• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

Menyusui, Mpasi, menyapih, sleep training, toilet training merupakan tahapan belajar anak balita dalam tumbuh kembangnya. dan sejauh mana saya menjalani tugas saya sebagai seorang ibu? Menyusui saya berhasil mengAsihi anak saya lulus full dbf hingga 2 tahun. namun gagal menyapih karena belum menerapkan Sleep training. jadi saya putuskan untuk masih menyusui entah hingga kapan hahah

Mpasi saya juga di bilang belum sempurna. dari awal 6 bulan, saya yang masih minim literasi juga belum sepenuhnya berhasil memberikan Mpasi yang adekuat. dari homemade, fortif, makanan keluarga, mpasi yang di jual di pinggir jalan, semua saya coba. namun semua itu ada ups dan down dan saya bisa bilang berjuang Mpasi tidaklah mudah dan benar-benar menguras kesabaran dan mental ketika di hadapkan yang namanya Gtm.

Sleep training, juga belum sepenuhnya berhasil. karena gagal menyapih bisa di bilang penyebabnya. jadi Naura masih tidur sambil menyusu, sambil di kelonin ataupun sambil di pijit-pijit dan masih saja sering terbangun di malam hari beberapa kali. namun, semenjak Naura masuk Daycare mulai terbiasa tidur siang mandiri di sekolah.

Toilet training

awalnya saya lihat beberapa video fyp di tiktok tentang toilet training yang ternyata begitu ribet. dimulai dari sering mengajak anak ke kamar mandi tiap 2 jam sekali untuk menyusuh pipis. sering ngepel lantai karena si anak yang belum lulus toilet training masih berceceran pipis nya dimana-mana. ada juga yang usianya sudah 5 tahun namun lebih memilih menahan pup sampai berhari-hari dari pada harus ke toilet dan memilih diapers setiap kali kebelet pup. dari semua itu cukup membuat saya overthingking. anak saya sudah 2 tahun dan sudah lancar bicara, sudah pinter mengutarakan pendapat dan perasaannya, kira-kira saya mau mulai kapan yah untuk toilet training? apakah saya terlalu dini untuk mengajari? atau sudah saatnya?  atau sudah terlambat? kapan anaknya siap? apakah saya telaten untuk menyuci eek di celana setiap anak saya kelepasan? apakah saya siap untuk selalu ngpel lantai? gimana kalau anak saya kepleset pipisnya sendiri? apakah saya akan gagal lagi seperti menyapih?

begitu banyak pertanyaan. dan keraguan saya..

tapi ternyata seiring berjalannya waktu.. anak saya, Naura sudah menunjukan kesiapannya sendiri. setiap kali saya ganti diapers nya sebelum tidur, hingga pagi bangun-pun diapersnya masih bersih tanpa cairan. dan baru keluar pipisnya saat mandi. itu berlangsung selama seminggu dan saya mulai lepas diapers saat malam hari. namun masih memakainya saat siang.

di sekolah, ustadzahnya juga mulai memperhatikan dan laporan ke saya. "Naura kok di pakein diapers kosong terus ya mah? apa mau toilet training? kalau mau toilet training bawa celana di banyakin ya mah?" dalam hati saya, Alhamdulillah di sekolahpun mau di ajari toilet training, jadi saya tidak perlu menjelaskan atau merasa tidak enak kenapa Naura ke sekolah tidak di pakein diapers atau tiba-tiba ngompol di celana.

seminggu berlalu, Naura mulai disiplin ke toilet. walaupun belum bisa membedakan mana mau pipis dan eek. namun sudah paham ketika merasa kebelet pipis atau eek langsung minta ke toilet. sebelum berangkat sekolah, saya pastikan dulu bangun tidur sudah pipis. habis makan siang pipis, sudah makan sore eek dan sebelum tidur pipis dulu. 2 minggu saya nyatakan Naura di usia 2 tahun 6 bulan sudah lulus toilet training dan berhasil lepas diapers siang-malam, tanpa ngompol malam. dan jadwal pipis dan eek yang sudah teratur. Alhamdulillah..


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

kali ini saya akan berbagi pengalaman yang yah bisa dibilang tidak mengenakan, bisa menjadi pembelajaran dan juga kehati-hati an saya dan mungkin bisa menjadi solusi bagi yang membaca tulisan saya jika sedang mengalami hal yang sama.

naura mengantar mama ke poli tht

awalnya saya merasa ada yang tidak beres dengan telinga saya sebelah kiri. sekitar 2 tahun yang lalu ketika saya hamil anak pertama. gatal, merasa sangat penuh seperti kemasukan air dan sering pusing. saya pikir mungkin bawaan hamil. setelah saya mengutarakan keluhan saya ke bidan. bidan hanya memberikan saya paracetamol untuk menghilangkamn pusing. selebihnya saya bersihkan mandiri dengan korek kuping yang di alasi kain. setelah bersih keluhan berangsur-angsur menghilang

setahun kemudian gejala itu pun muncul kembali, saya kembali memeriksakan ke puskesmas. dan di puskesmas di kasih obat tetes telinga, obat minum paracetamol, antibiotik amoxilin, dexametasone, cetirizin hcl. dan membersihkan telinga saya secara mandiri. berhasil sembuh. gatal hilang, pusing hilang.

dan yang terakhir akhir tahun 2023. bulan desember sekitar tanggal 27 saya kembali merasakan gejala yang sama namun lebih parah. telinga kiri saya gatal, sakit nyut-nyut an, seperti tersumbat dan berkurangnya pendengaran. saya membersihkan telinga saya namun mungkin saja kurangnya hati-hati dan membuat mala petaka ini datang. ketika saya berbicara, saya tidak begitu jelas mendengarkan suara saya sendiri. seperti sedang pilek jadi terdengar seperti berdengung dan menggema. kemudian saya meneteskan obat tetes telinga yang saya beli dari apotik merk v*tal ear yang ternyata memperburuk keadaan. di tambah lagi dengan keluarnya cairan bening tidak berbau yang terus menerus keluar dari liang telinga saya sebelah kiri.

akhirnya saya memerikasakan ke puskesmas tanggal 29 desember 2023 dengan harapan bisa langsung dikasih rujukan ke dokter spesialist THT di rumahsakit. namun tidak segampang itu, petugas puskesmas menolak memberikan rujukan dan bilang saya sedang berkeringat banyak sehingga telinga saya terlihat basah dan hanya mengalami radang. harus di obati dahulu dengan obat dari puskesmas, jika di kemudian hari masih ada keluhan priksa kembali ke puskesmas untuk meminta rujukan. saya hanya bisa menghela nafas ya sudahlah.. memang berobat dengan bpjs harus sabar. padahal saya sedang mengalami nyeri telinga sampai tidak bisa tidur dan telinga saya benar-benar berair karena infeksi.

puskesmas memberikan obat anti nyeri, antibiotik dan obat alergi flu. tapi obat yang diberikan tidak berpengaruh apa-apa dan masih terasa nyeri. sampai saya menyadari kalau cairan yang keluar dari telinga kiri saya bukan hanya bening tapi juga nanah. pipi saya juga bengkak sebelah akhibat peradangan, nyeri yang tak tertahankan juga selalu muncul tiada henti. mau kembali ke puskesmas namun sedang tutup karena pergantian tahun 2024. akhirnya saya memeriksakan diri ke dokter umum.

saya ke dokter umum dengan harapan bisa mengurangi nyerinya dulu, sebelum minta rujukan ke dokter THT. sama dokter umum saya dilarang mengorek telinga, dan telinga saya juga tidak boleh kemasukan air dulu, saya di beri obat anti nyeri, antibiotik, alergi.. dan alhamdulillah saya minum obat dari dokter umum nyeri nyut-nyut an yang tidak tertahankan mereda. bengkak di pipi saya juga kempes. namun ketika reaksi obat habis nyeri-nya kambuh-kambuh lagi. 

obat dari dokter umum

2 januari 2024. puskesmas kembali buka, saya langsung memeriksakan diri, mengutarakan keluhan dan meminta rujukan. alhamdulillahnya saya ketemu dengan petugas yang berbeda dengan sebelumnya dan langsung memberikan rujukan tanpa ngomong ini itu.

seminggu pertama, 3 januari 2024. akhirnya saya bisa ke rumahsakit dan ke dokter THT. rasanya benar-benar lega karena bisa memeriksakan telinga saya kepada ahlinya. bukan hanya di lihat di jewer-jewer atau di lihat pakai senter tapi benar-benar di periksa ada apa sih dan apa yang terjadi di dalam lubang telinga saya. bayangan saya ketika di periksa dokter THT ada alat khusus seperti yang saya lihat di tiktok dengan kamera, jadi saya bisa melihat sendiri bagaimana keadaan gendang telinga saja. namun kenyataanya tidak seperti harapan saya hehe alat tersebut tidak ada. dokter hanya melihat dengan alat mini seperti kerucut yang hanya beliau bisa lihat. ya sudahlah hehe bisa periksa ke spesialist dengan bpjs saja saya sudah sangat bersyukur.

telinga saya kemudian di sedot dengan alat seperti sedotan stenlis yang terhubung dengan selang dan berakhir ke sebuah tabung-tabung kaca. saya merasa lega karena cairan dan nanah yang menyumbat telinga saja langsung hilang. namun masih saja terasa tidak nyaman, pendengaran saya masih bermasalah, pusing, berdengung dan suara-suara terdengar menggema. dokter bilang gendang telinga saya robek/berlubang dan infeksi. itulah sumber masalahnya.  telinga saya dilarang terkena air dan dilarang di korek-korek sembarangan. kemudian saya di resepkan obat nyeri, antibiotik dan lain-lain

obat dari dokter sp THT

minggu ke-2. saya kembali ke rumahsakit untuk kontrol dan mengutarakan keluhan. nyeri sudah jarang kambuh namun telinga saya sering terasa gatal tak tertahankan dan cairan bening dan nanah masih saya keluar. kemudian dokter menyedot kembali cairan-cairan tersebut. masih sama, saya belum merasa banar-benar lega dan masih terasa tersumbat. ketika berada di keramaian, di perjalanan telinga saya sering berdenging mengeluarkan suara gemuruh yang durasinya lumayan lama. dokter kembali meresepkan obat yang sama dengan minggu kemarin dan bilang minggu depan kontrol kembali dan akan di resepkan obat tetes telinga.

minggu ke-3. saya kembali ke rumahsakit untuk kontrol dan mulai merasa lelah dengan keadaan telinga saya yang belum juga membaik. dan mulai berfikir mungkin saya terlambat memeriksakan ke dokter jadi pengobatannya sampai berlarut-larut sampai berminggu-minggu tidak kunjung sembuh, ada rasa penyesalan kenapa saya menahan sakit sampai seminggu untuk mendapatkan rujukan dari puskesmas, padahal bisa saja saya keluar biaya langsung ke dokter THT mungkin jadi tidak berlarut-larut keluhannya.. saya bilang kedokter kalau cairan yang keluar dari telinga berangsur-angsur berkurang tapi saya masih merasa budeg sebelah. dokterpun menjawab kalau gendang telinga saya masih sobek, dan kalau sudah sobek bisa sembuh namun penyembuhannya tidak bisa kembali sempurna 100% seperti semula. pemeriksaan kali ini tidak di lakukan sucksion/penyedotan mungkin karena cairan yang keluar mulai mengering. dan saya kembali di resepkan obat yang sama seperti hari pertama dan minggu kedua. di tambahkan obat tetes telinga yang di janjikan minggu kemarinnya.

obat tetes telinga mujarab

sehari, dua hari setelah memakai obat tetes telinga saya tidak merasa langsung membaik. yang ada telinga saya kembali terasa nyeri nyut-nyut an dan cairan obat tetes telinga seperti tembus ke telinga dalam hingga terasa ke dalam kepala. mungkin karena keadaan gendang telinga saya yang masih bolong. tiga hari, empat hari saya mulai merasa enakan dan sudah tidak merasakan nyeri sama sekali. 

minggu ke-4. genap sebulan merasakan penderitaan telinga. keadaan saya benar-benar membaik namun masih saya terasa budeg sebelah, walaupun keluhan-keluhan yang menyiksa sudah hilang namun saya belum bisa mendapatkan pendengaran saya seperti semula. berniat ingin kontrol kembali namun teringat kata dokter kalau gendang telinga robek/berlubang tidak bisa kembali seperti semua. jadi saya mengurungkan niat dan berpasrah dengan kesembuhan sendiri.. hal yang masih mengganggu ketika berada di keramaian atau tempat dengan pengeras suara bising. saya langsung pusing dan pendengaran menjadi menggema.

sudah lebih dari sebulan saya merasa sudah benar-benar sembuh. dan gendang telinga saya yang robek sepertinya sudah berhasil pulih dan menutup dengan sendirinya. namun pendengaran saya tidak seperti semula. jika di bandingkan telinga kanan yang sehat masih 100% namun telinga kiri dengan riwayat robek menjadi 80%

kesimpulan

- jangan terlalu kencang mengorek telinga, bersihkan dengan sewajarnya

- jangan memberikan obat tetes telinga sembarangan yang dijual di apotik atau toko-toko karena berpotensi tambah parah atau infeksi. hanya minum dan mengobati dengan obat-obatan yang di resepkan dokter

- jika ada keluhan telinga ini langsung ke dokter THT

- gendang telinga robek bisa sembuh dengan sendirinya, asalkan tidak infeksi, dan lubang masih relatif kecil. dan harus extra sabar. karena proses menutupnya gendang telinga yang berlubang/sobek tidak bisa memakan waktu sebentar.. butuh 1-2 bulan hingga benar-benar sembuh. namun jika berlubang besar hanya bisa sembuh jika di operasi.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

sedikit melenceng dari tema motherhood yang belakangan ini saya tulis sejak menjadi newmom. hehehe beberapa bulan yang lalu saya melihat postingan tiktok dengan caption "when you are not pretty, so you have to study harder, so that at least people appreciate your existense" kalau di translate menjadi : jika kamu tidaklah cantik, kamu harus lebih giat belajar jadi setidaknya orang-orang mengapresiasi keberadaanmu.

hmmm.. sebagai alumni minderan, memang hal ini cukup sulit karena saya juga benar-benar merasakannya dulu, ketika saya merasa jelek bukan karena bernasib jelek. namun, karna penilaian dan perlakuan orang-orang yang membuat saya seperti menjadi berbeda dan tidak bisa join dengan circle toxic mereka. yang pada akhirnya membuat saya menjadi pribadi yang tidak bersyukur dan rendah diri..

but, that's the problem, honey.. dunia ini begitu luas dan kehidupan bermasyarakat bukan sebatas di sekolahan atau di universitas saja. maka dari itu pintar akademik saja juga tidaklah cukup.. apa artinya lulus dengan nilai terbaik, juga nanti di dunia kerja masih tergerus dengan beauty standart. perusahaan dimana-mana pada awalnya lebih mengutamakan punya pegawai yang berpenampilan menarik. bla bla.. belum lagi hidup di masyarakat yang penuh dengan bodyshamming.

Maka... jikalah berusaha disatu bidang tidaklah berhasil, maka gali potensi yang lain. walaupun tidak goodlooking tapi punya potensi2 yang lain.. berkaca dari pengalaman pribadi yang selalu merasa insecure dari dulu.. lama-lama capek harus terus-terusan ngerasa minder, akhirnya bisa menerima diri sendiri.. menjauh dari circle yang penuh body shamming lebih menyehatkan mental dan mendapatkan ketenangan batin. memanglah tidak mudah karena "loving yourself + self acceptance" bukanlah proses instan, dan belajarnya bertahun-tahun supaya bisa menghilangkan rasa baper..  keluar dari lingkungan toxic & carilah tempat dimana yang lebih bisa menghargai keberadaanmu. apa adanya.

barulah akan sadar.. 

you're WORTHY and you're so much more than that..!

dan satu lagi naikin value diri sendiri, bukan karena ingin di puji, bukan karena ingin keberadaannya di akui. tapi untuk menambah kualitas diri. beauty privilige is real tapi pada akhirnya manusia semua akan menua, dan orang akan melihat bukan hanya dari penampian tapi dari kepribadian kita.

saya jadi ingat dengan puisi rupi kaur yang berjudul i want to apologize tentang beauty privilige yang jika di translate berbunyi seperti ini :

“Saya ingin meminta maaf kepada semua wanita yang saya sebut cantik. sebelum saya menyebut mereka cerdas atau berani. saya minta maaf saya membuatnya terdengar seolah-olah sesuatu yang sederhana seperti apa yang kamu miliki sejak lahir. hanya itu yang harus kamu banggakan, ketika kamu telah memecahkan gunung dengan kecerdasanmu. mulai sekarang saya akan mengatakan hal-hal seperti: kamu tangguh, atau kamu luar biasa. bukan karena menurutku kamu cantik tapi karena saya ingin kamu tahu, kamu lebih dari itu” YOU ARE SO MUCH MORE THAN THAT.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bawa bayi ke mall? yay or nay? saya termasuk ibu-ibu introvert tapi yang juga demen banget sama yang namanya plesiran. semenjak hamil trimester 3 sudah jarang dan hampir tidak pernah pergi jauh kecuali memang untuk berkunjug ke rumah saudara atau untuk keperluan check ke dokter. semenjak melahirkan juga merasa aktifitas jalan-jalan juga cukup terbatas. karena takut anak kenapa-napa disaat di bawa bepergian jauh atau terkena angin. semua aktifitas belanja kebutuhan rumahtangga juga saya banyak di pesan secara online, belum berani bawa ke mall atau ke supermaret karena takut anak saya yang masih newborn ketemu banyak orang di tempat umum yang rawan virus.

namun selesai melahirkan 40 hari, saya harus tetap mudik ke kampung suami untuk silaturahmi pada saat idulfitri. jadi anak saya dari sebelum usia dua bulan sudah harus keluar motoran. lama kelamaan saya juga ingin sekali ke mall, pertama kali ke mall anak saya kira-kira sudah 2 bulan. tidak begitu berkesan menurut saya karena anak saya belum mengenali keramaian atau objek-objek sekitar karena masih di gendong, hanya diam dan tidur.. pada saat itu juga tidak membawa stroller dan anak full di gendong, jadi cukup membuat kelelahan dan pundak terasa pegal banget.

kedua kalinya, saya ngemall sama anak ketika usia 7 bulan. dan sudah terasa begitu mengasyikan. karena anak sudah bisa duduk mandiri, bisa mengenali tempat baru, terlihat excited saat bermain, mengenali suara keramaian dan cahaya lampu-lampu yang menarik perhatiannya.




jadi jika sekarang di tanya, bawa bayi ke mall. yay or nay? jawabannya yay! tapi tidak begitu semena-mena asal bawa seperti bawa badan sendiri. karena bayi masih begitu fragile dengan dunia luar maka harus ada beberapa yang perlu di perhatikan sebelum membawa serta baby keluar..

  • pastikan kondisi badan si anak benar-benar sehat dan punya mood yang baik
yang paling utama dan penting adalah kondisi badan anak dulu, karena mall tempatnya begitu banyak orang, apalagi begitu ramenya pas weekend. jadi bayangkan walaupun tempatnya indoor adem ber-AC tapi disana juga sarangnya bakteri dan virus. beuh! jadi pastikan kondisi badan anak sehat. tidak sedang pilek/flu, batuk. pastikan juga si baby sedang mood yang baik. tidak sedang rewel atau ngantuk.
  • sudah kenyang, mandi dan tidur
ini juga penting yah, karena saya tidak akan segera berangkat jika si baby sedang rewel. dan rela mengulur waktu supaya anak sudah makan dulu, sudah menyusu dan sudah tidur, walaupun sepanjang perjalanan akan tidur lagi.
  • persiapan bekal
selain asi/sufor, jika anak sudah 6+ bulan pastikan bawa makanan dan minuman pula, minimal bawa air putih dalam botol supaya sewaktu-waktu anak haus tidak perlu repot mencari air mineral. bawa juga standart perbekalan bayi seperti diapers, tisu kering, tisu basah, baju ganti, kupluk, jaket/selimut 
  • jangan sendirian, repot.
biar mudah dicari, semua perlengkapan di bawa dalam satu tas. jangan sendirian ketika ngemall karena tujuannya supaya ada yang bisa membawakan tas. haha.. kalau tidak akan begitu berat dan merepotkan sekali.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

26-08-2021. terbangun dari tidur siang, bermimpi sesuatu yang tak asing. di produksi ada yang salah memakai barang, mereka menjahit dengan warna benang yang salah, mereka memasang komponen yang tidak sesuai dengan style. kemudian saya di panggil ke tkp dihadapan para atasan sambil menunjukan pekerjaan mereka. mereka menerangkan permasaahan dengan nada bicara seperti biasanya. yang seolah-olah menyalahkan saya. tidak becus mengordinasi inventory. saya mencari dimana letak permasalahannya dan membela diri namun saya terbangun.. dehidrasi.. perut kram. merasa kesal. tapi setelah beberapa saat saya bersyukur. merasa bersyukur karena itu semua hanyalah mimpi, dalam kenyataan saya tidak lagi berada di tempat yang kapan saja akan di salahkan, kapan saja merasa terasa terexpose seolah-olah menjadi 'tersangka' oleh kesalahan saya, kesalahan orang lain yang harus saya tanggung, atas kejadian yang bahkan saya tidak ketahui. 

5 Juni 2021 lalu saya menikah, 29 Juni 2021 kesehatan saya drop, demam tinggi 2 hari. 30 Juni 2021 saya divonis positif Covid-19 tidak bisa bekerja 14 hari kemudian karena harus isolasi mandiri. sedih? sudah pasti. sempat merasa lega karena bisa menghindar dari pekerjaan yang stressfull, istirahat memfokuskan kesehatan. namun ternyata tidak mudah, pekerjaan saya malah bertumpuk selama 2 minggu tertinggal. semakin membuat stress dikala sedang isolasi mandiri karena begitu banyak permasalahan yang terjadi, tapi yang hanya bisa lakukan dengan menonton grup, tanpa bisa mengeksekusi. dan semakin kian membuat kecemasan. sempat berfikir ingin resign saja ketika hamil karena kemungkinan saya tidak akan kuat menghadapi permasalahan pekerjaan yang kian rumit. tentu saja itu hanyalah benak saya ketika benar-benar merasa cemas, panik dan helpless dengan mental saya saat berada masa isolasi. terasingkan dengan keluarga, karena saya harus misah tempat tinggal sementara.

7 juli 2021 ternyata positif hamil. kesehatan saya kembali drop. namun, saya sempat bersemangat dan berfikir positif menyambutnya karena kemungkinan pekerjaan saya akan menjadi ringan karena toleransi ibu hamil di lingkungan kerja, tidak pulang sampai malam juga. segala benak ingin resign saat berada masa isolasi mandiri coba saya hilangkan jauh-jauh karena sudah membayangkan kapan cuti kehamilan tiba, kapan saya mulai belaja baju hamil, kapan saya mendapatkan uang cuti selama 3 bulan dirumah, kapan ketika saya melahirkan dan tidak perlu memikirkan biaya yang sudah tercover asuransi dari perusahaan.

tapi kenyataannya tidaklah mudah, pekerjaan saya tetap seperti biasa. malah setiap harinya seperti tertekan karena harus mengejar hal-hal yang tertinggal selama 14 hari isolasi mandiri minggu lalu, dengan keadaan fisik saya yang tidak seperti dahulu. lonjakan hormonal membuat saya cepat kelelahan, perut bagian bawah yang selalu kram pagi, siang, malam. berdiri, jalan kaki, naik turun tangga yang membuat saya sering lemas dan keliyengan. keadaan fisik dan emosional yang tidak stabil. dan sangat sulit berkonsentrasi. 

27 juli 2021. saya mermutuskan absen sehari dari pekerjaan untuk menjalani tes ANC (Antenatal Care) sesuai anjuran Ibu Bidan sekalian meriksakan kehamilan dan mengutarakan keluhan saya yang sering kram. jawaban dari pihak pukesmas tidaklah begitu memuaskan karena konseling hanya sekedar anjuran 'tidak boleh capek', 'makan teratur' dll kemudian saya memutuskan untuk pergi ke klinik swasta, untuk USG dan konseling langsung dengan dokter kandungan. kenapa saya memutuskan USG padahal kehamilan saya baru berusian 7 minggu pada saat itu? karena saya ingin merasa tenang kalau saya benar-benar hamil, bukan hanya sekedar tespek yang memperlihatkan garis 2. saya ingin melihat janin saya yang berkembang apakah benar sehat dan tumbuh di dalam rahim. bukan hamil BO/kosong, bukan hamil yang berada diluar kandungan, bukan penyakit dll dan menjawab keraguan saya dengan gejala perut saya yang sering sakit sepajang waktu.

hasil USG muncul dilayar lengkap dengan usia kehamilan, keadaan dan letak janin. dokter menjelaskan dengan teliti kalau janin saya sehat, sudah ada detak jantung. dan membuat saya benar-benar terharu kalau memang nyata ada mahluk hidup yang ada di rahim saya. dokter menanyakan punya keluhan tidak? saya jawab sering kram. jawaban dokter : saya tidak boleh stress, tidak boleh terlalu capek, kerja jangan terlalu 'ngoyo' harus pelan-pelan karena kehamilan masih sangat muda dan rentan, kata dokter. kemudian saya minta SKD untuk mengisi absensi saya sehari, namun dokter menuliskan saya harus istirahat selama 3 hari, bedrest. dengan diagnosa hamil 7 minggu 1 hari, rawan keguguran. harapan dokter tersebut untuk memaksimalkan pemulihan saya, dan dengan SKD tersebut bisa meringankan pekerjaan saya dan meyakinkan atasan kalau saya memang tidak bisa kerja berat.

sepulang dari klinik saya menangis sepanjang jalan tanpa sepengetahuan suami yang sedang nyetir di depan. melihat hasil USG dan penjelasan doker yang membuat saya sadar tidak boleh memiliki sifat egois dan memaksakan diri. mulai saat ini hidup bukan soal untuk diri saya sendiri tapi ada calon manusia yang harus saya jaga tumbuh kembangnya.

dengan bermodalkan hasil USG dan SKD saya memutuskan untuk berbicara dengan atasan untuk Resign. karena saya merasa tidak akan mampu bertahan lebih lama dengan segala macam tekanan. ada banyak ibu hamil yang bekerja sampai tanggal cuti melahirkan disana namun mereka berada di Departemen yang tidak banyak memikirkan resiko terlalu berat, dengan aktifitas yang bisa dijalani dengan duduk sepanjang hari, sangat berbeda dengan saya :( 

bukan karena saya manja dan ingin bermalas-malasan di rumah tetapi karena saya hanya ingin beristirahat.. saya ingin menjalani kehamilan tanpa rasa lelah berlebihan, tanpa stress berlebihan.. ingin beristirahat demi janin yang saya kandung dan tidak mau mengambil resiko terlalu jauh hanya demi 'uang cuti' .ditambah lagi jika mama sudah berangkat lagi ke luar negeri usai PPKM, siapa juga yang akan mengurus saya ketika berangkat dan pulang kerja?. ketika perut saya nanti akan semakin membesar siapa lagi yang akan mengantar saya untuk berangkat-pulang bekerja? jika suami belum pulang dari perantauan. hiks.

saya resign juga tidak memikirkan nanti kehidupan ekonomi saya akan berkurang karena 100% hanya mengandalkan penghasilan suami yang sedang sulit juga karena pandemi. tidak memikirkan berapa jumlah tabungan yang saya miliki karena semua habis untuk kebutuan saat menikah. tidak memikirkan nanti akan mengurus asuransi mandiri karena sudah stop dari perusahaan. tidak memikirkan semua itu karena saya hanya ingin sehat dan menjalani kehamilan dengan baik. keluarga awalnya tidak ikhlas jika saya resign, "mau ngapain di rumah?" kata mama. tapi seiring berjalannya waktu akhirnya mengerti karena saya juga punya suami yang mendukung keputusan saya.

berat rasanya untuk meninggalkan perusahaan yang sudah banyak memberikan saya ilmu, memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan berkarier, serta memberikan saya pembekalan bagaimana sulitnya membentuk mental ketika bekerja di perusahaan startup yang di miliki oleh investor asing. 

sedih rasanya meninggalkan rekan kerja yang sudah banyak membantu saya dari awal dengan segala kekurangan dan keterbatasan saya selama jadi pemimpin mereka, yang bisa dikataan leadership saya jauh dari kata sempurna. jika ditanya "kenapa resign? apa tidak sayang? sedang pandemi mencari pekerjaan susah dll.." namun saya sudah pikirkan semuanya matang-matang dan ini merupakan keputusan yang merupakan terbaik untuk saya dan kondisi calon anak saya. 

usia saya sekarang ini 28 tahun, suami 37 tahun. bisa dibilang kami berdua sudah terlambat untuk menikah, namun sebulan setelah menikah langsung di kasih kpercayaan sama Allah untuk mempunyai momongan. dan tidak ada apapun lagi keinginan saya selain untuk menjaganya supaya kami bisa secepatnya mempunyai keturunan. rejeki insyaallah pasti ada jalannya. yang saya inginkan insyaallah sehat lahir batin. dan tentu saja kesehatan juga termasuk sebagian dari rejeki. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
our first trip

dulu, saya sering sekali menulis seperti ini "someday you meet someone, that the answer why your relationship never works with someone else" suatu saat nanti kau akan bertemu dengan seseorang yang akan menjadi jawaban kenapa hubunganmu tidak pernah berhasil dengan orang lain. ya.. karena hanya akan berhasil dengan orang yang kau temui sekarang ini.. :)

jika di tanya, kenapa bisa dengan yang satu ini. jawabannya..

with him, i just realize faith and relationship with God is important. dari pada sesuatu yang bersifat duniawi. bersamanya, saya sadar bahwasanya kenyamanan dan hubungan yang dilandasi dengan semata-mata ingin beribadah, di dasari dengan kenyamanan batin akan lebih penting dari pada hanya sekedar memenuhi kesetaraan standar kebahagiaan di mata orang lain.

with him, i just found my Self-Worth. no more feeling like i am the other women who has no sense of belonging, no more feeling worthless because i am the One. i am the only woman in his life. right now! and i am his future.. no more feeling WORTHLESS.. no more sleepless night thinking i just ended up alone. cause i found my "Love" and my Own TRUTH.

with him, i just found my Self-Love. i just hating my body and everything else, my gummy smile, my dark amprit, my dark skin, my personality.. but with him, it's doesn't matter.. i just feel like a Woman.

with him, i just feel more intimacy and learn that sexual intimacy is BEAUTIFULL. i haven't s with him for my more than 2 years relationship. but everytime we rushing make out was so addicting and i can't get over i till the other night .. we joking silly about our wedding night and it's so exciting :D

with him, i just realize lame joke and humorist is the new romantic.. sometime it's not funny to cringe everytime but who cares?

his beard :)

non smoker, and Gosh.. i love him

i love you


our first meet. March 2019


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    1 minggu yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose