• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

mungkin memang sudah terlambat sekali, ulang tahun saya yang ke-23 sudah berlalu lebih dari sebulan yang lalu (tanggal 5 Januari). namun, saya baru saja membaca tentang posting-an salah satu blogger favorite saya Keltie Knight (klik disini) tentang ulasan ulang tahunnya dan apa saja yang ia pelajari selama setahun yang sudah berlalu. haaaa.. ternyata saya dan Keltie sama-sama terlahir di bulan Januari dengan beda usia terpaut tepat 10 tahun :p
jika Keltie membahas tentang segala hubungan pertemanan, pekerjaan, percintaan, hal hal yang sudah dipelajari, disukuri, dan harapan-harapan yang ingin dicapai. mungkin saya juga akan membahas hal yang sama namun dengan cara pembahasan yang berbeda.

#1 dulu. dulu sekali saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang yang ketika hubungan itu berakhir, saya benar-benar punya luka hati yang buruk. dan pada saat itu sayapun berada dalam titik terendah dalam kehidupan. begitu sedih yang berlarut larut sampai saya juga butuh waktu selama bertahun-tahun hingga akhirnya saya berhasil move on.
namun, di tahun 2015 lalu Dia kembali menghubungi dan menyapa saya kembali di facebook. saya merasa hal itu juga bukan sesuatu yang istimewa karena Dia juga sudah melupakan saya, sudah memiliki kehidupan baru dan keluarga baru pula. dulu hati saya masih dipenuhi rasa marah dan kebencian. tetapi, saat sapaan di Facebook itu terjadi saya merasa sangat senang. senangnya karena ketika menyadari ternyata saya sudah jauh sekali melangkah meninggalkan masa lalu.. saya senang ketika menyadari rasa marah itu sudah hilang, meskipun ada sisa-sisa kecil rasa sakitnya masih membekas. saya senang ketika menyadari saya sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi untuknya, itu tanda kalau saya sudah berhasil move on..  saya senang ketika menyadari saya benar-benar bisa hidup tanpa memikirkan-nya dengan segala sakit hati yang pernah saya alami selama beberapa tahun terakhir and it's like another world.. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#2 Being so emotional is Normal. Facebook sekarang ada fasilitas baru yang membuat foto, status, termasuk juga wall post seperti memiliki tanggal ulang tahun yang tiap harinya bisa muncul di notifikasi dari orang-orang yang sudah berlalu beberapa tahun yang lalu.
terkadang saya juga merasa kalau status-status saya di facebook terdahulu begitu memalukan, menjijikan, alay dan membuat saya begitu prihatin karena dulu hampir setiap hari saya selalu bersedih seolah-olah kehidupan saya setiap harinya tidak pernah bahagia. haha.. memang, begitulah nyatanya. seperti yang saya bahas di nomor #1 di atas. disitu lah masa-masa kesedihan yang saya maksudkan terjadi. saya merasa begitu bodoh kenapa dulu selalu memikirkan dan mengharapkan orang yang sebenarnya tidak layak untuk saya tangisi di hampir setiap malam.
saya terkadang bisa begitu emosional, dengan adanya pemicu yang membuat saya teringat dengan hal-hal tertentu. tetapi saya anggap itu sesuatu hal yang normal sebagai manusia. pikiran kita memang akan selalu menjelajah dengan sendirinya supaya introspeksi dan mau belajar menjadi orang yang lebih baik. kalau rasa kesal tersebut sudah bisa di lampiaskan dengan cara yang sehat, maka akan hilang juga dengan sendirinya. manusia memang seperti itu terkadang mood dipikiran dan hatinya naik turun, dan itu normal. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)

#3 tahun 2015, saya juga berhasil menambah pengalaman musik dengan menonton konser Java Jazz Festival. saya termasuk bukan penggemar musik Jazz, namun keberadaan saya disana karena hanya ingin menonton Christina Perri. pengalaman yang paling berharga dari itu semua sebenarnya, saya ikutan kuis Meet and Greet untuk bisa bertemu langsung dengan Christina Perri. dan Menang!! but, sadly saya tidak berhasil menghadiri acara tersebut karena waktunya terlalu mepet. seandainya saya punya pintu ajaib punya Doraemon mungkin saya bisa bertemu dengan Christina Perri secara pribadi.
saya sebenarnya ingin menangis sekeras-kerasnya karena mungkin itu adalah kesempatan satu kali seumur hidup. namun, yah sudahlah mungkin belum rejeki. saya seharusnya masih harus bersyukur, saya bisa menonton konser Christina Perri lagi untuk kedua kalinya setelah konser yang pertama tahun 2012 lalu. (cerita ini sudah pernah saya bahas. klik disini)


#3 sekitar bulan Juni-Juli-Agustus 2015, saya punya banyak sekali masalah di pekerjaan. dan minggu kedua bulan agustus 2015 saya memutuskan untuk Quit the Job alias Resign. saya merasa sudah banyak sekali pertimbangan dengan dukungan keluarga saya juga yang selalu menyuruh saya untuk resign. pada saat itu saya sedang begitu stres dan muak. dengan begitu banyaknya masalah, saya merasa segala sesuatu kesalahan dibebankan ke saya dengan pembagian tugas antar karyawan yang tidak adil. saya begitu jenuh dan ingin melarikan diri. saya begitu stres karena saya merasa dengan berbagai tugas dan tanggung jawab pekerjaan itu di bebankan ke saya semua dan sudah menyita seluruh waktu dan pikiran saya full. bahkan ketika weekend. and i do. saya benar-benar melarikan diri secara sepihak. saya hanya menulis surat pengunduran diri dan mengirimkannya via email. esok harinya saya langsung tidak masuk kerja tanpa adanya negosiasi dan serah tugas. egois memang. saya berniat untuk istirahat dan menggangur beberapa bulan sebelum mencari pekerjaan lain. ada beberapa yang menawarkan pekerjaan ke saya, namun lambat waktu semuanya mengecewakan. saya kembali kesusahan untuk mencari pekerjaan kembali. pada saat itu pula, saya berfikir mungkin itu semua disebabkan karena cara resign saya dari kantor yang lama tidak baik hingga tanpa berucap apapun langsung melarikan diri dan lari dari tanggungjawab hanya karena kekesalan dan emosi yang sedang memuncak.
yang terakhir, saya di tawarkan pekerjaan dan langsung interview dengan Atasan disebuah kantor usaha. namun, saya langsung di tolak mentah-mentah hanya karena saya tidak punya pengalaman bekerja di luar negeri dan saya tidak lancar berbahasa inggris dan mandarin. sebuah alasan yang tak masuk akal. karena saya melamar sebagai staff bukan melamar sebagai guru bahasa.
namun, penolakan tersebut membuat saya berfikir dan merasa tertampar keras.. dulu, saya langsung saja di terima bekerja dengan mudahnya di kantor yang lama. tanpa meragukan kemampuan saya yang masih tak tau apa-apa tentang bidang usaha yang di hadapi. baik buruknya atasan saya dahulu, seenggak-nya Dia pernah menerima saya dengan tangan terbuka dan mau dengan telaten mengajari saya dari awal. saya merasa sangat menyesal dan sangat bersalah sudah meninggalkan pekerjaan saya dahulu dengan cara yang sangat tidak sopan. mungkin saya ini kelewat manja dan sensitif, sehingga kemarahan apapun yang dikeluarkan atasan saya dahulu langsung membuat saya berkecil hati dan merasa tidak dihargai.

#4 Back to office. selama saya menganggur dan mendekam di rumah, teman-teman kantor lama saya masih sering berkunjung karena masih membutuhkan bantuan untuk berbagai pekerjaan dan urusan dokumen. saya bisa saja menolak untuk membantu mereka, namun saya masih merasa bersalah telah meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengajari atau menunggu mencari pengganti posisi tugas saya terlebih dahulu. jadi saya juga masih merasa terbebani dengan tanggung jawab agar perlahan-lahan mereka akhirnya bisa mandiri tanpa bantuan saya. namun itu tidak membantu. malah saya terus di bujuk agar mau bergabung lagi bekerja di kantor yang lama. hmm.
namun saya masih terus menolak selama beberapa bulan. memang satu sisi, saya ingin kembali bergabung dan menebus kesalahan saya yang lari dari pekerjaan begitu saja. di sisi lain, saya tidak mau kembali bekerja di kantor yang punya manajement kerja acak-acakan, waktu, keuangan, fasilitas masih terbilang belum memadai. dengan segala sesuatu pekerjaan yang terus di bebankan ke saya semua. dan jujur saja disisi lainnya, saya juga tidak mau terlalu lama menganggur lagi. saya terus berfikir dan konsultasi dengan Mama. akhirnya keluarga semua kembali menginjinkan setelah beberapa bulan yang lalu terus menyuruh saya Resign. 

akhirnya dengan malu-malu, saya mencoba sms Atasan saya (padahal saya tahu, saya masih dibutuhkan kembali) namun sayapun bertanya. "sebenarnya teman-teman semua menyarankan saya untuk kembali. namun baru sekarang saya bisa menyanggupi. dan kalau saya masih ingin bekerja, apakah saya masih mendapatkan kesempatan untuk kembali?" dan jawaban dari sms itu adalah "besok senin mulai kerja"

saya merasa begitu berterima kasih karena bisa diberikan kesempatan untuk kembali atas apa yang sudah saya lakukan dahulu dengan menghilangnya saya begitu saja. kemudian sesaat saya kembali bekerja, saya merasa begitu asing dan banyak yang berubah. dulu, saya ibarat queenBee disitu. semua client mengenal saya dan bekerjasama dengan baik. namun yah, yang namanya Kantor usaha begitu orang-orangnya terus berganti dan ketika saya mulai kerja banyak orang yang tidak mengenal saya dan sayapun juga merasa begitu terasing. saya mulai lagi dari awal. yang paling saya senangi adalah antara teman-teman kantor saya-pun banyak yang berubah untuk tidak selalu membebankan semua kesaya, namun dari mereka juga sudah bisa mulai bertanggung jawab dengan tugas masing masing. semoga ini merupakan langkah yang baik dan semoga nantinya akan bisa lebih baik.

itulah beberapa hal yang saya pelajari selama di usia 22 tahun lalu.. semoga si usia sekarang 23, saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan berguna untuk orang lain dan untuk keluarga saya. semoga di usia 23 ini saya bisa menemukan calon suami agar bisa memenuhi target saya menikah di usia 24. amin.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sudah beberapa kali, postingan blog saya terinspirasi dari blog, kutipan buku atau instagramnya Keltie Knight. Yes! i can say she's one of my favorite role models. Dia merupakan wanita yang meningspirasi dan positif figur untuk wanita muda.
saya ingat betul, ketika beberapa tahun yang lalu Keltie menulis blog tentang Luck, beberapa minggu yang lalu juga Dia mengutip quotes tentang Luck di instagram.  setiap orang punya kepercayaan untuk mendapat keberuntungan. namun tidak dengan Keltie Knight, yang tidak percaya dengan Luck. dengan segala macam yang pernah Dia lalui dalam Karier, Hidup, Pasangan. Keltie percaya kalau Luck itu tidak ada, yang ada hanyalah kita mengejar keberuntungan kita sendiri.
Luck? I don't know anything about luck. I've never banked on it and I'm afraid of people who do. Luck to me is something else: hard work- and realizing what is opportunity and what isn't. - #lucilleball
A photo posted by KELTIE 💃 KNIGHT (@keltieknight) on Dec 16, 2015 at 2:05pm PST

so, intinya adalah menurut Keltie, Keberuntungan akan di raih jika kita mengejar, bekerja keras, dan berusaha untuk mendapatkannya. tidak ada yang namanya Keberuntungan. yang ada hanyalah "Usaha".

dari dulu saya merasa kalau saya dilahirkan menjadi orang yang penuh keberuntungan. kata Mama saya, ketika saya lahir Orang tua saya rejekinya sedang melimpah dan usahanya selalu di mudahkan. hahaha terdengar seram yah. tapi menurut saya itu bukanlah keberuntungan namun Orang tua saya yang bekerja keras sehingga mendapatkan hasil.

dari kecil saya menjadi anak yang pendiam dan pemalu. itu juga mempengarui pergaulan saya yang beranjak dewasa dengan segala kesulitan dalam pergaulan dan menjalin pertemanan, dan juga kesulitan mendapatkan teman laki laki (Pacar). ketika saya SMP saya hanya bisa menyukai seorang anak laki laki, namun saya diam saja hingga lulus.. berbeda dengan anak perempuan yang lain, yang punya penampilan lebih menarik, selalu ramah atau mungkin bisa di katakan lebih genit, mereka bisa mendapat pacar dan gonta ganti pacar dengan mudah. namun, mendapatkan pacar dari usia segitu yang ada hanyalah merugi, if you know what i mean..
kenyataannya ada beberapa teman teman sekolah saya yang hamil di luar nikah, atau sekedar di rugikan perasaan dan fisik di usia yang sangat belia.
saya merasa beruntung tidak mengenal laki laki dalam usia segitu, sisi lainnya bukanlah keberuntungan yang sebenarnya saya dapatkan namun saya sendiri yang mengontrol pergaulan saya sehingga tidak salah memilih teman. dan juga mengontrol perasaan saya untuk tidak mencoba hal yang sebenarnya belum boleh di usia saya pada saat itu.
dulu ketika saya SMP, saya pernah merasakan masa masa yang paling susah. ingin tetap bersekolah dan beli buku saja sulit. bahkan saat les Komputer, saya minta sama Mama untuk membeli disket yang harganya Rp. 5000.- saja harus pinjam ke saudara. karena pada waktu itu, Bapak sakit parah dan Mama yang mencari uang. kami tinggal di kampung, dimana masih banyak anak perempuan yang lulus SD langsung pada bekerja menjadi PRT di Jakarta. di lingkungan kampung sini, masih banyak orang tua kolot yang menyampingkan pendidikan. terutama untuk anak perempuan. bahkan jika ada yang bersekolah sampai SMA di anggapnya keluarga Sok Kaya atau apalah sebutannya. "buat apasih anak perempuan di sekolahin tinggi tinggi? lulus juga akhirnya menikah jadi ibu rumah tangga!" ucap mereka.
dari dulu saya tidak pernah merencanakan kalau saya akan sekolah SMA dan melanjutkan Kuliah. tidak pernah terfikirkan hal tersebut. tapi saya terlahir dari Orang tua yang menjunjung tinggi pentingnya pendidikan. saya menjadi anak perempuan pertama di keluarga besar saya yang melanjutkan kuliah. bersyukur dan merasa beruntung saya bisa bersekolah, lulus Kuliah dan tidak pernah merasakan kerja jadi PRT di rumah orang asing.
saya merasa beruntung, tapi sisi lainnya bukanlah Keberuntungan yang sebenarnya saya dapatkan namun Mama saya yang bekerja keras banting tulang semenjak di tinggal Almarhum Bapak saya, untuk menyekolahkan Saya dan Adik saya hingga lulus.

dulu saya pernah bertemu dengan seorang Pria yang menyakiti saya selama sekian lama, hingga memakan waktu bertahun tahun lamanya saya berusaha bangkit dan Move on. itu juga memperngaruhi saya di masa sekarang, sejak hubungan saya berakhir dengan Pria tersebut saya belum pernah memiliki kekasih lagi. karena saya pikir tidak akan menghabiskan waktu, menyianyiakan waktu untuk menjalin dengan Pria Pria yang salah lagi. saya juga selalu berfikir sinis dan negatif terhadap Pria hingga selama bertahun tahun saya berusaha menghindar dari hal hal tersebut..
hingga akhirnya waktu bergulir banyak teman teman saya yang sudah menikah, punya anak dan terlihat hidup dengan kebahagiaan yang lengkap. namun, tak sedikit juga dari mereka yang pernikahannya sedikit demi sedikit menuai berbagai masalah karena banyak hal, termasuk Ekonomi. dan saya pikir sayapun belum siap untuk menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan seperti itu.
saya bersyukur dan merasa beruntung, sampai usia saya sekarang ini belum menikah, karena saya pikir saya belum cukup Dewasa untuk menghadapi segala permasalahan tersebut. di tambah lagi saya merasa beruntung karena di usia sekarang ini saya masih bisa melakukan banyak hal hal lain yang belum pernah saya lakukan.

kalau di lihat dari sisi yang lain, memang benar kata Keltie Knight kalau Keberuntungan memanglah tidak ada. namun, bukan berarti itu tidaklah nyata. terkadang setiap orang harus memiliki perasaan Beruntung, karena untuk mengingatkan Manusia terhadap kekuasaan Tuhan. apapun bisa terjadi, apapun bisa terwujud dengan kerja keras namun semua itu belum tentu terjadi tanpa adanya kuasa Tuhan.
perasaan Beruntung juga membuat kita merasa kecil di hadapan Tuhan, untuk tidak memiliki sifat sombong dan Pesimis dengan bekerja keras bisa meraih segalanya. namun juga harus mengukur kemampuan diri betapa kecilnya kita di bandingkan dengantakdir yang di tuliskan Tuhan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
keltie knight
*menghela nafas* kemarin saya melihat postingan foto Keltie Knight di instagram, Dia terlihat Happy.. dan saya merasa seperti mendapat inspirasi untuk sedikit meluangkan isi hati dan mungkin juga sedikit keluh kesah.
seperti yang tertulis di Caption foto tersebut "My Mom once said: 'that's why it's called show-BUSINESS honey, and not show - FUN" i think i can be both, but as women we are eternally torn between sleep / work / skinny jeans / sweatpants / nice dinners / a green juice on the go. i'm a SHE-E-O + It's impossible hard + exceptionally fulfilling. any other SHE-E-O out there? i wanna send the *hand emoji* your way!
My mom once said "that's why it's called show-BUSINESS honey, and not show-FUN" I think it can be both, but as women we are eternally torn between sleep/work/skinny jeans/sweatpants/nice dinners/a green juice on the go. I'm a SHE-E-O ➕ it's impossibly hard ➕ exceptionally fulfilling. Any other SHE-E-O's out there? I wanna send the 👊🏻 your way!
A photo posted by KELTIE 💃 KNIGHT (@keltieknight) on Oct 29, 2015 at 10:54am PDT

awalnya saya tidak mengerti apa itu SHE-E-O sampai akhirnya saya googling yang intinya adalah "waktu kesuksesan, saat dimana kau telah mencapai apa yang kamu inginkan berupa pekerjaan, kesibukan dan hal hal lain"
saya rasa saya langsung mengerti apa maksud dari Caption yang di tulis Keltie. semestinya Dia mengeluh pada ibunya dengan pekerjaannya yang super sibuk dan susah sekali membagi waktu untuk diri sendiri.
namun sepertinya Keltie bisa saja menyempatkan untuk membagi waktu antara keduanya..

dan itu semakin membuat saya juga merasa seperti berkaca diri. harapan saya sekarang ini adalah punya pekerjaan yang tidak menyita seluruh hari hari saya, menyita seluruh pikiran saya untuk keuntungan seseorang tanpa memikirkan waktu istirahat pikiran saya. saya tidak mau mengungkit apa apa lagi, karena yang sudah terjadi ya sudah.. dan pilihan resign dari tempat kerja dahulu saya masih berfikir kalau itu merupakan keputusan yang terbaik. terbaik menurut saya dan keluarga saya.
saya berharap pekerjaan saya setelah ini akan lebih baik, untuk saya as a woman.

pasti akan begitu menyenangkan jika mempunyai pekerjaan yang bisa membuat kita teratur soal waktu sekaligus menjadi manusia yang lebih produktif. seperti yang Keltie bilang :
1. Sleep : waktu yang membuat kita masih punya cukup waktu untuk istirahat.
2. Work : pekerjaan yang tidak hanya membantu kita secara finansial tapi juga membuat kita merasa ikhlas untuk melakukannya setiap hari.
3. Skinny jeans : kesempatan waktu yang membuat kita masih punya waktu untuk diri sendiri, atau untuk hang out.
4. Sweatpants : kesempatan waktu yang membuat kita bisa menyempatkan waktu untuk olahraga, dan mengurus rumah.
5. Nice dinner: kesempatan waktu yang bisa membuat kita merasa bisa menyempatkan untuk menyalurkan hobi, semacam memasak dan lain lain. atau waktu untuk hang out dinner bersama orang terdekat.
6. A green juice: kesempatan waktu yang membuat kita bisa senantiasa memakan makanan yang lebih sehat setiap hari.

saya rasa itu juga akan sulit yah, apalagi nanti kalau sudah berumah tangga nanti hahaha tapi saya berharap bisa mendapatkan dan melakukannya! amin..

thank you Keltie for your inspiration! :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

postingan saya kali ini terinspirasi dari tulisan Keltie Knight di blog nya yang ada di dalam buku yang pernah di terbitkan "Rockettes, Rockstars and Rockbottom" tentang cinta, kerja keras, kehidupan dan impian.

beberapa bulan yang lalu, saya bercerita kepada seorang teman, tentang seorang mantan pacar saya yang ternyata kebali menyapa saya dan menanyakan kabar saya di sosmed. lalu teman saya langsung bilang untuk tidak usah menghiraukannya, karena dia tidak layak mendapatkan apapun dari saya lagi..
saya akui teman saya memang benar, namun dari hati saya yang paling dalam saya masih menginginkan untuk membalas sapaan nya lagi... and i do.

jujur saja itu juga membuat perasaan saya kembali campur aduk, meskipun saya tahu dia kembali menyapa saya cuma karena sedang bosan dengan kehidupannya sendiri dan itu tidak berarti apapun. memang sudah lama, sudah lama sekali sampai yang saya rasakan waktu bergulir dengan begitu cepat. saya sudah move on dan bisa benar benar lepas darinya dalam rentan waktu 2 sd 3 tahun.. bukannya saya lebay tapi memang saya akui itu salah satu cobaan yang berat dalam hidup saya dalam proses saya untuk menjadi dewasa. i was young and don't understand love life it self. love is like horrible pain since i live in abusive relationship since that years.

" apa kabar, suci? "

" baik alhamdulillah "

dalam hati saya, saya ingin berkata ya saya baik, jauh lebih baik dari beberapa tahun yang lalu ketika kamu menyakiti saya. saya sudah lebih baik dari beberapa tahun yang lalu ketika saya tidak bisa berhenti men-stalking sosmed kamu tiap malam. saya sudah lebih baik dari beberapa tahun yang lalu ketika setiap saya terbangun dari tidur dan merasa kosong, dan dada saya terasa sesak dan sakit dari tangisan semalam. saya sudah lebih baik dari beberapa tahun yang lalu ketika menyadari kamu ternyata sudah menemukan pengganti. saya sudah lebih baik dari beberapa tahun yang lalu ketika saya terus terusan menyakiti diri sendiri..

lalu saya berkata kepada teman saya, ada rasa senang ketika menyadari mantan saya menyapa saya kembali meskipun itu bukan sesuatu hal yang istimewa. karena saya senang ketika menyadari seberapa jauh saya sudah melangkah meninggalkan masa lalu..
saya senang ketika menyadari rasa marah itu sudah hilang, meskipun ada sisa sisa kecil rasa sakitnya masih membekas. saya senang ketika menyadari saya sudah tidak merasakan apapun untuknya, itu tanda kalau saya sudah berhasil move on..  saya senang ketika menyadari saya benar benar bisa hidup tanpa nya selama beberapa tahun terakhir and it's like another world..

i was talking about the struggle how i cut people out as a lover.. and losing someone is one of hard struggle that ever happened to me. and i know It's not healthy emotionally to be stuck in the past and i look to the future instead. Setelah saya membuat keputusan untuk memaafkan, saya akan merasa jauh lebih baik. memaafkan adalah langkah maju yang positif, karena saya akan merasa bahwa saya telah kehilangan sesuatu yang membebani.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    5 bulan yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose