• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

now i know, i'm not a big fan of the birthday anymore.. dulu hari ulang tahun adalah hari yang menurut saya penting dan sakral untuk merasa spesial dalam tahapan bertambah dewasa. tapi sekarang? ketika tahun baru mulai, itu menandakan 4 hari kemudiannya usia saya akan bertambah dan membuat saya jujur semakin overthinking..

apa yang sudah saya raih selama ini? apakah di usia saya yang sekarang sudah menjadi the best part of being my self? or just another being part of the loser.. 4 hari lagi usia saya 27 tahun. dan saya ingin selalu menulis seperti ini setiap tahun, agar saya bisa belajar dan mereview apa saja yang sudah saya lalui selama setahun terakhir.. and my life seems fine.

1. kriteria menjadi nomor sekian
dulu, saya menjadi orang yang benar-benar pemilih. terutama untuk pasangan hidup, dari segi looks, dari segi finansial dan lain sebagainya. tidak mau dengan ini dan itu.. sampai pada akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang pada awalnya saya sangat tidak suka karena sikap dan cara bicaranya yang nyeleneh. dia bukan orang yang punya segalanya, bukan juga orang yang berpendidikan tinggi. Dia hanya dari keluarga yang sederhana. namun bisa benar-benar membuat saya open dengan diri saya, bersamanya membuat saya nyaman menjadi diri sendiri dan membuat saya menemukan self-worth... saya sadar, dengan seiring berjalananya waktu kita pasti akan kehilangan kriteria yang di idam-idamkan, ingin yang seperti ini dan itu.. namun pasti akan jatuh dengan orang yang bisa membuat kita merasa nyaman, saling menerima kekurangan dan menjajikan kehidupan untuk masa depan bersama..

2. Kerja keras tidak akan menghianati hasil
2018 awal karier saya di mulai kembali, saya sempat benar-benar kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan lagi setelah resign di tahun 2017. keinginan saya hanyalah satu, move on dari zona nyaman dan move on dengan bidang yang lain. saya tidak mau kembali lagi untuk bekerja di bidang yang sama bertahun-tahun.. tapi saya ingin menjadi pribadi yang berkembang dengan belajar dengan ilmu yang baru, lingkungan yang baru dan orang-orang yang baru pula. dan ternyata tahun ini berhasil.
saya belajar dan terus belajar dari bawah sampai pada akhirnya 5 bulan kemudian saya berhasil mendapatkan promosi jabatan.. dan itu merupakan pencapaian yang luar biasa yang pernah saya raih.

3. Live or just surviving
dengan promosi jabatan tersebut tentu saja membuat saya semakin berat menanggung tanggung jawab dan membuat saya benar-benar stress. selalu terbesit ingin resign tapi melihat kebelakang banyak hal-hal berat yang sudah pernah saya lalui intuk menjadi seperti ini rasanya tak ingin saya tinggalkan.. i just live for my own life or i just surviving? entah sampai kapan saya bisa bertahan, hanya mengikuti arus dan menghitung hari demi hari agar cepat berlalu..
terbesit ingin ku kembali menjadi karyawan biasa yang tidak menanggung tanggung jawab begitu berat, gaji kecil tak apa asal nyaman dan stress free.. but i don't know for the next day.. untuk sekarang jalani dulu entah sampai kapan..

4. tidak semua rencana berjalan lancar. but it's okay..
target dan target yang terus meleset.. tekanan demi tekanan dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur. sekarang saya tidak merasa sedepresi seperti dulu, karena memang apa yang saya inginkan dan targetkan tidak selalu akan kesampaian. seenggaknya sekarang saya menjadi pribadi yang lebih positif terhadap hal tersebut. belajar menerima, berbesar hati menerima kenyataan, mencintai diri sendiri dan punya harapan untuk mencapai sesuatu memang lebih penting.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
selamat tahun baru! setiap tahun baru pasti saya punya mixed feeling. karena tanggal 5 januari saya berulang tahun. saya menulis ini ketika usia saya masih 25 tahun hmm menjelang 26 tahun kurang 4 hari hehe, seperempat abad lebih yang saya harapkan bisa memberikan kesimpulan bijak yang saya dapat selama saya hidup berikut ini :

1. Takdir itu pasti, namun Nasib adalah pilihan
dari dulu saya selalu di hadapkan dengan pilihan, yah memang hidup adalah pilihan. dan saya pilih NO, NO dan NO.. yang paling sulit dari kata "NO" tersebut adalah penyesalan, apakah saya salah mengambil keputusan? dan kenapa saya merasa bodoh karena tidak memikir lebih jauh lagi untuk mengatakan "YES" dan lain sebagainya. dan saya sadar banyak hal yang saya peroleh dari kata "NO" tersebut, banyak sekali pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan. jika saya di dapati pilihan untuk memutar waktu dan mengambil keputusan lagi di masa lalu, saya tidak akan mau menukarnya dan lebih memilih menjalani kehidupan saya yang sekarang. entah bagaimana pahit manisnya keputusan tersebut membuat saya menjadi pribadi yang sekarang. meskipun saya belum bisa meraih apa yang benar-benar saya inginkan, saya memahami apapun yang saya sesalkan. saya menangis, saya bersedih, tapi saya senang melakukan itu semua karena saya membiarkan hati saya untuk merasakan apapun yang saya rasakan pada saat itu juga. karena intinya, kata "NO" membuat saya melihat keindahan yang tidak bisa saya ketahui kalau saya mengatakan "YES".. 2019 no more regret.

2. sosial media bukanlah kehidupan nyata
saya sadar, saya banyak sekali menghabiskan waktu untuk merasa iri dengan kehidupan orang lain melalui sosial media, banyak yang berhasil mempunyai pekerjaan tetap, traveling di tempat yang jauh, berhasil menikah muda dan membangun keluarga yang keliatannya bahagia, banyak yang sudah mempunyai anak yang lucu-lucu bahkan ketika saya scrolling facebook banyak foto bayi dan balita terpajang di sepanjang feed. tapi semua yang tampak bahagia itu bukanlah kehidupan nyata. saya menyadari ketika ada salah satu teman saya yang nampak bahagia di sosmed justru menginbox dan menanyakan lowongan pekerjaan karena ekonominya benar-benar terpuruk, saya bekunjung ke salah satu teman lainnya yang rumah tangganya terlihat bahagia di sosmed seketika ternyata tak terlihat seindah apa yang saya bayangkan. saya sadar, kehidupan saya yang justru jauh lebih beruntung. saya tidak akan mengatakan lebih baik, tapi saya lebih beruntung. dan ternyata saya banyak menghabiskan waktu untuk merasa insecure pada hal-hal yang sebenarnya tak nyata. sepertinya saya memang harus berhenti membandingkan kehidupan saya dengan orang lain. karena itu benar-benar tak sehat.

3. Sendiri tak selalu berarti kesepian
tahun 2017 saya traveling Jakarta - Bogor ke 8 objek wisata dalam waktu 3 hari!!! sapa siapa? sendirian dong hehehe dan itu pengalaman berharga yang tak terlupakan. traveling sendiri tidak membuat saya merasa menyedihkan dan terkucilkan di tempat umum. bahkan saya merasa begitu bebas. mengandalkan transportasi kereta, commuterline, ojek online dan jalan kaki hihi yang menyebalkan hanyalah ketika pengin foto tapi gak ada yang fotoin, harus kenalan dulu sama orang lewat atau ngandelin timer camera. tapi it's okay. saya punya banyak sekali fotonya, belum sempat saya bahas sih trip tersebut di blog. hmmm nanti deh :) dan apa yang saya dapat ketika traveling sendiri? tentunya traveling itu bukan hanya pergi ke tempat bagus untuk foto-foto, namun dengan sendirian lebih mengerti dan memahami lingkungan, berkenalan dengan orang baru dan menemukan kisah baru dari berbagai ragam pengalaman yang saya dapat di sepanjang perjalanan. itulah seninya.

4. punya sedikit teman tak masalah
tahun kemarin alumni SMP mengadakan reuni, dan saya di undang oleh sepupu yang kebetulan sebagai panitianya. dengan tegas saya menolak hadir karena malas. kemudian sepupu saya langsung bilang "kamu dari dulu selalu begitu tak pernah berubah, lebih suka menyendiri dari pada kumpul sama teman. kenapa sih beteman aja musti pilah pilih gak mau kumpul sama si ini dan itu.."
dan saya tidak menyesal karena tidak hadir. saya tidak pilih-pilih teman, hanya saja lebih merasa bahagia mempunyai sedikit teman yang benar-benar menyayangi saya, mengerti privasi saya yang membuat saya merasa bebas untuk menjadi diri sendiri dari pada berkumpul dengan banyak orang yang justru tidak memprioritaskan kehadiran saya, punya genk kumpulnya sendiri dan punya agendanya sendiri. saya tidak tahan berada di lingkungan yang mengaku mengenal saya tapi membuat saya merasa seperti orang asing. i just wanna live with the way i am, i'm not people pleaser

5. si Doi tidak menyukaiku, it's okay
dulu saya merasa insecure dan minder kalau Pria yang saya taksir tidak merespon perhatian saya dsb. saya belajar bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang bisa di paksakan, jika Dia tidak membalas rasa perhatian yang saya berikan ya it's okay.. bukan berarti ada yang salah salam diri saya, hanya saja He's not the One and We're aren't mean to be.. dan saya juga belajar bahwa menolak rasa cinta dari orang lain karena memandang fisiknya juga bukanlah hal yang salah, kita manusia dan setiap manusia punya ketertarikan tersendiri terhadap lawan jenis. itu sudah menjadi hal yang alami. selain kepribadian dan passion, kita punya standar ketertarikan dari karakteristik emosi yang alami ingin punya pasangan seperti apa. punya gesture seperti apa, jadi menolak karena penampilan, ataupun di tolak karena penampilan bukan berarti kita tidak punya kepribadian yang baik. dan tetap saja penampilan juga bukan 100% faktor penentu berhasilnya sebuah hubungan, namun masih memegang peran.

6. kebahagiaan adalah tanggung jawab dan pilihan sendiri
kebahagiaan bukan hanya berkutat masalah materi, percintaan dan keluarga. tapi kebahagiaan batin dari lingkungan dan pertemanan yang sehat juga penting. 3 tahun lamanya saya bekerja di kantor yang dulu sebelum resign. pergaulan saya tidak jauh teman-teman kerja yang toxic dan mantan boss saya juga suka ngoprek-oprek privasi, suka kepo, ikut campur urusan yang sebenernya bukan hak dia untuk mengatur dan mengomentari. saya sadar di lingkungan tersebut, tidak akan membuat saya menjadi pribadi yang berkembang. malah seperti terkurung dan terkotak-kotakan. she's let me down enough and take so much strengt to leave and i'm so grateful i finally did! lepas dari situ, kelamaan saya menghapus semua kontak dan memblokir mereka semua, saya tidak mau apapun lagi. saya merasa ini hidup saya, saya punya hak untuk berteman dengan siapa, saya punya hak untuk merasa bebas bahagia dan lepas dari semua lingkungan negatif yang tak sehat. saya punya hak untuk membatasi dengan siapa saya berteman. dan saya punya hak untuk memiliki mental yang sehat dan menjauh dari drama!

7. Saat gagal seleksi kerja, barangkali memang pantas di tolak
sejak saya resign dari kantor yang dulu, saya banyak sekali mengirim lamaran kerja dan sebagian di panggil untuk test dan interview namun tak mendapatkan feedback sama sekali. bisa saja memang saya pantas di tolak karena latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan bidang, usia, kepribadian dan penampilan saya tidak sesuai dengan posisi yang ada. dan itu tidak membuat saya patah semangat karena memang itu yang terbaik, mungkin Allah akan menempatkan saya yang lebih baik. yah.. namanya belum rejeki kan, mau gimana lagi.. tinggal cari lagi. move on, period!

8. tidak semua rencana bisa tercapai
saya dari dulu punya rencana kalau saya ini akan menikah di usia 24 tahun, dan di usia 25 sudah punya pekerjaan tetap dan kondisi keuangan yang stabil. but here i am, belum menikah, belum punya calon suami, dan masih belum tahu hidup saya kedepan mau ngapain. saya hanya berusaha menjalankan sebaik mungkin dan menjadi pribadi terbaik dari versi saya sebelumnya, dan saya merasa itupun belum cukup karena proses mencari dan mengembangkan pribadi diri memang tidak akan pernah selesai. and it's okay.. saya hanya akan terus berharap dan berdoa yang terbaik. insyaallah...

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
mungkin memang sudah terlambat sekali, ulang tahun saya yang ke-23 sudah berlalu lebih dari sebulan yang lalu (tanggal 5 Januari). namun, saya baru saja membaca tentang posting-an salah satu blogger favorite saya Keltie Knight (klik disini) tentang ulasan ulang tahunnya dan apa saja yang ia pelajari selama setahun yang sudah berlalu. haaaa.. ternyata saya dan Keltie sama-sama terlahir di bulan Januari dengan beda usia terpaut tepat 10 tahun :p
jika Keltie membahas tentang segala hubungan pertemanan, pekerjaan, percintaan, hal hal yang sudah dipelajari, disukuri, dan harapan-harapan yang ingin dicapai. mungkin saya juga akan membahas hal yang sama namun dengan cara pembahasan yang berbeda.

#1 dulu. dulu sekali saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang yang ketika hubungan itu berakhir, saya benar-benar punya luka hati yang buruk. dan pada saat itu sayapun berada dalam titik terendah dalam kehidupan. begitu sedih yang berlarut larut sampai saya juga butuh waktu selama bertahun-tahun hingga akhirnya saya berhasil move on.
namun, di tahun 2015 lalu Dia kembali menghubungi dan menyapa saya kembali di facebook. saya merasa hal itu juga bukan sesuatu yang istimewa karena Dia juga sudah melupakan saya, sudah memiliki kehidupan baru dan keluarga baru pula. dulu hati saya masih dipenuhi rasa marah dan kebencian. tetapi, saat sapaan di Facebook itu terjadi saya merasa sangat senang. senangnya karena ketika menyadari ternyata saya sudah jauh sekali melangkah meninggalkan masa lalu.. saya senang ketika menyadari rasa marah itu sudah hilang, meskipun ada sisa-sisa kecil rasa sakitnya masih membekas. saya senang ketika menyadari saya sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi untuknya, itu tanda kalau saya sudah berhasil move on..  saya senang ketika menyadari saya benar-benar bisa hidup tanpa memikirkan-nya dengan segala sakit hati yang pernah saya alami selama beberapa tahun terakhir and it's like another world.. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#2 Being so emotional is Normal. Facebook sekarang ada fasilitas baru yang membuat foto, status, termasuk juga wall post seperti memiliki tanggal ulang tahun yang tiap harinya bisa muncul di notifikasi dari orang-orang yang sudah berlalu beberapa tahun yang lalu.
terkadang saya juga merasa kalau status-status saya di facebook terdahulu begitu memalukan, menjijikan, alay dan membuat saya begitu prihatin karena dulu hampir setiap hari saya selalu bersedih seolah-olah kehidupan saya setiap harinya tidak pernah bahagia. haha.. memang, begitulah nyatanya. seperti yang saya bahas di nomor #1 di atas. disitu lah masa-masa kesedihan yang saya maksudkan terjadi. saya merasa begitu bodoh kenapa dulu selalu memikirkan dan mengharapkan orang yang sebenarnya tidak layak untuk saya tangisi di hampir setiap malam.
saya terkadang bisa begitu emosional, dengan adanya pemicu yang membuat saya teringat dengan hal-hal tertentu. tetapi saya anggap itu sesuatu hal yang normal sebagai manusia. pikiran kita memang akan selalu menjelajah dengan sendirinya supaya introspeksi dan mau belajar menjadi orang yang lebih baik. kalau rasa kesal tersebut sudah bisa di lampiaskan dengan cara yang sehat, maka akan hilang juga dengan sendirinya. manusia memang seperti itu terkadang mood dipikiran dan hatinya naik turun, dan itu normal. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)

#3 tahun 2015, saya juga berhasil menambah pengalaman musik dengan menonton konser Java Jazz Festival. saya termasuk bukan penggemar musik Jazz, namun keberadaan saya disana karena hanya ingin menonton Christina Perri. pengalaman yang paling berharga dari itu semua sebenarnya, saya ikutan kuis Meet and Greet untuk bisa bertemu langsung dengan Christina Perri. dan Menang!! but, sadly saya tidak berhasil menghadiri acara tersebut karena waktunya terlalu mepet. seandainya saya punya pintu ajaib punya Doraemon mungkin saya bisa bertemu dengan Christina Perri secara pribadi.
saya sebenarnya ingin menangis sekeras-kerasnya karena mungkin itu adalah kesempatan satu kali seumur hidup. namun, yah sudahlah mungkin belum rejeki. saya seharusnya masih harus bersyukur, saya bisa menonton konser Christina Perri lagi untuk kedua kalinya setelah konser yang pertama tahun 2012 lalu. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#3 sekitar bulan Juni-Juli-Agustus 2015, saya punya banyak sekali masalah di pekerjaan. dan minggu kedua bulan agustus 2015 saya memutuskan untuk Quit the Job alias Resign. saya merasa sudah banyak sekali pertimbangan dengan dukungan keluarga saya juga yang selalu menyuruh saya untuk resign. pada saat itu saya sedang begitu stres dan muak. dengan begitu banyaknya masalah, saya merasa segala sesuatu kesalahan dibebankan ke saya dengan pembagian tugas antar karyawan yang tidak adil. saya begitu jenuh dan ingin melarikan diri. saya begitu stres karena saya merasa dengan berbagai tugas dan tanggung jawab pekerjaan itu di bebankan ke saya semua dan sudah menyita seluruh waktu dan pikiran saya full. bahkan ketika weekend. and i do. saya benar-benar melarikan diri secara sepihak. saya hanya menulis surat pengunduran diri dan mengirimkannya via email. esok harinya saya langsung tidak masuk kerja tanpa adanya negosiasi dan serah tugas. egois memang. saya berniat untuk istirahat dan menggangur beberapa bulan sebelum mencari pekerjaan lain. ada beberapa yang menawarkan pekerjaan ke saya, namun lambat waktu semuanya mengecewakan. saya kembali kesusahan untuk mencari pekerjaan kembali. pada saat itu pula, saya berfikir mungkin itu semua disebabkan karena cara resign saya dari kantor yang lama tidak baik hingga tanpa berucap apapun langsung melarikan diri dan lari dari tanggungjawab hanya karena kekesalan dan emosi yang sedang memuncak.
yang terakhir, saya di tawarkan pekerjaan dan langsung interview dengan Atasan disebuah kantor usaha. namun, saya langsung di tolak mentah-mentah hanya karena saya tidak punya pengalaman bekerja di luar negeri dan saya tidak lancar berbahasa inggris dan mandarin. sebuah alasan yang tak masuk akal. karena saya melamar sebagai staff bukan melamar sebagai guru bahasa.
namun, penolakan tersebut membuat saya berfikir dan merasa tertampar keras.. dulu, saya langsung saja di terima bekerja dengan mudahnya di kantor yang lama. tanpa meragukan kemampuan saya yang masih tak tau apa-apa tentang bidang usaha yang di hadapi. baik buruknya atasan saya dahulu, seenggak-nya Dia pernah menerima saya dengan tangan terbuka dan mau dengan telaten mengajari saya dari awal. saya merasa sangat menyesal dan sangat bersalah sudah meninggalkan pekerjaan saya dahulu dengan cara yang sangat tidak sopan. mungkin saya ini kelewat manja dan sensitif, sehingga kemarahan apapun yang dikeluarkan atasan saya dahulu langsung membuat saya berkecil hati dan merasa tidak dihargai.

#4 Back to office. selama saya menganggur dan mendekam di rumah, teman-teman kantor lama saya masih sering berkunjung karena masih membutuhkan bantuan untuk berbagai pekerjaan dan urusan dokumen. saya bisa saja menolak untuk membantu mereka, namun saya masih merasa bersalah telah meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengajari atau menunggu mencari pengganti posisi tugas saya terlebih dahulu. jadi saya juga masih merasa terbebani dengan tanggung jawab agar perlahan-lahan mereka akhirnya bisa mandiri tanpa bantuan saya. namun itu tidak membantu. malah saya terus di bujuk agar mau bergabung lagi bekerja di kantor yang lama. hmm.
namun saya masih terus menolak selama beberapa bulan. memang satu sisi, saya ingin kembali bergabung dan menebus kesalahan saya yang lari dari pekerjaan begitu saja. di sisi lain, saya tidak mau kembali bekerja di kantor yang punya manajement kerja acak-acakan, waktu, keuangan, fasilitas masih terbilang belum memadai. dengan segala sesuatu pekerjaan yang terus di bebankan ke saya semua. dan jujur saja disisi lainnya, saya juga tidak mau terlalu lama menganggur lagi. saya terus berfikir dan konsultasi dengan Mama. akhirnya keluarga semua kembali menginjinkan setelah beberapa bulan yang lalu terus menyuruh saya Resign. 

akhirnya dengan malu-malu, saya mencoba sms Atasan saya (padahal saya tahu, saya masih dibutuhkan kembali) namun sayapun bertanya. "sebenarnya teman-teman semua menyarankan saya untuk kembali. namun baru sekarang saya bisa menyanggupi. dan kalau saya masih ingin bekerja, apakah saya masih mendapatkan kesempatan untuk kembali?" dan jawaban dari sms itu adalah "besok senin mulai kerja"

saya merasa begitu berterima kasih karena bisa diberikan kesempatan untuk kembali atas apa yang sudah saya lakukan dahulu dengan menghilangnya saya begitu saja. kemudian sesaat saya kembali bekerja, saya merasa begitu asing dan banyak yang berubah. dulu, saya ibarat queenBee disitu. semua client mengenal saya dan bekerjasama dengan baik. namun yah, yang namanya Kantor usaha begitu orang-orangnya terus berganti dan ketika saya mulai kerja banyak orang yang tidak mengenal saya dan sayapun juga merasa begitu terasing. saya mulai lagi dari awal. yang paling saya senangi adalah antara teman-teman kantor saya-pun banyak yang berubah untuk tidak selalu membebankan semua kesaya, namun dari mereka juga sudah bisa mulai bertanggung jawab dengan tugas masing masing. semoga ini merupakan langkah yang baik dan semoga nantinya akan bisa lebih baik.

itulah beberapa hal yang saya pelajari selama di usia 22 tahun lalu.. semoga si usia sekarang 23, saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk orang lain dan untuk keluarga saya. semoga di usia 23 ini saya bisa menemukan calon suami agar bisa memenuhi target saya menikah di usia 24. amin.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
bisa di bilang "about time" sudah termasuk salah satu film drama favoritku.. ceritanya yang sederhana dan manis tapi begitu inspiratif. awalnya sih saya ragu saat baca sinopsisnya, tema menjelajah waktu bukan hal yang baru lagi buat di film.. tapi setelah tau filmnya box office, mendapat rating tinggi di imdb dan di bintangi sama Rachel mcAdam!! God, saya suka akting dia saat di the notebook, mean girls dll.. membuat saya penasaran pengen nonton about time.
about time, berawal dari pria bernama Tim, dia punya keluarga lengkap yang selalu menghabiskan waktu bersama dan bahagia. dia juga punya adik perempuan bernama Kit Kat yang penampilannya berantakan tapi hatinya sangat baik. sekilas hidup Tim biasa saja, tapi dia pendiam dan cupu yang membuat dia susah mendapatkan pacar. hingga sudatu hari saat Tim berusia 21tahun, Tim di beritahu ayahnya bahwa semua anak laki laki di keluarganya punya punya kelebihan tersendiri yaitu bisa menjelajah waktu. tapi walaupun dia bisa menjelajah waktu, dia hanya bisa menjelajahi masa lalu bukan masa depan. dan apa yang di ubahnya di masa lalu tidak bisa merubah takdir, kelahiran dan kematian.

Suatu hari Tim bertemu dengan Mary (Rachel McAdams), cewek cantik berponi yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun karena suatu hal, Tim memutuskan kembali ke sehari sebelumnya untuk membantu seorang teman yang mengalami kesulitan. Saat itu ia berhasil membantu temannya, namun di sisi lain ia kehilangan salah satu momen penting dalam hidupnya, yaitu bertemu dengan Mary. yang membuat Mary tidak pernah mengenali Tim karna Mary merasa tidak pernah bertemu dengan Tim sebelumnya dan Mary malah jatuh dipelukan laki laki lain..
Lalu bagaimana usaha Tim agar bisa kembali bertemu Mary? Dari situlah ia memulai perjalanan menjelajah waktu dan berusaha untuk membuat Mary jatuh cinta padanya..

awalnya saya nonton film ini alurnya sangat datar sekali, di awal membosankan dan minim konflik tapi di tengah film saya selalu di buat penasaran. apalagi film ini sangat lekat dengan kehidupan sehari hari dan di buat dengan alur yang menarik.

Jangan sia siakan waktu
pelajaran dari film ini yang saya dapat yaitu untuk tidak mensia-sia kan waktu.. terkadang untuk mendapatkan kebahagiaan bukan dengan mengejar masa depan, bukan juga dengan terpaku pada masa lalu. tapi menghargai waktu dan menyadari di sekeliling kita waktu bersama keluarga, teman dan moment yang sebenarnya berharga dan yang tidak bisa terulang lagi..

Everything happens for a reason
film About Time juga memberikan pesan pada saya bahwa dengan mengubah masa lalu bukan berarti kita telah melakukan hal yang benar. karna kesalahan yang kita lakukan dalam hidup ini dapat menjadi pengalaman berharga untuk di masa depan.

seperti pada saat adik Tim, Kit Kat berpacaran dengan lelaki yang membuat pengaruh buruk terhadap hidupnya. Kit Kat menjadi depresi dan patah hati dan hampir mati. Tim sangat sayang pada adiknya, hingga dia menjelajah waktu lagi dan mengembalikan waktu agar Kit Kat tidak mengenal lelaki yang membuatnya patah hati sejak awal. tapi Tim sadar, karna hal itu bukan cara terbaik untuk menjalani hidupnya yang membuatnya melewati kelahiran anak keduanya.
Tim akhirnya menjelajahi waktu lagi dan membuat Kit Kat patah hati dan kecelakaan kembali. lambat waktu walaupun dia sakit dan patah hati akhirnya Kit Kat dia bisa belajar dari kesalahannya di masa lalu.. yang akhirnya dari pelajaran hidupnya tersebut membuat Kit Kat menjadi orang yang lebih baik dan mendapatkan pria baru yang benar benar mencintainya.

saya juga suka banget sama soundrack film ini. apa lagi lagu "How Long I Will Love You" yang di cover sama penyanyi asal inggris Ellie Goulding. lewat video klip lagu tersebut yang membuat saya penasaran ingin menonton film ini. saat melihat Rachel mcAdam juga tampil tambah cantik dengan poninya :)



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    5 bulan yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose