• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

disini saya akan mulai membagi pengalaman saya ketika mendapati saya hamil untuk pertama kalinya, anak pertama. buat saya pengalaman saya ini benar-benar akan selalu di ingat, bukan hanya berkesan namun juga seperti a journey and life changing experience to me. my baby is like a little gift. not a little exactly, but a huge gift.

saya dan suami menikah tanggal 5 juni 2021, sebuah penantian yang cukup panjang dari perjalanan perkenalan kami yang sudah lebih dari dua tahun. but i believe, sesuatu pasti indah pada waktunya dan hitungan waktu kuasa Tuhan untuk menyatukan kita tidak pernah terasa terlalu cepat atau terlalu lama.

saya tidak ingin menunda kehamilan, mungkin karena usia saya yang sudah 28 tahun dan suami 37 tahun membuat kita juga sepakat untuk (harapannya) segera memiliki keturunan.  yang ternyata 5 hari sebelum saya menikah saya berada di fase menstruasi. yaitu tanggal 30 mei 2021. dan tanggal 5 juni 2021 adalah hari dimana saya menikah. sebelum menikah saya sudah benar-benar niat menandai kapan akan menstruasi, mulai mencari ilmu juga tentang menghitung masa subur, kapan terjadinya ovulasi dll.. 

2 minggu setelah menikah, saya merasakan gejala-gejala yang bisa di bilang sama dengan gejala PMS. perut terasa sedikit kram, payudara terasa nyeri, sakit kepala, ingin makan yang pedas-pedas dan manis, dan keluar flek coklat sedikit seperti tanda awal menstruasi. pada saat itu saya smpat down, mungkin saya akan menstruasi lagi, dan bulan ini belum hamil dulu. saya bahkan sudah menyiapkan pembalut di tas kerja saya, jika kapan saja saya mulai menstruasi bulan ini.
foto liburan keluarga 27 juni 2021 
3 minggu setelah menikah, saya sekeluarga liburan ke-pantai. pada saat itu kondisi badan saya tidak terasa sehat seperti biasa, tenggorokan sakit dan suhu badan hangat seperti mau demam. dalam perjalanan pulang saya nyetir motor sambil nglenger dan tidak sengaja menabrak mobil yang ngrem mendadak, otomatis perut saya terbentur ke setang motor yang lumayan sakit banget dan bikin kedua bahu saya nyeri dua hari berikutnya.. sepulannya dari pantai, kita jalan-jalan ke mall dan pijat refleksi. lumayan mengurangi lelah dan pegal karena perut dan bahu terbentur, namun sang terapist-nya juga bilang "mba lagi sakit yah? badannya lumayan anget" kemudian saya jawab "iya, sedang agak tidak enak badan" sepulang dari liburan saya coba untuk mengetes kehamilan menggunakan tespek, karena mungkin saja saya tidak enak badan karena mau hamil. namun hasilnya masih garis satu karena memang yah.. saya belum telat datang bulan, jadi yah terasa sia-sia saja.

besoknya saya kembali berangkat bekerja dan menjalani aktifitas seperti biasa, namun kondisi badan saya terasa aneh.. greges, suhu badan panas turun tidak mempan diberi obat penurun panas, tenggorokan juga sakit, keringat dingin bercucuran terus. sepulang kerja langsung demam tinggi dua hari berturut-turut, dihari ketiga demam saya turun namun saya merasa ada yang aneh karena seluruh tubuh saya terasa lemas, kehilangan nafsu makan. dan indra penciuman saya juga hilang begitu saja..
tidak bisa menghirup parfum yang ketika saya sehat itu saya sangat benci wangi parfum tersebut karena baunya yang begitu menyengat. bahkan bau bensin sampai saya dekatkan di hidung-pun tidak terasa bau apapun. saya menceritakan keadaan saya kepada keluarga dan mereka langsung membawa saya ke klinik untuk tes swab.
surat hasil swab
hasil swab menyatakan kalau saya reactive covid-19, alat antigennya pun saya lihat juga bergaris dua. sepulangnya dari klinik saya disuruh untuk menandatangani surat pernyataan bahwa saya akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari, tidak boleh bersosialisasi dengan siapapun termasuk keluarga. lapor kepada pemerintah desa kalau saya sedang menjalani karantina mandiri, lapor kepada departement health & safety di tempat kerja untuk membuatkan SDK absen tidak bekerja selama 14 hari.
kunjungan dari pemerintah desa & petugas pukesmas
sedih? mental down? sudah pasti.
saya kita segala gejala aneh yang datang adalah suatu tanda bahwa saya sedang hamil. karena saya belum begitu paham dengan gejala kehamilan seperti apa, yang saya rasakan tidak enak badan, mudah lelah, tenggorokan sakit, demam, tidak nafsu makan, greges dan pucat. dan kenyataanya adalah swab antigen dengan hasil reactive/positif covid-19.. saya sempat menangis sejadi-jadinya karena corona is real!! anosmia yang saya derita menunjukan kalau saya memang benar-benar kehilangan indra penciuman dan perasa yang menjadi salah satu gejala covid-19.

bulan juni dan juli 2021 merupakan puncak kasus covid-19 yang terjadi di indonesia. hampir setiap hari selalu saja ada pengumuman kabar duka orang meninggal di semua daerah. bahkan ada beberapa orang juga di tempat kerja saya yang meninggal karena kasus covid-19 tersebut sampai pemakamannya menggunakan protocol covid-19. hampir setiap hari, setiap malam juga ada suara ambulance wara-wiri membawa pasien dari/ke rumahsakit. bisa dibayangkan betapa terguncangna saya pada saat itu.
saya masih muda, baru saja menikah, ingin segera hamil, ingin sekali kembali menjadi manusia yang produkif, ingin sekali kembali ke kehidupan sosial. bukan terkurung menjauh dari semuanya, dari keluarga dari tempat kerja.. bukan dijauhi seperti halnya sumber penyakit menular.. sedih..

alhamdulillah seminggu kemudian kondisi saya sudah mulai pulih, nafsu makan saya sudah mulai kembali walaupun lidah saya belum bisa merasakan rasa apapun, tapi saya harus tetap makan. minum berbagai obat dan vitamin yang jumlahnya juga tidak sedikit. indra penciuman saya juga belum pulih, namun saya sudah bisa bangun bergerak aktif, berjalan kaki keluar rumah (tentu saja dengan menjaga jarak), dan berjemur untuk meningkatkan imun..

tidak terasa, tanggal menunjukan 7 juli 2021.. kondisi saya sudah mulai sembuh. tetapi seminggu karantina mandiri memunculkan gejala aneh lagi. jantung saya sering berdegup kencang, perut tidak nyaman seperti kram, bagian ketiak kanan-kiri terasa sakit juga payudara saya terasa bengkak. saya baru sadar seminggu pula meninggalkan tanggal menstruasi saya yang terakhir. saya belum merasa ge'er kalau saya ini hamil, karena dari dulu siklus menstruasi saya selalu telat seminggu dari tanggal HPHT, yaitu siklusnya 37 hari.. dan  besoknya sehari, dua hari kemudian saya baru merasa heran. kenapa saya belum menstruasi juga ya? kegalauan kembali terjadi karena saya ingin pergi ke apotik untuk membeli tespek, namun sadar diri karena masih dalam pengawasan karantina mandiri.. penasaran ingin melihat hasilnya, namun terkendala keterbatasan pula..

diam-diam saya berhasil mendapatkan beberapa tespek dari berbagai merk, dengan cara tertentu hehe
dan hasilnya menunjukan garis dua. saya coba lagi dengan merk tespek lain ada yang hasilnya masih samar, terkahir saya coba lagi dengan merk lainnya lagi hasilnya sudah sangat-sangat jelas garis dua. what??
hasil tespek dari sebelum menikah, sebelum terlambat haid, dan selama karantina mandiri
berhasil. sebulan kemudian setelah menikah, saya sudah tidak mengalami menstruasi, namun langsung positif hamil. alhamdulillah.. saya langsung memberi tahu keluarga dan disambut rasa syukur yang amat sangat membahagiakan, terutama Mama yang terlihat sangat excited akan segera mendapatkan cucu pertama. Mama sampai mengucapkan Alhamdulillah beberapa kali karena merasa doa-doanya terkabul karena menginginkan saya segera memiliki keturunan yang bahkan saya mendapatkannya tanpa harus menunggu lama. terharu...

ada beberapa yang bilang mungkin saya bukan tertular virus Corona, tapi karena merasakan gejala hamil. bahkan ibu bidan juga bilang, waktu saya karantina mandiri sebenarnya sudah memasuki masa-masa hamil, namun belum bisa di deteksi menggunakan tespek karena hormon HCG dalam urine belum terlalu banyak karena kandungan masih sangat kecil. but it's not completly true, either.. this is my body and i can tell the different!

Gejala covid-19 yang saya alami:
- anosmia (kehilangan indra penciuman & perasa) 
- demam berhari-hari
- pucat
- tenggorokan sakit
- keringat dingin
- mudah lelah
- nafas pendek.

Gejala kehamilan yang saya alami: 
- perut kram seperti PMS (peningkatan hormon menyebabkan kontraksi rahim. rahim mengalami pembesaran guna mempersiapkan rumah untuk janin, sehingga menyebabkan ligamen dan otot yang menopang rahim menjadi menegang)
- payudara sakit/bengkak (karena perubahan hormon menyebabkan meningkatnya aliran darah dan jaringan payudara, rasa sakitnya sama seperti bengkak saat PMS, kesenggol saja sakit sampai tidak sanggup rasanya mengenakan bra haha)
- ketiak kanan-kiri terasa sakit (rasa sakit di area ketiak berhubungan langsung dengan payudara yang kian nyeri. pembengkakan terjadi karena jaringan kelenjar susu yang berada dekat ketiak mulai mengisyaratkan fungsinya untuk mempersiapkan produsi ASI nantinya)
- Jantung berdegup kencang (disebabkan oleh peningkatan volume darah saat hamil, pasokan darah yang dibawa lebih dari biasanya, darah yang berlebih ini digunakan untuk membawa oksigen yang cukup si calon bayi)
- keluar flek coklat sedikit (pendarahan implantasi, proses kematangan antara sel telur & sel sperma. proses ini terjadi antara sekitar 7-14 hari setelah berhubungan seksual. saya bahkan sebelumnya tidak mengerti jika sebelum hamil akan ada pendarahan sedikit, sebagai tanda berhasilnya pembuahan di rahim. dan mengira kalau flek yang keluar merupakan darah haid, yang saya ceritakan di atas kejadian 2 minggu setelah menikah)
- pusing (penyebab pusing saat hamil karena perubahan hormon dan peningkatan volume darah menyebabkan melebarnya pembuluh darah pula)

dan jika ada lagi yang bilang saya bukan terkena gejala Corona, tapi karena hamil. No... saya akan jawab, saya mengalami keduanya! and Corona is real! hehe selesai karantina mandiri, tanggal 15 juli 2021 saya berangkat kerja seperti biasa dan ke klinik perusahaan dulu untuk swab ulang sebelum berinteraksi dengan teman kerja, dan hasilnya sudah Non Reaktif. Alhamdulilah..

hasil antigen non reactive/negativ covid-19 di klinik perusahaan
Dear God. Thank you.
terimakasih sudah memberikan saya umur yang panjang, kesehatan yang baik dan juga cepat di berikan kepercayaan untuk memiliki keturunan. terimakasih juga untuk keluarga saya yang senantiasa mendukung secara fisik dan mental, saya menjadi tidak down sehingga proses healing menjadi sangat cepat. terimakasih Mama yang senantiasa never give up on me. and i feel truly loved! walaupun saya sering sebal karena dipaksa makan disaat tidak ada nafsu makan sama sekali karena lidah tidak bisa merasakan apapun. hehe terimakasih suamiku.

Thank you, Life!

kemudian saya flasback lagi, mengenang kejadian-kejadian sebelum saya dinyatakan positif hamil, menghitung usia kehamilan berdasarkan HPHT (hari pertama haid terakhir) maka tanggal 27 juni 2021 ketika saya berlibur ke pantai bersama keluarga maka saat itu sebenarnya saya sudah hamil dengan usia kandungan 4 minggu, namun saya belum menyadarinya... jadi saya anggap ini merupakan foto maternity pertama..




Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 when Eid day's fashion become too strong. haha

selamat hari raya idul fitri 1442 H! buat semua muslim pembaca blog ini, walaupun saya tidak tahu siapa-siapa kalian karena tidak menampakan diri :) but i hope you guys enjoy to this day and spend the precious time with family and loved ones! ini pertama kalinya di foto menggunakan camera dengan hasil yang menurut saya 'waa' that i am so happy :)














Share
Tweet
Pin
Share
No comments

I dreamt about my Father and so I woke up with tears in my eyes. when i am alone in the middle of the night crying, remember the pain i through, remember when i almost lost my breath because of the tears i shed over him.

I awake each morning to start a new day, but the pain of losing my Father never goes away. I go about the things I have to do, but as the hours pass I can’t help but to think again of him. I want to call him and just hear his voice, then I remember that I have no choice. how I miss you and wish you were here. Someday I know all will be well, and I’ll see him again with stories to tell.. of how he were missed, and how i have grown and until then my memories of him I’ll keep near..

sometimes i wish my dad’s face would magically appear in the sky like mufasa in the lion king and tell me he loves me.. 😂😂😭😭

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
mungkin memang sudah terlambat sekali, ulang tahun saya yang ke-23 sudah berlalu lebih dari sebulan yang lalu (tanggal 5 Januari). namun, saya baru saja membaca tentang posting-an salah satu blogger favorite saya Keltie Knight (klik disini) tentang ulasan ulang tahunnya dan apa saja yang ia pelajari selama setahun yang sudah berlalu. haaaa.. ternyata saya dan Keltie sama-sama terlahir di bulan Januari dengan beda usia terpaut tepat 10 tahun :p
jika Keltie membahas tentang segala hubungan pertemanan, pekerjaan, percintaan, hal hal yang sudah dipelajari, disukuri, dan harapan-harapan yang ingin dicapai. mungkin saya juga akan membahas hal yang sama namun dengan cara pembahasan yang berbeda.

#1 dulu. dulu sekali saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang yang ketika hubungan itu berakhir, saya benar-benar punya luka hati yang buruk. dan pada saat itu sayapun berada dalam titik terendah dalam kehidupan. begitu sedih yang berlarut larut sampai saya juga butuh waktu selama bertahun-tahun hingga akhirnya saya berhasil move on.
namun, di tahun 2015 lalu Dia kembali menghubungi dan menyapa saya kembali di facebook. saya merasa hal itu juga bukan sesuatu yang istimewa karena Dia juga sudah melupakan saya, sudah memiliki kehidupan baru dan keluarga baru pula. dulu hati saya masih dipenuhi rasa marah dan kebencian. tetapi, saat sapaan di Facebook itu terjadi saya merasa sangat senang. senangnya karena ketika menyadari ternyata saya sudah jauh sekali melangkah meninggalkan masa lalu.. saya senang ketika menyadari rasa marah itu sudah hilang, meskipun ada sisa-sisa kecil rasa sakitnya masih membekas. saya senang ketika menyadari saya sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi untuknya, itu tanda kalau saya sudah berhasil move on..  saya senang ketika menyadari saya benar-benar bisa hidup tanpa memikirkan-nya dengan segala sakit hati yang pernah saya alami selama beberapa tahun terakhir and it's like another world.. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#2 Being so emotional is Normal. Facebook sekarang ada fasilitas baru yang membuat foto, status, termasuk juga wall post seperti memiliki tanggal ulang tahun yang tiap harinya bisa muncul di notifikasi dari orang-orang yang sudah berlalu beberapa tahun yang lalu.
terkadang saya juga merasa kalau status-status saya di facebook terdahulu begitu memalukan, menjijikan, alay dan membuat saya begitu prihatin karena dulu hampir setiap hari saya selalu bersedih seolah-olah kehidupan saya setiap harinya tidak pernah bahagia. haha.. memang, begitulah nyatanya. seperti yang saya bahas di nomor #1 di atas. disitu lah masa-masa kesedihan yang saya maksudkan terjadi. saya merasa begitu bodoh kenapa dulu selalu memikirkan dan mengharapkan orang yang sebenarnya tidak layak untuk saya tangisi di hampir setiap malam.
saya terkadang bisa begitu emosional, dengan adanya pemicu yang membuat saya teringat dengan hal-hal tertentu. tetapi saya anggap itu sesuatu hal yang normal sebagai manusia. pikiran kita memang akan selalu menjelajah dengan sendirinya supaya introspeksi dan mau belajar menjadi orang yang lebih baik. kalau rasa kesal tersebut sudah bisa di lampiaskan dengan cara yang sehat, maka akan hilang juga dengan sendirinya. manusia memang seperti itu terkadang mood dipikiran dan hatinya naik turun, dan itu normal. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)

#3 tahun 2015, saya juga berhasil menambah pengalaman musik dengan menonton konser Java Jazz Festival. saya termasuk bukan penggemar musik Jazz, namun keberadaan saya disana karena hanya ingin menonton Christina Perri. pengalaman yang paling berharga dari itu semua sebenarnya, saya ikutan kuis Meet and Greet untuk bisa bertemu langsung dengan Christina Perri. dan Menang!! but, sadly saya tidak berhasil menghadiri acara tersebut karena waktunya terlalu mepet. seandainya saya punya pintu ajaib punya Doraemon mungkin saya bisa bertemu dengan Christina Perri secara pribadi.
saya sebenarnya ingin menangis sekeras-kerasnya karena mungkin itu adalah kesempatan satu kali seumur hidup. namun, yah sudahlah mungkin belum rejeki. saya seharusnya masih harus bersyukur, saya bisa menonton konser Christina Perri lagi untuk kedua kalinya setelah konser yang pertama tahun 2012 lalu. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#3 sekitar bulan Juni-Juli-Agustus 2015, saya punya banyak sekali masalah di pekerjaan. dan minggu kedua bulan agustus 2015 saya memutuskan untuk Quit the Job alias Resign. saya merasa sudah banyak sekali pertimbangan dengan dukungan keluarga saya juga yang selalu menyuruh saya untuk resign. pada saat itu saya sedang begitu stres dan muak. dengan begitu banyaknya masalah, saya merasa segala sesuatu kesalahan dibebankan ke saya dengan pembagian tugas antar karyawan yang tidak adil. saya begitu jenuh dan ingin melarikan diri. saya begitu stres karena saya merasa dengan berbagai tugas dan tanggung jawab pekerjaan itu di bebankan ke saya semua dan sudah menyita seluruh waktu dan pikiran saya full. bahkan ketika weekend. and i do. saya benar-benar melarikan diri secara sepihak. saya hanya menulis surat pengunduran diri dan mengirimkannya via email. esok harinya saya langsung tidak masuk kerja tanpa adanya negosiasi dan serah tugas. egois memang. saya berniat untuk istirahat dan menggangur beberapa bulan sebelum mencari pekerjaan lain. ada beberapa yang menawarkan pekerjaan ke saya, namun lambat waktu semuanya mengecewakan. saya kembali kesusahan untuk mencari pekerjaan kembali. pada saat itu pula, saya berfikir mungkin itu semua disebabkan karena cara resign saya dari kantor yang lama tidak baik hingga tanpa berucap apapun langsung melarikan diri dan lari dari tanggungjawab hanya karena kekesalan dan emosi yang sedang memuncak.
yang terakhir, saya di tawarkan pekerjaan dan langsung interview dengan Atasan disebuah kantor usaha. namun, saya langsung di tolak mentah-mentah hanya karena saya tidak punya pengalaman bekerja di luar negeri dan saya tidak lancar berbahasa inggris dan mandarin. sebuah alasan yang tak masuk akal. karena saya melamar sebagai staff bukan melamar sebagai guru bahasa.
namun, penolakan tersebut membuat saya berfikir dan merasa tertampar keras.. dulu, saya langsung saja di terima bekerja dengan mudahnya di kantor yang lama. tanpa meragukan kemampuan saya yang masih tak tau apa-apa tentang bidang usaha yang di hadapi. baik buruknya atasan saya dahulu, seenggak-nya Dia pernah menerima saya dengan tangan terbuka dan mau dengan telaten mengajari saya dari awal. saya merasa sangat menyesal dan sangat bersalah sudah meninggalkan pekerjaan saya dahulu dengan cara yang sangat tidak sopan. mungkin saya ini kelewat manja dan sensitif, sehingga kemarahan apapun yang dikeluarkan atasan saya dahulu langsung membuat saya berkecil hati dan merasa tidak dihargai.

#4 Back to office. selama saya menganggur dan mendekam di rumah, teman-teman kantor lama saya masih sering berkunjung karena masih membutuhkan bantuan untuk berbagai pekerjaan dan urusan dokumen. saya bisa saja menolak untuk membantu mereka, namun saya masih merasa bersalah telah meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengajari atau menunggu mencari pengganti posisi tugas saya terlebih dahulu. jadi saya juga masih merasa terbebani dengan tanggung jawab agar perlahan-lahan mereka akhirnya bisa mandiri tanpa bantuan saya. namun itu tidak membantu. malah saya terus di bujuk agar mau bergabung lagi bekerja di kantor yang lama. hmm.
namun saya masih terus menolak selama beberapa bulan. memang satu sisi, saya ingin kembali bergabung dan menebus kesalahan saya yang lari dari pekerjaan begitu saja. di sisi lain, saya tidak mau kembali bekerja di kantor yang punya manajement kerja acak-acakan, waktu, keuangan, fasilitas masih terbilang belum memadai. dengan segala sesuatu pekerjaan yang terus di bebankan ke saya semua. dan jujur saja disisi lainnya, saya juga tidak mau terlalu lama menganggur lagi. saya terus berfikir dan konsultasi dengan Mama. akhirnya keluarga semua kembali menginjinkan setelah beberapa bulan yang lalu terus menyuruh saya Resign. 

akhirnya dengan malu-malu, saya mencoba sms Atasan saya (padahal saya tahu, saya masih dibutuhkan kembali) namun sayapun bertanya. "sebenarnya teman-teman semua menyarankan saya untuk kembali. namun baru sekarang saya bisa menyanggupi. dan kalau saya masih ingin bekerja, apakah saya masih mendapatkan kesempatan untuk kembali?" dan jawaban dari sms itu adalah "besok senin mulai kerja"

saya merasa begitu berterima kasih karena bisa diberikan kesempatan untuk kembali atas apa yang sudah saya lakukan dahulu dengan menghilangnya saya begitu saja. kemudian sesaat saya kembali bekerja, saya merasa begitu asing dan banyak yang berubah. dulu, saya ibarat queenBee disitu. semua client mengenal saya dan bekerjasama dengan baik. namun yah, yang namanya Kantor usaha begitu orang-orangnya terus berganti dan ketika saya mulai kerja banyak orang yang tidak mengenal saya dan sayapun juga merasa begitu terasing. saya mulai lagi dari awal. yang paling saya senangi adalah antara teman-teman kantor saya-pun banyak yang berubah untuk tidak selalu membebankan semua kesaya, namun dari mereka juga sudah bisa mulai bertanggung jawab dengan tugas masing masing. semoga ini merupakan langkah yang baik dan semoga nantinya akan bisa lebih baik.

itulah beberapa hal yang saya pelajari selama di usia 22 tahun lalu.. semoga si usia sekarang 23, saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk orang lain dan untuk keluarga saya. semoga di usia 23 ini saya bisa menemukan calon suami agar bisa memenuhi target saya menikah di usia 24. amin.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
kehilangan orangtua memanglah sungguh tidak enak, malah cenderung seperti menderita. awalnya saya mengira semua ini, seluruh kesedihan ini akan berakhir begitu saja beberapa tahun kemudian setelah di tinggal Almarhum Bapak saya 8 tahun yang lalu. tapi ternyata tidak, efeknya seperti semakin membayangi saat saya benar benar mau beranjak dewasa dan belajar bergelut dengan kehidupan yang sebenarnya..

bagian yang paling membuat saya menderita adalah tidak ada peran Bapak untuk mengadukan segala permasalahan yang terjadi. saya hanya punya satu adik, namun ada saja yang sepertinya yang ingin selalu menyingkir nyingkirkan kami mentang-mentang kami sudah tidak punya figur Bapak untuk untuk mengadu, untuk melingdungi atau hanya sekedar untuk membuat rasa aman dari orang lain.

terkadang saya berfikir.. ya Allah, seandainya saja saya masih punya Bapak mungkin kehidupan saya dan Adik saya akan lebih baik. saya tidak menyalahkan takdir Allah, saya hanya merasa sangat-sangat kecil dan tidak berdaya. saya dilahirkan sebagai anak pertama namun hingga detik ini pun saya merasa gagal dan belum bisa berbuat apa apa untuk keluarga kecil saya.

sekitar beberapa tahun yang lalu, Bibi saya (Adik kandung Almarhum Bapak) akan berangkat Umroh pan pengennya adik-adik beserta saudara dari kampung hadir dan mengantar sampai Airport. namun karena banyak yang ikut akhirnya mobilnya pun penuh sesak. akhirnya adik saya mengalah dan berangkat sendiri naik kereta. dan pulangnya, mobil kembali penuh dan sesak. Adik saya terus di bujuk untuk ikut mobil dan duduk seadanya di dalam mobil namun menolak dan memilih pulang sendirian naik kereta. saya ingin sekali pulang naik kereta bareng adik saya, namun adik saya menolak dengan alasan khawatir dan supaya saya lebih aman pulang dengan orang-orang lain.

adik saya berjalan sendirian keluar dari rumah Bibi saya dengan memakai topi dan membawa tas ransel, ia menyusuri jalanan jakarta sendirian. melihat ia berjalan dari belakang membuat hati saya sangat sakit seperti punya firasat buruk yang akan terjadi dan juga dengan kejadian ini saya merasa begitu kesepian, begitu merasa terasing. padahal sedang berada di keluarga Almarhum Bapak sendiri, tapi saya merasa seperti berada dengan orang-orang asing.

yang membuat saya sangat begitu sedih, semua orang di dalam mobil yang sebenarnya masih saudara kami terus membicarakan hal hal jelek tentang Adik saya yang di bilang tidak mau di atur, suka seenaknya sendiri, lebih suka kelayaban sendiri dan lain lain.. itu semua di katakan di depan kuping saya sendiri dan membuat saya sedih, padahal Adik saya ingin mengalah karena mobilnya penuh.
sesampainya pulang dan berada di Cirebon. mobilnya pun di tilang karena kelebihan muatan penumpang. (saya sampai geleng-geleng. dan bergumam "betul kan atas sikap yang adik saya ambil?")
namun ada seorang dari di dalam mobil yang malah menyalahkan saya dari kejadian tersebut dengan alasan saya tidak memakai sabuk pengaman dengan baik. padahal jelas jelas alasan di tilang karena kelebihan muatan dan polisi lalu lintas sama sekali tidak menanyakan atau mempersoalkan tentang sabuk pengaman.

sesampainya di rumah saya masuk kamar dan termenung sendiri, saya langsung menangis seperti anak kecil yang merindukan Bapaknya, mungkin saya memang terlalu cengeng atau sentimental. namun, saya tidak bisa membohongi perasaan saya pada saat itu yang tersadar bahwa sedewasa apapun saya, saya akan terus membutuhkan perlindungan Bapak saya.

****************
sekitar bulan Desember 2013 akhirnya saya wisuda, akhirnya saya berhasil memenuhi salah satu keinginan Bapak yaitu dengan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. namun masalahnya adalah ketika saya selesai kuliah, kemudian saya ini mau jadi apa? saya termasuk mahasiswi dengan kemampuan rata-rata. tidak punya jiwa wirausaha, tidak punya penampilan yang menarik yang menjadi faktor utama meraih pekerjaan, tidak punya kepribadian yang ramah karena saya cenderung introvert dan pemikir. saya juga berasal dari keluarga biasa saja, tidak punya channel orang tententu yang memudahkan untuk memperoleh koneksi dalam mencari pekerjaan.

disaat itu, saya benar benar merasa menjadi pecundang yang sama sekali tidak bisa di andalkan. berbulan bulan saya menganggur sedangkan teman teman saya sudah pada berhasil memiliki pekerjaan. yang saya lakukan hanyalah melihat lowongan pekerjaan di koran, di internet, di grup sosial media, di papan-papan perkantoran. saya kesana kemari di antar Adik saya ke kantor pos untuk mengirim lamaran, Adik saya juga mengantar saya kesana kemari mencari alamat satu-satu yang cukup jauh untuk mengirim lamaran ke kantor-kantor namun hasilnya Nihil!

tanpa rasa malu, saya akui dari bulan seusai wisuda sampai 8 bulan saya mengganggur. hidup tanpa rencana apapun. hanya mengandalkan kemampuan seadanya. lagipula mencari pekerjaan di kampung memang susah, beda saja kalau saya ini sudah hidup di kota besar. penantian akhirnya berakhir, mungkin sudah rejekinya sayapun akhirnya mendapat pekerjaan juga. walaupun terkadang saya selalu mengeluh, saya seperti terjebak dengan kota kecil ini seumur hidup saya. tidak pernah saya coba untuk bekerja di luar kota atau punya pengalaman hidup di tempat asing. selang beberapa bulan saya mendapat partner kerja perempuan, hingga akhirnya semakin lama kita kian semakin dekat dan mulai bercerita tentang kehidupan masing-masing. hal yang paling membuat saya terkejut adalah ketika teman saya itu bilang "saya dulu kenal dengan Almarhum Bapak kamu ci, dulu saya pernah di carikan pekerjaan di Jakarta, Bapak kamu tu ya kalau saya mau pulang kampung saat lebaran-pun benar-benar di carikan Travel supaya saya benar benar sampai rumah"
dan itu benar benar membuat saya tertegun, jika saya masih punya Bapak mungkin saya tidak akan susah payah mencari pekerjaan. Bapak saya orangnya punya wawasan dan pergaulan yang luas, meskipun Bapak mungkin bukan orang yang punya pendidikan tinggi dan bukan pula orang yang punya banyak koneksi dengan orang-orang tinggi. 
dengan kenyataan tersebut saya begitu kesal dengan melihat banyak orang-orang di sekitar saya yang jelas-jelas masih punya orang tua, dan orang tua mereka begitu mendukung dan membantu untuk membantu masa depan mereka namun mereka tidak terlalu menghargai dan masih hidup dengan malas malasan. ada yang membantu memberi modal usaha, ada yang menyuruh untuk mewarisi usaha orang tua, ada yang menyuruh untuk sekedar bantu-bantu usaha orangtua, ada yang memberikan jalan untuk bisa bekerja disana sini.. saya begitu iri, namun saya tidak menyalahkan takdir. pasti semua orang punya takdir sendiri. seenggaknya dari dulu saya punya sesuatu yang bisa di banggakan yaitu kemandirian.

kalau saya pikir-pikir, sebenarnya kalau Bapak saya masih ada. mugkin beliau juga akan kecewa dengan keadaan saya yang sekarang yang masih belum bisa di banggakan. dari dulu Bapak selalu mendidik saya sama, tidak peduli laki-laki atau perempuan semua sama harus punya pendidikan tinggi, harus punya mental pekerja keras dan tidak boleh menjadi manusia malas.

namun, saya masih jauh sekali dari harapan Bapak. saya akan selalu menjadi gadis penakut yang tidak bisa di andalkan.. saya tidak akan pernah menjadi orang yang benar-benar mandiri. saya akan terus mengharapkan pertolongan dan perlindungan orang lain. bahkan, untuk saat ini saya juga masih berharap kalau Bapak masih ada untuk menolong segala kesulitan saya..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
saya punya masa kecil yang indah. sayangnya saya tidak punya foto masa kecil, mama saya bilang dulu foto masa kecil saya banyak sekali, namun sepupu saya sangat nakal dan selalu hobi menggunting foto yang bukan miliknya. bahkan foto pernikahan Mama saya juga habis di gunting (sadisnya haha)
terkadang kalau saya berfikir gregetan juga tentang itu, karena saya orangnya sentimental terhadap suatu barang tertentu dan suka bernostalgia. (hmm pantas juga ya kalau saya ini orangnya susah move on #eh)


tidak cuma barang barang tertentu yang bisa membuat orang bernostalgia, namun saya juga punya hal lain. bau / Aroma misalnya :

1. Aroma Cabai Rawit rebus
saya suka sekali aroma cabai rawit rebus, karena mengingatkan masa kecil. sebenarnya dulu saya pernah merasakan masa kecil di Jakarta, dan setiap saya bangun tidur pasti mama saya sedang merebus Cabai rawit dan menggoreng tahu untuk persiapan Alm. Bapak saya jualan.
jadi, sampai sekarang kalau saya menghirup aroma cabai rawit rebus suka terbawa perasaan sendiri, hmm if i could turn back time to my childhood memories..

2. Aroma kapur barus
saya punya kebiasaan yang sebenarnya tidak boleh dilakukan terlalu sering, yaitu menghirup kabur barus. namun aroma yang saya sukai bukan kapur barus yang masih baru tapi yang sudah di letakan di lemari dan bercampur dengan pakaian selama beberapa waktu.
tepatnya bukan aroma kapur barusnya sih yah, tapi saya sangat menyukai aroma pakaian yang sudah lama tersimpan di lemari dengan kapur barus. itu membuat saya merindukan Mama saya dan lemarinya di jaman dulu. uhh..

3. kacang goreng bersampur bawang putih
yup! ketoprak. biasanya setiap bumbu ketoprak beraroma kacang goreng beserta bawang putih. itu membuat saya rindu dengan Alm. Bapak ketika dulu waktu saya kecil, sebelum Bapak berangkat jualan pasti meninggalkan sepiring ketoprak untuk sarapan.

4. Aroma buku dan pakaian yang baru di angkat dari jemuran
 ok, mungkin ini yang paling aneh haha! dulu saya pernah mengenal seseorang yang baik dan sampai sekarangpun saya masih menganggap orang tersebut istimewa. dulu saya pernah sekali masuk ke kamarnya, disana banyak sekali buku buku lama. aromanya seperti perpustakaan dengan begitu banya buku tua. dia seorang kutu buku. yang kedua, pasti tahu lah ya aroma baju yang baru di angkat dari jemuran. bau detergent kering bercampur dengan aroma matahari. setiap saya menghirup pakaian yang seperti itu mengingatkan saya padanya.

cuma itu sih, mungkin ada lagi? mungkin saya coba ingat ingat dulu dan akan saya tambahkan lain waktu..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
beberapa bulan yang lalu saya di ajak seorang teman untuk ke pantai, katanya pantainya masih baru, masih bersih dan masih sepi pengunjung.
dimana? di desa muaraeja dari belakang terminal tegal, di kampus lama saya luruuus terus sampai mentok pantai disitulah tempatnya. gila ya! 3 tahun saya kuliah di Tegal namun tempat ini itu banyak yang belum saya tahu *halah

sejak saat itu saya jadi suka kesini, memang iya masih sepi pengunjung. saya suka jadi tempatnya tenang tidak terlalu banyak orang dan makanan yang dijual disitu juga tergolong masih murah di bandingan di tempat wisata lainnya yang bisa 3 kali lipat hahaha *tetep

tapi kali ini saya mengajak Nenek saya dan sepupu saya yang masih kecil..





Share
Tweet
Pin
Share
No comments
i miss traveling
i miss my mom
i miss the day when i'm graduate
i miss my old friends
i miss the wind at campus
i miss singing with my ex classmates
i miss fishing with my family
i hope i can get a job soon and move on from my comfort zone..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
semoga kita masih di beri umur panjang, agar bisa bertemu kembali beberapa tahun kemudian..
our farewell.. @ ahmad yani Airport

 Within Temptation - Our Farewell


In my hand
A legacy of memories
An' I can hear you say my name
I can almost see your smile
Feel the warmth of your embrace
But there is nothing but silence now
Around the one I loved
Is this our farewell?
Sweet darling, you worry too much, my child
See the sadness in your eyes
You are not alone in life
Although you might think that you are
Never thought
This day would come so soon
We had no time to say goodbye
How can the world just carry on?
I feel so lost when you are not at my sight
But there is nothing but silence now
Around the one I loved
Is this our farewell?
Sweet darling, you worry too much, my child
See the sadness in your eyes
You are not alone in life
Although you might think that you are
So sorry your world is tumbling down
I will watch you through these nights
Rest your head and go to sleep
Because my child, this is not our farewell
This is not our farewell
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 pas mau keberangkatan mama di Airport Ahmad yani Semarang, kami sekeluarga mampir ke Lawang sewu (seribu pintu). saya baru pertama kalinya kesana, itu pun dari saran pak dhe dan sepupu saya yang suka dengan tempat ghaib dan menonton acara dunia lain :D setelah membayar tiket masuk kami juga di temani seorang pemandu wisata yang menjelaskan sejarah tempat tersebut. dan saya juga di kasih tau kalau lawang sewu dulunya bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda, Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk Kantor pusat perusahan kereta api swasta, namun tempat itu diubah sebagai tempat Pembantaian bagi penduduk pribumi Indonesia di bawah tanah dari lubang pembuangan yang ada di Lawang Sewu. awalnya mereka di penjara, jika dalam seminggu mereka yg di penjara masih hidup maka kepala mereka dipengggal dalam ruangan khusus. dan untuk untuk mengumpulkan mayat tersebut menggunakan bak pasir, semua mayat dibuang ke kali kecil yang terletak disebelah gedung tersebut.

Menurut Cerita dan mitos yang beredar di kalangan masyarakat di ruangan bawah tanah lawang sewu memiliki kesan sangat ghaib karna sering terdengar suara-suara mistis yang menyeramkan. kami di tawari oleh pemandu wisata apakah mau masuk ke ruangan bawah tanah atau tidak, masuknya juga harus pakai sepatu boots dan senter. tapi baru turun masuk sebentar saja baunya sudah tidak enak banget, bau amis darah, gelap dan pengap. saya langsung naik lagi dan tidak jadi ke ruang bawah tanah hahaha

persinggahan yang menyenangkan buat kami sekeluarga. apa lagi buat saya yang suka dengan sejarah..
nggak nyadar saya foto2 setting-an cameranya salah. alhasil warnanya jelek :(

nah ini udah di benerin :D

with my family :)
welcome..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
beberapa minggu yang lalu saya menonton film "About Time" film sederhana yang sedikit menginspirasi saya untuk bagaimana menghargai waktu saya sebagai manusia..
Ok, saya memang bukan Tim yang bisa mengulang bahkan bisa mengubah masa lalu. meskipun cerita film itu sebuah karangan belaka, tapi dalam hati kecil saya ada rasa iri karna saya ingin mengulang hal hal indah dalam hidup saya belakangan ini saat kepulangan mama, melihat ekspresi mama yang kaget keponakannya di rumah sudah besar besar dan sepupu saya yang baru saja punya bayi laki laki, wisuda, kepantai sekeluarga yang akhirnya berakhir dengan hujan lebat, makan ramai ramai di alun alun sekeluarga yang bikin ketawa saat menyadari ada sepupu saya yang kecil tertinggal dan terkunci di dalam mobil, kepasar sama mama dan menonton pengamen pria tua yang suaranya bagus banget, hujan hujanan malam malam dari kantor pos, beberapa hari rutin belanja seharian cari oleh oleh buat teman mama di dubai, jalan jalan di lawang sewu Semarang dan lainnya..

meskipun Tim bisa mengulang masa lalu semaunya, tapi pada akhirnya dia berhenti menjelajah waktu dan menjalani hidup seperti orang biasa lainnya.. memutuskan untuk lebih menghargai waktu setiap detiknya dan dari hal hal kecil yang sebenarnya indah dalam hidup.
saya tau, mama di rumah cuti cuma 3 bulan, setelah kami terpisah lebih dari 5 tahun.. saya tidak mau mengeluh dengan waktu yang telah di berikan, saya juga tidak membenci kehidupan saya yang membuat saya selalu jauh dari ibu saya. tapi itu membuat saya menyadari HARUS selalu bersyukur dan bersyukur..

so, saat waktu saya bersama mama yang terbatas saya selalu ingat dengan tokoh Tim di film "About Time" untuk melakukan apapun yang saya mau saat bersama mama.. memeluk erat dan lebih erat saat kami tidur bersama.. dan berusaha tertawa lebih dan lebih lepas saat kami tertawa..
karna saya tau waktu yang telah bergulir tidak bisa terulang kembali..


Thank you Tim! :)
at Lawang sewu

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Year 11
    6 hari yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose