• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

Menyusui, Mpasi, menyapih, sleep training, toilet training merupakan tahapan belajar anak balita dalam tumbuh kembangnya. dan sejauh mana saya menjalani tugas saya sebagai seorang ibu? Menyusui saya berhasil mengAsihi anak saya lulus full dbf hingga 2 tahun. namun gagal menyapih karena belum menerapkan Sleep training. jadi saya putuskan untuk masih menyusui entah hingga kapan hahah

Mpasi saya juga di bilang belum sempurna. dari awal 6 bulan, saya yang masih minim literasi juga belum sepenuhnya berhasil memberikan Mpasi yang adekuat. dari homemade, fortif, makanan keluarga, mpasi yang di jual di pinggir jalan, semua saya coba. namun semua itu ada ups dan down dan saya bisa bilang berjuang Mpasi tidaklah mudah dan benar-benar menguras kesabaran dan mental ketika di hadapkan yang namanya Gtm.

Sleep training, juga belum sepenuhnya berhasil. karena gagal menyapih bisa di bilang penyebabnya. jadi Naura masih tidur sambil menyusu, sambil di kelonin ataupun sambil di pijit-pijit dan masih saja sering terbangun di malam hari beberapa kali. namun, semenjak Naura masuk Daycare mulai terbiasa tidur siang mandiri di sekolah.

Toilet training

awalnya saya lihat beberapa video fyp di tiktok tentang toilet training yang ternyata begitu ribet. dimulai dari sering mengajak anak ke kamar mandi tiap 2 jam sekali untuk menyusuh pipis. sering ngepel lantai karena si anak yang belum lulus toilet training masih berceceran pipis nya dimana-mana. ada juga yang usianya sudah 5 tahun namun lebih memilih menahan pup sampai berhari-hari dari pada harus ke toilet dan memilih diapers setiap kali kebelet pup. dari semua itu cukup membuat saya overthingking. anak saya sudah 2 tahun dan sudah lancar bicara, sudah pinter mengutarakan pendapat dan perasaannya, kira-kira saya mau mulai kapan yah untuk toilet training? apakah saya terlalu dini untuk mengajari? atau sudah saatnya?  atau sudah terlambat? kapan anaknya siap? apakah saya telaten untuk menyuci eek di celana setiap anak saya kelepasan? apakah saya siap untuk selalu ngpel lantai? gimana kalau anak saya kepleset pipisnya sendiri? apakah saya akan gagal lagi seperti menyapih?

begitu banyak pertanyaan. dan keraguan saya..

tapi ternyata seiring berjalannya waktu.. anak saya, Naura sudah menunjukan kesiapannya sendiri. setiap kali saya ganti diapers nya sebelum tidur, hingga pagi bangun-pun diapersnya masih bersih tanpa cairan. dan baru keluar pipisnya saat mandi. itu berlangsung selama seminggu dan saya mulai lepas diapers saat malam hari. namun masih memakainya saat siang.

di sekolah, ustadzahnya juga mulai memperhatikan dan laporan ke saya. "Naura kok di pakein diapers kosong terus ya mah? apa mau toilet training? kalau mau toilet training bawa celana di banyakin ya mah?" dalam hati saya, Alhamdulillah di sekolahpun mau di ajari toilet training, jadi saya tidak perlu menjelaskan atau merasa tidak enak kenapa Naura ke sekolah tidak di pakein diapers atau tiba-tiba ngompol di celana.

seminggu berlalu, Naura mulai disiplin ke toilet. walaupun belum bisa membedakan mana mau pipis dan eek. namun sudah paham ketika merasa kebelet pipis atau eek langsung minta ke toilet. sebelum berangkat sekolah, saya pastikan dulu bangun tidur sudah pipis. habis makan siang pipis, sudah makan sore eek dan sebelum tidur pipis dulu. 2 minggu saya nyatakan Naura di usia 2 tahun 6 bulan sudah lulus toilet training dan berhasil lepas diapers siang-malam, tanpa ngompol malam. dan jadwal pipis dan eek yang sudah teratur. Alhamdulillah..


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bawa bayi ke mall? yay or nay? saya termasuk ibu-ibu introvert tapi yang juga demen banget sama yang namanya plesiran. semenjak hamil trimester 3 sudah jarang dan hampir tidak pernah pergi jauh kecuali memang untuk berkunjug ke rumah saudara atau untuk keperluan check ke dokter. semenjak melahirkan juga merasa aktifitas jalan-jalan juga cukup terbatas. karena takut anak kenapa-napa disaat di bawa bepergian jauh atau terkena angin. semua aktifitas belanja kebutuhan rumahtangga juga saya banyak di pesan secara online, belum berani bawa ke mall atau ke supermaret karena takut anak saya yang masih newborn ketemu banyak orang di tempat umum yang rawan virus.

namun selesai melahirkan 40 hari, saya harus tetap mudik ke kampung suami untuk silaturahmi pada saat idulfitri. jadi anak saya dari sebelum usia dua bulan sudah harus keluar motoran. lama kelamaan saya juga ingin sekali ke mall, pertama kali ke mall anak saya kira-kira sudah 2 bulan. tidak begitu berkesan menurut saya karena anak saya belum mengenali keramaian atau objek-objek sekitar karena masih di gendong, hanya diam dan tidur.. pada saat itu juga tidak membawa stroller dan anak full di gendong, jadi cukup membuat kelelahan dan pundak terasa pegal banget.

kedua kalinya, saya ngemall sama anak ketika usia 7 bulan. dan sudah terasa begitu mengasyikan. karena anak sudah bisa duduk mandiri, bisa mengenali tempat baru, terlihat excited saat bermain, mengenali suara keramaian dan cahaya lampu-lampu yang menarik perhatiannya.




jadi jika sekarang di tanya, bawa bayi ke mall. yay or nay? jawabannya yay! tapi tidak begitu semena-mena asal bawa seperti bawa badan sendiri. karena bayi masih begitu fragile dengan dunia luar maka harus ada beberapa yang perlu di perhatikan sebelum membawa serta baby keluar..

  • pastikan kondisi badan si anak benar-benar sehat dan punya mood yang baik
yang paling utama dan penting adalah kondisi badan anak dulu, karena mall tempatnya begitu banyak orang, apalagi begitu ramenya pas weekend. jadi bayangkan walaupun tempatnya indoor adem ber-AC tapi disana juga sarangnya bakteri dan virus. beuh! jadi pastikan kondisi badan anak sehat. tidak sedang pilek/flu, batuk. pastikan juga si baby sedang mood yang baik. tidak sedang rewel atau ngantuk.
  • sudah kenyang, mandi dan tidur
ini juga penting yah, karena saya tidak akan segera berangkat jika si baby sedang rewel. dan rela mengulur waktu supaya anak sudah makan dulu, sudah menyusu dan sudah tidur, walaupun sepanjang perjalanan akan tidur lagi.
  • persiapan bekal
selain asi/sufor, jika anak sudah 6+ bulan pastikan bawa makanan dan minuman pula, minimal bawa air putih dalam botol supaya sewaktu-waktu anak haus tidak perlu repot mencari air mineral. bawa juga standart perbekalan bayi seperti diapers, tisu kering, tisu basah, baju ganti, kupluk, jaket/selimut 
  • jangan sendirian, repot.
biar mudah dicari, semua perlengkapan di bawa dalam satu tas. jangan sendirian ketika ngemall karena tujuannya supaya ada yang bisa membawakan tas. haha.. kalau tidak akan begitu berat dan merepotkan sekali.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

sejak awal kehamilan, saya begitu percaya diri kalau nanti saya bakalan berhasil memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan bahkan akan nyetok ASI perah sebanyak-banyaknya di kulkas seperti halnya iklan-iklan ASI Booster yang bertebaran di sosmed. menginjak kehamilan 9 bulan saya belum terpikirkan sama sekali bagaimana cara menyusui nanti, bagaimana cara menstimulasi setelah melahirkan supaya ASI langsung cepat keluar dan melimpah ruah. karena beban fikiran habis untuk memikirkan ketakutan saat melahirkan nanti.

dan ketakutanpun terjadi, karena saya tidak bisa melahirkan normal. saya harus operasi caesar secara tiba-tiba dan mungkin membuat badan saya merasa shock dan mengakibatkan ASI saya tidak langsung keluar. dari ruang operasi dan ketika masuk ruang rawat inap, perawat mengingatkan keluarga saya agar tidak langsung memberikan bayi ke dada saya untuk 'inisiasi menyusui dini' dikarenakan obat bius di tubuh saya belum 100 % hilang.. dan baru boleh melakukannya 2 jam setelahnya sambil mengingatkan kalau bayi yang baru dilahirkan sama sekali tidak boleh di kasih minum apapun, entah itu airputih maupun susu formula. bayi harus minum air susu ibunya. titik!

awalnya saya begitu santai, karena berdasarkan yang saya baca bayi newborn belum merasakan lapar karena masih mempunyai cadangan makanan yang dibawa sejak berada di dalam kandungan. jadi bisa sambil menunggu air susu ibunya keluar. bidan menanyakan ASI sudah keluar belum? kemudian payudara saya di remas sekuat-kuat sampai membuat saya benar-benar kesakitan namun belum juga mengeluarkan ASI. dari perawat hingga bidan bolak balik mengigatkan agar bayi saya tidak boleh di kasih apapun selain ASI dengan nada yang begitu ketus.

suami saya pergi ke apotik untuk membeli beberapa kebutuhan bayi yang belum ada dan inisiatif membeli susu formula dan diam-diam membawanya kerumah sakit. dan yang di khawatirkan mulai terjadi, bayi saya menangis keras di tengah malam karena kelaparan. sedangkan keadaan saya sedang kesakitan menahan jahitan operasi caesar yang benar-benar sakit untuk bergerak.. bayi saya tidak henti-hentiya menangis keras hingga seperti berteriak karena kelaparan. dengan terpaksa memberikan susu formula yang di beli tadi siang mengunakan gelas dan sendok. namum bayi saya menolak dan masih terus-terusan menangis tanpa henti. keadaan tengah malam hujan deras kami menelfon orang rumah untuk mengantarkan dot susu ke rumahsakit secara diam-diam. barulah bayi saya menyusu dengan dot begitu lahapnya sampai langsung tertidur. cukup satu penyebabnya yaitu menangis karena kelapaan.

menjelang pagi bayi saya merasa lapar lagi dan di berikan susu formula lagi dan tertidur kembali. paginya perawat mengunjungi saya untuk mengganti infus dan mendapati mulut bayi saya ada cairan putih seperti susu. seketika suami dan saya di marahin dengan berkata " pak.. buk.. bayinya kenapa ada cairan putih-putih? habis di kasih susu formula ya? ga boleh ya, kan sudah dibilangin harus di kasih minum air susu ibunya saja. ini kalau ketahuan sama dokternya bisa marah-marah". saya hanya diam saja, melihat suami saya juga ikut di salahkan. dalam hati berkata "ya terserah mau ngomong apalah.. semalam ketika anak saya meraung-raung kelaparan pada kemana aja gak ada satupun yang nengokin. dan kalau sampai terjadi apa-apa emang pada mau tanggung jawab ha! dan satu hal yang pasti SUSU FORMULA ITU BUKAN RACUN. jikalau ASI ibuya belum keluar mau bagaimana lagi.." gumam dalam hati. kenyataannya saya malas menjawab karena tidak punya energi juga sambil menahan rasa sakitnya jahitan.

esok harinya saya di perbolehkan pulang setelah 3 hari rawat inap di rumahsakit. dan ketika mau pulang salah satu bidan berkata, "kalau memang ASI nya belum keluar bayinya di minumin susu formula aja dulu bu, kasihan oh nanti bayinya lapar belum di kasih apa-apa"

LAH KENAPA GAK DARI KEMARIN COBA NGOMONG BEGITU? :( saya mengerti entah itu dari dokter kandungan sampai dokter spesialis anak pasti Pro ASI. walaubagaimana pun seorang ibu harus berjuang untuk mengASIhi anak dari lahir. tapi kenyataanya tidak semudah itu. hanya ibu-ibu yang beruntung dari hamil tua yang secara tidak sengaja karena faktor tertentu yang sudah bisa mengeluarkan ASI walaupun si bayi belum dilahirkan.

sesampainya di rumah, saya langsung disuguhi berbagai macam obat, jamu, makanan ini itu. dari telur rebus untuk mempercepat menyembuhan luka operasi, sampai sayur-sayura daun katuk, daun kelor untuk memperlancar ASI. ada satu jamu khusus untuk menyusui namanya jamu 'wejah' dan menurut saya cukup ampuh untuk sesegera mungkin megeluarkan ASI karena efek saat saya meminumnya payudara saya langsung terasa bengkak seperti mau meletus namun belum juga bisa mengeluarkan ASI. saya juga meminum ASI booster mom uung, minum kapsul ikan gabus, juga vitamin ASI dari bidan desa, dan tambahan beli di apotik. namum masih nihil. ketika payudara saya di pencet hanya mengeluarkan rembesan sedikit. walaupun masih belum keluar benar-benar saya juga tak henti-hentiya mengkompres dengan handuk panas. bayi saya juga tidak henti-hentinya menghisap puting payudara saya walaupun belum bisa membuatnya kenyang. sedih sekali. jika saya memandangi anak saya yang lapar dan belum juga mendapatkan ASI saya merasa sedih sekali. bayi begitu tidak berdaya dan sangat bergantung dengan ibunya. jika saya menolak menyodorkan puting payudara saya, dia hanya bisa menangis karena lapar.

berhari-hari saya masih saja belum bisa menyusui, seminggu sudah keluar ASI namun belum maksimal. haya cairan bening dan rembesan beberapa tetes saja. hingga saya terkena baby blues. saya benar-benar merasakan depresi pasca melahirkan. karena keadaan yang membuat saya melahirkan tanpa ada mama saya, merasa kurang terurus. merasa sangat tidak berguna, tidak bisa mengurus anak dengan keterbatasan bergerak pasca operasi yang menyakitkan. saya juga tidak bisa menjadi ibu yang sempurna karena tidak bisa melahirkan dengan normal. melahirkan normal saya gagal, sekarang saya merasa juga terancam akan gagal menyusui. saudara, tetangga silih berganti berkunjung namun tidak memberikan solusi dan motifasi. mereka bilang kalau yang melahirkan operasi caesar kebanyakan ASI nya tidak keluar, payurada saya terbilang besar namun tidak ada isinya dsb mereka justru malah menambah beban stres karena terus-terusan membanding-bandingkan dengan produksi ASI ibu-ibu new mom lainnya. 

hingga teman kuliah saya datang menjenguk, dan bercerita tetang pengalaman menyusuinya. teman saya bilang selama anaknya lahir dia menyusui secara eping (eksklusif pumping), yaitu memerah ASI menggunakan pompa ASI kemudian memberikan pada bayi menggunakan dot. di karenakan tidak bisa menyusui langsung karena ukuran putingnya kecil dan agak masuk kedalam. teman saya juga menyiasati kekurangan konsumsi ASI bayinya dengan susu formula. teman saya juga menyarankan untuk memompa ASI supaya keluar banyak. logikanya bagaimana produksi ASI mau banyak jika yang di dalam belum juga di keluarkan. ya kan? dan daya hisap bayi baru lahir masih sangat lamban. cukup masuk akal karena produksi ASI akan banyak dengan sendirinya jika sering di keluarkan.

akhirnya saya memutuskan untuk membeli pompa ASI, pilihan saya membeli model manual merk Mama's choice. begitu sampai rumah saya langsung atusias mencoba dan ternyata ASI saya memanglah sudah keluar walaupun baru tak seberapa. saya langsung senang sekali. higga rajin-rajin memompa ASI. saya mulai membuat jadwal dalam sehari bayi saya minum susu 5 botol.. 1 botol ASI eping, 4 botol susu formula.. hingga hari berikut-berikutnya ASI saya sudah mulai lancar dan berhasil menghasilakn 4 botol ASI eping, 1 botol susu formula

2 minggu kemudian, saya sudah benar-benar lepas susu formula. dan bayi saya mulai terbiasa menyusui langsung alias DBF (direct breastfeeding). ASI saya benar-benar lancar hingga bayi saya lebih gemuk dari bayi-bayi tetangga haha rasa bangga, rasa percaya diri saya benar-benar telah pulih dari masa-masa babyblues yang cukup mengenaskan. sekarang saya dengan lantangnya mengakui kalau bayi saya FULL ASI.

eits.. setelah ASI lancar bukannya happy begitu saja, karena juga harus menghadapi proses yang tak mudah dan menyakitkan. iyah, melahirkan bukan akhir dari proses menyakitkan. namun, menyusui juga tak kalah menyakitkan. lidah bayi baru lahir konon katanya masih kasar dan tajam seperti silet. saya kira akan terbiasa setelah beberapa hari namun hari berganti hari semakin lengkap penderitaan karena puting lecet hingga berdarah. kulit di puting seperti mengelupas karena ditarik mulut bayi yang mengakibatkan puting semakin memanjang dan berubah warna kecerahan karena mengelupas. rasa perih dan nyeri terus-terusan muncul.

tak hanya nyeri, namun juga terasa senut-senut ketika produksi ASI mulai banyak, tapi kemampuan bayi menghisap masih sedikit alhasil payudara terasa bengkak mengeras seperti mau meletus. rasanya hingga terbawa sampai punggung yang pegal dan terasa panas bukan main. begitu nikmatnya menjadi seorang ibu. dan rasa sakit ketika menyusui dalam sekejap hilang begitu saja ketika anak saya memandang mata saya ketika sedang menyusu. sampai terenyuh rasaya. setelah lewat dari sebulan, saya masih merasakan ketidaknyamanan di payudara. tapi seiring berjalanannya waktu hingga 2 bulan saya sudah benar-benar menikmati aktifitas ini. apalagi disaat payudara terasa penuh dengan ASI kemudian di kecil menyusu dengan lahapnya hingga terasa kosong dan enteng banget rasanya. begitu menyenangkan dan begitu bahagianya menjadi seorang ibu. saya benar merasakannya.

sekarang Naura sudah berusia 6 bulan dan dengan bangganya saya mengakui kalau anak saja berhasil lulus ASI eksklusif. dengan perjuangan yang tidaklah mudah. saya juga bangga dengan diri saya sendiri yang tidak menyerah begitu saja untuk mengASIhi. semoga setelah ini saya juga berhasil memberikan MPASI. Bismillah...





Share
Tweet
Pin
Share
No comments

saat tulisan ini dibuat, anak saya sudah berusia 6 bulan dan baru saja 2 hari yang lalu belajar mpasi. sudah lama saya ingin menceritakan hal ini, namun begitu terasa berat karena mungkin saja prosesnya tidak seperti apa yang saya harapkan. dan sampai sekarang masih belajar untuk menerima takdir bahwa saya tidak bisa melahirkan normal.

flasback lebih dari 6 bulan yang lalu. hpl bidan 7 maret 2022. namun di tunggu hingga hpl terlewat belum juga ada tanda-tanda bahwa saya akan segera malehirkan. pagi itu 11 maret 2022 saya memutuskan untuk periksakan ke pukesmas.

"bu, saya hamil sudah melewati hpl. sudah hampir 41 minggu tapi belum ada kontraksi"

"mau rujukan USG?"

bidan pukesmas langsung memberikan rujukan USG ke rumah sakit. saya langsung memilih rumahsakit baru yang dekat dengan rumah, karena pikir saya perut sudah sangat besar dan rasanya tidak sanggup untuk naik motor jarak jauh ke klinik spog yang biasa saya kunjungi ketika memerikakan kehamilan sebelumnya. tentu saja, tempatnya baru saja saya kunjungi dan dokternya juga baru pernah saya temui saat itu juga.

"lebih baik lahirkan sekarang saja bu, air ketubannya sudah berkurang dan plasentanya sudah bolong-bolong. bisa langsung dengan metode induksi, usahakan untuk bisa normal kalau tidak bisa ya harus operasi. kalau ibu mau sekarang langsung rawat inap." kata dokter

rasanya seperti tersambar petir begitu mendengar penjelasan dokter dengan nada yang seperti menakut-nakuti. saya kira akan melahirkan dengan gampangnya dan mudah kontraksi sekitar usia kehamilan 37-38 minggu.. namun kenyataannya hingga hampir 41 minggu si kecil masih betah di dalam perut. rasanya saya begitu terguncang dan tidak bisa menahan airmata saat itu juga. ditambah entah itu perawat apa bidan yang mondar mandir menanyakan bagaimana? mau rawat inap sekarang ya bu? keputusannya bagaimana? 

akhirya saya memutuskan untuk rawat inap dan langsung induksi. suntik obat melalui infus dan memasukan pil kedalam vagina saya. ditunggu sampai 6 jam tidak ada reaksi apapun dan saya tidak merasakan ada kontraksi apapun selain mesin detak jantung bayi yang menandakan kalau detak jantung janin saya di kandungan mulai tidak stabil. dokter langsung menyarankan saya untuk operasi caesar. hal yang paling saya takutkan. sayapun tetap bersikukuh ingin melahirkan normal bila perlu saya ingin pindah rumahsakit saja. namun, perawat bilang tidak bisa pindah rumahsakit sama saja seperti cabut berkas pulang dengan paksa yang bisa mengakibatkan bpjs saya akan non aktif tidak bisa dipakai di rumahsakit manapun selama seminggu/lebih. karena sudah terlanjur rawat inap di rumahsakit ini dan perasaan tidak nyaman dari awal kedatangan yang terkesan seperti memaksa & menakut-nakuti dengan bahasa yang membuat mental saya langsung ngedown.. sedih sekali.

ingin rasanya waktu bisa diputar kembali. saya tidak akan menginjakan kaki di rumahsakit ini. saya akan memeriksakan kandugan saya di spog yang dulu, sepertinya dokternya lebih menenangkan jika berbicara dan lebih pro normal. andai waktu bisa terulang ingin juga menunggu sampai 3 hari lagi menuju tanggal 14 maret 2022 sesuai hpl yang tertera di USG ketika 2 bulan & 8 bulan.. andaikan andaikan.. tapi kenyataannya saya seperti terjebak disini dan tidak akan bisa meninggalkan rumahsakit kecuali setelah operasi.

kemudian suami saya menenangkan saya jikalau memang keadaan tidak memungkinkan untuk melahirkan normal, caesar juga tidak apa-apa yang penting semuanya sehat. karena dokter juga sudah mondar mandir menyuruh segera caesar. dari dokter kandungan, dokter anestesi, dokter anak semuanya sudah pada siap. setelah mendapat restu dari suami akhirnya saya pasrah saja untuk operasi. 

seperti apa rasanya? hmm 

awalnya saya bilang sebelu pemasangan selang kateter, saya mau kencing dulu ke kamar mandi karena udah kebelet. tapi malah dilarang dan disuruh kencing lewat selang saja nanti kalau sudah terpasang. sungguh hal menjengkelkan di tambah lagi dengan pemasangan selang kateter di saluran kencing yang berkali-kali gagal. berkali-kali di tusukan ke 'lubang' yang salah sampai ada bercak darah, sampai saya benar-benar kesakitan. akhirnya suami memanggil perawat/bidan yang lain untuk melakukannya dan berhasil. rasanya tidak nyaman sekali karena saya tadinya benar-benar sudah kebelet pengen kencing, mau ngeden lewat selang juga tidak terasa sudah keluar belum aduh rasanya benar-benar tidak nyaman dan mengganggu.

kemudian saya disuruh melepas semua pakaian di ganti dengan baju operasi berwarna hijau, berganti bed. dan mulai di dorong ke ruang operasi. suami menanyakan apakah bisa menemani saya atau tidak, namun tidak di ijinkan. sedih sekali.

operasi di mulai, saya disuruh duduk dan dokter menyuntikan obat bius di pinggang saja dan di tengkuk leher, kemudian berbaring kembali. setelah berbaring sontak obat bius mulai bereaksi dan membuat saya mual-mual. kaki dan tangan saya di ikat seperti mengunakan belt. dokter menyuruh saya untuk mengangkat kaki, dari bisa di angkat sampai tidak bisa sama sekali. saya benar-benar merasakan obat biusnya bekerja karena rasa tidak nyaman akibat pemasangan selang kateter di saluran kencing hilang begitu saja dan badan saya dari dada sampai ujung kaki terasa lumpuh. sekilas, saya bisa melihat pantulan bayangan perut saya yang sedang di bersihkan di olesi seperti minyak oleh dokter lewat lampu. namun ketika perut saya mau disayat pisau bedah pantulan bayangan tersebut hilang. mungkin lampunya sudah tergeser. dan saya tidak begitu fokus dengan semuanya karena merasakan badan saya menggigil namun tidak terasa dingin, hanya saja berkejut-kejut seperti di setrum listrik.

sentuhan tangan dokter, sayatan pisau, hingga saya benar-benar merasakan ketika dokter menekan-nekan, mendorong perut saya hingga akhirnya terdengar suara bayi menangis dengan keras. Alhamdulillah.. anak saya sudah lahir di dunia. sesingkat ini. operasi berlangsung kurang lebihnya satu jam..

"bu, anaknya perempuan ya"  kata dokter

setelah selesai operasi, rupanya dokter menemui suami saya dan menjelaskan kalau bayi saya terlilit tali pusar di bagian kaki.

setelah operasi, saya di dorong ke lorong dan di biarkan begitu saja hingga rasa menggigil di tubuh saya menghilang dan perut mulai terasa panas karena efek obat bius yang perlahan menghilang.. perawat menawarkan untuk memperlihatkan bayi saya dan masyaallah begitu cantiknya sampai saya merasa tidak percaya selama ini saya mengandung putri secantik ini dengan kulit yang begitu putih. akhirnya setelah penantian panjang kita bertemu juga, nak.

setelah di pidahkan dari ruang operasi ke ruang inap. seketika sekeluarga mulai bersukacita dengan lahirnya anak saya. sementara itu, di samping ada saya yang tidak berdaya menahan begitu rasa sakitya perut seperti di silet-silet yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman menahan rasa sakit. keesokan harinya dokter menyuruh saya untuk belajar memiringkan badan, duduk, selang kateter-pun di cabut supaya saya bisa langsung berjalan buang air kecil di kamar mandi. rasanya ahh sakit!! banget banget!

keesokan harinnya, perban dibuka dan diganti dengan perban plastik agar saya bisa mandi dan aman terkena air. kalau saya bilang, perban plastik lebih enak dan sedikit nyaman karena tidak terlalu kaku dan bergesek dengan jahitan. pulang dengan mobil juga rasanya mantap sekali ketika mobil melalui jalan berlubang atau polisi tidur, untungnya supir gocar nya ngerti banget dan bawa mobil pelan-pelan.. setelah pulang ke rumah rasanya lega sekali bisa membawa anak saya pulang namun, saya juga diliputi banyak sekali ketakutan dengan banyaknya orang yang berkunjung menanyakan proses kelahiran saya yang operasi. menghadapi banyak tamu yang tidak mendukung kondisi saya yang belum juga sehat pasca jahitan yang belum kering. baby blues here you come .. rasanya rasa sakit pasca operasi, tidak sebanding dengan rasanya mengalami baby blues.

overall.. saya bahagia sekali. Naura az zahra, kami namai dirimu.. harapannya kamu akan selalu menjadi cahaya yang bersinar terang untuk mama dan bapak. harapannya kamu juga meneladani sifat putri bungsu nabi Muhammad SAW yang menjadi pemimpin untuk wanita-wanita di surga.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Year 11
    6 hari yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose