Allah..
mungkin ini adalah sebuah teguran buat saya, agar saya lebih selektif memilih teman. agar saya menyadari hidup saya di dunia semata mata untuk beribadah kepada Allah. jadi apa yang saya miliki entah itu badan, kesehatan, keluarga yang saya punya pun semua hanya titipan..

semua manusia sudah punya takaran rejekinya masing-masing, entah itu hilang atau ditipu orang. yang terpenting namanya materi bisa di cari lagi dikemudian hari..
menyesali dan mengganggap sesuatu materi ibarat sebuah kemilikan pribadi dan terus-terusan menyalahkan orang lain yang mengingkari janji hanya akan menyakiti diri sendiri. itulah gunanya kenapa manusia harus ikhas menjalani kehidupan.. insyaAllah..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
mungkin memang sudah terlambat sekali, ulang tahun saya yang ke-23 sudah berlalu lebih dari sebulan yang lalu (tanggal 5 Januari). namun, saya baru saja membaca tentang posting-an salah satu blogger favorite saya Keltie Knight (klik disini) tentang ulasan ulang tahunnya dan apa saja yang ia pelajari selama setahun yang sudah berlalu. haaaa.. ternyata saya dan Keltie sama-sama terlahir di bulan Januari dengan beda usia terpaut tepat 10 tahun :p
jika Keltie membahas tentang segala hubungan pertemanan, pekerjaan, percintaan, hal hal yang sudah dipelajari, disukuri, dan harapan-harapan yang ingin dicapai. mungkin saya juga akan membahas hal yang sama namun dengan cara pembahasan yang berbeda.

#1 dulu. dulu sekali saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang yang ketika hubungan itu berakhir, saya benar-benar punya luka hati yang buruk. dan pada saat itu sayapun berada dalam titik terendah dalam kehidupan. begitu sedih yang berlarut larut sampai saya juga butuh waktu selama bertahun-tahun hingga akhirnya saya berhasil move on.
namun, di tahun 2015 lalu Dia kembali menghubungi dan menyapa saya kembali di facebook. saya merasa hal itu juga bukan sesuatu yang istimewa karena Dia juga sudah melupakan saya, sudah memiliki kehidupan baru dan keluarga baru pula. dulu hati saya masih dipenuhi rasa marah dan kebencian. tetapi, saat sapaan di Facebook itu terjadi saya merasa sangat senang. senangnya karena ketika menyadari ternyata saya sudah jauh sekali melangkah meninggalkan masa lalu.. saya senang ketika menyadari rasa marah itu sudah hilang, meskipun ada sisa-sisa kecil rasa sakitnya masih membekas. saya senang ketika menyadari saya sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi untuknya, itu tanda kalau saya sudah berhasil move on..  saya senang ketika menyadari saya benar-benar bisa hidup tanpa memikirkan-nya dengan segala sakit hati yang pernah saya alami selama beberapa tahun terakhir and it's like another world.. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#2 Being so emotional is Normal. Facebook sekarang ada fasilitas baru yang membuat foto, status, termasuk juga wall post seperti memiliki tanggal ulang tahun yang tiap harinya bisa muncul di notifikasi dari orang-orang yang sudah berlalu beberapa tahun yang lalu.
terkadang saya juga merasa kalau status-status saya di facebook terdahulu begitu memalukan, menjijikan, alay dan membuat saya begitu prihatin karena dulu hampir setiap hari saya selalu bersedih seolah-olah kehidupan saya setiap harinya tidak pernah bahagia. haha.. memang, begitulah nyatanya. seperti yang saya bahas di nomor #1 di atas. disitu lah masa-masa kesedihan yang saya maksudkan terjadi. saya merasa begitu bodoh kenapa dulu selalu memikirkan dan mengharapkan orang yang sebenarnya tidak layak untuk saya tangisi di hampir setiap malam.
saya terkadang bisa begitu emosional, dengan adanya pemicu yang membuat saya teringat dengan hal-hal tertentu. tetapi saya anggap itu sesuatu hal yang normal sebagai manusia. pikiran kita memang akan selalu menjelajah dengan sendirinya supaya introspeksi dan mau belajar menjadi orang yang lebih baik. kalau rasa kesal tersebut sudah bisa di lampiaskan dengan cara yang sehat, maka akan hilang juga dengan sendirinya. manusia memang seperti itu terkadang mood dipikiran dan hatinya naik turun, dan itu normal. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)

#3 tahun 2015, saya juga berhasil menambah pengalaman musik dengan menonton konser Java Jazz Festival. saya termasuk bukan penggemar musik Jazz, namun keberadaan saya disana karena hanya ingin menonton Christina Perri. pengalaman yang paling berharga dari itu semua sebenarnya, saya ikutan kuis Meet and Greet untuk bisa bertemu langsung dengan Christina Perri. dan Menang!! but, sadly saya tidak berhasil menghadiri acara tersebut karena waktunya terlalu mepet. seandainya saya punya pintu ajaib punya Doraemon mungkin saya bisa bertemu dengan Christina Perri secara pribadi.
saya sebenarnya ingin menangis sekeras-kerasnya karena mungkin itu adalah kesempatan satu kali seumur hidup. namun, yah sudahlah mungkin belum rejeki. saya seharusnya masih harus bersyukur, saya bisa menonton konser Christina Perri lagi untuk kedua kalinya setelah konser yang pertama tahun 2012 lalu. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#3 sekitar bulan Juni-Juli-Agustus 2015, saya punya banyak sekali masalah di pekerjaan. dan minggu kedua bulan agustus 2015 saya memutuskan untuk Quit the Job alias Resign. saya merasa sudah banyak sekali pertimbangan dengan dukungan keluarga saya juga yang selalu menyuruh saya untuk resign. pada saat itu saya sedang begitu stres dan muak. dengan begitu banyaknya masalah, saya merasa segala sesuatu kesalahan dibebankan ke saya dengan pembagian tugas antar karyawan yang tidak adil. saya begitu jenuh dan ingin melarikan diri. saya begitu stres karena saya merasa dengan berbagai tugas dan tanggung jawab pekerjaan itu di bebankan ke saya semua dan sudah menyita seluruh waktu dan pikiran saya full. bahkan ketika weekend. and i do. saya benar-benar melarikan diri secara sepihak. saya hanya menulis surat pengunduran diri dan mengirimkannya via email. esok harinya saya langsung tidak masuk kerja tanpa adanya negosiasi dan serah tugas. egois memang. saya berniat untuk istirahat dan menggangur beberapa bulan sebelum mencari pekerjaan lain. ada beberapa yang menawarkan pekerjaan ke saya, namun lambat waktu semuanya mengecewakan. saya kembali kesusahan untuk mencari pekerjaan kembali. pada saat itu pula, saya berfikir mungkin itu semua disebabkan karena cara resign saya dari kantor yang lama tidak baik hingga tanpa berucap apapun langsung melarikan diri dan lari dari tanggungjawab hanya karena kekesalan dan emosi yang sedang memuncak.
yang terakhir, saya di tawarkan pekerjaan dan langsung interview dengan Atasan disebuah kantor usaha. namun, saya langsung di tolak mentah-mentah hanya karena saya tidak punya pengalaman bekerja di luar negeri dan saya tidak lancar berbahasa inggris dan mandarin. sebuah alasan yang tak masuk akal. karena saya melamar sebagai staff bukan melamar sebagai guru bahasa.
namun, penolakan tersebut membuat saya berfikir dan merasa tertampar keras.. dulu, saya langsung saja di terima bekerja dengan mudahnya di kantor yang lama. tanpa meragukan kemampuan saya yang masih tak tau apa-apa tentang bidang usaha yang di hadapi. baik buruknya atasan saya dahulu, seenggak-nya Dia pernah menerima saya dengan tangan terbuka dan mau dengan telaten mengajari saya dari awal. saya merasa sangat menyesal dan sangat bersalah sudah meninggalkan pekerjaan saya dahulu dengan cara yang sangat tidak sopan. mungkin saya ini kelewat manja dan sensitif, sehingga kemarahan apapun yang dikeluarkan atasan saya dahulu langsung membuat saya berkecil hati dan merasa tidak dihargai.

#4 Back to office. selama saya menganggur dan mendekam di rumah, teman-teman kantor lama saya masih sering berkunjung karena masih membutuhkan bantuan untuk berbagai pekerjaan dan urusan dokumen. saya bisa saja menolak untuk membantu mereka, namun saya masih merasa bersalah telah meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengajari atau menunggu mencari pengganti posisi tugas saya terlebih dahulu. jadi saya juga masih merasa terbebani dengan tanggung jawab agar perlahan-lahan mereka akhirnya bisa mandiri tanpa bantuan saya. namun itu tidak membantu. malah saya terus di bujuk agar mau bergabung lagi bekerja di kantor yang lama. hmm.
namun saya masih terus menolak selama beberapa bulan. memang satu sisi, saya ingin kembali bergabung dan menebus kesalahan saya yang lari dari pekerjaan begitu saja. di sisi lain, saya tidak mau kembali bekerja di kantor yang punya manajement kerja acak-acakan, waktu, keuangan, fasilitas masih terbilang belum memadai. dengan segala sesuatu pekerjaan yang terus di bebankan ke saya semua. dan jujur saja disisi lainnya, saya juga tidak mau terlalu lama menganggur lagi. saya terus berfikir dan konsultasi dengan Mama. akhirnya keluarga semua kembali menginjinkan setelah beberapa bulan yang lalu terus menyuruh saya Resign. 

akhirnya dengan malu-malu, saya mencoba sms Atasan saya (padahal saya tahu, saya masih dibutuhkan kembali) namun sayapun bertanya. "sebenarnya teman-teman semua menyarankan saya untuk kembali. namun baru sekarang saya bisa menyanggupi. dan kalau saya masih ingin bekerja, apakah saya masih mendapatkan kesempatan untuk kembali?" dan jawaban dari sms itu adalah "besok senin mulai kerja"

saya merasa begitu berterima kasih karena bisa diberikan kesempatan untuk kembali atas apa yang sudah saya lakukan dahulu dengan menghilangnya saya begitu saja. kemudian sesaat saya kembali bekerja, saya merasa begitu asing dan banyak yang berubah. dulu, saya ibarat queenBee disitu. semua client mengenal saya dan bekerjasama dengan baik. namun yah, yang namanya Kantor usaha begitu orang-orangnya terus berganti dan ketika saya mulai kerja banyak orang yang tidak mengenal saya dan sayapun juga merasa begitu terasing. saya mulai lagi dari awal. yang paling saya senangi adalah antara teman-teman kantor saya-pun banyak yang berubah untuk tidak selalu membebankan semua kesaya, namun dari mereka juga sudah bisa mulai bertanggung jawab dengan tugas masing masing. semoga ini merupakan langkah yang baik dan semoga nantinya akan bisa lebih baik.

itulah beberapa hal yang saya pelajari selama di usia 22 tahun lalu.. semoga si usia sekarang 23, saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk orang lain dan untuk keluarga saya. semoga di usia 23 ini saya bisa menemukan calon suami agar bisa memenuhi target saya menikah di usia 24. amin.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
kehilangan orangtua memanglah sungguh tidak enak, malah cenderung seperti menderita. awalnya saya mengira semua ini, seluruh kesedihan ini akan berakhir begitu saja beberapa tahun kemudian setelah di tinggal Almarhum Bapak saya 8 tahun yang lalu. tapi ternyata tidak, efeknya seperti semakin membayangi saat saya benar benar mau beranjak dewasa dan belajar bergelut dengan kehidupan yang sebenarnya..

bagian yang paling membuat saya menderita adalah tidak ada peran Bapak untuk mengadukan segala permasalahan yang terjadi. saya hanya punya satu adik, namun ada saja yang sepertinya yang ingin selalu menyingkir nyingkirkan kami mentang-mentang kami sudah tidak punya figur Bapak untuk untuk mengadu, untuk melingdungi atau hanya sekedar untuk membuat rasa aman dari orang lain.

terkadang saya berfikir.. ya Allah, seandainya saja saya masih punya Bapak mungkin kehidupan saya dan Adik saya akan lebih baik. saya tidak menyalahkan takdir Allah, saya hanya merasa sangat-sangat kecil dan tidak berdaya. saya dilahirkan sebagai anak pertama namun hingga detik ini pun saya merasa gagal dan belum bisa berbuat apa apa untuk keluarga kecil saya.

sekitar beberapa tahun yang lalu, Bibi saya (Adik kandung Almarhum Bapak) akan berangkat Umroh pan pengennya adik-adik beserta saudara dari kampung hadir dan mengantar sampai Airport. namun karena banyak yang ikut akhirnya mobilnya pun penuh sesak. akhirnya adik saya mengalah dan berangkat sendiri naik kereta. dan pulangnya, mobil kembali penuh dan sesak. Adik saya terus di bujuk untuk ikut mobil dan duduk seadanya di dalam mobil namun menolak dan memilih pulang sendirian naik kereta. saya ingin sekali pulang naik kereta bareng adik saya, namun adik saya menolak dengan alasan khawatir dan supaya saya lebih aman pulang dengan orang-orang lain.

adik saya berjalan sendirian keluar dari rumah Bibi saya dengan memakai topi dan membawa tas ransel, ia menyusuri jalanan jakarta sendirian. melihat ia berjalan dari belakang membuat hati saya sangat sakit seperti punya firasat buruk yang akan terjadi dan juga dengan kejadian ini saya merasa begitu kesepian, begitu merasa terasing. padahal sedang berada di keluarga Almarhum Bapak sendiri, tapi saya merasa seperti berada dengan orang-orang asing.

yang membuat saya sangat begitu sedih, semua orang di dalam mobil yang sebenarnya masih saudara kami terus membicarakan hal hal jelek tentang Adik saya yang di bilang tidak mau di atur, suka seenaknya sendiri, lebih suka kelayaban sendiri dan lain lain.. itu semua di katakan di depan kuping saya sendiri dan membuat saya sedih, padahal Adik saya ingin mengalah karena mobilnya penuh.
sesampainya pulang dan berada di Cirebon. mobilnya pun di tilang karena kelebihan muatan penumpang. (saya sampai geleng-geleng. dan bergumam "betul kan atas sikap yang adik saya ambil?")
namun ada seorang dari di dalam mobil yang malah menyalahkan saya dari kejadian tersebut dengan alasan saya tidak memakai sabuk pengaman dengan baik. padahal jelas jelas alasan di tilang karena kelebihan muatan dan polisi lalu lintas sama sekali tidak menanyakan atau mempersoalkan tentang sabuk pengaman.

sesampainya di rumah saya masuk kamar dan termenung sendiri, saya langsung menangis seperti anak kecil yang merindukan Bapaknya, mungkin saya memang terlalu cengeng atau sentimental. namun, saya tidak bisa membohongi perasaan saya pada saat itu yang tersadar bahwa sedewasa apapun saya, saya akan terus membutuhkan perlindungan Bapak saya.

****************
sekitar bulan Desember 2013 akhirnya saya wisuda, akhirnya saya berhasil memenuhi salah satu keinginan Bapak yaitu dengan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. namun masalahnya adalah ketika saya selesai kuliah, kemudian saya ini mau jadi apa? saya termasuk mahasiswi dengan kemampuan rata-rata. tidak punya jiwa wirausaha, tidak punya penampilan yang menarik yang menjadi faktor utama meraih pekerjaan, tidak punya kepribadian yang ramah karena saya cenderung introvert dan pemikir. saya juga berasal dari keluarga biasa saja, tidak punya channel orang tententu yang memudahkan untuk memperoleh koneksi dalam mencari pekerjaan.

disaat itu, saya benar benar merasa menjadi pecundang yang sama sekali tidak bisa di andalkan. berbulan bulan saya menganggur sedangkan teman teman saya sudah pada berhasil memiliki pekerjaan. yang saya lakukan hanyalah melihat lowongan pekerjaan di koran, di internet, di grup sosial media, di papan-papan perkantoran. saya kesana kemari di antar Adik saya ke kantor pos untuk mengirim lamaran, Adik saya juga mengantar saya kesana kemari mencari alamat satu-satu yang cukup jauh untuk mengirim lamaran ke kantor-kantor namun hasilnya Nihil!

tanpa rasa malu, saya akui dari bulan seusai wisuda sampai 8 bulan saya mengganggur. hidup tanpa rencana apapun. hanya mengandalkan kemampuan seadanya. lagipula mencari pekerjaan di kampung memang susah, beda saja kalau saya ini sudah hidup di kota besar. penantian akhirnya berakhir, mungkin sudah rejekinya sayapun akhirnya mendapat pekerjaan juga. walaupun terkadang saya selalu mengeluh, saya seperti terjebak dengan kota kecil ini seumur hidup saya. tidak pernah saya coba untuk bekerja di luar kota atau punya pengalaman hidup di tempat asing. selang beberapa bulan saya mendapat partner kerja perempuan, hingga akhirnya semakin lama kita kian semakin dekat dan mulai bercerita tentang kehidupan masing-masing. hal yang paling membuat saya terkejut adalah ketika teman saya itu bilang "saya dulu kenal dengan Almarhum Bapak kamu ci, dulu saya pernah di carikan pekerjaan di Jakarta, Bapak kamu tu ya kalau saya mau pulang kampung saat lebaran-pun benar-benar di carikan Travel supaya saya benar benar sampai rumah"
dan itu benar benar membuat saya tertegun, jika saya masih punya Bapak mungkin saya tidak akan susah payah mencari pekerjaan. Bapak saya orangnya punya wawasan dan pergaulan yang luas, meskipun Bapak mungkin bukan orang yang punya pendidikan tinggi dan bukan pula orang yang punya banyak koneksi dengan orang-orang tinggi. 
dengan kenyataan tersebut saya begitu kesal dengan melihat banyak orang-orang di sekitar saya yang jelas-jelas masih punya orang tua, dan orang tua mereka begitu mendukung dan membantu untuk membantu masa depan mereka namun mereka tidak terlalu menghargai dan masih hidup dengan malas malasan. ada yang membantu memberi modal usaha, ada yang menyuruh untuk mewarisi usaha orang tua, ada yang menyuruh untuk sekedar bantu-bantu usaha orangtua, ada yang memberikan jalan untuk bisa bekerja disana sini.. saya begitu iri, namun saya tidak menyalahkan takdir. pasti semua orang punya takdir sendiri. seenggaknya dari dulu saya punya sesuatu yang bisa di banggakan yaitu kemandirian.

kalau saya pikir-pikir, sebenarnya kalau Bapak saya masih ada. mugkin beliau juga akan kecewa dengan keadaan saya yang sekarang yang masih belum bisa di banggakan. dari dulu Bapak selalu mendidik saya sama, tidak peduli laki-laki atau perempuan semua sama harus punya pendidikan tinggi, harus punya mental pekerja keras dan tidak boleh menjadi manusia malas.

namun, saya masih jauh sekali dari harapan Bapak. saya akan selalu menjadi gadis penakut yang tidak bisa di andalkan.. saya tidak akan pernah menjadi orang yang benar-benar mandiri. saya akan terus mengharapkan pertolongan dan perlindungan orang lain. bahkan, untuk saat ini saya juga masih berharap kalau Bapak masih ada untuk menolong segala kesulitan saya..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sudah beberapa kali, postingan blog saya terinspirasi dari blog, kutipan buku atau instagramnya Keltie Knight. Yes! i can say she's one of my favorite role models. Dia merupakan wanita yang meningspirasi dan positif figur untuk wanita muda.
saya ingat betul, ketika beberapa tahun yang lalu Keltie menulis blog tentang Luck, beberapa minggu yang lalu juga Dia mengutip quotes tentang Luck di instagram.  setiap orang punya kepercayaan untuk mendapat keberuntungan. namun tidak dengan Keltie Knight, yang tidak percaya dengan Luck. dengan segala macam yang pernah Dia lalui dalam Karier, Hidup, Pasangan. Keltie percaya kalau Luck itu tidak ada, yang ada hanyalah kita mengejar keberuntungan kita sendiri.
Luck? I don't know anything about luck. I've never banked on it and I'm afraid of people who do. Luck to me is something else: hard work- and realizing what is opportunity and what isn't. - #lucilleball
A photo posted by KELTIE 💃 KNIGHT (@keltieknight) on Dec 16, 2015 at 2:05pm PST

so, intinya adalah menurut Keltie, Keberuntungan akan di raih jika kita mengejar, bekerja keras, dan berusaha untuk mendapatkannya. tidak ada yang namanya Keberuntungan. yang ada hanyalah "Usaha".

dari dulu saya merasa kalau saya dilahirkan menjadi orang yang penuh keberuntungan. kata Mama saya, ketika saya lahir Orang tua saya rejekinya sedang melimpah dan usahanya selalu di mudahkan. hahaha terdengar seram yah. tapi menurut saya itu bukanlah keberuntungan namun Orang tua saya yang bekerja keras sehingga mendapatkan hasil.

dari kecil saya menjadi anak yang pendiam dan pemalu. itu juga mempengarui pergaulan saya yang beranjak dewasa dengan segala kesulitan dalam pergaulan dan menjalin pertemanan, dan juga kesulitan mendapatkan teman laki laki (Pacar). ketika saya SMP saya hanya bisa menyukai seorang anak laki laki, namun saya diam saja hingga lulus.. berbeda dengan anak perempuan yang lain, yang punya penampilan lebih menarik, selalu ramah atau mungkin bisa di katakan lebih genit, mereka bisa mendapat pacar dan gonta ganti pacar dengan mudah. namun, mendapatkan pacar dari usia segitu yang ada hanyalah merugi, if you know what i mean..
kenyataannya ada beberapa teman teman sekolah saya yang hamil di luar nikah, atau sekedar di rugikan perasaan dan fisik di usia yang sangat belia.
saya merasa beruntung tidak mengenal laki laki dalam usia segitu, sisi lainnya bukanlah keberuntungan yang sebenarnya saya dapatkan namun saya sendiri yang mengontrol pergaulan saya sehingga tidak salah memilih teman. dan juga mengontrol perasaan saya untuk tidak mencoba hal yang sebenarnya belum boleh di usia saya pada saat itu.
dulu ketika saya SMP, saya pernah merasakan masa masa yang paling susah. ingin tetap bersekolah dan beli buku saja sulit. bahkan saat les Komputer, saya minta sama Mama untuk membeli disket yang harganya Rp. 5000.- saja harus pinjam ke saudara. karena pada waktu itu, Bapak sakit parah dan Mama yang mencari uang. kami tinggal di kampung, dimana masih banyak anak perempuan yang lulus SD langsung pada bekerja menjadi PRT di Jakarta. di lingkungan kampung sini, masih banyak orang tua kolot yang menyampingkan pendidikan. terutama untuk anak perempuan. bahkan jika ada yang bersekolah sampai SMA di anggapnya keluarga Sok Kaya atau apalah sebutannya. "buat apasih anak perempuan di sekolahin tinggi tinggi? lulus juga akhirnya menikah jadi ibu rumah tangga!" ucap mereka.
dari dulu saya tidak pernah merencanakan kalau saya akan sekolah SMA dan melanjutkan Kuliah. tidak pernah terfikirkan hal tersebut. tapi saya terlahir dari Orang tua yang menjunjung tinggi pentingnya pendidikan. saya menjadi anak perempuan pertama di keluarga besar saya yang melanjutkan kuliah. bersyukur dan merasa beruntung saya bisa bersekolah, lulus Kuliah dan tidak pernah merasakan kerja jadi PRT di rumah orang asing.
saya merasa beruntung, tapi sisi lainnya bukanlah Keberuntungan yang sebenarnya saya dapatkan namun Mama saya yang bekerja keras banting tulang semenjak di tinggal Almarhum Bapak saya, untuk menyekolahkan Saya dan Adik saya hingga lulus.

dulu saya pernah bertemu dengan seorang Pria yang menyakiti saya selama sekian lama, hingga memakan waktu bertahun tahun lamanya saya berusaha bangkit dan Move on. itu juga memperngaruhi saya di masa sekarang, sejak hubungan saya berakhir dengan Pria tersebut saya belum pernah memiliki kekasih lagi. karena saya pikir tidak akan menghabiskan waktu, menyianyiakan waktu untuk menjalin dengan Pria Pria yang salah lagi. saya juga selalu berfikir sinis dan negatif terhadap Pria hingga selama bertahun tahun saya berusaha menghindar dari hal hal tersebut..
hingga akhirnya waktu bergulir banyak teman teman saya yang sudah menikah, punya anak dan terlihat hidup dengan kebahagiaan yang lengkap. namun, tak sedikit juga dari mereka yang pernikahannya sedikit demi sedikit menuai berbagai masalah karena banyak hal, termasuk Ekonomi. dan saya pikir sayapun belum siap untuk menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan seperti itu.
saya bersyukur dan merasa beruntung, sampai usia saya sekarang ini belum menikah, karena saya pikir saya belum cukup Dewasa untuk menghadapi segala permasalahan tersebut. di tambah lagi saya merasa beruntung karena di usia sekarang ini saya masih bisa melakukan banyak hal hal lain yang belum pernah saya lakukan.

kalau di lihat dari sisi yang lain, memang benar kata Keltie Knight kalau Keberuntungan memanglah tidak ada. namun, bukan berarti itu tidaklah nyata. terkadang setiap orang harus memiliki perasaan Beruntung, karena untuk mengingatkan Manusia terhadap kekuasaan Tuhan. apapun bisa terjadi, apapun bisa terwujud dengan kerja keras namun semua itu belum tentu terjadi tanpa adanya kuasa Tuhan.
perasaan Beruntung juga membuat kita merasa kecil di hadapan Tuhan, untuk tidak memiliki sifat sombong dan Pesimis dengan bekerja keras bisa meraih segalanya. namun juga harus mengukur kemampuan diri betapa kecilnya kita di bandingkan dengantakdir yang di tuliskan Tuhan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    7 bulan yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose