• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"


sebenernya saya sudah lama sekali menonton film ini, namun hal yang membuat saya ingin mengulasnya karena saya baru saja menontonnya lagi dan film ini benar-benar membuat saya terkesan. berawal dari beberapa tahun yang lalu sedang ramai film Fifty Shade of Grey, film drama romantis yang di angkat dari novel erotis yang begitu viral. namun sebagai penggemar novel-novel serupa, menurut saya filmnya sungguh mengecewakan.

awalnya saya googling, ingin sekali menonton film yang di angkat dari novel serupa, namun yang benar-benar bagus, dan pilihan saya ada di Lady Chatterley's Lover (1981). film ini menceritakan tentang Connie, seorang wanita dari keluarga kaya yang dibesarkan dengan pendidikan tinggi dan pergaulan modern di Inggris kala itu, Connie menikah dengan Clifford Chatterley, seorang bangsawan pemilik tambang batubara. gelar Lady Chatterley didapatkan Connie setelah menikah dengan Clifford.
Clifford mengenyam pendidikan tinggi hingga ke Cambridge dan berdinas sebagai tentara saat Perang Dunia I meletus. Malang nya setelah perang usai Clifford harus pulang dalam keadaan lumpuh. Dan mulailah Clifford menjalani hari-harinya bersama Connie di rumah besarnya di Wragby di sebagai seorang penulis. Pasca kelumpuhannya Cliford menjadi pribadi yang terluka. Ia harus terus berada diatas kursi roda mekanis yang bisa bergerak sendiri dengan menekan tombol-tombolnya. Clifford senantiasa sendirian. Setelah dua tahun di Wragby dan menjalani hidup pengabdian pada suaminya, Connie merasa hidupnya bersama Clifford tidaklah bahagia. Walau hidup berkecukupan dan menikah dengan seorang bangsawan, ia tetap tidak bahagia dan merasa belum mendapat pemenuhan dalam hidup. Connie tahu bahwa dirinya akan hancur. Ia telah kehilangan dunia dan vitalitas masa mudanya yang pernah dia nikmati sebelum dia menikah.

Keterasingan, kesepian, bosan, hampa, dan perasaan tertindas oleh sikap patriakhi suaminya membuat Connie tak bergairah dan mengalami kegelisahan yang semakin hari semakin memuncak. Ketika gelisah datang, ia berlari melintasi taman dan meninggalkan Clifford. Lari dari semua orang menuju hutan, tempat ia bisa melupakan semua kegelisahannya.

Dalam hutan itulah Connie bertemu dengan Oliver Mellors si penjaga hutan yang merupakan pegawai Clifford. si penjaga hutan tersebut juga merupakan seorang pria kesepian yang sudah lama sekali di tinggal pergi istrinya karena kemiskinan. Berawal dari ketika Connie ditugasi oleh Clifford untuk mengirimkan pesan pada Mellors akhirnya mereka kerap bertemu. Walau awalnya keduanya tak saling suka namun perasaan kesepian yang sama-sama mereka alami membuat mereka lambat laun saling mencintai dan membutuhkan. Bersama si penjaga hutan itulah akhirnya Connie menemukan kehangatan dan keteduhan batinnya.

Connie terperangkah di antara dua pria. Pada Clifford ia tetap melaksanakan kewajibannya sebagai istri, namun ia juga tetap menjalin hubungan gelapnya dengan Mellors di hutan. Hubungan mereka berlanjut dengan berbagai aktifitas seks di pondok di tengah hutan di tempat kediaman Mellors, mereka juga melakukannya di bawah pohon, bertelanjang di tengah hutan dan di naungi hujan hingga akhirnya Connie hamil. Bisa dibayangkan bagaimana sikap suaminya jika kelak mengetahui bahwa dirinya hamil karena perselingkuhannya dengan lelaki kelas bawah yang notabene pegawainya sendiri. Namun Connie tidak takut, ia memang menghendaki anak dan kehamilannya ini dijadikannya alasan bagi dirinya untuk meminta cerai dari Clifford dan hidup bersama Mellors. selesai.

review : yang membuat saya suka dari film ini, selain ceritanya bagus. adegan panasnya bukan hanya sekedar menampilkan adegan romantis tanpa makna. tapi chemisty nya antara pemeran Oliver Mellor & Connie dapat sekali feel-nya. jadi membuat saya bersimpati terhadap Connie, walaupun perselingkuhannya dengan Mellors merupakan sebuah kesalahan namun hubungan antara Connie dan Mellors bukan hanya sekedar pemuasan nafsu mereka semata, tetapi sebagai perwujudan kelegaan atas pribadi-pribadi yang terkukung dan melahirkan ketenangan sejati bagi Connie. 

film ini banyak sekali versinya berbagai tahun. ada yang versi Perancis berjudul Lady Chatterley (2006), ada versi Tv Series-nya yang dibintangi aktor terkenal Sean Bean (Lady Chatterley - Tv mini series 1993), ada juga versi dari aktor Game of Thrones si Richard Madden (Lady Chatterley - Tv movie 2015).. saya juga sudah menonton semua versi tersebut, namun yang membuat saya benar-benar berkesan versi originalnya tahun 1981, karena menurut saya disini feel dan sensualitasnya dapet banget.


karena kesukaan saya terhadap cerita di film ini, akhirnya saya yang juga penggemar novel romance erotic mencari novel terjemahannya di e-commerce dan nemu, akhirnya saya beli hehe.. namun saya tidak membacanya sampai habis karena di novel ini banyak sekali flasa sastra yang menurut saya membingungkan dan cukup melelahkan untuk dibaca. halaman bukunya juga lumayan 586 halaman. saya tidak membacanya full hanya saja ingin tahu apa-apa yang tidak disebutkan di film. sekian.

referensi : bukuyangkubaca
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

judul : Slave To Sensation (Terjerat Hasrat)
penulis : Nalini Singh
seri : pertama dari (Psy-Cangeling #1)
pages : 440 halaman
genre : Spiritual romance
sinopsis : Sascha Duncan terlahir sebagai seorang mahluk Psy (seperti penyihir dengan kekuatan manipulasi otak), di mana sejak kecil semua kaumnya sudah dilatih untuk meredam emosi. Jika ada seorang Psy yang menunjukkan emosi sekecil apa pun, maka ia akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih mengerikan dibanding kematian. Selama ini, Sascha hidup dalam ketakutan. Akhir-akhir ini, Sascha mulai bisa merasakan emosi, dan ia menyembunyikan rahasianya itu rapat-rapat. Namun, luapan emosi yang dirasakannya mulai tidak bisa dikendalikannya sehingga mengancam akan keluar setiap saat.

Lucas Hunter adalah jelmaan manusia setengah macan kumbang (black panther) changeling dan merupakan alfa dari macan tutul kawanan DarkRiver. Seorang Psy membantai wanita-wanita changeling dan Sascha menjadi tiket Lucas untuk mencari si pembunuh. Ia bisa merasakan kalau Sascha berbeda dari Psy yang lain dan jiwa binatang di dalam dirinya terpesona oleh wanita itu. Di lain pihak, Sascha belum pernah mengalami luapan hasrat yang dirasakannya terhadap Lucas, dan Sascha hampir tidak bisa mengendalikannya. mampukah Lucas mengungkap siapa Psy yang berada di balik pembantaian para wanita changeling? Dan apakah Lucas mampu menarik keluar jati diri Sascha yang sebenarnya, dan apakah Sascha akan menyerah terhadap hasratnya? Terombang-ambing di tengah dunia mereka yang berseteru, Sascha dan Lucas harus mempertahankan jati diri mereka atau mengorbankan segalanya demi hasrat yang sangat berbahaya.

My Review : ini adalah novel spiritual pertama yang saya baca. dan ceritanya sungguh imajinatif dan tidak mengecewakan. awalnya saya susah memahami dunia yang di gambarkan penulis di buku ini. kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu saya menonton Tv Series : A Discovery of Witches yang di adaptasi dengan novel-novel serupa yang seperti ini menceritakan kisah cinta beda ras dan mereka diburu oleh dewan penguasa dan berusaha melarikan diri bersama melalui berbagai dimensi.

kemudian saya baca ini dan langsung paham. Psy adalah mahluk dengan kecerdasan otak luar biasa yang bisa memiliki kemampuan mental teleportasi, telepati, medikal, psykometri, dan foresight. atas kemampuan tersebut seorang Psy dilatih untuk meredam emosi. dan sejak di adakan  keheningan tahun 2079. semua Psy di kenal kaku, dingin, tidak manusiawi dan di kenal tidak pernah melakukan kekerasan. mereka menjadi pemimpin di dunia pemerintahan dan bisnis mengungguli manusia dan mahluk Changeling. mereka mendasarkan keputusan pada logika dan efisiensi.
berbeda dengan mahluk Psy bernama Sascha Duncan, yang menyadari dari kecil kalau Dia terlahir cacat dan bisa merasakan emosi. Sascha menghabiskan hidupnya berusaha menyembunyikan kecacatannya dari pimpinan dewan di rasnya. kalau tidak, Sascha bisa saja langsung di musnahkan atau dirubah menjadi mahluk hidup yang mengerikan.

berbeda dengan Changeling. Cangeling adalah jelmaan mahluk hidup manusia setengah binatang. ras yang di gerakan oleh jiwa binatang. berbeda dengan Psy yang kaku, Changeling menjalani hidupnya dengan ikatan emosi, kasih sayang, insting hewani, seperti kawanan binatang yang menjaga satu sama lain dan memahami perbedaan. di dunia Changeling tidak ada yang terlahir cacat, namun terlahir unik dan mereka masing-masing di bebaskan untuk mengembangkan bakat dan pribadinya. Lucas Hunter, seorang macan kumbang Changeling Alfa (pemimpin) dari kawanan DarkRiver.

Ras Psy dan Chalenging di kenal musuh bebuyutan selama ratusan tahun. sampai Sascha di kirim oleh PsyNet sebagai mata-mata dan menyusup di kehidupan Lucas Hunter untuk mempelajari tentang kehidupan Chalenging. sama halnya dengan Lucas yang mencoba menyelidiki pembunuhan berantai yang menculik kawanan wanita muda Changeling yang di duga adalah rahasia kotor ras Psy.

yang saya suka dari novel ini, bukan saja hanya memfokuskan tentang rahasia pembunuhan. tapi membuat karakter Sascha berkembang menjadi dirinya sendiri, mengembangkan dirinya sendiri dan senang ketika menyadari bahwa Sascha tidak terlahir cacat, namun Dia memiliki bakat istimewa. E-Psy yang bisa merasakan emosi. suka sekali ketika Sascha menyusup ke rumah kawanan Chalenging yang membuat dia perlahan-lahan belajar merasakan hubungan emosi, terutama dengan Lucas. i'm in love with Lucas! endingnya bikin saya benar-benar berkesan. bukan karena puas karena pembunuhan berantainya terungkap dan korban-korbannya selamat. tapi seneng banget dengan karakter Sascha yang kaku bertemu Lucas yang hangat dan ekspresif. it's warm my heart!! aahhh.. suka sekali ketika mereka berdebat. karena watak Sascha yang keras dan independent tidak dibalas dengan keras juga oleh Lucas yang seorang alfa. namun Lucas menanggapinya dengan kelembutan emosi yang bikin saya luluh hahaha endingnya bukan tipikal yang langsung bahagia dengan mudahnya. tapi mereka menemukan satu sama lain melalui kematian. that's really sweet!

Ratting : 4/5 (kenapa tidak saya kasih ratting 5/5 karena walaupun saya suka banget sama novel ini, namun agak berbelit-belit di awal dan saya menyayangan Chemistry Sascha dan Lucas tidak di bangundari awal. bukan hanya sekedar melalui mimpi belaka. namun tetap saya ini salah satu novel terbaik yang saya baca membuat otak saya tereksporasi dan berimajinasi tentang dunia spiritual)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

judul : Jennifer Johnson Is Sick Being Of Single
penulis : Heather McElhatton
page : 334 halaman
sinopsis : Single di usia menjelang 30 tahun itu bukan hal buruk kok... sampai aku mendapat kabar kalau mantan pacarku akan menikah. Adikku, Hailey, juga. Dan seperti menambah daftar panjang penderitaan batin, aku ternyata harus mengenakan baju pengiring pengantin model kimono. Bisa dipastikan kimono itu akan terang-terangan memamerkan setiap lekuk dan lipatan lemak tubuh yang, jujur saja, tak pantas dijadikan konsumsi publik. Jadi, jangan salahkan aku kalau sekarang begitu terobsesi mendapatkan pacar baru. Harus menguruskan badan juga (apa pun asal tidak dipermalukan kimono sialan itu). Dan, oh ya, aku juga butuh pekerjaan baru. Menjadi copywriter di department store Keller jelas bukan bayanganku tentang 'pekerjaan impian'. Belakangan aku baru tahu, berdiet ternyata selain sulit, juga tak masuk akal. Tapi setidaknya, aku tahu target pencapaianku tak seperti saat mencari pacar! Aku benar-benar clueless tentang apa yang sedang aku cari, belum lagi semua trik tarik-ulur dan jual mahal itu membuatku keburu lelah secara mental. Dan bagaimana sih caranya kau bisa memutuskan jatuh cinta pada seseorang, sementara kau tak pernah bisa menjamin pria itu tidak akan mematahkan hatimu dalam waktu dekat?!

My Review : bukunya jelek! saat pertama kali melihat buku ini saya benar-benar tertarik dengan cover yang edgy, sinopsis yang benar-benar menarik yang membuat saya penasaran ingin membacanya setelah saya tiba di rumah sesaat membeli buku tersebut. ekspektasi saya akan membaca cerita yang relatable dengan kehidupan saya di dunia nyata sebagai single woman. yang bimbang dengan masa depan dengan segala life passion, impian, pemahaman tentang jodoh, pergaulan, keluarga, dengan segala hal tentang feeling insecure as plus size woman and what's her thought in her head??? tapi setelah saya baca mendalam saya mulai kecewa dengan karakter Jennifer disini yang kelewat Sassy and Ignorant. saya kira buku ini akan bercerita tentang pemahaman yang saya sebutkan di atas dan bagaimana Jennifer menjalani kehidupannya sendiri sebagai seorang single dengan sudut pandang yang berbeda saat di kelilingi tekanan teman-teman yang sudah menikah, tekanan keluarga yang mematok standar kebahagiaan seseorang berdasarkan status perkawinannya. dan... menemukan jati dirinya sendiri tanpa menunggu seorang pria dan bergantung kepada seorang pria untuk membahagiakannya. tapi tidak. yang membuat saya benar-benar kecewa buku ini tidak lebih dari cerita khayal bak Cinderella dan di akhir cerita ternyata Jennifer menikah dengan atasannya atau Bos nya gitu lah. buku ini tidaklah realistis dan sama dengan cerita klise khayal khas perempuan tak punya pendirian, yang bergantung dengan pangeran tampan datang menjemput di berbagai penderitaan hidupnya lalu mereka jatuh cinta, menikah hidup bahagia selamanya. i'm sick!
pantas saja buku ini mendapat review buruk di goodreads. hahaha

Ratting : 1/5

tapi buku ini tidak seburuk-buruknya yang saya kira. saya masih kasih 1 point review untuk kutipan Jennifer sebelum dia bertemu dengan Pria-nya. ini dia :

memang malas sekali untuk kembali masuk kerja setelah liburan. semua orang merasakannya. bahkan, aku sempat berfikir pegawai tidak perlu di berikan cuti liburan karena kembali ke meja sempitmu setelah duduk seharian menikmati sinar matahari di pinggir pantai bisa membuat depresi. hanya membuatmu teringat dengan dunia yang membentang luas di luar sana dan kau tidak bisa menikmatinya.
berfikirlah positif..
jangan pikirkan rapat mendatang, atau ibuku, atau pernikahan adik perempuanku, atau hal apapun juga yang akan aku lakukan, tetapi semua ku batalkan. jangan pikirkan tentang sepuluh tahun kemarin, yang hancur dalam kekejap. Dan, meskipun aku tidak yakin dengan apa saja yang sudah kulakukan selama sepuluh tahun itu, yang pasti aku tidak menikah, tidak memiliki anak, tidak membeli rumah, atau bekerja diluar Minnesota. itu sudah pasti. yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah bernafas dan menikmati shower disini. kebahagiaan ada disekitarku, jika aku membuka mata untuk mencarinya. lalu aku membuka mataku dan hanya menatap lantai kotor berwarna seperti puding vanila dan keran air karatan.
semua orang berfikir, sudah saatnya aku menikah. dulu, keluargaku sering bertanya, bagaimana kehidupan percintaanmu, Nak? dan kenapa kau tidak membawa pacarmu kesini? namun, seiring dengan berjalannya waktu dan akupun tetap saja sendirian kejamuan malam Natal. mereka ganti bertanya, Bagaimana Perasaanmu, Nak? dan apakah kau baik baik saja? seolah aku terjangkit penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau ada sepotong daging yang tersangkut di mataku. sesuatu yang tidak seorangpun ingin di perhatikan terlalu dalam.
Aku? Gadis berukuran jumbo.
Aku berdiri memikirkan setiap keburukan diriku sendiri. Ternyata, sangat banyak. Saat cahaya kamera berkilat kilat, aku sibuk dengan perang batinku sendiri yang sangat menakutkan. Aku bodoh, gemuk, malas, jelek, tidak bisa main kartu, tidak jago matematika, pengemudi ugal ugalan, pemain tenis kacangan, suka mendengkur, suka kentut saat makan es krim, dan buta nada. Aku terjebak dengan pekerjaan ini, di kota ini seumur hidupku dan tidak akan ada yang berubah karena aku sendiri tidak akan bisa berubah. Aku akan selalu jadi gadis penakut, tidak bisa di andalkan, tidak memiliki bakat apa apa dan selalu di pandang sebelah mata.

di kutip dari buku (Heather Mcelatton - Jenifer Johnson Is Sick Of Being Single)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Judul : To Taste Temptation (Godaan yang memikat)
Pengarang : Elizabeth Hoyt
Seri : pertama dari (Legend of Four Souldier #1)
Genre : Historical romance
Sinopsis : Samuel Hartley seorang mantan prajurit perang datang ke London dengan satu alasan: mencari pengkhianat yang mengakibatkan kematian teman-temannya di medan perang. Ia tak pernah menyangka pertemuannya dengan Lady Emeline Gordon, janda beranak satu itu di London justru akan membawanya pada cinta. Emeline memang terpikat pada Samuel. Pria itu tak hanya suka melawan aturan dengan pakaian yang tak biasa, senyum sensual, dan gaya bicaranya yang blakblakan, tapi dia juga lolos dari pertempuran yang membunuh kakak kandung Emeline. Namun Emeline menyatakan dengan tegas bahwa Samuel bukan pria yang tepat untuknya. Apalagi ia sudah bertunangan dengan pria lain. Pria yang dicurigai Samuel sebagai sang pengkhianat perang yang sedang di carinya...

My Review : sudah lama sekali beli buku ini dan lama juga numpuk di rak dan baru sempat baca. selalu suka dengan historical romance karena jadi berimajinasi dengan zaman kerajaan Inggris dengan segala romance-nya yang di balut budaya dan status sosial.. dan review saya sama buku ini? cukup membosankan di awal. terlalu banyak hal-hal yang bertele-tele yang bikin alurnya jadi lambat. baru menemukan keseruannya justru sekitar halaman 290-an.. dimana Sam mulai mencurigai tunangan Emeline, dan mereka malah jadi team untuk mencari si penghianat sama-sama. chemistry Sam dan Emeline yang justru terlalu di paksakan di sekitar halaman 230-an. saya tahu, saya suka banget sama love scene nya yang hot banget hahaha dan membuat saya menunggu yang cukup lama juga hehehe.. tapi seharusnya chemistry nya bisa di bangun dari awal.. bukan hanya sekedar ketertarikan kecil semata.. bukan hanya karena ciuman-ciuman paksa. Yang membuat Emeline seperti wanita helpless yang malu-malu tapi mau. tapi mungkin seperti itu penokohannya. Emiline terjebak dengan kebimbangannya antara untuk terjerat cinta dengan sang mantan prajurit atau untuk menjauhinya karena sudah mempunyai tuntutan hubungan pertunangan dengan pria yang sama sekali tidak di cintainya. menyadari ketakutan dirinya dengan Sam yang banyak memiliki perbedaan sosial namun tak bisa menolak karena gejolak cinta dengan karisma pria tersebut.

chemistry Daniel (anaknya Emiline) dan Sam juga kurang banget. berharap Daniel menemukan figure Ayah melalui Sam. dengan kedekatan yang istimewa. figur untuk masa depan Daniel. bukan sekedar Daniel menyukai Sam karena punya senjata besar. di akhir cerita kirain ada dialog dimana Ameline di ikhlaskan tunangannya Lord Vale untuk menikah dengan Sam. maksudku Sam berbicara face-to-face dengan Lord Vale setelah berantem heboh di tengah pesta, setelah mengambil Ameline untuk sama-sama pindah ke Amerika. ternyata tidak ada sama sekali..

eksekusi untuk si penghianat perang buruk sekali, malah justru konyol.. dari awal kisah pencarian tentang penghianat perang di gadang-gadang seperti nyari penjahat kelas kakap. licik dan berdarah dingin. tapi apa endingnya? begitu ketangkep cuma di ikat di dermaga kapal, dan cuma di ancam mau di penjara dan ngasih tau saksi kunci segala. si penjahat juga tidak seram sama sekali malah kedengeran konyol dengan segala humornya yang buruk serta penculikan yang gagal total hahaha

bagus sih ceritanya, tapi enggak greget.. justru cerita legenda iron heart yang di ceritakan untuk prolog di setiap bab jauh lebih baik dan menyelamatkan buku ini sebagai buku yang layak di baca.

Ratting : 3/5 stars

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Judul : When You Dare (Cinta penuh tantangan)
Pengarang : Lori Foster
Seri : pertama dari (Men Who Walk the Edge of Honor #1)
Sinopsis : Dare Macintosh, intelijent bayaran, hidup dengan aturan yang keras dan mengikat: pekerjaan tidak pernah boleh bercampur dengan kehidupan pribadi. Jika alasan di balik tugas bisa diterima dan harganya sesuai, ia akan menerima misi yang ditawarkan. Namun, Dare betemu dengan Molly Alexander, korban penculikan yang berhasil di selamatkannya dari penyiksaan para Human Traficking. Molly yang jelita meminta Dare menelusuri para pelaku penculikannya—dan untuk kali pertama, Dare tergoda menggabungkan pekerjaan dengan kesenangan. Sebagai seseorang yang sangat mandiri, Molly bersumpah tidak memercayai siapa pun hingga dia mengetahui kebenaran. Mungkinkah musuhnya adalah sang ayah yang dingin dan memiliki kekuasaan besar? Mantan tunangan yang masih menyimpan dendam? Atau penggemar novel-novel bestseller-nya yang terlalu berani? Saat bahaya memanas di sekeliling mereka, satu-satunya yang dapat Molly percaya hanya Dare. Namun, perasaan Molly terhadap Dare mungkin yang paling menakutkan dari semuanya...

My review : pertama lihat buku ini covernya bikin langsung saya suka, bunga-bunga di gabungkan dengan senjata. seperti penggabungan sesuatu yang berbahaya dengan keindahan cinta. dan setelah saya baca bukunya ternyata benar adanya. alasan kenapa saya suka dengan buku ini. satu, karakter Dare Macintosh digambarkan begitu charming. pria banget! dengan pekerjaan Inteligent yang akrab dengan senjata, kasus kriminal dan kekerasan, menyukai hal-hal yang detail, teratur, perfectionist, berbadan atletis dengan kulit kecoklatan uhh :p namun Dare suka dengan sisi kelembutan. pintar masak, suka dengan desain interior ruangan, dan suka meracik kopi aww.. digabungkan dengan Molly Alexander wanita cantik seorang penulis buku best seller yang mandiri, berwatak keras dan tidak manja. saya juga suka sekali dengan temen kerjanya Dare.. siapa namanya saya lupa, dia Gay. karakternya cukup menarik dan benar-benar menghibur apalagi pas adegan Dare dan Molly di tepi danau hahaha lucu. alasan kedua, novel ini memiliki gaya tulisan yang enak sekali di baca, bahasa yang mengalir dan memiliki emosi sendiri tiap adegan jadi membuat saya tidak jenuh di tengah-tengah scene malah membuat saya semakin penasaran. sebenernya siapa sih menculik Molly. bagaimaa hubungan Dare dan Molly seanjutnya sedangkan Dare tidak boleh mencampur adukan antara pekerjaan dan urusan pribadi.

alasan tidak suka buku ini : setelah membacanya sampai akhir, ternyata motif penculikan Molly sungguhlah klise. dan ayahnya Molly juga tidak berbuat banyak setelah mengetahui anaknya di menghilang malahan seperti tidak peduli huh..

Note : ingat saat baca buku ini dan berebut dengan teman kosan-ku karena begitu penasaran dengan kisah Dare dan Molly. sekarang bukunya hilang entah kemana. saya hanya bisa mengambil foto bukunya di google. walaupun ending ceritanya tidak begitu berkesan. tapi buku ini salah satu buku yang paling berkesan terhadap penokohan tiap karakternya dan membuat saya ingin membaca seri (Men Who Walk the Edge of Honor) yang lainnya.

Ratting : 4/5 stars

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

memang malas sekali untuk kembali masuk kerja setelah liburan. semua orang merasakannya. bahkan, aku sempat berfikir pegawai tidak perlu di berikan cuti liburan karena kembali ke meja sempitmu setelah duduk seharian menikmati sinar matahari di pinggir pantai bisa membuat depresi. hanya membuatmu teringat dengan dunia yang membentang luas di luar sana dan kau tidak bisa menikmatinya.

berfikirlah positif..
jangan pikirkan rapat mendatang, atau ibuku, atau pernikahan adik perempuanku, atau hal apapun juga yang akan aku lakukan, tetapi semua ku batalkan. jangan pikirkan tentang sepuluh tahun kemarin, yang hancur dalam kekejap. Dan, meskipun aku tidak yakin dengan apa saja yang sudah kulakukan selama sepuluh tahun itu, yang pasti aku tidak menikah, tidak memiliki anak, tidak membeli rumah, atau bekerja diluar Minnesota. itu sudah pasti. yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah bernafas dan menikmati shower disini. kebahagiaan ada disekitarku, jika aku membuka mata untuk mencarinya. lalu aku membuka mataku dan hanya menatap lantai kotor berwarna seperti puding vanila dan keran air karatan.

semua orang berfikir, sudah saatnya aku menikah. dulu, keluargaku sering bertanya, bagaimana kehidupan percintaanmu, Nak? dan kenapa kau tidak membawa pacarmu kesini? namun, seiring dengan berjalannya waktu dan akupun tetap saja sendirian kejamuan malam Natal. mereka ganti bertanya, Bagaimana Perasaanmu, Nak? dan apakah kau baik baik saja? seolah aku terjangkit penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau ada sepotong daging yang tersangkut di mataku. sesuatu yang tidak seorangpun ingin di perhatikan terlalu dalam.

Aku? Gadis berukuran jumbo.
Aku berdiri memikirkan setiap keburukan diriku sendiri. Ternyata, sangat banyak. Saat cahaya kamera berkilat kilat, aku sibuk dengan perang batinku sendiri yang sangat menakutkan. Aku bodoh, gemuk, malas, jelek, tidak bisa main kartu, tidak jago matematika, pengemudi ugal ugalan, pemain tenis kacangan, suka mendengkur, suka kentut saat makan es krim, dan buta nada. Aku terjebak dengan pekerjaan ini, di kota ini seumur hidupku dan tidak akan ada yang berubah karena aku sendiri tidak akan bisa berubah. Aku akan selalu jadi gadis penakut, tidak bisa di andalkan, tidak memiliki bakat apa apa dan selalu di pandang sebelah mata.

di kutip dari buku (Heather Mcelatton - Jenifer Johnson Is Sick Of Being Single)



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Dive School
    7 bulan yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose