• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"


bangun tidur, mencuci piring, membuat teh, menyiapkan sarapan, beres-beres rumah, belanja sayur, masak, menyiapkan makan siang dan makan malam. menonton tv, browing, tidur siang.. serba-serbi kehidupan ibu rumahtangga yang saya jalani.

berbeda sekali dengan kehidupan saya dulu sebelum resign, ingin bangun siang menunggu hari minggu.. ingin tidur siang harus menunggu hari minggu. pikiran tidak pernah lepas dari yang namanya target produksi, kekurangan material yang harus di stock-opname sebelum closing rls, apakah di acc atau tidak, bagaimana cara mengajukan kk tanpa ada keributan, berapa lama terima barang dari vendor. komplenan dari produksi, memikirkan anak buah yang mengeluh, gudang yang selalu berantakan, overtime yang melelahkan. hari minggu yang terasa begitu singkat menjelma menjadi senin yang tiba-tiba di depan mata. 

rasa menungguku sekarang hanya menanti tiap minggu pagi untuk membuka aplikasi kehamilan, sudah berapa minggu usia kandungan saya. ada perkembangan apa janin di dalam perut saya setiap minggunya. menungu suami pulang sebulan (lebih) tiap pulang kampung, baru bisa saya keluar untuk jalan-jalan. 

terasa sepi? iya.

apalagi ketika suami belum pulang, sangat sepi.. kemudian kehidupan saya sekarang banyak di habiskan untuk melihat untuk gadget, scrolling status whatsapp. bagaimana keadaan anak buah saya sekarang pasca di tinggalkan saya sebagai leader? apakah mereka marah, kecewa karena sudah saya tinggalkan? kenapa tidak ada satupun yang menanyakan kabar saya? apakah mereka tidak ada sama sekali pikiran sayang terharap saya dan tidak begitu pentingnya saya dimata mereka sekarang pasca bersama selama 2 tahun? terbesit semua pemikiran negatif.. i just feel so far away from them.. but i know, i’m not perfect either.. but i can’t so easily throw away this guilt. i do love them.

satu dua orang saya coba untuk ajak chatting, yang ternyata tidak seburuk yang saya pikir.. mereka memahami keadaan saya, yang mungkin sudah jalannya seperti ini.. namun yang lainnya entahlah. jujur saya rindu ingin disapa mereka sebagai bentuk kepedulian mereka yang sudah saya temani 1/2tahun.. hanya menanyakan kabar saya saja sudah tak anggap lebih dari cukup. tidak lebih.. i miss them.. :(

mungkin pikiran negatif ini hanya terbesit ketika saya merasa kesepian saja. memang saya sangat butuh self healing dan stressfree namun pasti akan ada selalu kerinduan akan "aktualisasi diri" di lingkungan sosial.. insyaallah ketika anak saya lahir semua kekosongan hati saya pasca meninggalkan keramaian di lingkungan kerja akan terobati.. just waiting my saviour, then..



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

26-08-2021. terbangun dari tidur siang, bermimpi sesuatu yang tak asing. di produksi ada yang salah memakai barang, mereka menjahit dengan warna benang yang salah, mereka memasang komponen yang tidak sesuai dengan style. kemudian saya di panggil ke tkp dihadapan para atasan sambil menunjukan pekerjaan mereka. mereka menerangkan permasaahan dengan nada bicara seperti biasanya. yang seolah-olah menyalahkan saya. tidak becus mengordinasi inventory. saya mencari dimana letak permasalahannya dan membela diri namun saya terbangun.. dehidrasi.. perut kram. merasa kesal. tapi setelah beberapa saat saya bersyukur. merasa bersyukur karena itu semua hanyalah mimpi, dalam kenyataan saya tidak lagi berada di tempat yang kapan saja akan di salahkan, kapan saja merasa terasa terexpose seolah-olah menjadi 'tersangka' oleh kesalahan saya, kesalahan orang lain yang harus saya tanggung, atas kejadian yang bahkan saya tidak ketahui. 

5 Juni 2021 lalu saya menikah, 29 Juni 2021 kesehatan saya drop, demam tinggi 2 hari. 30 Juni 2021 saya divonis positif Covid-19 tidak bisa bekerja 14 hari kemudian karena harus isolasi mandiri. sedih? sudah pasti. sempat merasa lega karena bisa menghindar dari pekerjaan yang stressfull, istirahat memfokuskan kesehatan. namun ternyata tidak mudah, pekerjaan saya malah bertumpuk selama 2 minggu tertinggal. semakin membuat stress dikala sedang isolasi mandiri karena begitu banyak permasalahan yang terjadi, tapi yang hanya bisa lakukan dengan menonton grup, tanpa bisa mengeksekusi. dan semakin kian membuat kecemasan. sempat berfikir ingin resign saja ketika hamil karena kemungkinan saya tidak akan kuat menghadapi permasalahan pekerjaan yang kian rumit. tentu saja itu hanyalah benak saya ketika benar-benar merasa cemas, panik dan helpless dengan mental saya saat berada masa isolasi. terasingkan dengan keluarga, karena saya harus misah tempat tinggal sementara.

7 juli 2021 ternyata positif hamil. kesehatan saya kembali drop. namun, saya sempat bersemangat dan berfikir positif menyambutnya karena kemungkinan pekerjaan saya akan menjadi ringan karena toleransi ibu hamil di lingkungan kerja, tidak pulang sampai malam juga. segala benak ingin resign saat berada masa isolasi mandiri coba saya hilangkan jauh-jauh karena sudah membayangkan kapan cuti kehamilan tiba, kapan saya mulai belaja baju hamil, kapan saya mendapatkan uang cuti selama 3 bulan dirumah, kapan ketika saya melahirkan dan tidak perlu memikirkan biaya yang sudah tercover asuransi dari perusahaan.

tapi kenyataannya tidaklah mudah, pekerjaan saya tetap seperti biasa. malah setiap harinya seperti tertekan karena harus mengejar hal-hal yang tertinggal selama 14 hari isolasi mandiri minggu lalu, dengan keadaan fisik saya yang tidak seperti dahulu. lonjakan hormonal membuat saya cepat kelelahan, perut bagian bawah yang selalu kram pagi, siang, malam. berdiri, jalan kaki, naik turun tangga yang membuat saya sering lemas dan keliyengan. keadaan fisik dan emosional yang tidak stabil. dan sangat sulit berkonsentrasi. 

27 juli 2021. saya mermutuskan absen sehari dari pekerjaan untuk menjalani tes ANC (Antenatal Care) sesuai anjuran Ibu Bidan sekalian meriksakan kehamilan dan mengutarakan keluhan saya yang sering kram. jawaban dari pihak pukesmas tidaklah begitu memuaskan karena konseling hanya sekedar anjuran 'tidak boleh capek', 'makan teratur' dll kemudian saya memutuskan untuk pergi ke klinik swasta, untuk USG dan konseling langsung dengan dokter kandungan. kenapa saya memutuskan USG padahal kehamilan saya baru berusian 7 minggu pada saat itu? karena saya ingin merasa tenang kalau saya benar-benar hamil, bukan hanya sekedar tespek yang memperlihatkan garis 2. saya ingin melihat janin saya yang berkembang apakah benar sehat dan tumbuh di dalam rahim. bukan hamil BO/kosong, bukan hamil yang berada diluar kandungan, bukan penyakit dll dan menjawab keraguan saya dengan gejala perut saya yang sering sakit sepajang waktu.

hasil USG muncul dilayar lengkap dengan usia kehamilan, keadaan dan letak janin. dokter menjelaskan dengan teliti kalau janin saya sehat, sudah ada detak jantung. dan membuat saya benar-benar terharu kalau memang nyata ada mahluk hidup yang ada di rahim saya. dokter menanyakan punya keluhan tidak? saya jawab sering kram. jawaban dokter : saya tidak boleh stress, tidak boleh terlalu capek, kerja jangan terlalu 'ngoyo' harus pelan-pelan karena kehamilan masih sangat muda dan rentan, kata dokter. kemudian saya minta SKD untuk mengisi absensi saya sehari, namun dokter menuliskan saya harus istirahat selama 3 hari, bedrest. dengan diagnosa hamil 7 minggu 1 hari, rawan keguguran. harapan dokter tersebut untuk memaksimalkan pemulihan saya, dan dengan SKD tersebut bisa meringankan pekerjaan saya dan meyakinkan atasan kalau saya memang tidak bisa kerja berat.

sepulang dari klinik saya menangis sepanjang jalan tanpa sepengetahuan suami yang sedang nyetir di depan. melihat hasil USG dan penjelasan doker yang membuat saya sadar tidak boleh memiliki sifat egois dan memaksakan diri. mulai saat ini hidup bukan soal untuk diri saya sendiri tapi ada calon manusia yang harus saya jaga tumbuh kembangnya.

dengan bermodalkan hasil USG dan SKD saya memutuskan untuk berbicara dengan atasan untuk Resign. karena saya merasa tidak akan mampu bertahan lebih lama dengan segala macam tekanan. ada banyak ibu hamil yang bekerja sampai tanggal cuti melahirkan disana namun mereka berada di Departemen yang tidak banyak memikirkan resiko terlalu berat, dengan aktifitas yang bisa dijalani dengan duduk sepanjang hari, sangat berbeda dengan saya :( 

bukan karena saya manja dan ingin bermalas-malasan di rumah tetapi karena saya hanya ingin beristirahat.. saya ingin menjalani kehamilan tanpa rasa lelah berlebihan, tanpa stress berlebihan.. ingin beristirahat demi janin yang saya kandung dan tidak mau mengambil resiko terlalu jauh hanya demi 'uang cuti' .ditambah lagi jika mama sudah berangkat lagi ke luar negeri usai PPKM, siapa juga yang akan mengurus saya ketika berangkat dan pulang kerja?. ketika perut saya nanti akan semakin membesar siapa lagi yang akan mengantar saya untuk berangkat-pulang bekerja? jika suami belum pulang dari perantauan. hiks.

saya resign juga tidak memikirkan nanti kehidupan ekonomi saya akan berkurang karena 100% hanya mengandalkan penghasilan suami yang sedang sulit juga karena pandemi. tidak memikirkan berapa jumlah tabungan yang saya miliki karena semua habis untuk kebutuan saat menikah. tidak memikirkan nanti akan mengurus asuransi mandiri karena sudah stop dari perusahaan. tidak memikirkan semua itu karena saya hanya ingin sehat dan menjalani kehamilan dengan baik. keluarga awalnya tidak ikhlas jika saya resign, "mau ngapain di rumah?" kata mama. tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mengerti karena saya juga punya suami yang mendukung keputusan saya.

berat rasanya untuk meninggalkan perusahaan yang sudah banyak memberikan saya ilmu, memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan berkarier, serta memberikan saya pembekalan bagaimana sulitnya membentuk mental ketika bekerja di perusahaan startup yang di miliki oleh investor asing. 

sedih rasanya meninggalkan rekan kerja yang sudah banyak membantu saya dari awal dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya selama jadi pemimpin mereka, yang bisa dikataan leadership saya jauh dari kata sempurna. jika ditanya "kenapa resign? apa tidak sayang? sedang pandemi mencari pekerjaan susah dll.." namun saya sudah pikirkan semuanya matang-matang dan ini merupakan keputusan yang merupakan terbaik untuk saya dan kondisi calon anak saya. 

usia saya sekarang ini 28 tahun, suami 37 tahun. bisa dibilang kami berdua sudah terlambat untuk menikah, namun sebulan setelah menikah langsung di kasih kpercayaan sama Allah untuk mempunyai momongan. dan tidak ada apapun lagi keinginan saya selain untuk menjaganya supaya kami bisa secepatnya mempunyai keturunan. rejeki insyaallah pasti ada jalannya. yang saya inginkan insyaallah sehat lahir batin. dan tentu saja kesehatan juga termasuk sebagian dari rejeki. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
our first trip

dulu, saya sering sekali menulis seperti ini "someday you meet someone, that the answer why your relationship never works with someone else" suatu saat nanti kau akan bertemu dengan seseorang yang akan menjadi jawaban kenapa hubunganmu tidak pernah berhasil dengan orang lain. ya.. karena hanya akan berhasil dengan orang yang kau temui sekarang ini.. :)

jika di tanya, kenapa bisa dengan yang satu ini. jawabannya..

with him, i just realize faith and relationship with God is important. dari pada sesuatu yang bersifat duniawi. bersamanya, saya sadar bahwasanya kenyamanan dan hubungan yang dilandasi dengan semata-mata ingin beribadah, di dasari dengan kenyamanan batin akan lebih penting dari pada hanya sekedar memenuhi kesetaraan standar kebahagiaan di mata orang lain.

with him, i just found my Self-Worth. no more feeling like i am the other women who has no sense of belonging, no more feeling worthless because i am the One. i am the only woman in his life. right now! and i am his future.. no more feeling WORTHLESS.. no more sleepless night thinking i just ended up alone. cause i found my "Love" and my Own TRUTH.

with him, i just found my Self-Love. i just hating my body and everything else, my gummy smile, my dark amprit, my dark skin, my personality.. but with him, it's doesn't matter.. i just feel like a Woman.

with him, i just feel more intimacy and learn that sexual intimacy is BEAUTIFULL. i haven't s with him for my more than 2 years relationship. but everytime we rushing make out was so addicting and i can't get over i till the other night .. we joking silly about our wedding night and it's so exciting :D

with him, i just realize lame joke and humorist is the new romantic.. sometime it's not funny to cringe everytime but who cares?

his beard :)

non smoker, and Gosh.. i love him

i love you


our first meet. March 2019


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

accessories team
how's your day going? masih sering di komplen terus? never ending disalahan? masih menanggung beban loss produksi? dengan ruangan yang berantakan tidak pernah ada habisya dengan sistem kerja yang masih acak-acakan hahaha

masih kuat? sampai berapa lama lagi? entahah.

alasan bisa kuat karena mereka-mereka yang selalu ada untuk saya, mereka dalam berbagai macam kepribadian dan keunikannya sendiri.. saya percaya alasan semua bisa bertahan karena bukan hanya sekedar ada rasa tanggung jawab & kerjasama. namun ada rasa cinta kasih dan saling peduli.

terimakasih banyak sudah mempercayai saya untuk menjadi pimpinan kalian, baik-buruknya saya, dengan segala kekurangan saya. terimakasih karena bisa bertahan higga detik ini bersama saya. we got this!



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 
banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini, salah satunya pertunangan adik laki-laki saya. i have so many mixed feeling about this. saya bukan tipe orang yang meledak-ledak bisa menjelaskan perasaan emotional kepada orang lain, i just be me.. i prefer to be quite. and honestly part of me, i feel sad.

sad. bukan karena merasa dilangkah adik laki-laki, but i just feel like a loser. when i look my own finger and there's no ring.. how i face everyone questions? kamu kapan? kok bisa sih kakaknya saja belum dilamar, tapi adiknya sudah mendahului? bagi saya memutuskan untuk menjalin hubungan serius dan merencanakan pernikahan dengan seseorang bukanlah hal yang mudah, terlebih dengan drama percintaan saya yang bisa dibilang kurang beruntung. terkadang apa yang di alami setiap orang hasilnya tidaklah sama dengan apa yang sudah di rencanakan.

kemudian sepupu saya menanyakan. "si ade sudah bilang kalau mau lamaran? sudah meminta ijin atau pamitan sama kamu dulu belum? kamu nggak papa? " saya hanya mengangguk dan tertegun, tidak ada sepatah katapun yang mereka utarakan. semua terjadi begitu saja.. mungkin karena rasa canggung dan ingin sekali menjaga perasaan saya. tapi saya mampu membaca apa yang mereka pikirkan dengan cara mereka memandang saya tanpa menjelaskan apapun. pasti dibelakang sana banyak yang menghawatirkan dan menanyakan nasib saya.

beberapa tahun yang lalu saya menghadiri pernikahan yang nasibnya serupa. si adik melangkahi kakaknya menikah, lalu si kakak enggan pulang menghadiri resepsi. ketika itu saya berpikiran kenapa sih nggak mau menghadiri? pasti si adik juga sedih foto-foto pernikahannya tidak ada sosok kakaknya. dan dengan keadaan sekarang, saya memikirkan hal itu lagi. dan berfikir pada saat itu mungkin si kakak sangat sedih dan merasa gagal. tidak sanggup menghadapi pandangan orang-orang yang mengangggapnya 'tidak beruntung'. berada disana merupakan sesuatu hal yang membutuhkan ke-legowo-an hati yang luar biasa.

ketika hari H nya perasaan sedih itu kemudian hilang, saya juga ikut mempersiapkan acara, membantu membuat kue, bersih-bersih rumah dan membungkus kado-kado. dalam hati saya mulai menerima dan menghilangan rasa iri.. karena.. niat adik saya adalah sebuah kebaikan, dia sudah cukup umur untuk menikah dan mampu menafkahi calon istrinya. Kedua orang tuanya juga sangat merestui. Jadi mau menunggu apalagi? akan lebih baik lagi jika tidak lama-lama pacaran. ya jangan ditanya perasaan saya saat tahu mereka akan lamaran. sempat berpikir saya tidak laku. kesimpulannya, saya merestui niat baik mereka dan ikut bahagia.

pernikahan bukanlah sebuah perlombaan. bukan tentang siapa yang cepat berarti dia berhasil mendapatkan apresiasi pencapaian paling penting dalam hidup, bukan. berhenti menyalahkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain yang tak kunjung melamar.. setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. namun awal dari kehidupan baru, yang penuh dengan tanggung jawab. bukan hanya sekedar pengakuan keberhasilan.

saya upload foto memengang bunga, dan banyak sekali meraih beragam komentar. mereka pada salah paham, karena dikiranya saya yang habis di lamar, tanpa saya jelaskan komentar mereka cukup makes my heart feel warm. karena saya sadar orang-rang yang menanyakan "kamu kapan? wah selamat ya? jangan lupa undangannya yaa.." mereka bukan orang yang senang melihat saya gagal, bukan orang yang menertawakan nasib saya yang berusia 28 dan belum menikah.. tapi mereka adalah orang-orang yang akan ikut bersuka cita dengan kebahagiaan saya jika waktunya tiba. 

Dear Mind. 
stop feeling insecure, please! :)





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 mungkin tulisan saya kali ini terdengar membosankan? tapi saya hanya ingin merasa bahagia dan mencoba menemukan titik rasa syukur dari kehidupan saya yang terkadang sering sekali saya keluhkan. jadi jika ditanya apa yang benar-benar saya sukai dari kehidupan saya sekarang, jawabannya..

1. My personal freedom

saya sangat bersyukur terhadap kebebasan saya saya miliki sekarang ini, kebebasan berekspresi, kebebasan untuk kemanapun saya pergi, kebebasan memilih jalan hidupku sendiri. kebebasan untuk menjadi diri saya sendiri. prespektif saya begitu penting, karena itulah yang akan menunjukan kemana arah tujuan hidup saya, dan untuk memahami bagaimana kehidupan yang saya jalani selama ini. saya sangat bersukur saya bisa travel kebanyak tempat pula.

2. My Relationship

it's not about finding someone to lose yourself anymore, it's about meeting someone to find yourself in. ketika saya merasa benar-benar terhubung dengan seseorang, meskipun dengan berbagai perbedan karakter, pasti itu akan membantu saya menemukan hal terbaik dari saya sendiri pula. tahun-tahun yang lalu saya bersama orang-orang yang membuat saya merasa tidak berada di tempat yang tepat. namun bersamanya saya merasa memiliki semuanya seutuhnya dan mempunyai dunia saya sendiri. bersamanya saya juga belajar untuk mencintai diri saya sendiri, melihat sesuatu hal yang kompleks menjadi lebih sederhana. saya sangat bersyukur dengan semua cerita yang kita bagi setiap harinya. in my way, design my own story, my own romance and my own truth.

3. My Team

lupakan orang yang memberikan komentar negatif tentang Tim saya, karena mereka tidak sepenuhnya memahami apa yang kita jalani setiap harinya. saya bangga, karena mereka semua bisa menjadi orang-orang yang bisa diandalkan, saya bangga karena mereka tidak memiliki rasa egois, saya benar-benar berterimakasih karena mereka sudah banyak membantu saya karena mereka yang membuat saya bisa bertahan hingga sekarang ini. you are simply amazing!! 

4. My Health

ini mungkin yang paling-paling penting. yaitu saya sangat bersyukur dengan nikmat sehat yang senantiasa Tuhan berikan kepada saya hingga saat ini, sehingga saya masih bisa terus berangkat bekerja di tengah pandemi covid-19 tanpa rasa khawatir. masa pandemi ini juga membuat saya senang, as an introver like me.. menjauh dari kerumunan dan menghabiskan banyak waktu untuk berada di rumah atau menghilangkan suasana yang bising merupakan sesuatu hal yang begitu berharga haha! 

5. My Room

saya melakukan perubahan dikamar, dari renovasi tembok, menempel wallpaper bernuansa floral vintage, memasang plafon berkonsep minimalist, beserta dekorasi lainnya yang mebuat saya seperti menciptakan dunia saya sendiri.. dengan selera,, pilihan warna dan desain yang saya inginkan sendiri. kamar saya sekarang terlihat seperti kamar remaja dengan kesan romantis. wahaa.. :)

6. My Vlog

selain menulis, saya sekali melakukan editing video. walaupun hanya bermodalkan smartpone dan aplikasi video editing. selain di blog, saya juga ingin sekali berkreatifitas membagikan banyak moment lewat video. meskipun bukan yang berkonsep sinematik, namun saya bangga dengan apa yang saya buat sebagai dokumentasi pribadi. berikut chanel youtube saya :) 


7. Something fishy
saya dari dulu ingin sekali punya hewan peliharaan. kucing? ingin sekali untuk teman dirumah. tapi keadaannya tidak memungkinkan karena jika saya punya kucing pasti tidak akan terurus dengan baik dengan aktifitas saya yang fulltime job. jadi saya beralih memilih hewan peliharaan lainnya yaitu ikan hias. saya sangat bersykur jika memandang mereka merasa stress free.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

rasanya sudah seperti lama sekali saya meninggalkan blog, padahal saya jujur rindu sekali meluangkan waktu untuk menulis. obat mental terbaik untuk mengeksporasi pikiran saya supaya bisa benar-benar berfikir dan lebih memahami diri sendiri.. dengan menulis juga merupakan salah satu. 'ME TIME' terbaik buat saya selain traveling dan rebahan hehe..

satu tahun berlalu, dan postingan terakhir di blog saya juga membahas tentang ulang tahun. seperti rasanya baru kemarin saya berulang tahun ke 27 dan minggu besok ternyata sudah berusia 28. wow..
apa yang sudah saya laluhi tahun ini?

1. kita tidak merindukan sosok pemimpin, tapi sosok kordinator
nike room
menjelang akhir 2020, saya benar-benar terpukul dengan kabar bapak-nya perusahaan akan dipindahkan tugas di luar. meninggalkan apa yang sudah terbangun selama 2 tahun terakhir.. saya termasuk salah satu saksi perjalanan bagaimana perusahaan saya bekerja awal terbentuk. dari tahun 2018, gedung belum jadi, menjadi siswa training, masa percobaan selama 3 bulan, jadi karyawan tetap, hingga di promosikan menjadi Team Leader.. dan rencana melambungkan sayap awal tahun 2021 membangun gedung baru dan seterusnya.. bilamana saya di tanyakan siapa orang yang paling berjasa membentuk saya menjadi seorang pemimpin? jawabananya adalah Beliau. bukan hanya untuk saya, tapi semua orang.. 
namun kehidupan, ada pertemuan juga ada perpisahan. sudah menjadi proses alam. hanya bisa mencoba menerima dan mengikhlaskan sambil mengenal karakteristik pemimpin yang baru.
mungkin saya bukan tipe orang yang mudah mengekpresikan perasaan di depan orang, saya sedih atau kehilangan namun dengan kepergian beliau merupakan hal yang berat juga buat saya, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau semoga selalu sehat dan berumur panjang.
saya juga sadar, dengan bergantinya pemimpin itu juga baik untuk saya sendiri, agar menjadi pribadi yang lebih bisa berkembang. tidak selalu mengandalkan perlindungan dari beliau dan tidak selalu mengandalkan solusi masalah dari beliau.

2. team work & communication
my manager's b-day
tahun kemarin, saya masih menjadi individu yang serba sendiri, tidak tahu planning dan bahkan tidak mengenal rekan-rekan saya sendiri yang masih dalam satu departement haha! karena kita bekerja misah-misah tersebar dari segala penjuru sibuk sendiri-sendiri.. hingga jika semua terkumpul di acara dinner atau meeting, saya seolah merasa terkucilkan, karena ada beberapa orang yang sudah mendoktrin saya dari awal sebenarnya bagian saya salah tempat, management dari awal salah menempatkan bagian saya di suatu departement. hingga membuat saya merasa tidak punya rasa kemilikan dimanapun. siapa sih saya? apasih fungsi saya? karena setiap saya berbuat untuk produksi ada saja yang menilai saya seharusnya tidak begini dan begitu..
waktu berlalu, hingga saya mulai mencoba mengenali mereka semua, tugas dan fungsinya.. saya mulai merasa memiliki rumah. karena jika kita bekerja di suatu perusahaan bukan uang yang akan menggantikan segalanya. tapi hanya kerjasama tim, planning dan komunikasi yang akan bisa menyelesaikan masalah.

3. Ikhlas walau tidak mudah
gambar hanyalah ilustrasi
ada yang bilang "saya menjadi sekarang seperti ini, bukan dari hasil kerja keras, bukan karena saya pinter dll.. tapi karena saya pintar bohong, menjelek jelekan orang lain, cari muka dengan atasan dan nipu-nipu.. "  saya tidak punya apa-apa, gaji berapa? hanya sumber masalah, orang seperti saya langsung PHK bisa!"
kata-kata yang terus terngiang-ngiang setiap hari, setiap malam, hingga sulit makan, sulit tidur, badan lemas hingga saya sakit fisik di permalukan depan orang lain. selalu menangis saya kalau ingat. sakit hati karena apa yang sudah saya lalui selama ini, selama dua tahun terakhir.. belum tentu orang lain mampu secara mental. saya menjadi pimpinan, bukan juga atas dasar pilihan saya dari awal. kamu kan nggak tau, saya dari awal bagaimana. kehidupan saya bagaimana.
hingga saya memilih untuk diam dan menjauh, mencoba mengiklaskan semua.. saya tidak merasa benar ataupun salah, hanya orang-orang disekitar saya saja yang menilai bagaimana sikap dan sifat saya selama ini.. mulai sekarang saya tidak mau berlarut- larut dan tidak ingin bicara kalaupun tidak perlu. saya hanya ingin menjauh, karena berada dengan mereka hanya membuat saya merasa seperti rendahan. ikhas, sabar.. dan diam.

4. Traveling bersama pasangan
dari dulu saya selalu membangga-banggakan sebagai travel-loner karena saya seorang introvert. namun sekarang, sejak punya pasangan kemanapun ingin selalu bersamanya. ingin berbagi kebahagiaan-pun hanya bersamanya.. hingga ketika libur dan mengambil cuti tahunan yang di pikiran saya hanyalah ingin menghabiskan waktu bersamanya.. traveling bersama pasangan juga membuat kita saling mengerti satu sama lain, dari rencana budjet, kuliner, dan belanja. semoga selalu bisa seperti ini <3



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
now i know, i'm not a big fan of the birthday anymore.. dulu hari ulang tahun adalah hari yang menurut saya penting dan sakral untuk merasa spesial dalam tahapan bertambah dewasa. tapi sekarang? ketika tahun baru mulai, itu menandakan 4 hari kemudiannya usia saya akan bertambah dan membuat saya jujur semakin overthinking..

apa yang sudah saya raih selama ini? apakah di usia saya yang sekarang sudah menjadi the best part of being my self? or just another being part of the loser.. 4 hari lagi usia saya 27 tahun. dan saya ingin selalu menulis seperti ini setiap tahun, agar saya bisa belajar dan mereview apa saja yang sudah saya lalui selama setahun terakhir.. and my life seems fine.

1. kriteria menjadi nomor sekian
dulu, saya menjadi orang yang benar-benar pemilih. terutama untuk pasangan hidup, dari segi looks, dari segi finansial dan lain sebagainya. tidak mau dengan ini dan itu.. sampai pada akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang pada awalnya saya sangat tidak suka karena sikap dan cara bicaranya yang nyeleneh. dia bukan orang yang punya segalanya, bukan juga orang yang berpendidikan tinggi. Dia hanya dari keluarga yang sederhana. namun bisa benar-benar membuat saya open dengan diri saya, bersamanya membuat saya nyaman menjadi diri sendiri dan membuat saya menemukan self-worth... saya sadar, dengan seiring berjalananya waktu kita pasti akan kehilangan kriteria yang di idam-idamkan, ingin yang seperti ini dan itu.. namun pasti akan jatuh dengan orang yang bisa membuat kita merasa nyaman, saling menerima kekurangan dan menjajikan kehidupan untuk masa depan bersama..

2. Kerja keras tidak akan menghianati hasil
2018 awal karier saya di mulai kembali, saya sempat benar-benar kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan lagi setelah resign di tahun 2017. keinginan saya hanyalah satu, move on dari zona nyaman dan move on dengan bidang yang lain. saya tidak mau kembali lagi untuk bekerja di bidang yang sama bertahun-tahun.. tapi saya ingin menjadi pribadi yang berkembang dengan belajar dengan ilmu yang baru, lingkungan yang baru dan orang-orang yang baru pula. dan ternyata tahun ini berhasil.
saya belajar dan terus belajar dari bawah sampai pada akhirnya 5 bulan kemudian saya berhasil mendapatkan promosi jabatan.. dan itu merupakan pencapaian yang luar biasa yang pernah saya raih.

3. Live or just surviving
dengan promosi jabatan tersebut tentu saja membuat saya semakin berat menanggung tanggung jawab dan membuat saya benar-benar stress. selalu terbesit ingin resign tapi melihat kebelakang banyak hal-hal berat yang sudah pernah saya lalui intuk menjadi seperti ini rasanya tak ingin saya tinggalkan.. i just live for my own life or i just surviving? entah sampai kapan saya bisa bertahan, hanya mengikuti arus dan menghitung hari demi hari agar cepat berlalu..
terbesit ingin ku kembali menjadi karyawan biasa yang tidak menanggung tanggung jawab begitu berat, gaji kecil tak apa asal nyaman dan stress free.. but i don't know for the next day.. untuk sekarang jalani dulu entah sampai kapan..

4. tidak semua rencana berjalan lancar. but it's okay..
target dan target yang terus meleset.. tekanan demi tekanan dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur. sekarang saya tidak merasa sedepresi seperti dulu, karena memang apa yang saya inginkan dan targetkan tidak selalu akan kesampaian. seenggaknya sekarang saya menjadi pribadi yang lebih positif terhadap hal tersebut. belajar menerima, berbesar hati menerima kenyataan, mencintai diri sendiri dan punya harapan untuk mencapai sesuatu memang lebih penting.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
jika akhir tahun lalu saya habiskan waktu dengan sendirian. jalan-jalan kesana kemari dengan sepupu saya. menjadi siswa training dengan penghasilan tak seberapa namun stress free dan punya banyak sekali waktu luang. merasa sepi sendiri, merasa pesimis sendiri karena usia semakin bertambah namun masih juga sendiri..

berbanding terbalik dengan akhir tahun 2019 ini yang bisa dibilang kehidupan saya begitu ramai banyak orang. saya punya pekerjaan baru yang bisa di bilang begitu stress dan menyita banyak waktu saya. berangkat pagi kemudian lembur kerja pulang malam. saya punya karier. dan saya punya seseorang di hati saya yang selalu ada di pikiran saya. sepertinya keinginan saya di akhir tahun 2018 memang benar tercapai di tahun 2019.

31 Desember 2019.
saya begitu sebal dengan rekan kerja saya yang sengaja absen beberapa hari berturut-turut untuk senang-senang di tahun baru. meninggalkan pekerjaan yang sedang ruwet karena harus stock opname akhir tahun. i mean, saya paling tidak suka dengan orang yang sengaja bersenang-senang dengan menyusahkan orang lain. dengan tanggung jawabnya yang di kerjakan orang lain.
kemudian saya pulang lebur dan kehujanan sampai rumah dengan badan yang basah kuyup dan agak demam. semua kekesalan saya mendadak hilang ketika saya menerima telpon Dia yang disana menanyakan keadaan saya, menanyakan bagaimana hari-hari saya.

hujan di malam tahun baru..
jika tahun kemarin saya berandai-andai punya pacar yang bisa di ajak pergi di malam tahun baru, menonton kembang api, makan malam di jalan atau berkumpul dengan keluarga besar. tapi tahun ini ternyata apa yang saya inginkan tidak berjalan dengan semestinya.

tapi saya cukup senang dan merasa bahagia walaupun hanya tidur di rumah, badan kedinginan dengan keadaan di luar rumah yang hujan. tapi di seberang sana ada yang mengisi kekosongan hidup saya di tahun lampau walaupun hanya sekedar menemani lewat telpon.

"bagun sayang"
"selamat tahun baru"

hal pertama yang saya baca ketika saya membuka mata di awal tahun 2020.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

libur akhir tahun kemana aja? sama siapa? acara apa? entahlah. saya kok semakin ngerasa dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan apa-apa yang signifikan. resolusi-resolusi dibuat namun tak kunjung saya capai sampai pada akhirnya ketemu lagi dengan tahun yang baru. mungkin Allah belum kasih, mungkin belum waktunya saya mendapatkaan kebahagiaan itu. atau mungkin Allah begitu sayangnya sama saya sehingga masih di beri banyak waktu untuk merasakan kebebasan. dan mungkin Allah belum mempercayai saya untuk memulai kehidupan baru dengan tanggung jawab yang saya belum mampu atasi.

ingin sekali rasanya memulai tahun baru dengan senang hati, tanpa merasa sedih, tanpa merasa seperti pecundang. yang membuat saya merasa tidak puas dengan diri sendiri, tidak mampu mencapai hal-hal yang membuat orang di sekitar saya bahagia. rasanya seperti jalan di tempat, namun waktu tidak akan berhenti dan akan terus berjalan meninggalkanku di belakang..

umur bertambah, tapi sepertinya saya masih merasa terjebak dengan diri saya sendiri. tahun bergulir namun rasa takutku belum juga hilang..

2019 saya akan membangun karier saya dari awal lagi. walaupun saya belum mencapai tujuan yang satu itu, tapi dengan melawan rasa takutku akan tantangan baru akan membuat saya keluar dari zona nyaman. membangun mental yang sehat dan menjadi manusia yang lebih positif.

bismillah...




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
saya tidak pernah bosan membahas tentang Heartbreak meskipun saya tidak sedang patah hati, namun ketika membaca artikel tentang heartbreak, pain, move on, love-life adalah salah satu hal favorite saya. dan saya bisa saja merasa relatable dengan apapun yang di bahas. sama halnya dengan lagu lagu sedih yang gampang saja bisa disukai, dari pada lagu lagu bahagia. yang kemudian bisa membuat saya teringat lagi dengan hal-hal yang lalu, membuat saya sedih lagi dan mempertanyakan tentang "Self-Worth dan Self-Respect" pada diri saya sendiri.. dan yah, meskipun menyakitkan namun perlahan lahan itu juga bisa membuat saya merasa belajar.

beberapa minggu yang lalu saya membaca artikel di Huffingtonpost.com yang berjudul "Don't Settle For Someone Who Already Left You Once Before" = you deserve someone who would never want to tear your heart apart. dan isi artikelnya tentang motivasi untuk tidak kembali dengan Mantan yang sudah menyakiti dan meninggalkan. karena setiap wanita pantas mendapat pria yang lebih baik. i do agree!

saya memang beberpa bulan yang lalu sempat kembali dengan mantan saya, namun bukan untuk menjalin hubungan. tapi hanya dengan pertemanan yang entah saya tidak pahami apa namanya yang dimaksud hubungan kami. dan itu membuat saya terlarut seperti memohon untuk di sayangi, saya merasa di perlakukan spesial yang membuat saya lupa kalau saya ini bukan siapa-siapa, tidak di anggap siapa-siapa dan hanya di anggap untuk selingan dan senang-senang semata. rasa kesepian dan kekosongan yang membuat saya terlarut dengannya karena hati saya ingin di isi dengan cinta dan perhatian, saya begitu bahagia sampai lupa kalau saya telah menginjak sebuah tempat milik orang lain, sebuah area yang seharusnya tidak pernah saya datangi. dan langsung membuat saya merasa tersingkir kalau saya ini memang bukan siapa-siapa dan tidak dianggap apa-apa.. kemudian perasaan sedih dan penyesalan menghampiri yang akhirnya membuat saya merasa tidak layak untuk dicintai, tidak layak untuk bahagia. yah, perasaan itu memang selalu menghantui saya dan ketakutan terbesar saya dan membuat saya terpuruk lagi untuk beberapa lama. sebuah lubang kekosongan yang menyesakan dada yang datang ketika saya terbangun di pagi hari.

should i cut him off from my life? 
saya sebenarnya tidak ingin memutus silaturahmi, namun kalau begini terus saya tidak akan bisa melangkah maju dan meninggalkan masa lalu. saya hanya akan terus di ganggu oleh seseorang yang ingin memanfaatkan saya hanya untuk mengisi kekosongan mereka atau sebagai selingan atas kebosanan yang mereka hadapi di dalam kehidupan mereka. walaubagaimanapun saya berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. bukan pengulangan rasa sakit yang saya peroleh dari orang-orang di masa lalu.

saya sadar, saya memang belum sepenuhnya bisa mencintai diri sendiri sehingga masih saja terjungkal untuk alasan sama yang membuat saya lupa dengan kelayakan diri saya, hidup saya, masa depan saya yang seharusnya lebih baik. yang saya tahu, saya masih saja berjuang untuk meninggalkan masalalu..

semoga kali ini saya bisa lebih belajar..

terimakasih kepada Lauren Jarvis-Gibson dari Huffingtonpost.com yang sudah menulis motivasi ini :

Don’t Settle For Someone Who Already Left You Once Before
You deserve someone who would never want to tear your heart apart

Please, please have some self respect. Do not go back to the person who ran from your beautiful love. Do not go back to the person who left your heart run over on the worn down pavement. Do not go back to the person who never lived up to their promises. You deserve someone who would never ever dream of running from you. Who would never even think of doing that to you. Of causing you so much pain and suffering.

You deserve someone who would never want to tear your heart apart.


I get it. It’s easy to do when the one you loved is begging for you back. It’s easy to trust when you shouldn’t trust. And it’s easy to love, when you shouldn’t love.
But listen, when they beg for you back and are staring up at you saying everything that you have always wanted to hear from them, please, don’t believe them.
They already showed you who they were when they left you. They already showed you their true colors when they turned away. They already showed you that they don’t deserve you, when they said goodbye.

Don’t be a fool.

I know you desperately want to be loved just like we all do. I know you want so desperately to be adored and to be taken care of, like we all do. But the person that left you before is going to leave again. The person that already left you, won’t ever be the one to permanently stay.
 

So don’t chase after them when they call you back. Don’t fill their loneliness up. Don’t fill your sadness up with their black heart. Don’t you dare settle for their half-hearted love that will only break you again and again.

Build yourself back up on your own. Run the other direction when they show up at your front door. Run and never look back. Just like they did with you.

You are lovable, even if you don’t believe it yet. You are worthy of big love, even if you can’t comprehend it yet. And you deserve to be adored in every way possible. You deserve a love that never questions you. And you deserve a love that never ever would want to harm you.

So don’t give them the benefit of a doubt. Don’t forget what this person did to you. Don’t ever forget how they ripped up your heart. You deserve so much more than someone who had the audacity to leave. You deserve so much more than someone who had the audacity to break you, and show up once again.

Please don’t go back to that false hope. Please don’t go back to the lies and the broken promises and the tears. Don’t go back to the maybes and the questions marks and the fear. Don’t go back to the games.

You deserve so much better. And you know what? I think you already know that
.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
I wake up in the morning and getting some road to the brigde. saw the sunrise is one of my favorite things to do..
but one thing yg that's not change for this couple of day is my emptiness in the morning. my fear is back. and i have this huge emptiness and aching in my chest. so painfull.

can you give me a reason to keep going? because it's like i don’t see the light at the end of the brigde anymore.

and.... I just wanna go home 😢😢😢
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Currenty listening "Liability by Lorde" i just love the song and been repeating all day. Remind me of my self-love and self-worth..

"Liability" sums up all of the fears about dating that most of me have occasionally had. It's not going to be rainbows and sunshine all of the time. And working hard to keep the love affair alive doesn't always guarantee that it's going to stand the test of time..

Lovers will come and go, and so picking up the pieces is something that's, unfortunately, inevitable. It's like being in love with someone who thought i was a little too much to handle, and I've totally been there like Love affair

It sounds like i been down this road more than once, and now considers myself to be a liability. Meaning — dating me is too risky. I'm going to assume that my lovers always end up leaving because of the same reason, which, in turn, makes me think that there's something wrong with me.. Like i'm not worthy and unlovable..


LORDE - LIABILITY
Baby really hurt me
Crying in the taxi
He don’t wanna know me
Says he made the big mistake of dancing in my storm
Says it was poison

So I guess I’ll go home
Into the arms of the girl that I love
The only love I haven’t screwed up
She’s so hard to please
But she’s a forest fire
I do my best to meet her demands
Play at romance, we slow dance
In the living room, but all that a stranger would see
Is one girl swaying alone
Stroking her cheek

They say, “You’re a little much for me
You’re a liability
You’re a little much for me”
So they pull back, make other plans
I understand, I’m a liability
Get you wild, make you leave
I’m a little much for
E-a-na-na-na, everyone

The truth is I am a toy
That people enjoy
‘Til all of the tricks don’t work anymore
And then they are bored of me

I know that it’s exciting
Running through the night, but
Every perfect summer’s
Eating me alive until you’re gone
Better on my own

They say, “You’re a little much for me
You’re a liability
You’re a little much for me”
So they pull back, make other plans
I understand, I’m a liability
Get you wild, make you leave
I’m a little much for
E-a-na-na-na, everyone

They’re gonna watch me
Disappear into the sun
You’re all gonna watch me
Disappear into the sun…!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
It's feels like staying up all night waiting for something and realizing that nothing was going to happen and then going through my day without having gotten any sleep..

and then when i can sleep, i think i'm getting better, i really do. but then sometimes i wake up and everything is back. and i have this huge emptiness, aching hole in my heart and i can never fill the void in me. no matter what i do, it just seems to get bad again..

then i realize i'm still alone..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

I dreamt about my Father and so I woke up with tears in my eyes. when i am alone in the middle of the night crying, remember the pain i through, remember when i almost lost my breath because of the tears i shed over him.

I awake each morning to start a new day, but the pain of losing my Father never goes away. I go about the things I have to do, but as the hours pass I can’t help but to think again of him. I want to call him and just hear his voice, then I remember that I have no choice. how I miss you and wish you were here. Someday I know all will be well, and I’ll see him again with stories to tell.. of how he were missed, and how i have grown and until then my memories of him I’ll keep near..

sometimes i wish my dad’s face would magically appear in the sky like mufasa in the lion king and tell me he loves me.. 😂😂😭😭

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

look at her. say her name. she is pretty or beautiful. i know what she’s like to wearing. how skinny she is. How curvy she is. I notice the color of her eyes. I notice the color and the type of her hair.

I searching her on Facebook, twitter and instagram. I notice how confident she's like take a selfie with duck face without looking ugly. she looks nice with her outfit. I saw the pictures and captions about that road trip you took with her. what you did for her on valentine day. what you did for her that one time on her birthday. how awesome her family and her friendship is. I saw the picture when you and her together and you still keep all those picture.

I don’t want to saw it. I don’t want to know. But I did. I'm such a stalker.

I’ll never believe you when you say she no longer means anything to you. Don’t say anything about her, not even once. If you do, I’ll never forget it. It will eat away at me forever. Because I will always look at her and see her as somebody that could make you happy, happier than I could ever make you. I’ll see her as somebody that will give you everything you want.

I’ll always think she is prettier than me. I’ll always think you want her more than me. I’ll always see how perfect her body is. I’ll always see how big and sparkly her eyes are. I’ll always see an image of the two of you together loving each other in my head.

Every time we sit down together at our favorite place, I’ll wonder if the two of you went there first before i do. When you tell me you like that new perfume I’m wearing, I’ll wonder if she used to wear it. Every time we hear a song on youtube, I’ll wonder if it makes you think of her. Every time we’re together, I’ll wonder if you’re thinking of her.

When you tell me that you like the things I do to you, I’ll wonder if she did them to you first. I’ll always wonder if, deep down, you wish you could be with her. I’ll always wonder if you miss her. I’ll always wonder if you want her back. I’ll always wonder if you’re thinking about her.

I’ll never feel like I am good enough for you..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


"But do you want to end up alone forever?"

"Maybe you need to stop being so picky"

"You shouldn't give up so easily!"

Hmmmm...
I do try to act like I don’t care, because if I showed how much it really bothered me it kills me inside being single, it really does.

For the most part, I try to act like I don’t care. I try to act like it doesn’t hurt when I see women who are clearly way less good-looking than me get more guys than I do.

The problem is that my closest friends know how much it hurts me, and there’s a certain point where I realize I’d start pushing them away if that’s all I’d talk about.

So I pretend I’m ok seeing people who do nothing to better themselves coupled, while I really work hard on making myself a better person only to be passed up over and over again.

So, if you’re like me struggling to find love, I’m sorry things ended up like this. While we can try to be the best version of ourselves that we can be, sometimes it's still not enough..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 Aku rindu disaat dengan sengaja bangun pagi hanya untuk melihat sinar mentari pagi yang terbit dan memandang perubahan warna langit merah jingga abu-abu biru gelap seiring hari yang bergulir dengan cepat menjadi pagi siang dan kembali malam..

Aku rindu memperhatikan bunga bermekaran berwarna warni, beraroma aneh yang semakin lama kian kehilangan kelopaknya satu persatu dan mengering seiring perubahan metamorfosa kehidupan yang akan terus berganti..

aku rindu merasakan angin yang menyapu rambut dan membelai rambutku di tempat yang hening namun menggema antara perpaduan suara burung dan serangga yang merangkai harmoni kehidupan. Seolah semua rasa sakit di masa lalu akan tersapu angin dan waktu akan memperbaiki keadaan..

Aku rindu deburan ombak yang mengingatkan duka akan terus menerjang setiap kehidupan, namun batu karang yang di tepian akan terus kokoh tanpa akan tersapu ke lautan..

I miss touching.. i miss contact..
The hand that touch my hair sofly..
The chest that i can hear every his heartbeat..
The arms that hold me and my make my self feel safer..

I miss Love

Jakarta, march 6th 2017

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saya merasa saya sudah terlalu lama berada disini dan merasa seperti terjebak. Berada disuatu tempat yang membuat saya tidak bisa berkembang secara psikologis dan emosional.
Teringat dua minggu yang lalu, saya menemui seorang teman lama yang membuat saya merasa nyaman bisa berbicara bebas tentang apa saja yang saya pikirkan, apa yang sara rasakan. Yang tidak bisa saya keluarkan dengan mudahnya dengan semua orang.. i feel like i'm totaly in my zone..

dan membuat saya sadar. ternyata memang saya membutuhkan seseorang yang seperti Dia untuk mengisi kehidupan saya yang sepi ini.. meskipun itu hanya saat yang singkat. namun saya tidak bisa mengakhiri moment tersebut selama dua minggu terakhir..

Satu sisi saya merasa ingin selalu berada bersama teman saya. Karena saya memang punya sesuatu yang tidak pernah berubah untuknya sejak dulu.. sesuatu yang spesial karena Dia selalu membuat saya jujur dalam segala hal dan membuat saya merasa menjadi manusia yang punya kisah layak untuk di dengar.. yep. he could see me as a person.

Di sisi lain saya memang dalam keadaan bosan dan ingin pulang. Ingin menyendiri entah berapa lama lagi..
dari pada di tempat memuakan ini. dikelilingi orang-orang yang di penuhi omong kosong setiap harinya membuat saya muak. I hate dramaqueens! situasi ini sama persis yang membuat saya teringat teman saya saat kuliah yang yang selalu over dalam kehidupan pribadi nya.. seolah-olah dia ingin membuat semua orang di dunia melihat kecantikannya yang membuat semua pria mengejarnya, seolah-olah dia ingin menunjukan kepada dunia berapa pacarnya begitu cinta mati padanya dan bersedia mempertaruhkan nyawa untuknya. Kemudian dia bergonta ganti mempamerkan foto kekasihnya di sosial media seolah-olah ingin di puji betapa ganteng pacarnya, berapa mesranya dan betapa bahagianya mereka. CIH!! I'm so sick of those people are.. RELATIONSHIP SHOULD BE BETWEEN TWO PEOPLE NOT THE WHOLE WORLD!

kemudian disaat malam tiba. It's like nightmare. Saya tidak pernah beristirahat tenang tanpa mendengar celotehan curhatan orang di sebelah dengan percakapan telfon sampai dini hari dengan segala keluhan seolah-olah mereka adalah manusia yang paling menderita di dunia.. dengan tangisan yang di dramatisir seolah-olah semua orang harus tau dan memperhatikan penderitaannya.

Saya sadar. Tidak semua orang yang menghargai "privacy" seperti saya yang menjaga kehidupan pribadi dengan orang-orang tertentu saja. That why i hate being here.. they seem so weak and lame..

Dear my old friend. I miss you. I wish you always there for me. I realize not everyone can understand me well like you do..
I wish i can runaway from this place, this situation, this people as soon as i can.. i'm Sick!

Jakarta, March 6th 2017

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
dalam kehidupan semestinya saya tidak pernah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi, segala sesuatu yang akan menimpa saya. terkadang apa yang sudah direncanakan, apa yang di ketahui, apa yang diyakini, apa yang saya lakukan tidak seperti harapan. kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. mungkin kejadian buruk yang terjadi juga karena saya yang tak pernah bisa belajar menghadapi sesuatu dari pengalaman yang ada.

itu sedang terjadi pada saya saat ini, saya tidak mempermasalahkan kehendak Tuhan dengan segala hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang saya harapkan. hanya saja saya merasa sangat bodoh. ini bukan tentang keluhan saya terhadap kehidupan, namun lebih ke rasa penyesalan dengan sikap saya dan pilihan bodoh sebagai manusia karna tidak bisa memilih mana yang baik atau yang buruk buat saya. bodoh karna saya terlalu gampang memberikan kepercaan pada orang lain.

saya merasa bodoh karna melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. kenapa saya begitu naif dan percaya bahwa setiap teman yang saya percaya membawa ketulusan, sehingga saya dengan mudahnya membantu permasalahan mereka, mengorbankan materi, mengorbankan waktu, hingga saya juga ikut membantu melakukan kebohongan yang saya tahu akan merugikan saya sendiri karena resiko yang saya ambil.

setiap perbuatan pasti ada konsekwensi yang harus di bayar. walaupun saya niatkan untuk membantu seseorang. kemudian seseorang yang saya bantu tersebut tidak menepati janji dan balik menyalahkan saya yang terlalu memperhitungkan hal hal yang di anggapnya sepele. kemudian menyalahkan orang lain atas kegagalannya, menyalahkan keadaan yang tidak berjalan sesuai semestinya.

kenapa saya dulu mempercayai teman semacam itu?

andaikan waktu dapat terulang, andai waktu terulang.. itulah yang saya selalu pikirkan setiap merasa tertipu, merasa terbohongi, merasa terhianati.. padahal setiap masalah juga berbalik kepada saya sendiri. kenapa saya tidak berhati hati untuk memilih teman? kenapa saya gampang menaruh iba pada seseorang yang sebenarnya punya niat yang hanya ingin memanfaatkan dan merugikan saya?

hal kedua yang saya sesali adalah materi. saya sudah berkorban materi yang entah kapan, entah bagaimana mungkin tidak kembali. mungkin jumlahnya tak seberapa, namun itulah uang tabungan saya yang saya peroleh dari sisihan gaji saya tiap bulan dari hasil keringat saya sendiri. rasanya susah untuk mengikhlaskan. nominalnya tak banyak, namun yang membuat saya merasa sakit adalah perilaku seserang tersebut yang memanfaatkan saya dan selalu menyepelekan apa yang sudah saya korbankan.

kemudian saya menerima sebuah broadcast panjang yang isinya kata-kata renungan.. yang intinya adalah Hidup adalah sebuah titipan. setiap rejeki yang kita peroleh dengan halal, masih ada hak orang lain untuk disisihkan.. uang adalah titipan, pekerjaan adalah titipan, barang-barang yang sudah pernah saya peroleh adalah titipan.atau memang benar segala hal yang saya miliki suatu saat nanti akan di ambil dengan caranya sendiri.

namun saya bertanya pada diri sendiri, kenapa hati saya merasa begitu berat dan sedih kekita titipan-titipan itu di ambil kembali?? bukankah segala sesuatu yang saya punya di dunia ini hanyalah titipan semata?

saya menyadari betapa egoisnya saya, dan betapa tidak bersyukurnya saya kepada Allah sehingga saya terkadang sering menyalahkan diri sendiri dan kehendak Allah atas semua musibah yang saya alami kemudian selalu menganggap saya sebagai 'korban' dari ketidakjujuran orang lain. sehingga saya memandang 'Untung-Rugi' dalam kehidupan seperti penyelesaian matematika.

maafkan saya ya Allah..
mungkin ini adalah sebuah teguran buat saya, agar saya lebih selektif memilih teman. agar saya menyadari hidup saya di dunia semata mata untuk beribadah kepada Allah. jadi apa yang saya miliki entah itu badan, kesehatan, keluarga yang saya punya pun semua hanya titipan..

semua manusia sudah punya takaran rejekinya masing-masing, entah itu hilang atau ditipu orang. yang terpenting namanya materi bisa di cari lagi dikemudian hari..
menyesali dan mengganggap sesuatu materi ibarat sebuah kemilikan pribadi dan terus-terusan menyalahkan orang lain yang mengingkari janji hanya akan menyakiti diri sendiri. itulah gunanya kenapa manusia harus ikhas menjalani kehidupan.. insyaAllah..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    7 bulan yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose