• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"


sedikit melenceng dari tema motherhood yang belakangan ini saya tulis sejak menjadi newmom. hehehe beberapa bulan yang lalu saya melihat postingan tiktok dengan caption "when you are not pretty, so you have to study harder, so that at least people appreciate your existense" kalau di translate menjadi : jika kamu tidaklah cantik, kamu harus lebih giat belajar jadi setidaknya orang-orang mengapresiasi keberadaanmu.

hmmm.. sebagai alumni minderan, memang hal ini cukup sulit karena saya juga benar-benar merasakannya dulu, ketika saya merasa jelek bukan karena bernasib jelek. namun, karna penilaian dan perlakuan orang-orang yang membuat saya seperti menjadi berbeda dan tidak bisa join dengan circle toxic mereka. yang pada akhirnya membuat saya menjadi pribadi yang tidak bersyukur dan rendah diri..

but, that's the problem, honey.. dunia ini begitu luas dan kehidupan bermasyarakat bukan sebatas di sekolahan atau di universitas saja. maka dari itu pintar akademik saja juga tidaklah cukup.. apa artinya lulus dengan nilai terbaik, juga nanti di dunia kerja masih tergerus dengan beauty standart. perusahaan dimana-mana pada awalnya lebih mengutamakan punya pegawai yang berpenampilan menarik. bla bla.. belum lagi hidup di masyarakat yang penuh dengan bodyshamming.

Maka... jikalah berusaha disatu bidang tidaklah berhasil, maka gali potensi yang lain. walaupun tidak goodlooking tapi punya potensi2 yang lain.. berkaca dari pengalaman pribadi yang selalu merasa insecure dari dulu.. lama-lama capek harus terus-terusan ngerasa minder, akhirnya bisa menerima diri sendiri.. menjauh dari circle yang penuh body shamming lebih menyehatkan mental dan mendapatkan ketenangan batin. memanglah tidak mudah karena "loving yourself + self acceptance" bukanlah proses instan, dan belajarnya bertahun-tahun supaya bisa menghilangkan rasa baper..  keluar dari lingkungan toxic & carilah tempat dimana yang lebih bisa menghargai keberadaanmu. apa adanya.

barulah akan sadar.. 

you're WORTHY and you're so much more than that..!

dan satu lagi naikin value diri sendiri, bukan karena ingin di puji, bukan karena ingin keberadaannya di akui. tapi untuk menambah kualitas diri. beauty privilige is real tapi pada akhirnya manusia semua akan menua, dan orang akan melihat bukan hanya dari penampian tapi dari kepribadian kita.

saya jadi ingat dengan puisi rupi kaur yang berjudul i want to apologize tentang beauty privilige yang jika di translate berbunyi seperti ini :

“Saya ingin meminta maaf kepada semua wanita yang saya sebut cantik. sebelum saya menyebut mereka cerdas atau berani. saya minta maaf saya membuatnya terdengar seolah-olah sesuatu yang sederhana seperti apa yang kamu miliki sejak lahir. hanya itu yang harus kamu banggakan, ketika kamu telah memecahkan gunung dengan kecerdasanmu. mulai sekarang saya akan mengatakan hal-hal seperti: kamu tangguh, atau kamu luar biasa. bukan karena menurutku kamu cantik tapi karena saya ingin kamu tahu, kamu lebih dari itu” YOU ARE SO MUCH MORE THAN THAT.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bangun tidur, mencuci piring, membuat teh, menyiapkan sarapan, beres-beres rumah, belanja sayur, masak, menyiapkan makan siang dan makan malam. menonton tv, browing, tidur siang.. serba-serbi kehidupan ibu rumahtangga yang saya jalani.

berbeda sekali dengan kehidupan saya dulu sebelum resign, ingin bangun siang menunggu hari minggu.. ingin tidur siang harus menunggu hari minggu. pikiran tidak pernah lepas dari yang namanya target produksi, kekurangan material yang harus di stock-opname sebelum closing rls, apakah di acc atau tidak, bagaimana cara mengajukan kk tanpa ada keributan, berapa lama terima barang dari vendor. komplenan dari produksi, memikirkan anak buah yang mengeluh, gudang yang selalu berantakan, overtime yang melelahkan. hari minggu yang terasa begitu singkat menjelma menjadi senin yang tiba-tiba di depan mata. 

rasa menungguku sekarang hanya menanti tiap minggu pagi untuk membuka aplikasi kehamilan, sudah berapa minggu usia kandungan saya. ada perkembangan apa janin di dalam perut saya setiap minggunya. menungu suami pulang sebulan (lebih) tiap pulang kampung, baru bisa saya keluar untuk jalan-jalan. 

terasa sepi? iya.

apalagi ketika suami belum pulang, sangat sepi.. kemudian kehidupan saya sekarang banyak di habiskan untuk melihat untuk gadget, scrolling status whatsapp. bagaimana keadaan anak buah saya sekarang pasca di tinggalkan saya sebagai leader? apakah mereka marah, kecewa karena sudah saya tinggalkan? kenapa tidak ada satupun yang menanyakan kabar saya? apakah mereka tidak ada sama sekali pikiran sayang terharap saya dan tidak begitu pentingnya saya dimata mereka sekarang pasca bersama selama 2 tahun? terbesit semua pemikiran negatif.. i just feel so far away from them.. but i know, i’m not perfect either.. but i can’t so easily throw away this guilt. i do love them.

satu dua orang saya coba untuk ajak chatting, yang ternyata tidak seburuk yang saya pikir.. mereka memahami keadaan saya, yang mungkin sudah jalannya seperti ini.. namun yang lainnya entahlah. jujur saya rindu ingin disapa mereka sebagai bentuk kepedulian mereka yang sudah saya temani 1/2tahun.. hanya menanyakan kabar saya saja sudah tak anggap lebih dari cukup. tidak lebih.. i miss them.. :(

mungkin pikiran negatif ini hanya terbesit ketika saya merasa kesepian saja. memang saya sangat butuh self healing dan stressfree namun pasti akan ada selalu kerinduan akan "aktualisasi diri" di lingkungan sosial.. insyaallah ketika anak saya lahir semua kekosongan hati saya pasca meninggalkan keramaian di lingkungan kerja akan terobati.. just waiting my saviour, then..



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

26-08-2021. terbangun dari tidur siang, bermimpi sesuatu yang tak asing. di produksi ada yang salah memakai barang, mereka menjahit dengan warna benang yang salah, mereka memasang komponen yang tidak sesuai dengan style. kemudian saya di panggil ke tkp dihadapan para atasan sambil menunjukan pekerjaan mereka. mereka menerangkan permasaahan dengan nada bicara seperti biasanya. yang seolah-olah menyalahkan saya. tidak becus mengordinasi inventory. saya mencari dimana letak permasalahannya dan membela diri namun saya terbangun.. dehidrasi.. perut kram. merasa kesal. tapi setelah beberapa saat saya bersyukur. merasa bersyukur karena itu semua hanyalah mimpi, dalam kenyataan saya tidak lagi berada di tempat yang kapan saja akan di salahkan, kapan saja merasa terasa terexpose seolah-olah menjadi 'tersangka' oleh kesalahan saya, kesalahan orang lain yang harus saya tanggung, atas kejadian yang bahkan saya tidak ketahui. 

5 Juni 2021 lalu saya menikah, 29 Juni 2021 kesehatan saya drop, demam tinggi 2 hari. 30 Juni 2021 saya divonis positif Covid-19 tidak bisa bekerja 14 hari kemudian karena harus isolasi mandiri. sedih? sudah pasti. sempat merasa lega karena bisa menghindar dari pekerjaan yang stressfull, istirahat memfokuskan kesehatan. namun ternyata tidak mudah, pekerjaan saya malah bertumpuk selama 2 minggu tertinggal. semakin membuat stress dikala sedang isolasi mandiri karena begitu banyak permasalahan yang terjadi, tapi yang hanya bisa lakukan dengan menonton grup, tanpa bisa mengeksekusi. dan semakin kian membuat kecemasan. sempat berfikir ingin resign saja ketika hamil karena kemungkinan saya tidak akan kuat menghadapi permasalahan pekerjaan yang kian rumit. tentu saja itu hanyalah benak saya ketika benar-benar merasa cemas, panik dan helpless dengan mental saya saat berada masa isolasi. terasingkan dengan keluarga, karena saya harus misah tempat tinggal sementara.

7 juli 2021 ternyata positif hamil. kesehatan saya kembali drop. namun, saya sempat bersemangat dan berfikir positif menyambutnya karena kemungkinan pekerjaan saya akan menjadi ringan karena toleransi ibu hamil di lingkungan kerja, tidak pulang sampai malam juga. segala benak ingin resign saat berada masa isolasi mandiri coba saya hilangkan jauh-jauh karena sudah membayangkan kapan cuti kehamilan tiba, kapan saya mulai belaja baju hamil, kapan saya mendapatkan uang cuti selama 3 bulan dirumah, kapan ketika saya melahirkan dan tidak perlu memikirkan biaya yang sudah tercover asuransi dari perusahaan.

tapi kenyataannya tidaklah mudah, pekerjaan saya tetap seperti biasa. malah setiap harinya seperti tertekan karena harus mengejar hal-hal yang tertinggal selama 14 hari isolasi mandiri minggu lalu, dengan keadaan fisik saya yang tidak seperti dahulu. lonjakan hormonal membuat saya cepat kelelahan, perut bagian bawah yang selalu kram pagi, siang, malam. berdiri, jalan kaki, naik turun tangga yang membuat saya sering lemas dan keliyengan. keadaan fisik dan emosional yang tidak stabil. dan sangat sulit berkonsentrasi. 

27 juli 2021. saya mermutuskan absen sehari dari pekerjaan untuk menjalani tes ANC (Antenatal Care) sesuai anjuran Ibu Bidan sekalian meriksakan kehamilan dan mengutarakan keluhan saya yang sering kram. jawaban dari pihak pukesmas tidaklah begitu memuaskan karena konseling hanya sekedar anjuran 'tidak boleh capek', 'makan teratur' dll kemudian saya memutuskan untuk pergi ke klinik swasta, untuk USG dan konseling langsung dengan dokter kandungan. kenapa saya memutuskan USG padahal kehamilan saya baru berusian 7 minggu pada saat itu? karena saya ingin merasa tenang kalau saya benar-benar hamil, bukan hanya sekedar tespek yang memperlihatkan garis 2. saya ingin melihat janin saya yang berkembang apakah benar sehat dan tumbuh di dalam rahim. bukan hamil BO/kosong, bukan hamil yang berada diluar kandungan, bukan penyakit dll dan menjawab keraguan saya dengan gejala perut saya yang sering sakit sepajang waktu.

hasil USG muncul dilayar lengkap dengan usia kehamilan, keadaan dan letak janin. dokter menjelaskan dengan teliti kalau janin saya sehat, sudah ada detak jantung. dan membuat saya benar-benar terharu kalau memang nyata ada mahluk hidup yang ada di rahim saya. dokter menanyakan punya keluhan tidak? saya jawab sering kram. jawaban dokter : saya tidak boleh stress, tidak boleh terlalu capek, kerja jangan terlalu 'ngoyo' harus pelan-pelan karena kehamilan masih sangat muda dan rentan, kata dokter. kemudian saya minta SKD untuk mengisi absensi saya sehari, namun dokter menuliskan saya harus istirahat selama 3 hari, bedrest. dengan diagnosa hamil 7 minggu 1 hari, rawan keguguran. harapan dokter tersebut untuk memaksimalkan pemulihan saya, dan dengan SKD tersebut bisa meringankan pekerjaan saya dan meyakinkan atasan kalau saya memang tidak bisa kerja berat.

sepulang dari klinik saya menangis sepanjang jalan tanpa sepengetahuan suami yang sedang nyetir di depan. melihat hasil USG dan penjelasan doker yang membuat saya sadar tidak boleh memiliki sifat egois dan memaksakan diri. mulai saat ini hidup bukan soal untuk diri saya sendiri tapi ada calon manusia yang harus saya jaga tumbuh kembangnya.

dengan bermodalkan hasil USG dan SKD saya memutuskan untuk berbicara dengan atasan untuk Resign. karena saya merasa tidak akan mampu bertahan lebih lama dengan segala macam tekanan. ada banyak ibu hamil yang bekerja sampai tanggal cuti melahirkan disana namun mereka berada di Departemen yang tidak banyak memikirkan resiko terlalu berat, dengan aktifitas yang bisa dijalani dengan duduk sepanjang hari, sangat berbeda dengan saya :( 

bukan karena saya manja dan ingin bermalas-malasan di rumah tetapi karena saya hanya ingin beristirahat.. saya ingin menjalani kehamilan tanpa rasa lelah berlebihan, tanpa stress berlebihan.. ingin beristirahat demi janin yang saya kandung dan tidak mau mengambil resiko terlalu jauh hanya demi 'uang cuti' .ditambah lagi jika mama sudah berangkat lagi ke luar negeri usai PPKM, siapa juga yang akan mengurus saya ketika berangkat dan pulang kerja?. ketika perut saya nanti akan semakin membesar siapa lagi yang akan mengantar saya untuk berangkat-pulang bekerja? jika suami belum pulang dari perantauan. hiks.

saya resign juga tidak memikirkan nanti kehidupan ekonomi saya akan berkurang karena 100% hanya mengandalkan penghasilan suami yang sedang sulit juga karena pandemi. tidak memikirkan berapa jumlah tabungan yang saya miliki karena semua habis untuk kebutuan saat menikah. tidak memikirkan nanti akan mengurus asuransi mandiri karena sudah stop dari perusahaan. tidak memikirkan semua itu karena saya hanya ingin sehat dan menjalani kehamilan dengan baik. keluarga awalnya tidak ikhlas jika saya resign, "mau ngapain di rumah?" kata mama. tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mengerti karena saya juga punya suami yang mendukung keputusan saya.

berat rasanya untuk meninggalkan perusahaan yang sudah banyak memberikan saya ilmu, memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan berkarier, serta memberikan saya pembekalan bagaimana sulitnya membentuk mental ketika bekerja di perusahaan startup yang di miliki oleh investor asing. 

sedih rasanya meninggalkan rekan kerja yang sudah banyak membantu saya dari awal dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya selama jadi pemimpin mereka, yang bisa dikataan leadership saya jauh dari kata sempurna. jika ditanya "kenapa resign? apa tidak sayang? sedang pandemi mencari pekerjaan susah dll.." namun saya sudah pikirkan semuanya matang-matang dan ini merupakan keputusan yang merupakan terbaik untuk saya dan kondisi calon anak saya. 

usia saya sekarang ini 28 tahun, suami 37 tahun. bisa dibilang kami berdua sudah terlambat untuk menikah, namun sebulan setelah menikah langsung di kasih kpercayaan sama Allah untuk mempunyai momongan. dan tidak ada apapun lagi keinginan saya selain untuk menjaganya supaya kami bisa secepatnya mempunyai keturunan. rejeki insyaallah pasti ada jalannya. yang saya inginkan insyaallah sehat lahir batin. dan tentu saja kesehatan juga termasuk sebagian dari rejeki. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

rasanya sudah seperti lama sekali saya meninggalkan blog, padahal saya jujur rindu sekali meluangkan waktu untuk menulis. obat mental terbaik untuk mengeksporasi pikiran saya supaya bisa benar-benar berfikir dan lebih memahami diri sendiri.. dengan menulis juga merupakan salah satu. 'ME TIME' terbaik buat saya selain traveling dan rebahan hehe..

satu tahun berlalu, dan postingan terakhir di blog saya juga membahas tentang ulang tahun. seperti rasanya baru kemarin saya berulang tahun ke 27 dan minggu besok ternyata sudah berusia 28. wow..
apa yang sudah saya laluhi tahun ini?

1. kita tidak merindukan sosok pemimpin, tapi sosok kordinator
nike room
menjelang akhir 2020, saya benar-benar terpukul dengan kabar bapak-nya perusahaan akan dipindahkan tugas di luar. meninggalkan apa yang sudah terbangun selama 2 tahun terakhir.. saya termasuk salah satu saksi perjalanan bagaimana perusahaan saya bekerja awal terbentuk. dari tahun 2018, gedung belum jadi, menjadi siswa training, masa percobaan selama 3 bulan, jadi karyawan tetap, hingga di promosikan menjadi Team Leader.. dan rencana melambungkan sayap awal tahun 2021 membangun gedung baru dan seterusnya.. bilamana saya di tanyakan siapa orang yang paling berjasa membentuk saya menjadi seorang pemimpin? jawabananya adalah Beliau. bukan hanya untuk saya, tapi semua orang.. 
namun kehidupan, ada pertemuan juga ada perpisahan. sudah menjadi proses alam. hanya bisa mencoba menerima dan mengikhlaskan sambil mengenal karakteristik pemimpin yang baru.
mungkin saya bukan tipe orang yang mudah mengekpresikan perasaan di depan orang, saya sedih atau kehilangan namun dengan kepergian beliau merupakan hal yang berat juga buat saya, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau semoga selalu sehat dan berumur panjang.
saya juga sadar, dengan bergantinya pemimpin itu juga baik untuk saya sendiri, agar menjadi pribadi yang lebih bisa berkembang. tidak selalu mengandalkan perlindungan dari beliau dan tidak selalu mengandalkan solusi masalah dari beliau.

2. team work & communication
my manager's b-day
tahun kemarin, saya masih menjadi individu yang serba sendiri, tidak tahu planning dan bahkan tidak mengenal rekan-rekan saya sendiri yang masih dalam satu departement haha! karena kita bekerja misah-misah tersebar dari segala penjuru sibuk sendiri-sendiri.. hingga jika semua terkumpul di acara dinner atau meeting, saya seolah merasa terkucilkan, karena ada beberapa orang yang sudah mendoktrin saya dari awal sebenarnya bagian saya salah tempat, management dari awal salah menempatkan bagian saya di suatu departement. hingga membuat saya merasa tidak punya rasa kemilikan dimanapun. siapa sih saya? apasih fungsi saya? karena setiap saya berbuat untuk produksi ada saja yang menilai saya seharusnya tidak begini dan begitu..
waktu berlalu, hingga saya mulai mencoba mengenali mereka semua, tugas dan fungsinya.. saya mulai merasa memiliki rumah. karena jika kita bekerja di suatu perusahaan bukan uang yang akan menggantikan segalanya. tapi hanya kerjasama tim, planning dan komunikasi yang akan bisa menyelesaikan masalah.

3. Ikhlas walau tidak mudah
gambar hanyalah ilustrasi
ada yang bilang "saya menjadi sekarang seperti ini, bukan dari hasil kerja keras, bukan karena saya pinter dll.. tapi karena saya pintar bohong, menjelek jelekan orang lain, cari muka dengan atasan dan nipu-nipu.. "  saya tidak punya apa-apa, gaji berapa? hanya sumber masalah, orang seperti saya langsung PHK bisa!"
kata-kata yang terus terngiang-ngiang setiap hari, setiap malam, hingga sulit makan, sulit tidur, badan lemas hingga saya sakit fisik di permalukan depan orang lain. selalu menangis saya kalau ingat. sakit hati karena apa yang sudah saya lalui selama ini, selama dua tahun terakhir.. belum tentu orang lain mampu secara mental. saya menjadi pimpinan, bukan juga atas dasar pilihan saya dari awal. kamu kan nggak tau, saya dari awal bagaimana. kehidupan saya bagaimana.
hingga saya memilih untuk diam dan menjauh, mencoba mengiklaskan semua.. saya tidak merasa benar ataupun salah, hanya orang-orang disekitar saya saja yang menilai bagaimana sikap dan sifat saya selama ini.. mulai sekarang saya tidak mau berlarut- larut dan tidak ingin bicara kalaupun tidak perlu. saya hanya ingin menjauh, karena berada dengan mereka hanya membuat saya merasa seperti rendahan. ikhas, sabar.. dan diam.

4. Traveling bersama pasangan
dari dulu saya selalu membangga-banggakan sebagai travel-loner karena saya seorang introvert. namun sekarang, sejak punya pasangan kemanapun ingin selalu bersamanya. ingin berbagi kebahagiaan-pun hanya bersamanya.. hingga ketika libur dan mengambil cuti tahunan yang di pikiran saya hanyalah ingin menghabiskan waktu bersamanya.. traveling bersama pasangan juga membuat kita saling mengerti satu sama lain, dari rencana budjet, kuliner, dan belanja. semoga selalu bisa seperti ini <3



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya merasa saya sudah terlalu lama berada disini dan merasa seperti terjebak. Berada disuatu tempat yang membuat saya tidak bisa berkembang secara psikologis dan emosional.
Teringat dua minggu yang lalu, saya menemui seorang teman lama yang membuat saya merasa nyaman bisa berbicara bebas tentang apa saja yang saya pikirkan, apa yang sara rasakan. Yang tidak bisa saya keluarkan dengan mudahnya dengan semua orang.. i feel like i'm totaly in my zone..

dan membuat saya sadar. ternyata memang saya membutuhkan seseorang yang seperti Dia untuk mengisi kehidupan saya yang sepi ini.. meskipun itu hanya saat yang singkat. namun saya tidak bisa mengakhiri moment tersebut selama dua minggu terakhir..

Satu sisi saya merasa ingin selalu berada bersama teman saya. Karena saya memang punya sesuatu yang tidak pernah berubah untuknya sejak dulu.. sesuatu yang spesial karena Dia selalu membuat saya jujur dalam segala hal dan membuat saya merasa menjadi manusia yang punya kisah layak untuk di dengar.. yep. he could see me as a person.

Di sisi lain saya memang dalam keadaan bosan dan ingin pulang. Ingin menyendiri entah berapa lama lagi..
dari pada di tempat memuakan ini. dikelilingi orang-orang yang di penuhi omong kosong setiap harinya membuat saya muak. I hate dramaqueens! situasi ini sama persis yang membuat saya teringat teman saya saat kuliah yang yang selalu over dalam kehidupan pribadi nya.. seolah-olah dia ingin membuat semua orang di dunia melihat kecantikannya yang membuat semua pria mengejarnya, seolah-olah dia ingin menunjukan kepada dunia berapa pacarnya begitu cinta mati padanya dan bersedia mempertaruhkan nyawa untuknya. Kemudian dia bergonta ganti mempamerkan foto kekasihnya di sosial media seolah-olah ingin di puji betapa ganteng pacarnya, berapa mesranya dan betapa bahagianya mereka. CIH!! I'm so sick of those people are.. RELATIONSHIP SHOULD BE BETWEEN TWO PEOPLE NOT THE WHOLE WORLD!

kemudian disaat malam tiba. It's like nightmare. Saya tidak pernah beristirahat tenang tanpa mendengar celotehan curhatan orang di sebelah dengan percakapan telfon sampai dini hari dengan segala keluhan seolah-olah mereka adalah manusia yang paling menderita di dunia.. dengan tangisan yang di dramatisir seolah-olah semua orang harus tau dan memperhatikan penderitaannya.

Saya sadar. Tidak semua orang yang menghargai "privacy" seperti saya yang menjaga kehidupan pribadi dengan orang-orang tertentu saja. That why i hate being here.. they seem so weak and lame..

Dear my old friend. I miss you. I wish you always there for me. I realize not everyone can understand me well like you do..
I wish i can runaway from this place, this situation, this people as soon as i can.. i'm Sick!

Jakarta, March 6th 2017

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
kalau tidak salah, minggu kemarin saya melihat artikel yang di share di halaman facebook HelloGiggles. yang ternyata artikel tersebut punya yourtango.com tentang permasalahan wanita. saya suka sekali membaca tentang artikel feminism yang banyak membahas pop culture, tips, motivasi, dengan segala bahasan tentang wanita.
artikel tersebut berjudul "Strong Women Don't Play Victim, They Deal With Their Shit" dan tautan tersebut di tambahkan dengan kata-kata "Maybe We Need Some Though Love, To Remind We are Badass" sebuah judul yang cukup provokatif dan sangat menarik untuk dibaca. sebelum saya membuka artikelnya saya membaca banyak komentar miring dari Netizen tentang artikel tersebut banyak yang menyebutnya terlalu lebay, terlalu merendahkan wanita yang menyebutnya seolah-olah wanita adalah mahluk manja yang suka bermain drama dan suka menyalahkan orang lain dengan masalah yang mereka hadapi.

kemudian tak lama kemudian ternyata judul artikelnya telah berubah menjadi "Confident Woman" bukan "Strong Woman" Hmmmm.. saya rasa artikel ini cocok untuk menggambarkan semua orang, bukan hanya wanita, tapi tentu saja saya tahu maksudnya ini agar wanita merasa terinspirasi untuk lebih mandiri.

setelah saya membaca artikelnya, saya suka sekali karena membuat saya bercermin dan flashback dengan kejadian-kejadian yang saya anggap 'apes' minggu lalu, berbulan-bulan yang lalu bahkan beberapa tahun yang lalu...

ketika kita salah mengambil keputusan, ketika kita dihadapkan dengan masalah, ketika kita bertemu dengan seseorang yang ternyata menyakiti, tak menepati janji, memanfaatkan.. kita pasti lebih reflect untuk menyalahkan orang lain dan menganggap kita sebagai 'korban' dari ketidakadilan sikap dan perilaku orang lain.. itu sudah pasti..

ketika kita melakukan hal yang salah, bahkan kita tau itu adalah pilihan yang salah. namun ketika kita menerima resiko dari pilihan salah tersebut dan menderita, kita pasti akan mencari pembenaran atas apa yang kita pernah lakukan. itu sudah pasti..

dan itu membuat kita lupa, bahwasanya hidup adalah sebuah pilihan dan resiko.. jika kita meyakini kita adalah korban. maka selamanya kita akan menjadi korban.. wanita yang mandiri dan kuat adalah wanita yang mengatasi resiko yang dia ambil walaupun dirinya sebagai pihak yang tersakiti atau dirugikan. jadi berhentilah menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi. jangan jadikan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti melangkah maju. itulah intinya.

Time to stop complaining.
Nothing can be more debilitating than having a victim mindset. 
When you constantly live with the idea that things always just "happen to you," then you remain stuck in your shitty situation. People love to play the role of the victim in their lives because it seems like an easy part that doesn't require a whole lot of effort or confidence. 
You alone are left to handle whatever bad circumstances are dominating your life. Whether it's a job, a boyfriend, a body image issue, money, or all of the above, you can handle it. 

Strong women never play the victim. They're the leading roles in their own lives. 
They don't wallow in their emotions or hide under the covers and wait for the storm to pass.
They get off their asses and fight it head on. 

No, strong women don't get way by having superpowers. It all comes down to your attitude. 
If you believe that you're a victim, than you will always be a victim. 
Once you believe that you're a strong woman who handles her shit, you'll act accordingly. 
Changing the role you play in your life is as easy as changing your mindset. So what are you waiting for? 

Stop blaming other people for your problems. 
Stop using the past as an excuse not to move forward. 
Stop living a life you don't want to live just because it seems easier.

I get it. Creating change can feel really overwhelming sometimes.
So start with baby steps. It doesn't matter how much action you take at first, just do something to get you in the mindset that you're a strong, confident woman who doesn't take any shit. 
The moment you start moving, you'll feel better and more in control of your life. 
You got this, I promise. 
- Emily Blackwood

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
dalam kehidupan semestinya saya tidak pernah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi, segala sesuatu yang akan menimpa saya. terkadang apa yang sudah direncanakan, apa yang di ketahui, apa yang diyakini, apa yang saya lakukan tidak seperti harapan. kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. mungkin kejadian buruk yang terjadi juga karena saya yang tak pernah bisa belajar menghadapi sesuatu dari pengalaman yang ada.

itu sedang terjadi pada saya saat ini, saya tidak mempermasalahkan kehendak Tuhan dengan segala hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang saya harapkan. hanya saja saya merasa sangat bodoh. ini bukan tentang keluhan saya terhadap kehidupan, namun lebih ke rasa penyesalan dengan sikap saya dan pilihan bodoh sebagai manusia karna tidak bisa memilih mana yang baik atau yang buruk buat saya. bodoh karna saya terlalu gampang memberikan kepercaan pada orang lain.

saya merasa bodoh karna melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. kenapa saya begitu naif dan percaya bahwa setiap teman yang saya percaya membawa ketulusan, sehingga saya dengan mudahnya membantu permasalahan mereka, mengorbankan materi, mengorbankan waktu, hingga saya juga ikut membantu melakukan kebohongan yang saya tahu akan merugikan saya sendiri karena resiko yang saya ambil.

setiap perbuatan pasti ada konsekwensi yang harus di bayar. walaupun saya niatkan untuk membantu seseorang. kemudian seseorang yang saya bantu tersebut tidak menepati janji dan balik menyalahkan saya yang terlalu memperhitungkan hal hal yang di anggapnya sepele. kemudian menyalahkan orang lain atas kegagalannya, menyalahkan keadaan yang tidak berjalan sesuai semestinya.

kenapa saya dulu mempercayai teman semacam itu?

andaikan waktu dapat terulang, andai waktu terulang.. itulah yang saya selalu pikirkan setiap merasa tertipu, merasa terbohongi, merasa terhianati.. padahal setiap masalah juga berbalik kepada saya sendiri. kenapa saya tidak berhati hati untuk memilih teman? kenapa saya gampang menaruh iba pada seseorang yang sebenarnya punya niat yang hanya ingin memanfaatkan dan merugikan saya?

hal kedua yang saya sesali adalah materi. saya sudah berkorban materi yang entah kapan, entah bagaimana mungkin tidak kembali. mungkin jumlahnya tak seberapa, namun itulah uang tabungan saya yang saya peroleh dari sisihan gaji saya tiap bulan dari hasil keringat saya sendiri. rasanya susah untuk mengikhlaskan. nominalnya tak banyak, namun yang membuat saya merasa sakit adalah perilaku seserang tersebut yang memanfaatkan saya dan selalu menyepelekan apa yang sudah saya korbankan.

kemudian saya menerima sebuah broadcast panjang yang isinya kata-kata renungan.. yang intinya adalah Hidup adalah sebuah titipan. setiap rejeki yang kita peroleh dengan halal, masih ada hak orang lain untuk disisihkan.. uang adalah titipan, pekerjaan adalah titipan, barang-barang yang sudah pernah saya peroleh adalah titipan.atau memang benar segala hal yang saya miliki suatu saat nanti akan di ambil dengan caranya sendiri.

namun saya bertanya pada diri sendiri, kenapa hati saya merasa begitu berat dan sedih kekita titipan-titipan itu di ambil kembali?? bukankah segala sesuatu yang saya punya di dunia ini hanyalah titipan semata?

saya menyadari betapa egoisnya saya, dan betapa tidak bersyukurnya saya kepada Allah sehingga saya terkadang sering menyalahkan diri sendiri dan kehendak Allah atas semua musibah yang saya alami kemudian selalu menganggap saya sebagai 'korban' dari ketidakjujuran orang lain. sehingga saya memandang 'Untung-Rugi' dalam kehidupan seperti penyelesaian matematika.

maafkan saya ya Allah..
mungkin ini adalah sebuah teguran buat saya, agar saya lebih selektif memilih teman. agar saya menyadari hidup saya di dunia semata mata untuk beribadah kepada Allah. jadi apa yang saya miliki entah itu badan, kesehatan, keluarga yang saya punya pun semua hanya titipan..

semua manusia sudah punya takaran rejekinya masing-masing, entah itu hilang atau ditipu orang. yang terpenting namanya materi bisa di cari lagi dikemudian hari..
menyesali dan mengganggap sesuatu materi ibarat sebuah kemilikan pribadi dan terus-terusan menyalahkan orang lain yang mengingkari janji hanya akan menyakiti diri sendiri. itulah gunanya kenapa manusia harus ikhas menjalani kehidupan.. insyaAllah..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya baru saja, tepatnya menonton ulang film “Ask Me Anything (2014)” film yang bercerita tentang Katie Kampenfelt (Britt Robetson) seoarang gadis muda yang cantik, liar dan penuh semangat baru saja lulus dari sekolahnya namun memutuskan untuk menunda kuliah selama satu tahun dengan alasan ia masih bingung dengan apa yang ingin di capai untuk masa depannya. Salah satu Dosennya menyarankan untuk membuat struktur keseharian, semacam menulis buku diary atau blog. Dengan alasan agar ia menjaga kemampuan verbalnya tetap tajam, lebih menghabisi waktu untuk berfikir dan menulis bisa saja membuat seseorang berfikir dan introspeksi.
Pada saat itu, Katie langsung punya ide untuk membuat blog. Dan menulis rahasia kehidupannya pada saat itu juga. Yaitu alasan untuk menunda kuliah bukan untuk mengistirahatkan pikiran dan memikirkan keputusan untuk masa depannya, melainkan karena sedang menjalin hubungan dengan Gallo, seorang pria berusia 32 tahun (15 tahun lebih tua dari usianya). Tak hanya menjalin hubungan biasa, namun Katie juga mengexplore hasrat seksualnya. tak hanya untuk menceritakan tentang pengalaman liarnya, ketika kesepian dan depresi Katie juga mencurahkan semua perasaannya lewat blog. Uniknya Katie punya banyak sekali Pembaca di Blog nya yang selalu mengikuti ceritanya.
Untuk menghabiskan waktu, Katie mendapat pekerjaan di sebuah toko buku. Namun ayah tirinya menyuruhnya berhenti karena telah menyelelidiki sang pemilik toko buku punya riwayat kriminal sebagai pemerkosa. Beberapa waktu kemudian Katie mendapat pekerjaan baru yaitu sebagai Baby Sitter (dari pasutri bernama Paul dan Margaret) sejak Margaret kembali bekerja setelah cuti melahirkannya berakhir, Katie menghabiskan banyak waktu bersama Paul (Pria berusia 43 tahun) lama kelamaan Katie juga menjalani hubungan gelap dan melakukan aktifitas seksualnya dengan Paul.

Menulis blog membantunya mengekspresikan perasaan dan menggali pikirannya kenapa dirinya selalu terlibat hubungan dengan Pria yang usianya jauh lebih tua dan memperlakukan dirinya sendiri dengan hal hal yang tak seharusnya (menjalin hubungan gelap dengan Pria yang sudah berpasangan dan memperlakukan dirinya seolah wanita yang tak layak). Hal yang selalu terbayang adalah ketika Katie sedang melakukan hubungan seksual, yang terlintas di pikirannya adalah masa masa kecilnya. Sehingga Katie menyadari kalau selama ini Katie mengidap penyakit kejiwaan di karenakan pengalaman traumatisnya di cabuli semasa kecil. Ayahnya yang pemabuk dan menyebalkan juga mempengaruhi kenapa Katie punya kondisi temprament yang parah.

Saya kali ini tidak akan membahas filmnya, tapi membahas tentang "menulis blog" nya.. tapi memang menurut saya, apa yang di sampaikan dalam film tersebut ada benarnya. menulis membuat saya menggali pikiran bahkan mengingat kejadian yang telah lalu, kenangan masa kecil, bagaimana dulu saya merasa selalu kesulitan dengan bersosialisasi dalam pertemanan, serta mengingat kilas balik kehidupan saya sebelum dan sesudah ditinggal Almarhum Bapak saya.. saya selalu menyukai hal itu, seperti eksplorasi pikiran dan hati saya ikut senang juga ada beberapa hal yang membuat saya sedih. namun, hal yang membuat saya sedih itu juga bisa menjadi acuan hidup saya supaya bisa lebih baik lagi.

saya membuat blog ini saat November 2012, hingga sekarang hampir tahun 2016. pada saat itu saya hobi membaca review musik dari blog blog pribadi. bukan blog khusus musik yang profesional. karena saya suka musik jadi mungkin saya bisa mengekspresikan kesukaan saya terhadap musik di blog.
namun, pada saat itu saya juga sedang dalam keadaan sulit. setelah patah hati dan bla bla hahaha maklum dulu saya masih Alay, dan saya pikir dari pada menghabiskan waktu untuk galau apalagi di sosial media ewww.. mendingan saya mengekspresikan rasa frustasi saya dengan cara yang lebih sehat yaitu dengan menulis blog.

terkadang, saya juga sering merasa kehabisan ide untuk menulis. padahal saya sedang ada mood untuk memainkan jemari saya di atas keyboard. jadi saya suka googling dengan mengambil tema yang menarik berharap menemukan sebuah blog pribadi dengan bahasa dan cerita yang asik sehingga membuat saya ingin terus mengikuti tulisan si penulis. saya menemukannya dan ada beberapa, yang jadi inspirasi saya dalam menulis.

dulu, saya membuat blog ini tidak berharap mendapatkan banyak pembaca, dan tidak berharap juga membuat blog untuk menjadi terkenal. seperti di film Julie and Julia (2009) yang juga sebuah film bertema tentang menulis blog, dari sebuah hobi memasak yang menjadikan si penulis terkenal karena postingan blog-nya dan akhirnya membuat buku masakan.

tapi lambat waktu, saya ingin sekali mendapatkan teman dari sini. setiap saya buka blog, hal yang pertama saya cek adalah statistik. senang kalau ada viewers yang bertambah, namun dari tahun 2012 hingga sekarang saya tidak punya follower pembaca satupun hiks.. memang, ada beberapa postingan yang punya viewers tinggi dan ada puluhan komentar juga. namun sepertinya mereka hanya membaca satu persatu postingan saya yang mereka temukan di google.

akan sangat menarik jika kita disini sebagai penulis, sebagai blogger saling berinteraksi dan berbagi tulisan masing masing, itu yang saya maksud. sayangnya teman teman saya di dunia nyata jarang yang mempunyai blog, kalaupun ada yah juga tidak rajin menulis. saya terkadang merasa Envy ketika membaca suatu postingan blog orang lain dengan banyak komentar yang menarik, entah itu dari teman yang benar benar kenal ataupun hanya pertemanan dari hasil sharing tulisan mereka masing masing. mungkin ada seseorang yang di luar sana, yang suka dan membaca perkembangan tulisan saya dari dulu.. tapi entah siapa saya tidak tahu.. saya akan senang sekali jika ada kemungkinan orang tersebut menunculkan diri dan kita bisa berkenalan, sharing tulisan atau cerita..

can i be your friend? please show yourself :
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
di dunia nyata (bukan di blog) bagi saya, Privacy memanglah sangat penting! saya termasuk orang yang tertutup dalam hal hubungan dengan seorang pria. bahkan saya juga sudah tidak pernah lagi nulis status tentang perasaan di Facebook. karena itu Privasi. dan saya amat sangat tidak suka kalau apa yang saya lakukan, apa yang saya ucapkan, atau apapun yang saya pikirkan banyak diketahui orang lain, dan jadi bahan bahan obrolan seolah olah saya menjadi "objek" obrolan yang menarik, entah itu bisa membuat orang orang yang saya kenal merasakan senang dengan kabar keadaan saya yang demikian, atau entah bisa menjadikan saya sebagai ejekan dan penghinaan.

saya ingat betul, beberapa bulan yang lalu saya sempat dekat dengan si A di tempat kerja. lalu temannya si B merasa "kalah saing" atau apa, karena si B juga ingin dekat dengan saya, namun saya sengaja menjauh dan kasih jarak.. entah si A berniat untuk pamer atau apa, Dia menunjukan semua SMS yang pernah saya kirimkan padanya, dan membicarakan semua hal hal yang pernah saya ucapkan dan obrolkan.
si A dengan bangganya memamerkan semuanya. saya begitu kecewa dan merasa sangat direndahkan. kok bisa Pria yang sudah dewasa berbuat sedemikian kekanak kanakannya? saya merasa seperti benda bodoh yang sudah berhasil di taklukan. lalu dengan mudah di pamerkan seolah olah itu adalah sebuah prestasi.

beberapa bulan kemudian, ada Pria lagi yang mencoba untuk mendekati saya. sebut saja si C, saya terus mengabaikannya sampai berbulan bulan. hingga pertama kali saya instal aplikasi IMO. entah mungkin aplikasi itu seperti memberi SMS kepada pengguna IMO lain, seolah olah saya menginvite pengguna lain untuk pertemanan.. lalu si C muncul lagi dan kita mengobrol untuk beberapa hal.
saya ingin terus terusan mengabaikannya, namun dalam hati saya mungkin sudah saatnya saya tidak boleh terlalu angkuh dan menutup pertemanan dengan siapapun lagi. sampai akhirnya waktu bergulir kita beberapa kali mengobrol, dan baru Dua hari Add Facebook masing masing.
teman kantor saya menelfon sore hari, namun tidak berhasil saya angkat karena sedang di perjalanan. besoknya saya telfon balik karena khawatir mungkin ada kabar penting. lalu teman saya berkata "Dengar dengar kata saudaranya si C sedang PDKT dengan kamu ci? katanya kamu juga sudah sering komunikasi di Facebook tiap hari. semoga aja hubungan kamu berhasil buat kedepannya ya. gimana orangnya serius kan?"

AND I WAS LIKE... WHAT????????????????????????????????????????????????????????????

mungkin dengar kata kata begitu muka saya langsung berubah menjadi merah karena MARAH! AGGHHT!!
padahal hubungan saya dengannya hanya mengobrol biasa saja, tak ada yang menjurus kedalam sebuah hubungan. tapi apa yang saya dengar dari bisik bisik orang lain seolah olah saya sedang menjalani hubungan yang serius.. saya begitu kecewa.. tidak bisakah apa yang saya lakukan tidak di ketahui banyak orang yang akhirnya menjadi gosip!!! saya begitu kecewa. kecewa.

karena menjalin Privasi begitu penting buat saya. PENTING SEKALI!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
kamu percaya nggak sama yang namanya persahabatan? me? i don't think so.. entahlah.. bukannya saya sinis dan berfikir negatif ya. terkadang saya berfikir yang namanya bener bener sahabat sejati memang tidak ada.
hmm.. namun kamu jangan tersinggung dulu dengan pemikiran saya. saya juga punya alasan.

jika kalian punya teman yang bener bener dekat, dan merasa mereka bener bener sahabat kamu. kamu mungkin beruntung. dan anggap saja kalau saya ini tidak seberuntung kalian. hahaha just kidding! :p tapi memang itulah kalian harus bersyukur jika selalu mendapat teman yang baik dimanapun. karena saya tidak seberuntung itu.. mengingat saya juga dari dulu punya masalah dengan pergaulan. saya lebih memilih punya 1 teman yang selalu mengerti dan ada buat saya.. ketimbang punya banyak teman yang yah begitulah..

saya pernah mengalami bullying saat SD. dan sejak saat itu saya sudah *terbiasa* mengalami kesendirian.. but, saya tidak setangguh apa yang kamu kira.. saya memang cuma diam, bahkan saya tidak berani mengatakan kepada Ibu saya bahwa saya tidak betah sekolah pada saat itu. karena saya merasa itu bukan sesuatu hal yang patut diceritakan, karena mungkin cuma akan menambah masalah, saya juga malu kalau nantinya Ibu saya akan datang ke sekolah untuk berbicara pada guru dan sebagainya.

wali kelas saya dulu terlihat tidak begitu peduli, dengan jumlah murid putri ganjil dan murid putera ganjil saya di tempatkan satu meja dengan murid laki laki. tanpa mempedulikan apakah saya betah, padahal Dia juga tahu sendiri kalau tiap hari saya terus terus di ganggu. hal yang paling saya sakit adalah ketika jam istirahat tiba, murid laki laki selalu membuka buka tas sekolah saya, mencoret coret semua buku, mencoret tas, dan mencuri semua alat tulis saya. saya juga sering sekali di pukul dengan gulungan buku dan di jambak tanpa alasan. saya sering menangis saat masih jam sekolah, saking seringnya bahkan murid putri yang lain bahkan guru sekalipun sudah tak memperlihatkan rasa kepedulian.
ketika satu murid putri di ganggu sampai menangis, semua memperlihatkan kepedulian dan menenangkan. tapi saya? paling mereka cuma jadi penonton. itu juga mempengarui hubungan saya dengan teman teman sd saya sampai sekarang. saya begitu malas untuk bertutur sapa. entahlah.. saya bukan orang yang pendendam, tapi ketika saya sudah merasa tidak suka dengan seseorang, saya memilih menjauh, dari pada harus berdrama ria berteman dengan orang yang sebenarnya tidak menginginkan saya berada bersama mereka. tanpa mereka saya juga bisa melanjutkan hidup, melanjutkan sekolah SMP dan punya teman baru..

lulus SD adalah salah satu hal yang menggembirakan karena saya bisa terlepas dengan teman teman laki laki yang menyebalkan, dan teman teman putri yang selalu tidak mempedulikan saya. saya tahu mereka semua anak anak, kenakalan adalah hal yang lumrah di tahun tahun itu namun saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah dan tidak mengingat ingat bullying lagi..

ketika SMP saya punya beberapa teman dekat, SMA saya punya teman teman dekat.. namun setelah lulus perlahan lahan lost contact begitu saja.. ada sih yang masih komunikasi sampai sekarang, namun itu juga karena usaha saya sendiri yang selalu mencari cari kabar dan terkadang menyempatkan diri untuk bertamu ke tempat teman saya satu satu. sampai akhirnya perlahan lahan saya menyadari kalau banyak teman dekat saat sekolah tidak pernah menanyakan kabar saya, tidak pernah mengatakan ingin bertemu dengan saya atau ingin bertamu ke rumah saya. saya begitu sedih.. namun, ada juga beberapa teman selalu mengharapkan kabar dari saya.. yang mugkin menganggap saya sebagai sahabatnya..
semakin dewasa saya mulai menyadari kalau saya tidak bisa memaksakan orang orang untuk berteman dengan saya, semua orang punya alasan yang terkadang tidak bisa di ungkapkan kenapa tidak menyukai seseorang tanpa alasan. semua orang akan melanjutkan hidup, walaupun mereka semua pernah menjalani suka duka denganmu di sekolah, ataupun mereka pernah menjalani masa kecil bersama selama bertahun tahun, atau apapun itu yang membuatmu merasa dekat dengan seseorang.. saat berpisah mereka pasti akan menemukan teman teman baru pula.. mereka semua akan melanjutkan hidup dengan teman kerja, teman kuliah, atau dengan keluarga baru mereka..

so, saya anggap berteman merupakan siklus yang manusiawi jika setiap orang akan melanjutkan hidup dan menggantikan semua orang yang mereka pernah kenal dengan orang orang baru yang mereka temui setiap hari di kehidupan baru mereka.. jadi saya anggap itu hal yang wajar setiap orang pasti akan saling melupakan satu sama lain..

itu sebabnya saat kuliah, saya tidak mengharapkan banyak hal dengan teman teman yang saya kenal dibangku kuliah. saya takut kecewa dengan mengharap mereka menganggap saya seperti sahabatnya. memang kita begitu dekat, seperti saudari kemana selalu bersama apapun selalu saling berbagi..
karena saya tahu setelah lulus semua orang pasti akan melanjutkan hidup seperti siklus kehidupan yang orang orangnya akan terus berganti..

saya banyak sekali menonton film tentang persahabatan, yang menceritakan seperti persahabatan sejati..
sebut saja saya ambil satu film Sisterhood of the traveling pants. mereka bersahabat bahkan sebelum lahir karena Ibu mereka saling bersahabat.. sampai anak anaknya lahir mereka melanjutkan persahabatan sampai dewasa bersama.. kenapa persahabatan itu bertahan? karena mereka hampir saling bertemu setiap hari, atau jika mereka berpisah pasti akan menjaga komitmen untuk saling berkomunikasi dan berjanji akan terus bertemu. bahkan mereka juga sepertinya tidak menemukan teman baru yang di anggapnya lebih menarik dan melupakan persahabatan lamanya.. so intinya adalah..
mungkin persahabatan seperti itu mungkin terjadi, namun membutuhkan ikatan emosional satu sama lain juga seperti halnya sebuah hubungan yang juga membutuhkan suatu komitmen, entah itu komunikasi, komitmen untuk saling menjaga satu sama lain, tanpa kecemburuan dan tanpa melupakan jika sudah mempunyai teman teman yang baru. itu semua tentu saja tidak bisa hanya dengan satu pihak..


semua orang akan belajar dengan sebuah pertemanan, dan persahabatan yang paling saya rindukan adalah dengan kakak sepupu saya.. setelah saya pindah rumah saat kelas 4 SD, saya juga menjalin pertemanan dengan sepupu saya dari keluarga bapak yang sebelumnya jarang sekali saya temui dan tidak pernah bertutur sapa.. sampai waktu bergulir kita banyak berbagi banyak hal..
sayangnya Allah begitu menyayanginya dan dan lebih dulu mengambil hidupnya. kakak sepupu saya meninggal karena masalah pencernaan dan infeksi rahim. Dia meninggal di usia yang sangat belia mungkin sekitar 17 tahun, Dia begitu polos dan sama sekali belum mengenal laki laki. beberapa tahun terakhir Dia sakit sakitan dan tidak pernah keluar rumah. saya ingat ketika masih SMP Dia merupakan siswi yang sangat pintar dan selalu juara lomba cerdas cermat. keinginannya adalah supaya lanjut sekolah SMA namun tidak pernah kesampaian sampai akhirnya beberapa waktu kemudian Dia jatuh sakit.
mungkin kalau Dia masih ada, mungkin Dia juga akan menjadi salah satu sahabat saya yang akan selalu bersama saya disini kapanpun itu. bahkan saya tidak punya fotonya untuk mengenangnya, saya cuma bisa berharap kalau Allah menempatkan tempat yang indah untuknya di akhirat.. amin.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Sabtu kemarin saya bertemu dengan seorang teman lama, yang merupakan sudah saya anggap teman dekat saya.. Dulu sekali waktu saya masih SMA dan masih 16-17 tahun hahaha saya memang pernah menjalin hubungan dengan dia, lumayan lama mungkin ada setahun namun dalam waktu setahun itu anehnya saya hanya bertemu dengannya 2 kali saja.  Kita menjalin hubungan jarak jauh karena dia kuliah di luar kota yang  jauh, dan mungkin pulang kalau liburan semester atau entahlah..

Dalam waktu setahun itu saya tahu betul kalau saya bukanlah satu satunya yang ada di hatinya, dan lama kelamaan it’s ok ada atau tidaknya permasalahan itu, memang dari awal hubungan saya dengannya bukan sesuatu hal yang istimewa.. Saya masih ingat saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu tidak lama sejak ulang tahun saya yang ke 17 tahun. Kalau di pikir secara logis dan di pikir menurut dulu dan sekarang hubungan saya dengannya pasti tidak akan pernah berhasil, saya pikir banyak sekali perbedaan dan akan banyak sekali hal hal yang tidak bisa di paksakan. Well, dulu saya tidak memikirkan hubungan yang serius, dan saya sudah menganggap itu cuma masa lalu warna warni masa remaja saya mengenal “Pria” saat SMA menjelang kelulusan hehe :p

Beberapa bulan saat hubungan itu berakhir saya masih ingat betul, dia kembali menghubungi saya dan minta maaf dan menjelaskan kenapa dia dulu langsung lost contact begitu saja.. bahkan saya meninggalkan pesan untuk mengakhiri hubungan namun dia tidak ada respon sama sekali selama berbulan bulan.. saya sempat memutuskan untuk kembali lagi padanya, namun tidak pernah bertemu. Sampai waktu bergulir.. saya lupa entah apa dan bagaimana hubungan saya sama dia lalu menjadi teman. Terutama teman curhat. Pertemanan kita terus berlanjut meskipun hanya lewat sms/chatting/telp. Terkadang dulu saya juga sering mengabaikannya, dia sering bete sediri kalau saya sudah lama sekali tidak pernah kasih kabar hahaha kebetulan saya juga tidak pernah mengganti nomor handphone saya dari semenjak SMA hingga sekarang, begitupun juga dia. Jadi rasanya mudah saja pertemanan itu terjalin.
Setahun berlalu semenjak saya lulus SMA sampai akhirnnya kuliah, saya banyak curhat apa saja dan sharing tentang kuliah dengannya.. sampai akhirnya saya berhasil menemukan “pria baru” setelahnya :p namun ketika hubungan saya berakhir dengan “pria baru” tersebut saya masih contact dengannya sebagai teman curhat sampai sekarang.. saya rasa dialah teman curhat saya yang paling cocok, karena pada saat itu saya benar benar sedang sakit dan patah hati. Sampai hingga dalam hitungan tahun saya benar benar bisa move on dari rasa sedih saya..

Saya masih berteman dengan dia dari awal kuliah sampai akhirnya lulus, namun sampai sekarang saya pun belum menjalin hubungan lagi dengan pria manapun sampai akhirnya saya sudah bekerja saya masih sendiri.. bukan karena dia atau apa, itu merupakan sudah menjadi pilihan saya. Dan saya memang sedang merasa nyaman dengan status seperti ini. Bebas.

Saya bekerja di kota sendiri dekat rumah, namun dia bekerja di jakarta yang membuat kita juga tidak pernah bertemu. Bukannya tidak bisa, ada saja kesempatan untuk bertemu saat libur atau natal dan akhir tahun ketika dia pulang. Namun ada saja rasa malu dan takut  untuk bertemu dengannya jika meningat terakhir kali saat kita bertemu ada moment yang tidak mengenakan dengan keluarganya.
Sampai akhirnya saya benar benar bisa membangun kepercayaan diri (halah :P) untuk bisa bertemu dengannya lagi.. rasanya senang sekali J  Secara fisik dan sikap dia tidak jauh berbeda, yang ada malah tambah ganteng aja wakaka :p He’s kinda cute and so dreamy as always! *lebay

Kita berdua membicarakan berapa lama tidak pernah bertemu? Hmmm dari terakhir ketemu saja mungkin sekitar akhir tahun 2009 – sampai akhirnya bertemu lagi di tahun 2015! It’s a long time..
Saya berharap pertemanan saya dengannya akan terus terjalin.. saya anggap dia seperti sahabat saya. Karena di bedakan saat dulu masih bersama hingga saat ini masih bertemanpun hubungan saya dengannya sungguh tidak ada yang berubah :p ssstttt....

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
i miss traveling
i miss my mom
i miss the day when i'm graduate
i miss my old friends
i miss the wind at campus
i miss singing with my ex classmates
i miss fishing with my family
i hope i can get a job soon and move on from my comfort zone..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
feb 12, 2014
another having fun with my classmates at alun alun Tegal.. kami banyak bercerita apa saja yang di lakukan setelah wisuda dan apa rencana mereka selanjutnya. that's was fun.. sayangnya cuma sebentar.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Year 11
    6 hari yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose