• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

 

rasanya sudah seperti lama sekali saya meninggalkan blog, padahal saya jujur rindu sekali meluangkan waktu untuk menulis. obat mental terbaik untuk mengeksporasi pikiran saya supaya bisa benar-benar berfikir dan lebih memahami diri sendiri.. dengan menulis juga merupakan salah satu. 'ME TIME' terbaik buat saya selain traveling dan rebahan hehe..

satu tahun berlalu, dan postingan terakhir di blog saya juga membahas tentang ulang tahun. seperti rasanya baru kemarin saya berulang tahun ke 27 dan minggu besok ternyata sudah berusia 28. wow..
apa yang sudah saya laluhi tahun ini?

1. kita tidak merindukan sosok pemimpin, tapi sosok kordinator
nike room
menjelang akhir 2020, saya benar-benar terpukul dengan kabar bapak-nya perusahaan akan dipindahkan tugas di luar. meninggalkan apa yang sudah terbangun selama 2 tahun terakhir.. saya termasuk salah satu saksi perjalanan bagaimana perusahaan saya bekerja awal terbentuk. dari tahun 2018, gedung belum jadi, menjadi siswa training, masa percobaan selama 3 bulan, jadi karyawan tetap, hingga di promosikan menjadi Team Leader.. dan rencana melambungkan sayap awal tahun 2021 membangun gedung baru dan seterusnya.. bilamana saya di tanyakan siapa orang yang paling berjasa membentuk saya menjadi seorang pemimpin? jawabananya adalah Beliau. bukan hanya untuk saya, tapi semua orang.. 
namun kehidupan, ada pertemuan juga ada perpisahan. sudah menjadi proses alam. hanya bisa mencoba menerima dan mengikhlaskan sambil mengenal karakteristik pemimpin yang baru.
mungkin saya bukan tipe orang yang mudah mengekpresikan perasaan di depan orang, saya sedih atau kehilangan namun dengan kepergian beliau merupakan hal yang berat juga buat saya, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau semoga selalu sehat dan berumur panjang.
saya juga sadar, dengan bergantinya pemimpin itu juga baik untuk saya sendiri, agar menjadi pribadi yang lebih bisa berkembang. tidak selalu mengandalkan perlindungan dari beliau dan tidak selalu mengandalkan solusi masalah dari beliau.

2. team work & communication
my manager's b-day
tahun kemarin, saya masih menjadi individu yang serba sendiri, tidak tahu planning dan bahkan tidak mengenal rekan-rekan saya sendiri yang masih dalam satu departement haha! karena kita bekerja misah-misah tersebar dari segala penjuru sibuk sendiri-sendiri.. hingga jika semua terkumpul di acara dinner atau meeting, saya seolah merasa terkucilkan, karena ada beberapa orang yang sudah mendoktrin saya dari awal sebenarnya bagian saya salah tempat, management dari awal salah menempatkan bagian saya di suatu departement. hingga membuat saya merasa tidak punya rasa kemilikan dimanapun. siapa sih saya? apasih fungsi saya? karena setiap saya berbuat untuk produksi ada saja yang menilai saya seharusnya tidak begini dan begitu..
waktu berlalu, hingga saya mulai mencoba mengenali mereka semua, tugas dan fungsinya.. saya mulai merasa memiliki rumah. karena jika kita bekerja di suatu perusahaan bukan uang yang akan menggantikan segalanya. tapi hanya kerjasama tim, planning dan komunikasi yang akan bisa menyelesaikan masalah.

3. Ikhlas walau tidak mudah
gambar hanyalah ilustrasi
ada yang bilang "saya menjadi sekarang seperti ini, bukan dari hasil kerja keras, bukan karena saya pinter dll.. tapi karena saya pintar bohong, menjelek jelekan orang lain, cari muka dengan atasan dan nipu-nipu.. "  saya tidak punya apa-apa, gaji berapa? hanya sumber masalah, orang seperti saya langsung PHK bisa!"
kata-kata yang terus terngiang-ngiang setiap hari, setiap malam, hingga sulit makan, sulit tidur, badan lemas hingga saya sakit fisik di permalukan depan orang lain. selalu menangis saya kalau ingat. sakit hati karena apa yang sudah saya lalui selama ini, selama dua tahun terakhir.. belum tentu orang lain mampu secara mental. saya menjadi pimpinan, bukan juga atas dasar pilihan saya dari awal. kamu kan nggak tau, saya dari awal bagaimana. kehidupan saya bagaimana.
hingga saya memilih untuk diam dan menjauh, mencoba mengiklaskan semua.. saya tidak merasa benar ataupun salah, hanya orang-orang disekitar saya saja yang menilai bagaimana sikap dan sifat saya selama ini.. mulai sekarang saya tidak mau berlarut- larut dan tidak ingin bicara kalaupun tidak perlu. saya hanya ingin menjauh, karena berada dengan mereka hanya membuat saya merasa seperti rendahan. ikhas, sabar.. dan diam.

4. Traveling bersama pasangan
dari dulu saya selalu membangga-banggakan sebagai travel-loner karena saya seorang introvert. namun sekarang, sejak punya pasangan kemanapun ingin selalu bersamanya. ingin berbagi kebahagiaan-pun hanya bersamanya.. hingga ketika libur dan mengambil cuti tahunan yang di pikiran saya hanyalah ingin menghabiskan waktu bersamanya.. traveling bersama pasangan juga membuat kita saling mengerti satu sama lain, dari rencana budjet, kuliner, dan belanja. semoga selalu bisa seperti ini <3



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
selamat tahun baru! setiap tahun baru pasti saya punya mixed feeling. karena tanggal 5 januari saya berulang tahun. saya menulis ini ketika usia saya masih 25 tahun hmm menjelang 26 tahun kurang 4 hari hehe, seperempat abad lebih yang saya harapkan bisa memberikan kesimpulan bijak yang saya dapat selama saya hidup berikut ini :

1. Takdir itu pasti, namun Nasib adalah pilihan
dari dulu saya selalu di hadapkan dengan pilihan, yah memang hidup adalah pilihan. dan saya pilih NO, NO dan NO.. yang paling sulit dari kata "NO" tersebut adalah penyesalan, apakah saya salah mengambil keputusan? dan kenapa saya merasa bodoh karena tidak memikir lebih jauh lagi untuk mengatakan "YES" dan lain sebagainya. dan saya sadar banyak hal yang saya peroleh dari kata "NO" tersebut, banyak sekali pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan. jika saya di dapati pilihan untuk memutar waktu dan mengambil keputusan lagi di masa lalu, saya tidak akan mau menukarnya dan lebih memilih menjalani kehidupan saya yang sekarang. entah bagaimana pahit manisnya keputusan tersebut membuat saya menjadi pribadi yang sekarang. meskipun saya belum bisa meraih apa yang benar-benar saya inginkan, saya memahami apapun yang saya sesalkan. saya menangis, saya bersedih, tapi saya senang melakukan itu semua karena saya membiarkan hati saya untuk merasakan apapun yang saya rasakan pada saat itu juga. karena intinya, kata "NO" membuat saya melihat keindahan yang tidak bisa saya ketahui kalau saya mengatakan "YES".. 2019 no more regret.

2. sosial media bukanlah kehidupan nyata
saya sadar, saya banyak sekali menghabiskan waktu untuk merasa iri dengan kehidupan orang lain melalui sosial media, banyak yang berhasil mempunyai pekerjaan tetap, traveling di tempat yang jauh, berhasil menikah muda dan membangun keluarga yang keliatannya bahagia, banyak yang sudah mempunyai anak yang lucu-lucu bahkan ketika saya scrolling facebook banyak foto bayi dan balita terpajang di sepanjang feed. tapi semua yang tampak bahagia itu bukanlah kehidupan nyata. saya menyadari ketika ada salah satu teman saya yang nampak bahagia di sosmed justru menginbox dan menanyakan lowongan pekerjaan karena ekonominya benar-benar terpuruk, saya bekunjung ke salah satu teman lainnya yang rumah tangganya terlihat bahagia di sosmed seketika ternyata tak terlihat seindah apa yang saya bayangkan. saya sadar, kehidupan saya yang justru jauh lebih beruntung. saya tidak akan mengatakan lebih baik, tapi saya lebih beruntung. dan ternyata saya banyak menghabiskan waktu untuk merasa insecure pada hal-hal yang sebenarnya tak nyata. sepertinya saya memang harus berhenti membandingkan kehidupan saya dengan orang lain. karena itu benar-benar tak sehat.

3. Sendiri tak selalu berarti kesepian
tahun 2017 saya traveling Jakarta - Bogor ke 8 objek wisata dalam waktu 3 hari!!! sapa siapa? sendirian dong hehehe dan itu pengalaman berharga yang tak terlupakan. traveling sendiri tidak membuat saya merasa menyedihkan dan terkucilkan di tempat umum. bahkan saya merasa begitu bebas. mengandalkan transportasi kereta, commuterline, ojek online dan jalan kaki hihi yang menyebalkan hanyalah ketika pengin foto tapi gak ada yang fotoin, harus kenalan dulu sama orang lewat atau ngandelin timer camera. tapi it's okay. saya punya banyak sekali fotonya, belum sempat saya bahas sih trip tersebut di blog. hmmm nanti deh :) dan apa yang saya dapat ketika traveling sendiri? tentunya traveling itu bukan hanya pergi ke tempat bagus untuk foto-foto, namun dengan sendirian lebih mengerti dan memahami lingkungan, berkenalan dengan orang baru dan menemukan kisah baru dari berbagai ragam pengalaman yang saya dapat di sepanjang perjalanan. itulah seninya.

4. punya sedikit teman tak masalah
tahun kemarin alumni SMP mengadakan reuni, dan saya di undang oleh sepupu yang kebetulan sebagai panitianya. dengan tegas saya menolak hadir karena malas. kemudian sepupu saya langsung bilang "kamu dari dulu selalu begitu tak pernah berubah, lebih suka menyendiri dari pada kumpul sama teman. kenapa sih beteman aja musti pilah pilih gak mau kumpul sama si ini dan itu.."
dan saya tidak menyesal karena tidak hadir. saya tidak pilih-pilih teman, hanya saja lebih merasa bahagia mempunyai sedikit teman yang benar-benar menyayangi saya, mengerti privasi saya yang membuat saya merasa bebas untuk menjadi diri sendiri dari pada berkumpul dengan banyak orang yang justru tidak memprioritaskan kehadiran saya, punya genk kumpulnya sendiri dan punya agendanya sendiri. saya tidak tahan berada di lingkungan yang mengaku mengenal saya tapi membuat saya merasa seperti orang asing. i just wanna live with the way i am, i'm not people pleaser

5. si Doi tidak menyukaiku, it's okay
dulu saya merasa insecure dan minder kalau Pria yang saya taksir tidak merespon perhatian saya dsb. saya belajar bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang bisa di paksakan, jika Dia tidak membalas rasa perhatian yang saya berikan ya it's okay.. bukan berarti ada yang salah salam diri saya, hanya saja He's not the One and We're aren't mean to be.. dan saya juga belajar bahwa menolak rasa cinta dari orang lain karena memandang fisiknya juga bukanlah hal yang salah, kita manusia dan setiap manusia punya ketertarikan tersendiri terhadap lawan jenis. itu sudah menjadi hal yang alami. selain kepribadian dan passion, kita punya standar ketertarikan dari karakteristik emosi yang alami ingin punya pasangan seperti apa. punya gesture seperti apa, jadi menolak karena penampilan, ataupun di tolak karena penampilan bukan berarti kita tidak punya kepribadian yang baik. dan tetap saja penampilan juga bukan 100% faktor penentu berhasilnya sebuah hubungan, namun masih memegang peran.

6. kebahagiaan adalah tanggung jawab dan pilihan sendiri
kebahagiaan bukan hanya berkutat masalah materi, percintaan dan keluarga. tapi kebahagiaan batin dari lingkungan dan pertemanan yang sehat juga penting. 3 tahun lamanya saya bekerja di kantor yang dulu sebelum resign. pergaulan saya tidak jauh teman-teman kerja yang toxic dan mantan boss saya juga suka ngoprek-oprek privasi, suka kepo, ikut campur urusan yang sebenernya bukan hak dia untuk mengatur dan mengomentari. saya sadar di lingkungan tersebut, tidak akan membuat saya menjadi pribadi yang berkembang. malah seperti terkurung dan terkotak-kotakan. she's let me down enough and take so much strengt to leave and i'm so grateful i finally did! lepas dari situ, kelamaan saya menghapus semua kontak dan memblokir mereka semua, saya tidak mau apapun lagi. saya merasa ini hidup saya, saya punya hak untuk berteman dengan siapa, saya punya hak untuk merasa bebas bahagia dan lepas dari semua lingkungan negatif yang tak sehat. saya punya hak untuk membatasi dengan siapa saya berteman. dan saya punya hak untuk memiliki mental yang sehat dan menjauh dari drama!

7. Saat gagal seleksi kerja, barangkali memang pantas di tolak
sejak saya resign dari kantor yang dulu, saya banyak sekali mengirim lamaran kerja dan sebagian di panggil untuk test dan interview namun tak mendapatkan feedback sama sekali. bisa saja memang saya pantas di tolak karena latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan bidang, usia, kepribadian dan penampilan saya tidak sesuai dengan posisi yang ada. dan itu tidak membuat saya patah semangat karena memang itu yang terbaik, mungkin Allah akan menempatkan saya yang lebih baik. yah.. namanya belum rejeki kan, mau gimana lagi.. tinggal cari lagi. move on, period!

8. tidak semua rencana bisa tercapai
saya dari dulu punya rencana kalau saya ini akan menikah di usia 24 tahun, dan di usia 25 sudah punya pekerjaan tetap dan kondisi keuangan yang stabil. but here i am, belum menikah, belum punya calon suami, dan masih belum tahu hidup saya kedepan mau ngapain. saya hanya berusaha menjalankan sebaik mungkin dan menjadi pribadi terbaik dari versi saya sebelumnya, dan saya merasa itupun belum cukup karena proses mencari dan mengembangkan pribadi diri memang tidak akan pernah selesai. and it's okay.. saya hanya akan terus berharap dan berdoa yang terbaik. insyaallah...

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 ini merupakan postingan lanjutan cerita saya di postingan yang sebelumnya disini. setiap orang memang pernah merasa dirinya sebagai pecundang. ya, saya termasuk berulang kali merasakannya. dan saya benar benar merasakannya saat lulus Kuliah, dan itu lebih berat di mental saya dari pada saat saya lulus SMA. Lulus kuliah adalah hal yang paling membanggakan yang pernah saya capai di dalam hidup saya, karena di dalam keluarga besar saya jarang sekali ada yang melanjutkan sekolahnya di jenjang kuliah.. saya hanya melanjutkan kuliah sampai tinggkat D3 saja, iya memang sengaja. Padahal ibu saya sebelumnya terus menyuruh saya untuk melanjukan ke S1, tapi saya terus menolaknya..
Saya terlalu takut untuk menanggung beban sosial yang harus saya tanggung di kemudian hari.. saya takut jika nanti lulus S1 tapi saya bakalan lama sekali menganggur di rumah.. saya takut jika nanti lulus S1 saya tidak mendapatkan pekerjaan yang memuaskan keluarga saya.. Dan beberapa ketakutan yang lainnya, yang membuat saya menolak untuk melanjutkan kuliah..

Sebelum lulus kuliah saya membayangkan mencari pekerjaan dengan mudah, tetapi kenyataanya berkata lain.. puluhan lamaran saya sebar tetapi tetap hasilnya Nihil, sampai saya lupa berapa jumlah pasti lamaran yang saya sebar.. Sebelumnya banyak yang bilang, mencari pekerjaan memang sulit, tapi dulu saya mengabaikannya begitu saja karena saya yakin saya mampu mendapat pekerjaan dengan mudah.. tapi ya begitulah, beberapa kali tes namun satupun tidak ada yang lolos, dan memang saya merasa kehidupan yang sebenarnya berawl dari sini..

mama saya terus menyuruh saya supaya mau menjadi guru, tak apa jika cuma menjadi guru honorer yang di gaji cuma tak seberapa. mama saya pun tak masalah jika tiap bulan masih mengirimkan uang untuk kebutuhan saya, sedangkan saya harus menunggu beberapa tahun tidak tau pastinya sambil berjuang menjadi PNS. jujur saya saya tidak pernah berminat bekerja seperti itu dari dulu, saya lebih memilih bekerja di swasta.
panggilan pekerjaan pun akhirnya datang untuk pertama kalinya, saya mendapat panggilan interview di salah satu bank swasta dan saya harus datang ke semarang. ya jauh jauh saya menempuh jarak puluhan kilometer ke semarang ternyata hasilnya saya cuma jadi salah satu nomor antrian yang akhirnya tidak akan pernah ada hasilnya.
panggilan pekerjaan untuk yang kedua kalinya pun datang.. saya mendapat panggilan untuk tes psycotes di salah satu bank swasta terbesar indonesia, dan saya lagi lagi harus tes di semarang.. yang akhirnya dalam dua minggu saya tidak di hubungi lagi oleh pihak sana.

disitu lah awal saya merasa jadi pecundang sekali, saya benar benar malu.. ongkos saya untuk ke semarang pun tidaklah sedikit. saya menghabiskan banyak uang mama saat kuliah hingga wisuda, tapi untuk mencari pekerjaan pun saya juga banyak menghabiskan uang mama (lagi) untuk ongkos, beli pakaian, urus urus surat segalam macam namun belum juga ada hasilnya.

delapan bulan sudah saya menganggur, saya mulai menerima beban sosial dan selalu malu saat ditanya suci sekarang kerja dimana? saya juga jarang ikut saat berkumpul dengan teman teman kuliah saya karena pasti akan di tanya kegiatan saya dan pekerjaan saya. duh padahal banyak teman teman kuliah saya juga yang bernasib sama, tapi saya termasuk orang yang tidak suka bercerita tentang rencana, proses dan angan angan. saya lebih suka bercerita tentang hasil. (hehe)

hal yang terberat saat itu waktu mama mulai menanyakan lagi dan lagi, sudah ada panggilan lagi belum? coba deh tanya tanya siapa kek yang mungkin bisa bantu. mama nggak masalah jika saya bisa bekerja dengan "nepotisme" alias kasih uang dalem.. dengan alasan mama saya saking kasiannya jika terus melihat saya menganggur. tapi saya tidak nyaman dengan cara tersebut, sepupu saya juga menolak tegas karena dengan cara seperti itu rejeki saya menjadi tidak berkah dan mematikan rejeki orang yang seharusnya mendapat pekerjaan tersebut. disaat itu (lagi) saya merasa menjadi pecundang, bahkan mencari pekerjaan saya saya sulit mendapatkannya.

akhirnya saya nekat berniat merantau di jakarta, mendatangi kantor BKK dan mendaftar di sebuat PT bersaing dengan anak anak lulusan SMA, karena pada saat itu saya benar benar putus asa, apa saja yang saya lakukan yang penting kerja, itu saja. saya mulai mendaftar dan mengikuti tes, ratusan anak anak lulusan SMA dari berbagai asal pun berkumpul, disitu saya benar benar membuang rasa malu saya karena pada saat itu saya benar benar desperate.tes tertulis sudah saya lalui, tinggal tes wawancara yang antrinya sampai 6jam. saya mulai jenuh dan capek sekali, sambil mengamati peserta lain yang lebih muda dari saya, ada juga lulusan SMA yang sudah banyak berpengalaman kerja dimana mana sehingga mudah saya dia menarik perhatian panitia. dari situ (lagi dan lagi) saya benar benar merasa seperti pecundang.. hingga sama anak anak lulusan SMA saja saya sudah kalah telak. ada rasa sedikit menyesal kenapa saya melanjutkan kuliah kalau saja saya bisa langsung bekerja saat lulus SMK dulu..
apakah kuliah saya yang 3tahun itu hanya sia sia dan buang buang waktu belaka? yang membuat saya susah mencari pekerjaan. andai saja saya tidak melanjutkan kuliah mungkin saja pengalaman kerja saya sudah banyak. gumam dalam hati saya saat bersaing dengan anak anak lulusan SMA.. disitulah titik terdalam saya saat merasa menjadi pecundang. hooaahh..

belum berakhir cerita saya untuk mendapatkan kerjaan haha saya benar benar depresi pada saat itu saya menelfon mama saya, apakah ada pekerjaan disana? saya ingin menyusul ke Dubai. kerja apapun walaupun jadi TKW saya juga mau asalkan bisa dekat dengan mama haha dengar kabar kalau Bos mama saya sedang membangun kantor yayasan Down Syndrom yang baru. dan nanti pasti bakalan banyak nerima karyawan baru. tapi tentu saja, mungkin saya tidak boleh bermimpi terlalu jauh. Bos mama saya sebenarnya mau nerima saya sebagai salah satu karyawannya tapi saya juga terkendala bahasa, saya tidak bisa bahasa arab. bahasa inggrispun masih belum lancar. Bos mama saya juga tidak bisa memberangkatkan saya dikarenakan dia sudah mengeluarkan 4 visa, 2 visa untuk orang indonesia yang sudah bekerja dengannya jadi tidak bisa mengeluarkan 1 visa lagi untuk orang lain. hmm..

tiba saatnya bulan september 2014..
budhe saya mau berangkat ke Dubai lagi, dan sedang mencari sponsor untuk keberangkatannya kesana.. dan sponsor itu bilang Bos nya lagi mau buka kantor cabang baru dan sedang mencari karyawan wanita menjadi Staff administrasi.
dan taraaa.. saya dengan mudahnya di terima tanpa tes apapun, karena pihak kantornya pun sedang benar benar butuh.
sudah berbulan bulan saya mengejar pekerjaan kesana kemari, tapi tak ada hasil..
memang kalau belum rejekinya mau di kejar kemana pun nggak akan dapet, kalau sudah waktunya maka pekerjaan itu akan menemukan saya sendiri.. ahh God is Good. Alhamdulillah.. saya benar benar bersyukur..

saya anggap pengalaman dulu itu sebagai pengalaman yang memang harus saya lalui.. dan saya yakin segala sesuatu memang bakalan indah pada waktunya :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
26 April 2010
Dari judulnya saja sudah bisa di tebak pada kali ini saya akan bercerita tentang apa hehe yup, setiap orang punya jiwa pecundangnya masing masing. Terutama saya, mungkin dari semua yang saya alami tidak begitu berat dari pada banyak orang lainnya yang jauh lebih bisa berjiwa besar dan bangkit dari kegagalan..
But now, I just wanna share my unimportant experience about what I’ve been trough..
Banyak orang yang bilang hidup seseorang itu akan di mulai kalau dia sudah dalam proses mencari jati dirinya dan lulus dari sekolah. Ketika saya masih sekolah, saya pikir ujian nasional adalah hal yang terberat dari semua hal yang akan dihadapi dalam hidup ini.. lulus adalah satu satunya harapan, dan moment yang membahagiakan. Saya pikir bisa cari kerja dengan mudah, mendapatkan uang banyak untuk beli ini itu yang saya mau, bisa ngasih sama orang tua, bisa terus merasa senang karena pikiran saya yang bisa terbebas dari stress karena hari hari saya banyak di habiskan hanya untuk menuntut ilmu di bangku sekolah..
Tapi.. ternyata saya salah.
17 tahun, tahun 2010 saya lulus SMK.. semua teman teman saya mulai banyak yang membicarakan dan merancang masa depan mereka, ada yang berniat bekerja di luar kota, ada juga yang melanjutkan kuliah dengan bangganya.. Saya sendiri masih bingung pada saat itu, lalu saya mengutarakan ke orang tua bahwa saya ingin kuliah. Mulai beberapa minggu kemudian saya mencari info dan datang ke kampus yang saya ingin daftar. Tapi begitu saya melihat biaya pendidikan yang harus orang tua saya bayar.. dengan berat hati saya langsung mengurungkan niat, dan berniat untuk mencari pekerjaan saja..

tiba saatnya saya melihat ada lowongan pekerjaan untuk menjadi karyawan di sekolah (SMK) untuk menjadi staf IT dan operator, dan saya ingin sekali bisa di terima karena saya pikir pekerjaan itu cocok buat saya dan sesuai dengan bidang yang saya sukai di sekolah.
Wawancara, tes IT semua berhasil saya lewati.. Tapi ada satu yang menghancurkan semangat saya dari awal, yaitu ketika kepala sekolah memberitahukan tentang gaji saya yang hanya di kasih seberapa. Mungkin Cuma habis buat ongkos saja dari rumah..

Tentu saja saya di anggap karyawan honorer, yang bersedia mengabdi sekian lama dan rela di gaji sangat sedikit. Seperti calon PNS gitu..
Saya begitu bodoh atau polos pada saat itu belum tau tentang dunia kerja semacam itu, saya kira akan di gaji besar di samakan seperti guru dll ya ampun… khayal khayal remaja 17tahun yang belum tahu apa apa tentang dunia kerja.
pada saat itu saya malu sekali sama diri sendiri..
Keluar dari ruang wawancara rasanya hati saya di tampar sekeras kerasanya sambil menahan tangis..

Saya malu sama sepupu saya, dia seumuran saya dan seangkatan walaupun beda sekolah.. dia sudah di terima pekerjaan di luar kota dengan gaji yang cukup besar.. dia juga punya pintar dan punya kepribadian yang enerjik berani merantau sendirian.
Saya malu sama mama saya, gimana caranya saya cerita ketika pulang nanti ketika tahu pekerjaan saya hanya di gaji berapa ratus ribu yang Cuma habis buat ongkos.. sedangkan sepupu saya sudah sukses di kota orang..

Akhirnya saya keluar dan duduk menyendiri sambil SMS ke salah satu sahabat saya “iyom”, sebenarnya saya ngetik SMS juga sambil meneteskan air mata betapa cengengnya saya dulu.. saya ceritakan dari awal sampai akhir.. dan saya pikir seperti menjebak diri sendiri dengan berniat bekerja di sekolah.. Tapi sahabat saya terus mendukung saya dan menyuruh saya untuk bersabar. Sahabat saya juga menyuruh jangan berhenti menyerah begitu saja dan menyuruh saya untuk mencoba menjalani pekerjaan itu dengan ikhlas.. yah, itung itung buat belajar dan pengalaman. Dan sahabat saya juga menyuruh saya untuk jangan lepas berdoa supaya di kasih yang terbaik sama Allah..
Kalau hati saya di ibaratkan gunungan es, mendengar kata kata itu hati saya langsung mencair menjadi lautan :p

Akhirnya saya mulai menerima pekerjaan itu dengan ikhlas, tapi tentu saja bukan tanpa cobaan..
Mama saya mulai menanyakan pekerjaan saya, dan nada bicaranya seperti meremehkan. Iya lah? Logikanya kalau seseorang bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik kenapa harus menghabiskan waktu  dengan hal hal yang sia sia. Iya kan?
Saya juga tidak menyalahkan sikap mama karena beliau memang benar, saya mulai di suruh mengundurkan diri dari pekerjaan dan bekerja di luar kota seperti sepupu saya. Mama juga bilang apa yang saya lakukan juga untuk mengejar masa depan saya sendiri. Mama gak akan minta uang yang saya hasilkan dari kerja, tapi mama pengen saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Di saat itulah saya benar benar merasa menjadi pecundang.. dan benar benar merasa seperti orang yang tak berguna.. apa lagi terus terusan di bandingkan sama sepupu saya yang jauh punya banyak keberanian, masih muda seumuran saya tapi berani mengambil resiko merantai di kota orang sendirian..

3 bulan berlalu.. saya banyak menikmati pekerjaan saya, walaupun gajinya sangat sedikit tapi saya disitu senang, banyak mengenal orang dari berbagai profesi lainnya yang sudah seperti keluarga sendiri.. Tapi kadang juga saya bosan sekali kalau tidak ada pekerjaan sama sekali..
Akhirnya saya keluar dari pekerjaan itu yang hanya bisa bertahan 3 bulan. Saya mulai pergi ke BKK dan mendaftarkan diri untuk bekerja di luar kota.. saya mulai yakin dan mantap dengan pilihan saya. Terutama dengan dorongan mama.. saya tidak merasa sakit hati sama sekali telah banyak di bandingkan dengan sepupu saya yang lebih dari segalanya di banding saya, karena saya sadar walaupun saya sering sebel dan selalu merasa menjadi orang yang tak berguna di bandingkan dia. Itu semua semata mata juga untuk memotivasi saya untuk menjadi orang yang lebih baik..

Selang beberapa hari setelah saya mendaftar bekerja di luar kota.. mama juga sudah mulai overprotective nanti saya merantau sama siapa, kerjanya sama siapa.. jika saya kerja disana siapa yang jagain dsb.. Saya tidak tau pasti kenapa mama jadi berubah pikiran kasihan sama saya jika bekerja sendirian di luar kota.. Yang jelas, setelah kejadian itu saya tidak di perbolehkan dan langsung mengurungkan niat saya untuk bekerja di luar kota.
Sampai pada Akhirnya mama menyuruh saya untuk melanjukan kuliah saja, karena mungkin mama saya belum tega melepas saya kerja jauh sendirian. Padahal mood saya pada saat itu sudah turun banget untuk kuliah sejak tahu mama gak punya cukup biaya..
Alhasil saya pun akhirnya mendaftarkan diri di salah satu perguruan tinggi swasta yang masih buka pendaftaran dan memilih jurusan yang saya inginkan.. sampai tahun 2013 saya lulus dengan gelar Diploma 3!

Everything Happens for A Reason..
Semua yang terjadi di dunia ini pasti punya alas an tersendiri, semua kesulitan yang terjadi di dunia ini pasti ada hikmah. Begitulah yang saya sadari ketika beberapa hari atau beberapa minggu pada saat awal saya menjajaki bangku kuliah..
Allah mentakdirkan saya untuk bekerja selama 3 bulan di sekolah, mungkin itu rencana indah Allah yang sudah di susun untuk saya agar membuat waktu 3 bulan saya setelah lulus SMK menjadi BERMANFAAT...
Cuma Allah yang bisa membolak balikan hati manusia, seperti hati mama juga hati saya yang di bolak balik. Awal lulus sekolah saya ingin sekali kuliah, tapi gagal karena mama saya tidak cukup yakin bisa memenuhi biayanya.. akhirnya keinginan kuliah pupus sudah dan saya bekerja seadanya, tapi mama saya menyuruh untuk mencari pekerjaan yang lebih baik yang pada akhirnya saya disuruh untuk kuliah saja..
 Mungkin memang sudah jalannya, sudah takdirnya saya mengenyam pendidikan lebih tinggi.. tapi Allah membuat jalannya berliku supaya lebih indah dan menyadarkan saya agar selalu bersyukur..
Maaf kan saya ya Allah kalau jika sudah terlalu banyak mengeluh :)
Me and my mom

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
here is it.. ada tiga album yang sekarang ini saya sangat suka mendengarkannya berulang ulang. saya hobi streaming video di youtube dan ketika menemukan yang bagus dan menarik saya sudah pasti saya download.
berawal saya melihat video klip Birdy - Skinny Love. saya langsung jatuh cinta pada gadis muda berbakat ini. Birdy yang mempunyai nama asli Jasmine van den Bogaerde ini mempunyai suara sopran dengan falseto yang khas. begitu sukanya saya dengan Skinny Love, saya coba mendengarkan lagu dia lebih banyak lagu dan albumnya.
caranya menyanyi dan bermain piano mengingatkan saya pada Christina Perri, lagu Skinny Love pun mengingatkan saya pada Jar of Hearts. yup! mereka punya kesamaan yaitu sama sama mengusung genre musik Pop Folk. Musik yang di dominasi permainan Piano dengan nada minor dan pembawaan yang penuh perasaan.

1. Birdy - Birdy (2011)
di album ini Birdy masih 15 tahun, dan musiknya masih kental dengan unsur Indie folk.
tracklist :

1. 1901


2. Skinny Love


3. People Help the People


4. White Winter Hymnal


5. The District Sleeps Alone Tonight


6. I'll Never Forget You


7. Young Blood


8. Shelter


9. Fire and Rain


10. Without a Word


11. Terrible Love
favorite song : Skinny love, Shelter, 1901, People help the people

2. Birdy - Fire Within (2013)
gadis kecil yang dulu bersuara menggemaskan sudah 17 tahun dan berubah lebih dewasa, album ini vokal Birdy terdengar lebih matang dan manis. musiknya yang dulu di dominasi piano saja, sekarang album Indie Folk yang lebih memadukan unsur pop rock. di album ini Birdy juga menulis sendiri semua lagunya.
TrackList :
1. Wings

2. Heart of Gold

3. Light Me Up

4. Words As Weapons

5. All You Never Say

6. Strange Birds

7. Maybe

8. No Angel

9. All About You 

10. Standing in the Way of Light

11. Shine
Favorite Songs : Wings, Light me up, Strange Birds, No angel, Shine

3. Birdy - Breath (EP - 2013)
Tracklist:






1. Wings


2. Wings (Live)


3. Shine


4. What You Want


5. Skinny Love (Live At Sydney Opera House April 2013)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Year 11
    6 hari yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose