• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"


sedikit melenceng dari tema motherhood yang belakangan ini saya tulis sejak menjadi newmom. hehehe beberapa bulan yang lalu saya melihat postingan tiktok dengan caption "when you are not pretty, so you have to study harder, so that at least people appreciate your existense" kalau di translate menjadi : jika kamu tidaklah cantik, kamu harus lebih giat belajar jadi setidaknya orang-orang mengapresiasi keberadaanmu.

hmmm.. sebagai alumni minderan, memang hal ini cukup sulit karena saya juga benar-benar merasakannya dulu, ketika saya merasa jelek bukan karena bernasib jelek. namun, karna penilaian dan perlakuan orang-orang yang membuat saya seperti menjadi berbeda dan tidak bisa join dengan circle toxic mereka. yang pada akhirnya membuat saya menjadi pribadi yang tidak bersyukur dan rendah diri..

but, that's the problem, honey.. dunia ini begitu luas dan kehidupan bermasyarakat bukan sebatas di sekolahan atau di universitas saja. maka dari itu pintar akademik saja juga tidaklah cukup.. apa artinya lulus dengan nilai terbaik, juga nanti di dunia kerja masih tergerus dengan beauty standart. perusahaan dimana-mana pada awalnya lebih mengutamakan punya pegawai yang berpenampilan menarik. bla bla.. belum lagi hidup di masyarakat yang penuh dengan bodyshamming.

Maka... jikalah berusaha disatu bidang tidaklah berhasil, maka gali potensi yang lain. walaupun tidak goodlooking tapi punya potensi2 yang lain.. berkaca dari pengalaman pribadi yang selalu merasa insecure dari dulu.. lama-lama capek harus terus-terusan ngerasa minder, akhirnya bisa menerima diri sendiri.. menjauh dari circle yang penuh body shamming lebih menyehatkan mental dan mendapatkan ketenangan batin. memanglah tidak mudah karena "loving yourself + self acceptance" bukanlah proses instan, dan belajarnya bertahun-tahun supaya bisa menghilangkan rasa baper..  keluar dari lingkungan toxic & carilah tempat dimana yang lebih bisa menghargai keberadaanmu. apa adanya.

barulah akan sadar.. 

you're WORTHY and you're so much more than that..!

dan satu lagi naikin value diri sendiri, bukan karena ingin di puji, bukan karena ingin keberadaannya di akui. tapi untuk menambah kualitas diri. beauty privilige is real tapi pada akhirnya manusia semua akan menua, dan orang akan melihat bukan hanya dari penampian tapi dari kepribadian kita.

saya jadi ingat dengan puisi rupi kaur yang berjudul i want to apologize tentang beauty privilige yang jika di translate berbunyi seperti ini :

“Saya ingin meminta maaf kepada semua wanita yang saya sebut cantik. sebelum saya menyebut mereka cerdas atau berani. saya minta maaf saya membuatnya terdengar seolah-olah sesuatu yang sederhana seperti apa yang kamu miliki sejak lahir. hanya itu yang harus kamu banggakan, ketika kamu telah memecahkan gunung dengan kecerdasanmu. mulai sekarang saya akan mengatakan hal-hal seperti: kamu tangguh, atau kamu luar biasa. bukan karena menurutku kamu cantik tapi karena saya ingin kamu tahu, kamu lebih dari itu” YOU ARE SO MUCH MORE THAN THAT.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bawa bayi ke mall? yay or nay? saya termasuk ibu-ibu introvert tapi yang juga demen banget sama yang namanya plesiran. semenjak hamil trimester 3 sudah jarang dan hampir tidak pernah pergi jauh kecuali memang untuk berkunjug ke rumah saudara atau untuk keperluan check ke dokter. semenjak melahirkan juga merasa aktifitas jalan-jalan juga cukup terbatas. karena takut anak kenapa-napa disaat di bawa bepergian jauh atau terkena angin. semua aktifitas belanja kebutuhan rumahtangga juga saya banyak di pesan secara online, belum berani bawa ke mall atau ke supermaret karena takut anak saya yang masih newborn ketemu banyak orang di tempat umum yang rawan virus.

namun selesai melahirkan 40 hari, saya harus tetap mudik ke kampung suami untuk silaturahmi pada saat idulfitri. jadi anak saya dari sebelum usia dua bulan sudah harus keluar motoran. lama kelamaan saya juga ingin sekali ke mall, pertama kali ke mall anak saya kira-kira sudah 2 bulan. tidak begitu berkesan menurut saya karena anak saya belum mengenali keramaian atau objek-objek sekitar karena masih di gendong, hanya diam dan tidur.. pada saat itu juga tidak membawa stroller dan anak full di gendong, jadi cukup membuat kelelahan dan pundak terasa pegal banget.

kedua kalinya, saya ngemall sama anak ketika usia 7 bulan. dan sudah terasa begitu mengasyikan. karena anak sudah bisa duduk mandiri, bisa mengenali tempat baru, terlihat excited saat bermain, mengenali suara keramaian dan cahaya lampu-lampu yang menarik perhatiannya.




jadi jika sekarang di tanya, bawa bayi ke mall. yay or nay? jawabannya yay! tapi tidak begitu semena-mena asal bawa seperti bawa badan sendiri. karena bayi masih begitu fragile dengan dunia luar maka harus ada beberapa yang perlu di perhatikan sebelum membawa serta baby keluar..

  • pastikan kondisi badan si anak benar-benar sehat dan punya mood yang baik
yang paling utama dan penting adalah kondisi badan anak dulu, karena mall tempatnya begitu banyak orang, apalagi begitu ramenya pas weekend. jadi bayangkan walaupun tempatnya indoor adem ber-AC tapi disana juga sarangnya bakteri dan virus. beuh! jadi pastikan kondisi badan anak sehat. tidak sedang pilek/flu, batuk. pastikan juga si baby sedang mood yang baik. tidak sedang rewel atau ngantuk.
  • sudah kenyang, mandi dan tidur
ini juga penting yah, karena saya tidak akan segera berangkat jika si baby sedang rewel. dan rela mengulur waktu supaya anak sudah makan dulu, sudah menyusu dan sudah tidur, walaupun sepanjang perjalanan akan tidur lagi.
  • persiapan bekal
selain asi/sufor, jika anak sudah 6+ bulan pastikan bawa makanan dan minuman pula, minimal bawa air putih dalam botol supaya sewaktu-waktu anak haus tidak perlu repot mencari air mineral. bawa juga standart perbekalan bayi seperti diapers, tisu kering, tisu basah, baju ganti, kupluk, jaket/selimut 
  • jangan sendirian, repot.
biar mudah dicari, semua perlengkapan di bawa dalam satu tas. jangan sendirian ketika ngemall karena tujuannya supaya ada yang bisa membawakan tas. haha.. kalau tidak akan begitu berat dan merepotkan sekali.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
disini saya akan mulai membagi pengalaman saya ketika mendapati saya hamil untuk pertama kalinya, anak pertama. buat saya pengalaman saya ini benar-benar akan selalu di ingat, bukan hanya berkesan namun juga seperti a journey and life changing experience to me. my baby is like a little gift. not a little exactly, but a huge gift.

saya dan suami menikah tanggal 5 juni 2021, sebuah penantian yang cukup panjang dari perjalanan perkenalan kami yang sudah lebih dari dua tahun. but i believe, sesuatu pasti indah pada waktunya dan hitungan waktu kuasa Tuhan untuk menyatukan kita tidak pernah terasa terlalu cepat atau terlalu lama.

saya tidak ingin menunda kehamilan, mungkin karena usia saya yang sudah 28 tahun dan suami 37 tahun membuat kita juga sepakat untuk (harapannya) segera memiliki keturunan.  yang ternyata 5 hari sebelum saya menikah saya berada di fase menstruasi. yaitu tanggal 30 mei 2021. dan tanggal 5 juni 2021 adalah hari dimana saya menikah. sebelum menikah saya sudah benar-benar niat menandai kapan akan menstruasi, mulai mencari ilmu juga tentang menghitung masa subur, kapan terjadinya ovulasi dll.. 

2 minggu setelah menikah, saya merasakan gejala-gejala yang bisa di bilang sama dengan gejala PMS. perut terasa sedikit kram, payudara terasa nyeri, sakit kepala, ingin makan yang pedas-pedas dan manis, dan keluar flek coklat sedikit seperti tanda awal menstruasi. pada saat itu saya smpat down, mungkin saya akan menstruasi lagi, dan bulan ini belum hamil dulu. saya bahkan sudah menyiapkan pembalut di tas kerja saya, jika kapan saja saya mulai menstruasi bulan ini.
foto liburan keluarga 27 juni 2021 
3 minggu setelah menikah, saya sekeluarga liburan ke-pantai. pada saat itu kondisi badan saya tidak terasa sehat seperti biasa, tenggorokan sakit dan suhu badan hangat seperti mau demam. dalam perjalanan pulang saya nyetir motor sambil nglenger dan tidak sengaja menabrak mobil yang ngrem mendadak, otomatis perut saya terbentur ke setang motor yang lumayan sakit banget dan bikin kedua bahu saya nyeri dua hari berikutnya.. sepulannya dari pantai, kita jalan-jalan ke mall dan pijat refleksi. lumayan mengurangi lelah dan pegal karena perut dan bahu terbentur, namun sang terapist-nya juga bilang "mba lagi sakit yah? badannya lumayan anget" kemudian saya jawab "iya, sedang agak tidak enak badan" sepulang dari liburan saya coba untuk mengetes kehamilan menggunakan tespek, karena mungkin saja saya tidak enak badan karena mau hamil. namun hasilnya masih garis satu karena memang yah.. saya belum telat datang bulan, jadi yah terasa sia-sia saja.

besoknya saya kembali berangkat bekerja dan menjalani aktifitas seperti biasa, namun kondisi badan saya terasa aneh.. greges, suhu badan panas turun tidak mempan diberi obat penurun panas, tenggorokan juga sakit, keringat dingin bercucuran terus. sepulang kerja langsung demam tinggi dua hari berturut-turut, dihari ketiga demam saya turun namun saya merasa ada yang aneh karena seluruh tubuh saya terasa lemas, kehilangan nafsu makan. dan indra penciuman saya juga hilang begitu saja..
tidak bisa menghirup parfum yang ketika saya sehat itu saya sangat benci wangi parfum tersebut karena baunya yang begitu menyengat. bahkan bau bensin sampai saya dekatkan di hidung-pun tidak terasa bau apapun. saya menceritakan keadaan saya kepada keluarga dan mereka langsung membawa saya ke klinik untuk tes swab.
surat hasil swab
hasil swab menyatakan kalau saya reactive covid-19, alat antigennya pun saya lihat juga bergaris dua. sepulangnya dari klinik saya disuruh untuk menandatangani surat pernyataan bahwa saya akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari, tidak boleh bersosialisasi dengan siapapun termasuk keluarga. lapor kepada pemerintah desa kalau saya sedang menjalani karantina mandiri, lapor kepada departement health & safety di tempat kerja untuk membuatkan SDK absen tidak bekerja selama 14 hari.
kunjungan dari pemerintah desa & petugas pukesmas
sedih? mental down? sudah pasti.
saya kita segala gejala aneh yang datang adalah suatu tanda bahwa saya sedang hamil. karena saya belum begitu paham dengan gejala kehamilan seperti apa, yang saya rasakan tidak enak badan, mudah lelah, tenggorokan sakit, demam, tidak nafsu makan, greges dan pucat. dan kenyataanya adalah swab antigen dengan hasil reactive/positif covid-19.. saya sempat menangis sejadi-jadinya karena corona is real!! anosmia yang saya derita menunjukan kalau saya memang benar-benar kehilangan indra penciuman dan perasa yang menjadi salah satu gejala covid-19.

bulan juni dan juli 2021 merupakan puncak kasus covid-19 yang terjadi di indonesia. hampir setiap hari selalu saja ada pengumuman kabar duka orang meninggal di semua daerah. bahkan ada beberapa orang juga di tempat kerja saya yang meninggal karena kasus covid-19 tersebut sampai pemakamannya menggunakan protocol covid-19. hampir setiap hari, setiap malam juga ada suara ambulance wara-wiri membawa pasien dari/ke rumahsakit. bisa dibayangkan betapa terguncangna saya pada saat itu.
saya masih muda, baru saja menikah, ingin segera hamil, ingin sekali kembali menjadi manusia yang produkif, ingin sekali kembali ke kehidupan sosial. bukan terkurung menjauh dari semuanya, dari keluarga dari tempat kerja.. bukan dijauhi seperti halnya sumber penyakit menular.. sedih..

alhamdulillah seminggu kemudian kondisi saya sudah mulai pulih, nafsu makan saya sudah mulai kembali walaupun lidah saya belum bisa merasakan rasa apapun, tapi saya harus tetap makan. minum berbagai obat dan vitamin yang jumlahnya juga tidak sedikit. indra penciuman saya juga belum pulih, namun saya sudah bisa bangun bergerak aktif, berjalan kaki keluar rumah (tentu saja dengan menjaga jarak), dan berjemur untuk meningkatkan imun..

tidak terasa, tanggal menunjukan 7 juli 2021.. kondisi saya sudah mulai sembuh. tetapi seminggu karantina mandiri memunculkan gejala aneh lagi. jantung saya sering berdegup kencang, perut tidak nyaman seperti kram, bagian ketiak kanan-kiri terasa sakit juga payudara saya terasa bengkak. saya baru sadar seminggu pula meninggalkan tanggal menstruasi saya yang terakhir. saya belum merasa ge'er kalau saya ini hamil, karena dari dulu siklus menstruasi saya selalu telat seminggu dari tanggal HPHT, yaitu siklusnya 37 hari.. dan  besoknya sehari, dua hari kemudian saya baru merasa heran. kenapa saya belum menstruasi juga ya? kegalauan kembali terjadi karena saya ingin pergi ke apotik untuk membeli tespek, namun sadar diri karena masih dalam pengawasan karantina mandiri.. penasaran ingin melihat hasilnya, namun terkendala keterbatasan pula..

diam-diam saya berhasil mendapatkan beberapa tespek dari berbagai merk, dengan cara tertentu hehe
dan hasilnya menunjukan garis dua. saya coba lagi dengan merk tespek lain ada yang hasilnya masih samar, terkahir saya coba lagi dengan merk lainnya lagi hasilnya sudah sangat-sangat jelas garis dua. what??
hasil tespek dari sebelum menikah, sebelum terlambat haid, dan selama karantina mandiri
berhasil. sebulan kemudian setelah menikah, saya sudah tidak mengalami menstruasi, namun langsung positif hamil. alhamdulillah.. saya langsung memberi tahu keluarga dan disambut rasa syukur yang amat sangat membahagiakan, terutama Mama yang terlihat sangat excited akan segera mendapatkan cucu pertama. Mama sampai mengucapkan Alhamdulillah beberapa kali karena merasa doa-doanya terkabul karena menginginkan saya segera memiliki keturunan yang bahkan saya mendapatkannya tanpa harus menunggu lama. terharu...

ada beberapa yang bilang mungkin saya bukan tertular virus Corona, tapi karena merasakan gejala hamil. bahkan ibu bidan juga bilang, waktu saya karantina mandiri sebenarnya sudah memasuki masa-masa hamil, namun belum bisa di deteksi menggunakan tespek karena hormon HCG dalam urine belum terlalu banyak karena kandungan masih sangat kecil. but it's not completly true, either.. this is my body and i can tell the different!

Gejala covid-19 yang saya alami:
- anosmia (kehilangan indra penciuman & perasa) 
- demam berhari-hari
- pucat
- tenggorokan sakit
- keringat dingin
- mudah lelah
- nafas pendek.

Gejala kehamilan yang saya alami: 
- perut kram seperti PMS (peningkatan hormon menyebabkan kontraksi rahim. rahim mengalami pembesaran guna mempersiapkan rumah untuk janin, sehingga menyebabkan ligamen dan otot yang menopang rahim menjadi menegang)
- payudara sakit/bengkak (karena perubahan hormon menyebabkan meningkatnya aliran darah dan jaringan payudara, rasa sakitnya sama seperti bengkak saat PMS, kesenggol saja sakit sampai tidak sanggup rasanya mengenakan bra haha)
- ketiak kanan-kiri terasa sakit (rasa sakit di area ketiak berhubungan langsung dengan payudara yang kian nyeri. pembengkakan terjadi karena jaringan kelenjar susu yang berada dekat ketiak mulai mengisyaratkan fungsinya untuk mempersiapkan produsi ASI nantinya)
- Jantung berdegup kencang (disebabkan oleh peningkatan volume darah saat hamil, pasokan darah yang dibawa lebih dari biasanya, darah yang berlebih ini digunakan untuk membawa oksigen yang cukup si calon bayi)
- keluar flek coklat sedikit (pendarahan implantasi, proses kematangan antara sel telur & sel sperma. proses ini terjadi antara sekitar 7-14 hari setelah berhubungan seksual. saya bahkan sebelumnya tidak mengerti jika sebelum hamil akan ada pendarahan sedikit, sebagai tanda berhasilnya pembuahan di rahim. dan mengira kalau flek yang keluar merupakan darah haid, yang saya ceritakan di atas kejadian 2 minggu setelah menikah)
- pusing (penyebab pusing saat hamil karena perubahan hormon dan peningkatan volume darah menyebabkan melebarnya pembuluh darah pula)

dan jika ada lagi yang bilang saya bukan terkena gejala Corona, tapi karena hamil. No... saya akan jawab, saya mengalami keduanya! and Corona is real! hehe selesai karantina mandiri, tanggal 15 juli 2021 saya berangkat kerja seperti biasa dan ke klinik perusahaan dulu untuk swab ulang sebelum berinteraksi dengan teman kerja, dan hasilnya sudah Non Reaktif. Alhamdulilah..

hasil antigen non reactive/negativ covid-19 di klinik perusahaan
Dear God. Thank you.
terimakasih sudah memberikan saya umur yang panjang, kesehatan yang baik dan juga cepat di berikan kepercayaan untuk memiliki keturunan. terimakasih juga untuk keluarga saya yang senantiasa mendukung secara fisik dan mental, saya menjadi tidak down sehingga proses healing menjadi sangat cepat. terimakasih Mama yang senantiasa never give up on me. and i feel truly loved! walaupun saya sering sebal karena dipaksa makan disaat tidak ada nafsu makan sama sekali karena lidah tidak bisa merasakan apapun. hehe terimakasih suamiku.

Thank you, Life!

kemudian saya flasback lagi, mengenang kejadian-kejadian sebelum saya dinyatakan positif hamil, menghitung usia kehamilan berdasarkan HPHT (hari pertama haid terakhir) maka tanggal 27 juni 2021 ketika saya berlibur ke pantai bersama keluarga maka saat itu sebenarnya saya sudah hamil dengan usia kandungan 4 minggu, namun saya belum menyadarinya... jadi saya anggap ini merupakan foto maternity pertama..




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
buku nikah kami :)

saya sampai lupa, kalau saya ingin sekali membagikan moment pernikahan saya disini dengan segala pernak pernik-nya, i'm so excited to write this because this is one of my favorite thing to share. 

1. Undangan by Sacha Cell

rasanya mepet sekali mempersiapkan ini, karena saya memesan seminggu sebelum hari H, tidak terfikirkan untuk membuat undangan spesial, banyak desain online yang bagus dengan harga yang lebih terjangkau namun waktunya sudah terlalu mepet karena kebanyakan pre-order online dengan keterangan pengerjaan memakan waktu 15 hari-an.. so, saya ke counter terdekat yang memang langganan membuat undangan. harganya Rp. 3000,- sudah termasuk plastik wadah dan stiker nama. jadinya cukup singkat hanya dua hari dicetak. meskipun buru-buru namun saya tidak mau sembarangan memilih desain, saya cukup lama memilih katalog karena meskipun hanya undangan namun saya ingin benar-benar yang saya suka sekali dari desain, warna dan font-nya.. dan saya memilih ini, warna tosca, bergambar bunga bernuansa vintage, dan font berstyle italics.

2. Souvenir by totebag_id di Shopee

berbeda dengan undangan, kalau ini saya memang benar-benar memikirkan dari jauh-jauh hari nanti kalau menikah ingin kasih souvenir seperti apa, saya tidak mau sembarangan pesan asal jadi seperti sisir, centong, sendok garpu dll.. tapi saya ingin sesuatu berdesain custom nama, bermanfaat, berkesan (menurut saya) tapi dengan harga yang murah meriah. saya pilih Souvenir Pouch dari totebag_id harganya Rp. 2800,- sd Rp 2060,- per-pcs.. saya pesan ada 3 motif tapi lupa tidak sempat di foto, hanya tinggal satu motif yang saya simpan untuk kenang-kenangan.. saya pesan 2 bulan sebelum hari H. cukup lama pengerjaanya karena terkendala libur panjang puasa dan lebaran idul fitri dan sempat bikin ketar-ketir karena takut tidak tepat waktu. namun Alhamdulillah seller-nya komunikatif dan ternyata sampai H-10.


3. stiker bulat ucapan by Dextonprint di shopee
stiker bulat dengan ucapan 'mohon doa restu Suci & Riyanto 5 juni 2021' mungkin heran ya stiker buat apaan. namun saya punya ide untuk menempelkan stiker ini di paperbag snack dan souvenir.. karena paperbag yang saya pesan tidak bercustom (pesan mepet, jadi saya punya ide untuk menempel stiker)
saya pesan di Dextonprint di Shopee, waktu pengerjaan 2 hari saja. harga perpack-nya Rp. 29.000,- isi 60 bulatan. lagi lagi saya memilih desain warna bernuansa vintage dengan motif bunga :)

4. Paper bag by navart.co.id di Shopee
saya pesan paperbag di navart.co.id di shopee dengan harga Rp. 799,- per pcs untuk ukuran (20x25x9) ukuran yang cukup untuk snack, minuman dan souvenir.. yang saya sayagkan pengirimannya cukup lama, sekitar seminggu. huh. jadi packing snack-nya H-2 karena menunggu paperbag datang.

5. Make Up dan Wardrop by Oemah Manten Clarissa
jujur cukup puas dengan hasil riasan ini, karena sang perias juga baik banget bisa menyesuaikan selera client-nya berdasarkan kepribadiannya, tanpa memaksakan kehendak apa-apa yang menurutnya bagus atau sedang trend.. karena saya memang dari dulu semenjak memutuskan mau menikah sudah bertekad tidak mau di paksa. tidak mau dirias dengan make-up bold, ingin sekali dirias dengan make-up nude, tapi tidak terlihat pucat dan wajah saya jadi terlihat soft..
untuk gaun sendiri saya memilih yang bermodel A-line dengan crop top jadi tidak terlihat gemuk untuk yang berukuran plus size seperti saya hihihi

6. Decor by Pick Art Decoration
saya benci dengan warna Gold, lebih suka dengan warna white/silver karena lebih terkesan minimalis and romantic. juga everlasting dipandang.. begitu disuruh memilih pelaminan saya memilih kursi white/silver dengan background daun-daun hijau dan bunga-bunga warna soft.

7. Photo by JM Photo

memilih fotografer juga penting, bahkan penting sekali. karena saya juga memutuskan TIDAK MAU di foto sama fotografer jadul #ups.. maksud saya jadul itu seperti asal foto, pose-pose jadul, editing jadul, hasil cetakan dengan terlalu banyak frame dan editing background yang tidak penting hehe 
jadi saya pilih upload-an hasil foto di perias, dan pilih JM photo, dengan filter masa kini, foto yang candid dan mas-mas nya juga mengarahkan gaya dengan sopan tanpa pegang-pegang pengantin.

8. Ronce melati by Affan irawan
cantik bukan...
9. Henna by Navi Henna
bersyukur karena dapat free henna 2 hari, yang seharusnya hanya sehari. dan saya suka hena putih, gampang dihapus. tidak seperti henna coklat yang memang saya tidak mau karena susah hilang dan tidak match dengan skin tone :)

sebenarnya ada satu lagi, yaitu Camela Musik. band musik penghibur resepsi pernikahan saya, namun tidak sempat terfoto.. saya amat sangat bersyukur karena semuanya berjalan dengan lancar meskipun persiapan ala kadarnya, dan terimakasih dengan semua pihak yang telah mendukung, membantu kelancaran perikahan kami. serta keluarga dan teman yang datang menghadiri.. :)








Share
Tweet
Pin
Share
No comments

26-08-2021. terbangun dari tidur siang, bermimpi sesuatu yang tak asing. di produksi ada yang salah memakai barang, mereka menjahit dengan warna benang yang salah, mereka memasang komponen yang tidak sesuai dengan style. kemudian saya di panggil ke tkp dihadapan para atasan sambil menunjukan pekerjaan mereka. mereka menerangkan permasaahan dengan nada bicara seperti biasanya. yang seolah-olah menyalahkan saya. tidak becus mengordinasi inventory. saya mencari dimana letak permasalahannya dan membela diri namun saya terbangun.. dehidrasi.. perut kram. merasa kesal. tapi setelah beberapa saat saya bersyukur. merasa bersyukur karena itu semua hanyalah mimpi, dalam kenyataan saya tidak lagi berada di tempat yang kapan saja akan di salahkan, kapan saja merasa terasa terexpose seolah-olah menjadi 'tersangka' oleh kesalahan saya, kesalahan orang lain yang harus saya tanggung, atas kejadian yang bahkan saya tidak ketahui. 

5 Juni 2021 lalu saya menikah, 29 Juni 2021 kesehatan saya drop, demam tinggi 2 hari. 30 Juni 2021 saya divonis positif Covid-19 tidak bisa bekerja 14 hari kemudian karena harus isolasi mandiri. sedih? sudah pasti. sempat merasa lega karena bisa menghindar dari pekerjaan yang stressfull, istirahat memfokuskan kesehatan. namun ternyata tidak mudah, pekerjaan saya malah bertumpuk selama 2 minggu tertinggal. semakin membuat stress dikala sedang isolasi mandiri karena begitu banyak permasalahan yang terjadi, tapi yang hanya bisa lakukan dengan menonton grup, tanpa bisa mengeksekusi. dan semakin kian membuat kecemasan. sempat berfikir ingin resign saja ketika hamil karena kemungkinan saya tidak akan kuat menghadapi permasalahan pekerjaan yang kian rumit. tentu saja itu hanyalah benak saya ketika benar-benar merasa cemas, panik dan helpless dengan mental saya saat berada masa isolasi. terasingkan dengan keluarga, karena saya harus misah tempat tinggal sementara.

7 juli 2021 ternyata positif hamil. kesehatan saya kembali drop. namun, saya sempat bersemangat dan berfikir positif menyambutnya karena kemungkinan pekerjaan saya akan menjadi ringan karena toleransi ibu hamil di lingkungan kerja, tidak pulang sampai malam juga. segala benak ingin resign saat berada masa isolasi mandiri coba saya hilangkan jauh-jauh karena sudah membayangkan kapan cuti kehamilan tiba, kapan saya mulai belaja baju hamil, kapan saya mendapatkan uang cuti selama 3 bulan dirumah, kapan ketika saya melahirkan dan tidak perlu memikirkan biaya yang sudah tercover asuransi dari perusahaan.

tapi kenyataannya tidaklah mudah, pekerjaan saya tetap seperti biasa. malah setiap harinya seperti tertekan karena harus mengejar hal-hal yang tertinggal selama 14 hari isolasi mandiri minggu lalu, dengan keadaan fisik saya yang tidak seperti dahulu. lonjakan hormonal membuat saya cepat kelelahan, perut bagian bawah yang selalu kram pagi, siang, malam. berdiri, jalan kaki, naik turun tangga yang membuat saya sering lemas dan keliyengan. keadaan fisik dan emosional yang tidak stabil. dan sangat sulit berkonsentrasi. 

27 juli 2021. saya mermutuskan absen sehari dari pekerjaan untuk menjalani tes ANC (Antenatal Care) sesuai anjuran Ibu Bidan sekalian meriksakan kehamilan dan mengutarakan keluhan saya yang sering kram. jawaban dari pihak pukesmas tidaklah begitu memuaskan karena konseling hanya sekedar anjuran 'tidak boleh capek', 'makan teratur' dll kemudian saya memutuskan untuk pergi ke klinik swasta, untuk USG dan konseling langsung dengan dokter kandungan. kenapa saya memutuskan USG padahal kehamilan saya baru berusian 7 minggu pada saat itu? karena saya ingin merasa tenang kalau saya benar-benar hamil, bukan hanya sekedar tespek yang memperlihatkan garis 2. saya ingin melihat janin saya yang berkembang apakah benar sehat dan tumbuh di dalam rahim. bukan hamil BO/kosong, bukan hamil yang berada diluar kandungan, bukan penyakit dll dan menjawab keraguan saya dengan gejala perut saya yang sering sakit sepajang waktu.

hasil USG muncul dilayar lengkap dengan usia kehamilan, keadaan dan letak janin. dokter menjelaskan dengan teliti kalau janin saya sehat, sudah ada detak jantung. dan membuat saya benar-benar terharu kalau memang nyata ada mahluk hidup yang ada di rahim saya. dokter menanyakan punya keluhan tidak? saya jawab sering kram. jawaban dokter : saya tidak boleh stress, tidak boleh terlalu capek, kerja jangan terlalu 'ngoyo' harus pelan-pelan karena kehamilan masih sangat muda dan rentan, kata dokter. kemudian saya minta SKD untuk mengisi absensi saya sehari, namun dokter menuliskan saya harus istirahat selama 3 hari, bedrest. dengan diagnosa hamil 7 minggu 1 hari, rawan keguguran. harapan dokter tersebut untuk memaksimalkan pemulihan saya, dan dengan SKD tersebut bisa meringankan pekerjaan saya dan meyakinkan atasan kalau saya memang tidak bisa kerja berat.

sepulang dari klinik saya menangis sepanjang jalan tanpa sepengetahuan suami yang sedang nyetir di depan. melihat hasil USG dan penjelasan doker yang membuat saya sadar tidak boleh memiliki sifat egois dan memaksakan diri. mulai saat ini hidup bukan soal untuk diri saya sendiri tapi ada calon manusia yang harus saya jaga tumbuh kembangnya.

dengan bermodalkan hasil USG dan SKD saya memutuskan untuk berbicara dengan atasan untuk Resign. karena saya merasa tidak akan mampu bertahan lebih lama dengan segala macam tekanan. ada banyak ibu hamil yang bekerja sampai tanggal cuti melahirkan disana namun mereka berada di Departemen yang tidak banyak memikirkan resiko terlalu berat, dengan aktifitas yang bisa dijalani dengan duduk sepanjang hari, sangat berbeda dengan saya :( 

bukan karena saya manja dan ingin bermalas-malasan di rumah tetapi karena saya hanya ingin beristirahat.. saya ingin menjalani kehamilan tanpa rasa lelah berlebihan, tanpa stress berlebihan.. ingin beristirahat demi janin yang saya kandung dan tidak mau mengambil resiko terlalu jauh hanya demi 'uang cuti' .ditambah lagi jika mama sudah berangkat lagi ke luar negeri usai PPKM, siapa juga yang akan mengurus saya ketika berangkat dan pulang kerja?. ketika perut saya nanti akan semakin membesar siapa lagi yang akan mengantar saya untuk berangkat-pulang bekerja? jika suami belum pulang dari perantauan. hiks.

saya resign juga tidak memikirkan nanti kehidupan ekonomi saya akan berkurang karena 100% hanya mengandalkan penghasilan suami yang sedang sulit juga karena pandemi. tidak memikirkan berapa jumlah tabungan yang saya miliki karena semua habis untuk kebutuan saat menikah. tidak memikirkan nanti akan mengurus asuransi mandiri karena sudah stop dari perusahaan. tidak memikirkan semua itu karena saya hanya ingin sehat dan menjalani kehamilan dengan baik. keluarga awalnya tidak ikhlas jika saya resign, "mau ngapain di rumah?" kata mama. tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mengerti karena saya juga punya suami yang mendukung keputusan saya.

berat rasanya untuk meninggalkan perusahaan yang sudah banyak memberikan saya ilmu, memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan berkarier, serta memberikan saya pembekalan bagaimana sulitnya membentuk mental ketika bekerja di perusahaan startup yang di miliki oleh investor asing. 

sedih rasanya meninggalkan rekan kerja yang sudah banyak membantu saya dari awal dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya selama jadi pemimpin mereka, yang bisa dikataan leadership saya jauh dari kata sempurna. jika ditanya "kenapa resign? apa tidak sayang? sedang pandemi mencari pekerjaan susah dll.." namun saya sudah pikirkan semuanya matang-matang dan ini merupakan keputusan yang merupakan terbaik untuk saya dan kondisi calon anak saya. 

usia saya sekarang ini 28 tahun, suami 37 tahun. bisa dibilang kami berdua sudah terlambat untuk menikah, namun sebulan setelah menikah langsung di kasih kpercayaan sama Allah untuk mempunyai momongan. dan tidak ada apapun lagi keinginan saya selain untuk menjaganya supaya kami bisa secepatnya mempunyai keturunan. rejeki insyaallah pasti ada jalannya. yang saya inginkan insyaallah sehat lahir batin. dan tentu saja kesehatan juga termasuk sebagian dari rejeki. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

sebuah perjalanan panjang bernama 'pernikahan' ..

sebenernya perjalanan ini sudah dimulai dengan penjajakan beberapa tahun silam, tidak seperti kebanyakan orang, saya orangnya memang tidak show off memperlihatkan hubungan asmara saya kebanyak orang maupun di sosial media. karena kita berdua memang tipe orang yang bisa di bilang privat, apalagi bisa dikatakan belum sah, jadi memamerkan hubungan sebelum tanda-tanda pernikahan buat saya bukan sesuatu hal yang perlu di umbar-umbar...

tepat-nya sekitar awal bulan Januari 2019 saya bekenalan, dan awal bulan Maret 2019 kita awal bertemu dan memutuskan untuk menjalin hubungan. orang yang tepat di pertemuka dengan waktu yang tepat, mungkin itu kata yang pantas untuk menjelaskan moment saat itu, padahal di antara kami banyak perbedaan yang signifikan dan sepertinya meyakinkan orangtua saya bahwa Dia orang yang saya pilih untuk berumahtangga merupakan sesuatu yang tidaklah mudah dan butuh proses panjang.

2 tahun lebih bergulir, tepatnya hari senin, 10 Mei 2021 kami memutuskan untuk mendaftar menikah di KUA. satu minggu sebelumya Calon suami saya sudah menyerahkan dokumen pribadinya untuk dibuatkan surat bawa kawin / surat rekomendasi numpang nikah kepada Pak Lebe dengan biaya Rp. 100.000,-

dokumen yang harus di persiapkan Calon Suami :

✔ surat bawa kawin, rekomendasi numpang nikah, surat pernyataan perjaka/duda (jika duda maka melampirkan akta cerai)

✔ foto copy KTP

✔ foto copy KK

✔ foto copy Akte Kelahiran

✔ foto copy Ijasah terakhir

 dokumen yang harus di persiapkan Calon istri :

✔ foto copy KTP

✔ foto copy KK

✔ foto copy Akte Keahiran

✔ foto copy Ijasah Terakhir

✔ foto copy buku nikah ibu & bapak

kemudian dokumen tersebut di serahkan kepada Pak Lebe di kantor balaidesa, yang kemudian kami mendapat surat pengantar memeriksakan kesehatan ke Pukesmas. pemeriksaan di Pukesmas meliputi tes golongan darah, HB, tes urine, dan pemberian vaksin TT kepada Calon istri.

biaya pendaftaran Rp. 7000,- 

biaya tes darah & urine Rp. 10.000,-

biaya surat keterangan dokter calon Suami & Istri Rp. 20.000,-

biaya pembelian obat/vitamin Rp. 7000,-

setelah pulang dari pukesmas kami menyerahkan surat keterangan dari dokter ke balaidesa lagi kemudian berangkat ke KUA dengan membawa semua berkas pendaftaran yang telah di urus sama Pak Lebe. sesampainya disana kami mengambil nomor antrian dan menyerahkan berkas pendaftaran kepada petugas.

harga membeli stop map Rp. 20.000,-

harga biaya pendaftaran & memanggil penghulu ke rumah Rp. 950.000,-

harga biaya infak pembangunan masjid Rp 25.000,-

di KUA, kami juga di beri pengarahan perihal masalah rumah tangga. dari kesiapan fisik, mempersiapkan dan jarak kehamilan, pengarahan pemilihan alat kontrasepsi, serta diberikan pengarahan tentang sikap dan perilaku menghadapi konflik rumahtangga, juga dijelaskan tentang hubungan suami-istri dengan tata cara niat/doanya. kami juga diberikan buku bacaan mandiri calon pengantin yang seperti di foto.

total biaya yang harus di keluarkan Rp. 1.139.000,-

waktu yang di butuhan. pukul 09:00 - 13:00 sd selesai

harapan kami semoga di lancarkan sampai hari H. amin :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

accessories team
how's your day going? masih sering di komplen terus? never ending disalahan? masih menanggung beban loss produksi? dengan ruangan yang berantakan tidak pernah ada habisya dengan sistem kerja yang masih acak-acakan hahaha

masih kuat? sampai berapa lama lagi? entahah.

alasan bisa kuat karena mereka-mereka yang selalu ada untuk saya, mereka dalam berbagai macam kepribadian dan keunikannya sendiri.. saya percaya alasan semua bisa bertahan karena bukan hanya sekedar ada rasa tanggung jawab & kerjasama. namun ada rasa cinta kasih dan saling peduli.

terimakasih banyak sudah mempercayai saya untuk menjadi pimpinan kalian, baik-buruknya saya, dengan segala kekurangan saya. terimakasih karena bisa bertahan higga detik ini bersama saya. we got this!



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 
banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini, salah satunya pertunangan adik laki-laki saya. i have so many mixed feeling about this. saya bukan tipe orang yang meledak-ledak bisa menjelaskan perasaan emotional kepada orang lain, i just be me.. i prefer to be quite. and honestly part of me, i feel sad.

sad. bukan karena merasa dilangkah adik laki-laki, but i just feel like a loser. when i look my own finger and there's no ring.. how i face everyone questions? kamu kapan? kok bisa sih kakaknya saja belum dilamar, tapi adiknya sudah mendahului? bagi saya memutuskan untuk menjalin hubungan serius dan merencanakan pernikahan dengan seseorang bukanlah hal yang mudah, terlebih dengan drama percintaan saya yang bisa dibilang kurang beruntung. terkadang apa yang di alami setiap orang hasilnya tidaklah sama dengan apa yang sudah di rencanakan.

kemudian sepupu saya menanyakan. "si ade sudah bilang kalau mau lamaran? sudah meminta ijin atau pamitan sama kamu dulu belum? kamu nggak papa? " saya hanya mengangguk dan tertegun, tidak ada sepatah katapun yang mereka utarakan. semua terjadi begitu saja.. mungkin karena rasa canggung dan ingin sekali menjaga perasaan saya. tapi saya mampu membaca apa yang mereka pikirkan dengan cara mereka memandang saya tanpa menjelaskan apapun. pasti dibelakang sana banyak yang menghawatirkan dan menanyakan nasib saya.

beberapa tahun yang lalu saya menghadiri pernikahan yang nasibnya serupa. si adik melangkahi kakaknya menikah, lalu si kakak enggan pulang menghadiri resepsi. ketika itu saya berpikiran kenapa sih nggak mau menghadiri? pasti si adik juga sedih foto-foto pernikahannya tidak ada sosok kakaknya. dan dengan keadaan sekarang, saya memikirkan hal itu lagi. dan berfikir pada saat itu mungkin si kakak sangat sedih dan merasa gagal. tidak sanggup menghadapi pandangan orang-orang yang mengangggapnya 'tidak beruntung'. berada disana merupakan sesuatu hal yang membutuhkan ke-legowo-an hati yang luar biasa.

ketika hari H nya perasaan sedih itu kemudian hilang, saya juga ikut mempersiapkan acara, membantu membuat kue, bersih-bersih rumah dan membungkus kado-kado. dalam hati saya mulai menerima dan menghilangan rasa iri.. karena.. niat adik saya adalah sebuah kebaikan, dia sudah cukup umur untuk menikah dan mampu menafkahi calon istrinya. Kedua orang tuanya juga sangat merestui. Jadi mau menunggu apalagi? akan lebih baik lagi jika tidak lama-lama pacaran. ya jangan ditanya perasaan saya saat tahu mereka akan lamaran. sempat berpikir saya tidak laku. kesimpulannya, saya merestui niat baik mereka dan ikut bahagia.

pernikahan bukanlah sebuah perlombaan. bukan tentang siapa yang cepat berarti dia berhasil mendapatkan apresiasi pencapaian paling penting dalam hidup, bukan. berhenti menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain yang tak kunjung melamar.. setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. namun awal dari kehidupan baru, yang penuh dengan tanggung jawab. bukan hanya sekedar pengakuan keberhasilan.

saya upload foto memengang bunga, dan banyak sekali meraih beragam komentar. mereka pada salah paham, karena dikiranya saya yang habis di lamar, tanpa saya jelaskan komentar mereka cukup makes my heart feel warm. karena saya sadar orang-rang yang menanyakan "kamu kapan? wah selamat ya? jangan lupa undangannya yaa.." mereka bukan orang yang senang melihat saya gagal, bukan orang yang menertawakan nasib saya yang berusia 28 dan belum menikah.. tapi mereka adalah orang-orang yang akan ikut bersuka cita dengan kebahagiaan saya jika waktunya tiba. 

Dear Mind. 
stop feeling insecure, please! :)





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 mungkin tulisan saya kali ini terdengar membosankan? tapi saya hanya ingin merasa bahagia dan mencoba menemukan titik rasa syukur dari kehidupan saya yang terkadang sering sekali saya keluhkan. jadi jika ditanya apa yang benar-benar saya sukai dari kehidupan saya sekarang, jawabannya..

1. My personal freedom

saya sangat bersyukur terhadap kebebasan saya saya miliki sekarang ini, kebebasan berekspresi, kebebasan untuk kemanapun saya pergi, kebebasan memilih jalan hidupku sendiri. kebebasan untuk menjadi diri saya sendiri. prespektif saya begitu penting, karena itulah yang akan menunjukan kemana arah tujuan hidup saya, dan untuk memahami bagaimana kehidupan yang saya jalani selama ini. saya sangat bersukur saya bisa travel kebanyak tempat pula.

2. My Relationship

it's not about finding someone to lose yourself anymore, it's about meeting someone to find yourself in. ketika saya merasa benar-benar terhubung dengan seseorang, meskipun dengan berbagai perbedan karakter, pasti itu akan membantu saya menemukan hal terbaik dari saya sendiri pula. tahun-tahun yang lalu saya bersama orang-orang yang membuat saya merasa tidak berada di tempat yang tepat. namun bersamanya saya merasa memiliki semuanya seutuhnya dan mempunyai dunia saya sendiri. bersamanya saya juga belajar untuk mencintai diri saya sendiri, melihat sesuatu hal yang kompleks menjadi lebih sederhana. saya sangat bersyukur dengan semua cerita yang kita bagi setiap harinya. in my way, design my own story, my own romance and my own truth.

3. My Team

lupakan orang yang memberikan komentar negatif tentang Tim saya, karena mereka tidak sepenuhnya memahami apa yang kita jalani setiap harinya. saya bangga, karena mereka semua bisa menjadi orang-orang yang bisa diandalkan, saya bangga karena mereka tidak memiliki rasa egois, saya benar-benar berterimakasih karena mereka sudah banyak membantu saya karena mereka yang membuat saya bisa bertahan hingga sekarang ini. you are simply amazing!! 

4. My Health

ini mungkin yang paling-paling penting. yaitu saya sangat bersyukur dengan nikmat sehat yang senantiasa Tuhan berikan kepada saya hingga saat ini, sehingga saya masih bisa terus berangkat bekerja di tengah pandemi covid-19 tanpa rasa khawatir. masa pandemi ini juga membuat saya senang, as an introver like me.. menjauh dari kerumunan dan menghabiskan banyak waktu untuk berada di rumah atau menghilangkan suasana yang bising merupakan sesuatu hal yang begitu berharga haha! 

5. My Room

saya melakukan perubahan dikamar, dari renovasi tembok, menempel wallpaper bernuansa floral vintage, memasang plafon berkonsep minimalist, beserta dekorasi lainnya yang mebuat saya seperti menciptakan dunia saya sendiri.. dengan selera,, pilihan warna dan desain yang saya inginkan sendiri. kamar saya sekarang terlihat seperti kamar remaja dengan kesan romantis. wahaa.. :)

6. My Vlog

selain menulis, saya sekali melakukan editing video. walaupun hanya bermodalkan smartpone dan aplikasi video editing. selain di blog, saya juga ingin sekali berkreatifitas membagikan banyak moment lewat video. meskipun bukan yang berkonsep sinematik, namun saya bangga dengan apa yang saya buat sebagai dokumentasi pribadi. berikut chanel youtube saya :) 


7. Something fishy
saya dari dulu ingin sekali punya hewan peliharaan. kucing? ingin sekali untuk teman dirumah. tapi keadaannya tidak memungkinkan karena jika saya punya kucing pasti tidak akan terurus dengan baik dengan aktifitas saya yang fulltime job. jadi saya beralih memilih hewan peliharaan lainnya yaitu ikan hias. saya sangat bersykur jika memandang mereka merasa stress free.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

jika ditanya, apa sesuatu hal yang bisa bikin saya bahagia? jawabanya ya jika saya di ajak ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi.. bukan ke mall, atau sesuatu hal yang sifatnya vancy. tapi segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata alam.. beberapa minggu yang lalu saya di ajak ke desa Citenjo, Kecamatan Cibinbing, Kuningan. untuk berkunjujng ke tempat salah satu kerabat. dia juga mengatakan kalau di Desanya ada tempat wisata baru yang ternyata dahulunya tempat peternakan juga tempat pemancingan. lalu berdasarkan kesepakatan warga di manfaatkan untuk pembangunan tempat wisata perairan dengan perahu tradisonal, juga terdapat gazebo. lumayan buat ngadem juga buat menghabiskan waktu weekend saya hehe

bisa dibilang objek wisata ini biasa saja, namun yang membuat saya kagum berada disini karna antusias warganya membangun tempat wisata yang membuat penasaran bukan hanya dari penduduk lokal, namun juga menarik wisata dari luar daerah seperti saya. dan pendapatan wisata ini juga dimanfaatkan untuk proyek pembangunan masjid daerah setempat.

naik perahu
saya juga membuat blog suasanya ketika saya berada disini, bisa dilihat di video berikut ya :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

saya suka sekali hutan dengan pepohonan yang super tinggi, karena apabila saya berdiri dibawahnya dan melihat keatas saya akan merasa sangat menyatu dengan alam. seperti pada saat saya berada di kebun raya Bogor, namun disini berbeda karena hampir keseluruhan pohon di Becici adalah hutan Pinus.

disini tempatnya ngebetahin banget, dan cocok buat santai-santai karena bukan hanya mendaki berkeliling di hutan, namun juga disuguhi view melihat Kabupaten Bantul dari ketinggian beserta view Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari kejauhan. sayangnya pada saat itu sedang awan berkabut menjadi agak blury.. gak kebayang bagaimana kalau cuaca clear sky-nya pasti begitu indahnya.. karena jika terlihat dengan jelas, dari sini juga bisa melihat garis pantai selatan. waah..

aktifitas wisata di puncak becici tidak melulu hanya wisata hutan dan view pemandangan. karena disini juga di sediakan spot selfie gardu pandang, ayunan dll yang dibangun oleh pengeola wisata dan warga sekitar. nah bisa menjadi spot foto hunting yang instagramable deh :)

jika diberikan pilihan untuk kembali lagi kesini, jawaban saya sih yes! hehe karena saya suka sekali dengan view-nya yang adem. saya juga membuat vlog aktifitas wisata saya ketika berada di puncak becici, bisa di lihat berikut ini :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 


how i love Jogja! senang sekali bisa kembali kesini sejak terakhir bulan Agustus 2020, akhirnya Desember pula saya bisa berkunjung kesini lagi :) dan salah satu destinasi Open-trip kali ini di Goa Pindul, Gunung Kidul, Jogjakarta. salah satu hal yang membuat kesini menjadi berkesan antara lain dokumentasinya, pihak wisata menyediakan fotografer menggunakan kamera dan drone untuk memotret kami menjadikan kunjungannya semakin memorable..
kegiatan wisata disini antara lain menyusuri sungai menggunakan pelapung dan ban, atau bisa disebut juga cave tubbing dari mulut gua sampai ke akhir gua, dari bagian dalam gua juga terdapat 3 zona. antara lain zona terang, zona remang dan zona gelap. disebut zona gelap karena sudah tidak bisa terjangkau dari sinar matahari.. perjalanan meyusuri gua cukup singkat, namun buat saya lumayan berkesan karena sepanjang perjalanan juga di dampingi tour leader yang cukup ramah dan komunikatif menjelaskan sejarah dan bagian-bagian dari Goa yang cukup mengedukasi, termasuk kesuguhan keindahan stalakmit dan stalaktit-nya.

saya juga membuat vlog perjalanan wisata saya di Goa pindul yang bisa disaksikan disini :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    6 bulan yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose