• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

bawa bayi ke mall? yay or nay? saya termasuk ibu-ibu introvert tapi yang juga demen banget sama yang namanya plesiran. semenjak hamil trimester 3 sudah jarang dan hampir tidak pernah pergi jauh kecuali memang untuk berkunjug ke rumah saudara atau untuk keperluan check ke dokter. semenjak melahirkan juga merasa aktifitas jalan-jalan juga cukup terbatas. karena takut anak kenapa-napa disaat di bawa bepergian jauh atau terkena angin. semua aktifitas belanja kebutuhan rumahtangga juga saya banyak di pesan secara online, belum berani bawa ke mall atau ke supermaret karena takut anak saya yang masih newborn ketemu banyak orang di tempat umum yang rawan virus.

namun selesai melahirkan 40 hari, saya harus tetap mudik ke kampung suami untuk silaturahmi pada saat idulfitri. jadi anak saya dari sebelum usia dua bulan sudah harus keluar motoran. lama kelamaan saya juga ingin sekali ke mall, pertama kali ke mall anak saya kira-kira sudah 2 bulan. tidak begitu berkesan menurut saya karena anak saya belum mengenali keramaian atau objek-objek sekitar karena masih di gendong, hanya diam dan tidur.. pada saat itu juga tidak membawa stroller dan anak full di gendong, jadi cukup membuat kelelahan dan pundak terasa pegal banget.

kedua kalinya, saya ngemall sama anak ketika usia 7 bulan. dan sudah terasa begitu mengasyikan. karena anak sudah bisa duduk mandiri, bisa mengenali tempat baru, terlihat excited saat bermain, mengenali suara keramaian dan cahaya lampu-lampu yang menarik perhatiannya.




jadi jika sekarang di tanya, bawa bayi ke mall. yay or nay? jawabannya yay! tapi tidak begitu semena-mena asal bawa seperti bawa badan sendiri. karena bayi masih begitu fragile dengan dunia luar maka harus ada beberapa yang perlu di perhatikan sebelum membawa serta baby keluar..

  • pastikan kondisi badan si anak benar-benar sehat dan punya mood yang baik
yang paling utama dan penting adalah kondisi badan anak dulu, karena mall tempatnya begitu banyak orang, apalagi begitu ramenya pas weekend. jadi bayangkan walaupun tempatnya indoor adem ber-AC tapi disana juga sarangnya bakteri dan virus. beuh! jadi pastikan kondisi badan anak sehat. tidak sedang pilek/flu, batuk. pastikan juga si baby sedang mood yang baik. tidak sedang rewel atau ngantuk.
  • sudah kenyang, mandi dan tidur
ini juga penting yah, karena saya tidak akan segera berangkat jika si baby sedang rewel. dan rela mengulur waktu supaya anak sudah makan dulu, sudah menyusu dan sudah tidur, walaupun sepanjang perjalanan akan tidur lagi.
  • persiapan bekal
selain asi/sufor, jika anak sudah 6+ bulan pastikan bawa makanan dan minuman pula, minimal bawa air putih dalam botol supaya sewaktu-waktu anak haus tidak perlu repot mencari air mineral. bawa juga standart perbekalan bayi seperti diapers, tisu kering, tisu basah, baju ganti, kupluk, jaket/selimut 
  • jangan sendirian, repot.
biar mudah dicari, semua perlengkapan di bawa dalam satu tas. jangan sendirian ketika ngemall karena tujuannya supaya ada yang bisa membawakan tas. haha.. kalau tidak akan begitu berat dan merepotkan sekali.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 mungkin tulisan saya kali ini terdengar membosankan? tapi saya hanya ingin merasa bahagia dan mencoba menemukan titik rasa syukur dari kehidupan saya yang terkadang sering sekali saya keluhkan. jadi jika ditanya apa yang benar-benar saya sukai dari kehidupan saya sekarang, jawabannya..

1. My personal freedom

saya sangat bersyukur terhadap kebebasan saya saya miliki sekarang ini, kebebasan berekspresi, kebebasan untuk kemanapun saya pergi, kebebasan memilih jalan hidupku sendiri. kebebasan untuk menjadi diri saya sendiri. prespektif saya begitu penting, karena itulah yang akan menunjukan kemana arah tujuan hidup saya, dan untuk memahami bagaimana kehidupan yang saya jalani selama ini. saya sangat bersukur saya bisa travel kebanyak tempat pula.

2. My Relationship

it's not about finding someone to lose yourself anymore, it's about meeting someone to find yourself in. ketika saya merasa benar-benar terhubung dengan seseorang, meskipun dengan berbagai perbedan karakter, pasti itu akan membantu saya menemukan hal terbaik dari saya sendiri pula. tahun-tahun yang lalu saya bersama orang-orang yang membuat saya merasa tidak berada di tempat yang tepat. namun bersamanya saya merasa memiliki semuanya seutuhnya dan mempunyai dunia saya sendiri. bersamanya saya juga belajar untuk mencintai diri saya sendiri, melihat sesuatu hal yang kompleks menjadi lebih sederhana. saya sangat bersyukur dengan semua cerita yang kita bagi setiap harinya. in my way, design my own story, my own romance and my own truth.

3. My Team

lupakan orang yang memberikan komentar negatif tentang Tim saya, karena mereka tidak sepenuhnya memahami apa yang kita jalani setiap harinya. saya bangga, karena mereka semua bisa menjadi orang-orang yang bisa diandalkan, saya bangga karena mereka tidak memiliki rasa egois, saya benar-benar berterimakasih karena mereka sudah banyak membantu saya karena mereka yang membuat saya bisa bertahan hingga sekarang ini. you are simply amazing!! 

4. My Health

ini mungkin yang paling-paling penting. yaitu saya sangat bersyukur dengan nikmat sehat yang senantiasa Tuhan berikan kepada saya hingga saat ini, sehingga saya masih bisa terus berangkat bekerja di tengah pandemi covid-19 tanpa rasa khawatir. masa pandemi ini juga membuat saya senang, as an introver like me.. menjauh dari kerumunan dan menghabiskan banyak waktu untuk berada di rumah atau menghilangkan suasana yang bising merupakan sesuatu hal yang begitu berharga haha! 

5. My Room

saya melakukan perubahan dikamar, dari renovasi tembok, menempel wallpaper bernuansa floral vintage, memasang plafon berkonsep minimalist, beserta dekorasi lainnya yang mebuat saya seperti menciptakan dunia saya sendiri.. dengan selera,, pilihan warna dan desain yang saya inginkan sendiri. kamar saya sekarang terlihat seperti kamar remaja dengan kesan romantis. wahaa.. :)

6. My Vlog

selain menulis, saya sekali melakukan editing video. walaupun hanya bermodalkan smartpone dan aplikasi video editing. selain di blog, saya juga ingin sekali berkreatifitas membagikan banyak moment lewat video. meskipun bukan yang berkonsep sinematik, namun saya bangga dengan apa yang saya buat sebagai dokumentasi pribadi. berikut chanel youtube saya :) 


7. Something fishy
saya dari dulu ingin sekali punya hewan peliharaan. kucing? ingin sekali untuk teman dirumah. tapi keadaannya tidak memungkinkan karena jika saya punya kucing pasti tidak akan terurus dengan baik dengan aktifitas saya yang fulltime job. jadi saya beralih memilih hewan peliharaan lainnya yaitu ikan hias. saya sangat bersykur jika memandang mereka merasa stress free.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

jika ditanya, apa sesuatu hal yang bisa bikin saya bahagia? jawabanya ya jika saya di ajak ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi.. bukan ke mall, atau sesuatu hal yang sifatnya vancy. tapi segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata alam.. beberapa minggu yang lalu saya di ajak ke desa Citenjo, Kecamatan Cibinbing, Kuningan. untuk berkunjujng ke tempat salah satu kerabat. dia juga mengatakan kalau di Desanya ada tempat wisata baru yang ternyata dahulunya tempat peternakan juga tempat pemancingan. lalu berdasarkan kesepakatan warga di manfaatkan untuk pembangunan tempat wisata perairan dengan perahu tradisonal, juga terdapat gazebo. lumayan buat ngadem juga buat menghabiskan waktu weekend saya hehe

bisa dibilang objek wisata ini biasa saja, namun yang membuat saya kagum berada disini karna antusias warganya membangun tempat wisata yang membuat penasaran bukan hanya dari penduduk lokal, namun juga menarik wisata dari luar daerah seperti saya. dan pendapatan wisata ini juga dimanfaatkan untuk proyek pembangunan masjid daerah setempat.

naik perahu
saya juga membuat blog suasanya ketika saya berada disini, bisa dilihat di video berikut ya :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

saya suka sekali hutan dengan pepohonan yang super tinggi, karena apabila saya berdiri dibawahnya dan melihat keatas saya akan merasa sangat menyatu dengan alam. seperti pada saat saya berada di kebun raya Bogor, namun disini berbeda karena hampir keseluruhan pohon di Becici adalah hutan Pinus.

disini tempatnya ngebetahin banget, dan cocok buat santai-santai karena bukan hanya mendaki berkeliling di hutan, namun juga disuguhi view melihat Kabupaten Bantul dari ketinggian beserta view Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari kejauhan. sayangnya pada saat itu sedang awan berkabut menjadi agak blury.. gak kebayang bagaimana kalau cuaca clear sky-nya pasti begitu indahnya.. karena jika terlihat dengan jelas, dari sini juga bisa melihat garis pantai selatan. waah..

aktifitas wisata di puncak becici tidak melulu hanya wisata hutan dan view pemandangan. karena disini juga di sediakan spot selfie gardu pandang, ayunan dll yang dibangun oleh pengeola wisata dan warga sekitar. nah bisa menjadi spot foto hunting yang instagramable deh :)

jika diberikan pilihan untuk kembali lagi kesini, jawaban saya sih yes! hehe karena saya suka sekali dengan view-nya yang adem. saya juga membuat vlog aktifitas wisata saya ketika berada di puncak becici, bisa di lihat berikut ini :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 


how i love Jogja! senang sekali bisa kembali kesini sejak terakhir bulan Agustus 2020, akhirnya Desember pula saya bisa berkunjung kesini lagi :) dan salah satu destinasi Open-trip kali ini di Goa Pindul, Gunung Kidul, Jogjakarta. salah satu hal yang membuat kesini menjadi berkesan antara lain dokumentasinya, pihak wisata menyediakan fotografer menggunakan kamera dan drone untuk memotret kami menjadikan kunjungannya semakin memorable..
kegiatan wisata disini antara lain menyusuri sungai menggunakan pelapung dan ban, atau bisa disebut juga cave tubbing dari mulut gua sampai ke akhir gua, dari bagian dalam gua juga terdapat 3 zona. antara lain zona terang, zona remang dan zona gelap. disebut zona gelap karena sudah tidak bisa terjangkau dari sinar matahari.. perjalanan meyusuri gua cukup singkat, namun buat saya lumayan berkesan karena sepanjang perjalanan juga di dampingi tour leader yang cukup ramah dan komunikatif menjelaskan sejarah dan bagian-bagian dari Goa yang cukup mengedukasi, termasuk kesuguhan keindahan stalakmit dan stalaktit-nya.

saya juga membuat vlog perjalanan wisata saya di Goa pindul yang bisa disaksikan disini :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

rasanya sudah seperti lama sekali saya meninggalkan blog, padahal saya jujur rindu sekali meluangkan waktu untuk menulis. obat mental terbaik untuk mengeksporasi pikiran saya supaya bisa benar-benar berfikir dan lebih memahami diri sendiri.. dengan menulis juga merupakan salah satu. 'ME TIME' terbaik buat saya selain traveling dan rebahan hehe..

satu tahun berlalu, dan postingan terakhir di blog saya juga membahas tentang ulang tahun. seperti rasanya baru kemarin saya berulang tahun ke 27 dan minggu besok ternyata sudah berusia 28. wow..
apa yang sudah saya laluhi tahun ini?

1. kita tidak merindukan sosok pemimpin, tapi sosok kordinator
nike room
menjelang akhir 2020, saya benar-benar terpukul dengan kabar bapak-nya perusahaan akan dipindahkan tugas di luar. meninggalkan apa yang sudah terbangun selama 2 tahun terakhir.. saya termasuk salah satu saksi perjalanan bagaimana perusahaan saya bekerja awal terbentuk. dari tahun 2018, gedung belum jadi, menjadi siswa training, masa percobaan selama 3 bulan, jadi karyawan tetap, hingga di promosikan menjadi Team Leader.. dan rencana melambungkan sayap awal tahun 2021 membangun gedung baru dan seterusnya.. bilamana saya di tanyakan siapa orang yang paling berjasa membentuk saya menjadi seorang pemimpin? jawabananya adalah Beliau. bukan hanya untuk saya, tapi semua orang.. 
namun kehidupan, ada pertemuan juga ada perpisahan. sudah menjadi proses alam. hanya bisa mencoba menerima dan mengikhlaskan sambil mengenal karakteristik pemimpin yang baru.
mungkin saya bukan tipe orang yang mudah mengekpresikan perasaan di depan orang, saya sedih atau kehilangan namun dengan kepergian beliau merupakan hal yang berat juga buat saya, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau semoga selalu sehat dan berumur panjang.
saya juga sadar, dengan bergantinya pemimpin itu juga baik untuk saya sendiri, agar menjadi pribadi yang lebih bisa berkembang. tidak selalu mengandalkan perlindungan dari beliau dan tidak selalu mengandalkan solusi masalah dari beliau.

2. team work & communication
my manager's b-day
tahun kemarin, saya masih menjadi individu yang serba sendiri, tidak tahu planning dan bahkan tidak mengenal rekan-rekan saya sendiri yang masih dalam satu departement haha! karena kita bekerja misah-misah tersebar dari segala penjuru sibuk sendiri-sendiri.. hingga jika semua terkumpul di acara dinner atau meeting, saya seolah merasa terkucilkan, karena ada beberapa orang yang sudah mendoktrin saya dari awal sebenarnya bagian saya salah tempat, management dari awal salah menempatkan bagian saya di suatu departement. hingga membuat saya merasa tidak punya rasa kemilikan dimanapun. siapa sih saya? apasih fungsi saya? karena setiap saya berbuat untuk produksi ada saja yang menilai saya seharusnya tidak begini dan begitu..
waktu berlalu, hingga saya mulai mencoba mengenali mereka semua, tugas dan fungsinya.. saya mulai merasa memiliki rumah. karena jika kita bekerja di suatu perusahaan bukan uang yang akan menggantikan segalanya. tapi hanya kerjasama tim, planning dan komunikasi yang akan bisa menyelesaikan masalah.

3. Ikhlas walau tidak mudah
gambar hanyalah ilustrasi
ada yang bilang "saya menjadi sekarang seperti ini, bukan dari hasil kerja keras, bukan karena saya pinter dll.. tapi karena saya pintar bohong, menjelek jelekan orang lain, cari muka dengan atasan dan nipu-nipu.. "  saya tidak punya apa-apa, gaji berapa? hanya sumber masalah, orang seperti saya langsung PHK bisa!"
kata-kata yang terus terngiang-ngiang setiap hari, setiap malam, hingga sulit makan, sulit tidur, badan lemas hingga saya sakit fisik di permalukan depan orang lain. selalu menangis saya kalau ingat. sakit hati karena apa yang sudah saya lalui selama ini, selama dua tahun terakhir.. belum tentu orang lain mampu secara mental. saya menjadi pimpinan, bukan juga atas dasar pilihan saya dari awal. kamu kan nggak tau, saya dari awal bagaimana. kehidupan saya bagaimana.
hingga saya memilih untuk diam dan menjauh, mencoba mengiklaskan semua.. saya tidak merasa benar ataupun salah, hanya orang-orang disekitar saya saja yang menilai bagaimana sikap dan sifat saya selama ini.. mulai sekarang saya tidak mau berlarut- larut dan tidak ingin bicara kalaupun tidak perlu. saya hanya ingin menjauh, karena berada dengan mereka hanya membuat saya merasa seperti rendahan. ikhas, sabar.. dan diam.

4. Traveling bersama pasangan
dari dulu saya selalu membangga-banggakan sebagai travel-loner karena saya seorang introvert. namun sekarang, sejak punya pasangan kemanapun ingin selalu bersamanya. ingin berbagi kebahagiaan-pun hanya bersamanya.. hingga ketika libur dan mengambil cuti tahunan yang di pikiran saya hanyalah ingin menghabiskan waktu bersamanya.. traveling bersama pasangan juga membuat kita saling mengerti satu sama lain, dari rencana budjet, kuliner, dan belanja. semoga selalu bisa seperti ini <3



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
dari dulu saya struggling dengan berat badan. dan tidak saya pungkiri saya memang pribadi yang malas berolahraga dan sangat hobi sekali sleepover main gadget, menulis blog, membaca buku, menonton film yang memang semua kegiatan tersebut membuat saya sit around all days and gaining weight. apalagi saya juga suka ngemil yang chrispy-chrispy tinggi 'kalori' namun tidak pernah berusaha membakarnya dan membuat badan saya jadi timbunan lemak hahaha. satu-satunya olahraga saya cuma beres-beres rumah itupun tidak dikerjakan setiap waktu. hmm.. malasnya.

sampai bulan lalu, saya di suruh untuk menjaga kesehatan dan stamina sebelum Medical Check Up. saya sehat dan tidak pernah mengeluhkan penyakit apapun, tidak pernah masuk rumah sakit dan tidak pernah punya pengalaman cedera fisik. dibandingkan anggota keluarga saya yang lain sepertinya memang saya yang paling sehat. tapi tetap saja, tidak pernah olahraga dan tidak menjaga pola makan yang membuat saya ketakutan dan khawatir dengan hasil Medical Check Up. beruntungnya Medical Check Up tersebut tidak dilakukan dengan segera dan masih punya jangka waktu 11 hari. oh God.. thank you!

saya langsung berfikir olahraga macam apa ya yang cocok dengan saya. senam? No! saya benci sekali dengan senam karena saya merasa body shamming dengan diri sendiri. jika ikut sanggar senam saya benci sekali berjoget-joget di hadapan banyak orang meskipun semuanya wanita tetap saja tidak suka. apalagi seringnya kegiatan tersebut juga dilakukan di ruangan terbuka seperti taman, lapangan, tepi pantai yang menarik banyak orang untuk menonton. No and No! i hate being exposed! Malu!

nge-Gym? saya suka sekali nge-Gym saat masih SMA dan langsung seaching tempat fitnes terdekat. tapi saya tidak temukan dan yang terdekat hanyalah perjalanan 30 menit dari rumah, hadeeh itu sama saja jarak yang saya tempuh untuk berangkat kerja. namun, saya juga punya pertimbangan kenapa saya tidak nge-gym, karena di tempat seperti itu kebanyakan adanya Pria-Pria. merasa risih saja ketika berolahraga di ruangan yang berisi Pria-Pria dan saya Wanita sendiri di pojokan. No!
tapi saya berhasil temukan ada tempat fitnes yang woman friendly dengan Ibu-Ibu tapi tempatnya terlalu jauh hiks..

Lari Pagi? juga saya tidak lakukan karena nafas saya cepat tersengal-sengal ketika lari. dan lapangan untuk track lari selalu becek karena sedang musim hujan. aduh..
lalu pilihan saya jatuh untuk bersepeda. dulu ketika saya bersepeda saya selalu mendapat perlakuan "Body shamming" ketika melewati sekumpulan pria-pria tak sopan yang selalu menyapa saya dengan nada pelecehan. sedih. saya jadi enggan untuk bersepeda lagi kala itu. sempat berandai andai, jika saja saya hidup di perkotaan pasti akan lebih mudah berolahraga. saya bebas berlarian di jalanan, tanpa menghawatirkan ada Pria yang body shamming memperhatikan anggota badan saya ketika berlari. susahnya hidup di desa, segala sesuatu yang tidak menjadi kebiasaan akan selalu di perhatikan. lewat bentar langsung di tanyain 'mau kemana'? 'itu bawa apaan'? sambil di wajibkan memasang senyum palsu nan basa-basi. dan tidak hanya satu-dua orang tapi sering sekali di tanya begitu ketika menemui mahluk yang namannya manusia sepanjang jalan.
tapi kali ini, saya lebih suka bersepeda di sawah yang sepi. dengan memakai masker penutup hidung dan headset untuk mendengarkan musik. akhirnya saya bebas hahaha saya juga pakai aplikasi Samsung Health untuk mengetahui seberapa jauh saya menggoes sepeda.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
minggu 6 Januari 2019. sehari sejak ulang tahun saya yang ke 26. saya di ajak adik untuk ke salah satu objek tertua di daerah Kuningan yaitu wisata ikan di Cibulan. pertama kalinya kesini and i don't have any idea what is this.. perjalanan sekitar 2 jam dari rumah ke lokasi di tempuh dengan naik motor. kata adik saya tempat ini seperti halnya pemandian air biasa, yang membuatnya spesial yaitu adanya ikan-ikan yang berenang di kolam. can you imagine? berenang langsung bersama ikan. ikan macam apa ya yang berada di kolam?

kemudian pertanyaan saya terjawab ketika sudah berada disana. ikan tersebut adalah ikan dewa. posturnya besar dan panjang seperti ikan arwana. ikan ini termasuk jinak dengan manusia dan cukup aman untuk berinteraksi langsung karena tidak amis sama sekali .

ikan tersebut juga punya legenda sendiri dan di anggap suci oleh masyarakat sekitar karena ikan dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. hmmm Creepy. 

yang membuat saya tidak suka ya karena datang kesini pas hari minggu rame full pengunjung banget dengan tempat ganti baju yang ngantri sekali huhh.. namun yang membuat saya suka kesini itu tempatnya juga kids friendly, airnya dingin dan segerrr banget tapi tidak membuat saya kedinginan jika dibandingan dengan mandi di air terjun

saya juga membuat vlog perjalanan wisata Cibulan ini di youtube channel saya bersama Adik, sepupu dan ponakan.



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
14 agustus 2018. saya dan adik mengantar mama berangkat ke Soekarno Hatta Airport. pulangnya jalan-jalan ke pasar pesen lalu menuju ke Monumen Perjuangan yang tempatnya tepat berada di sebelah Stasiun Senen. padahal saya sering bolak-balik ke Stasiun Senen tapi tidak mengetahui sebenernya ini monumen apa dan untuk apa? ternyata setelah googling, Monumen ini sebenernya di buat untuk menggambarkan perjuangan rakyat dan tentara dalam mempertahankan kemerdekaan. Dahulu kala wilayah Senen dan sekitarnya adalah daerah yang pernah menjadi lokasi pertempuran para pejuang-pejuang Indonesia saat terjadi serangan fisik di Kota Jakarta. 

tapi kenapa ada patung ibu-ibu dan anak-anak ya? ya karena monumen ini menggambarkan perjuangan massa revolusi fisik semua golongan masyarakat, yaitu rakyat, pemuda, pemudi, dan anak-anak. dan saya mengambil foto pas matahari sedang berada di gapaian tangan anak-anak tersebut :D

tak lupa, saya manfaatkan moment jalan-jalan sejenak saya juga untuk berselfie ria :p







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
saya tidak setuju dengan macam-macam artikel yang menyatakan dengan segala penelitian, study bla bla bla yang hampir semuanya menunjukan kalau orang yang suka pergi dan relaksasi di pantai adalah seorang dengan kepribadian EKSTROVERT. pantai dinilai dengan segala macam hura-hura keramaian, dengan tipe kepribadian yang energic, talkactive, dan selalu membutuhkan orang lain untuk bersenang-senang.

saya tidak sejutu! meanwhile saya seorang INTROVERT and i love the Beach!! 
tentu saja, saya memang benci dengan keramaian dan tidak suka ke pantai saat weekend dengan full pengunjung. tapi saya suka pantai karena punya alasan sendiri yaitu pantai bisa kapan saja saya kunjungi asal ada mood. kapan saja. . entah itu pulang kerja, weekday, dalam keadaan sedang tidak enak badan atau sakitpun saya bisa ke pantai. bersama teman atau sendiripun bisa. saya merasa aman dan nyaman saja ketika harus ke pantai sendirian. mendengarkan musik di tepi pantai juga salah satu alasan saya kesana. dengan begitu saya bisa benar-benar menjernihkan pikiran. tak peduli dan tak memikirkan ada orang lain yang mengajak bicara. saya lebih suka pantai yang sepi. melihat sunrise ataupun melihat anak-anak berlarian, bermain pasir..
sedangkan jika saya ke gunung. butuh benar-benar pesiapan, badan dan stamina yang prima. kendaraan yang safe. apa lagi kalau mau hicking. butuh persiapan berminggu-minggu bahkan bulanan. menyesuaikan dengan cuaca, mencari rekan hicking (tak mungkin mendaki sendirian kan? apalagi wanita seperti saya, resiko banget) menyiapkan barang bawaan untuk beberapa hari dan menyesuaikan antara jadwal kerja dan cuti liburan dsb.. repot kan?
dengan memandang pantai saya juga merasa kalau dunia terbentang dengan begitu luas. yang membuat saya selalu merenung. begitu banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi, begitu luasnya dengan banyak orang yang belum saya kenal. banyak ilmu yang belum saya pelajari dan hal-hal yang belum pernah saya coba dan lakukan. dunia begitu luas dan hidup masih panjang. tak perlu lah saya memikiran masalah yang kecil dibandingkan dengan besarnya alam semesta yang Tuhan telah ciptakan. entah kenapa saya selalu merasa seperti itu jika memandang lautan.
saya teringat dengan lagunya Lana Del Rey "13 Beaches" yang menceritakan tentang pantai dan kebebasan. Lana Del Rey juga seorang introvert dan banyak sekali lagu-lagu yang menceritakan tentang pantai. tapi 13 Beaches begitu istimewa buat saya, karena disitu Lana menceritakan bagaimana saat musim panas lalu mengunjungi 13 pantai sekaligus hanya untuk memilih 1 pantai yang benar-benar sepi pengunjung dan tanpa paparazzi. supaya benar-benar bisa mendapatkan privasi dan merasakan kebebasan.

..I don’t belong in the world, that’s what it is
Something separates me from other people
Everywhere I turn, there’s something blocking my escape..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
menara kembar Petronas
sudah lama, sekitar dua tahun yang lalu saya travelling ke malaysia dan saya ingin sekali membahasnya di blog namun harus nunggu mood yang baik haha.. ok, saya ke Malaysia karena bisa di bilang sebuah keberuntungan. 2 tahun yang lalu saya bekerja di sebuah perusahaan swasta kemudian diberikan tugas selama 2 hari untuk ke Malaysia. selama 2 hari tersebut saya juga bukan bekerja melainkan jalan-jalan. haa lucky me! yang merupakan pengalaman yang sangat berharga di kehidupan saya. saya berangkat sore dari Soekarno Hatta Airport dan sampai di Kuala Lumpur International Airport sekitar jam 9 malam, sudah urus bagasi dan sejenisnya akhirnya di jemput dan menginap di kantor Selangor.

besok paginya di ajak jalan-jalan bertiga dengan Bos saya juga salah satu karyawan yang disini untuk ke Sungei Wang Plaza, Pecinan, Bukit Bintang, Pavillion Mall sekaligus KLCC. wahh saya begitu asing dengan nama-nama tempatnya dan sama sekali perjalanan ini juga tidak di rencanakan. saya kira disini hanya urusan pekerjaan untuk menjemput orang lalu pulang. but here ia am!
nunggu bas sengangorku
dari Selangor, kami jalan kaki ke Halte Bas Selangorku (di Jakarta hampir sama dengan Busway namun disini gratis alias tidak di kenakan biaya asal mau sabar saja menunggunya ya) untuk naik Bus menuju Stasiun LRT, kemudian naik kereta Rapid KL (di Jakarta mirip dengan kereta Commuter line) dan transit di Kuala Lumpur Sentral Station.
Rapid KL
Kuala Lumpur Central Station
dari KL sentral, kami jalan kaki dan jalan kaki menyusuri jalanan kota. tapi saya tidak merasakan capek. kenapa? karena senang berada di luar negeri haha.. saya juga terkesima dengan kebersihan kota dengan infrastruktur dan transportasi yang lebih canggih. orang-orang yang berlalu lalang juga teratur dalam mengantri dsb bahkan untuk berjalan di eskalator juga ada aturannya. sebelah kanan buat yang buru-buru sedangkan sebelah kiri untuk yang berdiri saja. jembatan penyebrangan juga tidak sembarang naik dari sisi jalan, namun terhubung langsung dari gedung ke gedung dengan sisi jalan yang luas.
puas liat-liat pusat perbelanjaan di Sungei Wang Plaza, kemudian ke Pecinan untuk icip-icip cari cemilan lalu lanjut ke jalan kaki lagi menyusuri jalan Bukit Bintang menuju Pavilion Mall. salah satu mall terbesar di Kuala Lumpur. saya kesini hampir bertepatan dengan imlek. so, Mall nya penuh dengan dekorasi dan Ornamen red and gold khas imlek..
selamat tahun Ayam!
yang membuat saya merasa kebetulan sekali, shio saya Ayam. imlek tahun 2017 adalah tahun ayam. jalan-jalan di Malaysia dan berfoto dengan dekorasi Ayam raksasa membuat saya berfikir. apa ini kebetulan atau sudah takdir ya? hahaha
belakang Pavilion Mall, di seberang jalan ada Sephora dll
bersama air mancur kristal Pavilion Mall yang terkenal :D
the famous fountain
dari Pavilion Mall, kami jalan kaki lagi menuju KLCC (Kuala Lumpur Central City) yang sesuai namanya terletak di tengah kota. tepat di kaki menara kembar Petronas. tamannya indah sekali, terlihat sangat asri dengan gedung-gedung yang berjejer. saya ingin sekali berpose dengan menara petronas di kejauhan namun saya malah berada tepat di bawah menara tersebut haha akan sulit sekali mengambil fotonya karena terlalu vertikal dan keadaanya juga sedang hujan huhu sedih. tapi sebagai gantinya saya berfoto dengan pintu masuk & Taman KLCC. what a solution!
Suria Klcc
taman KLCC
see? saya tepat berada di bawah menara Petronas meskipun cuma kelihatan dikit :p
setelah dari KLCC akhirnya kita pulang ke kantor di Selangor.. dan berencana pulang ke Jakarta besok paginya. Alhamdulillah Trip yang tidak akan terlupakan dan memang menyenangkan sekali dengan jalan kaki jauh sehingga kami bisa leluasa menikmati suasana sekitar.

besoknya sebelum pulang, saya di ajak makan siang di "Nirwana Maju Banana Leaf" sebuah restoran makanan khas india, pegawainya juga orang-orang India yang cukup friendly. makanannya juga tidak asing kok buat saya. saya pesan Nasi Biryani, ingat mama saya yang memasak ini kalau di rumah. rasanya hampir sama dengan nasi kuning dengan tambahan daging atau ayam, namun dengan bumbu rempah yang lebih bervariatif dan beraroma khas. makannya tidak pakai piring! ternyata beralas daun pisang langsung di atas meja. lalu pelayan menambahkan semajam garnish 3 jenis. entah apa, dari rupanya seperti acar timun. olahan bayam dengan bumbu apa gitu aneh banget dan yang satunya onion rings. 
yummmy
selesai makan, kami mengemasi barang. menelpon Uber menuju Kuala Lumpur International Airport dan pulang ke tanah air.. Alhamdulillah..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Year 11
    6 hari yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose