• Home
  • About Me
  • Menu
    • Music
    • Chit-Chat
    • Potography
facebook twitter instagram Email

Canvas Of Life

maybe this is what you need to find your inner bad ass.. "the solitary prowess of a silent life"

bulan lalu saya melihat salah satu story teman instagram saya yang ng-share acara reality show baru di Netflix berjudul Tidying Up With Marie Kondo. teman saya menyebut kalau acara ini jadi favoritnya karena merasakan hal yang sama menghadapi never ending 'rumah berantakan'. ternyata acara ini sedang hits banget di Amerika, ketika saya scrolling di facebook banyak sekali artikel berita yang membahasnya berkali-kali dan membuat saya penasaran sebenernya ini acara apa sih?

so.. Marie Kondo adalah seorang organizer consultant asal Jepang yang juga seorang penulis. bukunya juga laku sampai jutaan copies dan di terjemahkan dalam berbagai bahasa. yang kebetulan akhirnya Netflix membuatkan acara reality show untuknya yang mengulas kegiatan Marie Kondo membantu para clients-nya menata rumah berantakan yang penuh dengan tumpukan barang. menurut saya ini bukan acara bere-beres rumah biasa, tapi ada seni, sisi emotional, cinta dan pelajaran hidup yang saya peroleh selesai menonton acara ini. yaitu :

1. kebersihan dan kerapihan rumah merupakan tanggung jawab bersama
yang paling favorite dalan setiap episode ini yaitu, bagaimanapun keadaan rumah selalu melibatkan semua anggota keluarga, termasuk suami! suami juga ikut andil dan turun tangan dalam hal kebersihan rumah. saya suka karena itu juga sisi positif dari budaya barat. bandingkan dengan budaya ketimuran atau notabene orang asia. tugas istri selalu di tekankan mengurus semua urusan rumah, kebersihan, kerapihan, masak, mengurus anak (akan sangat begitu sulit merapikan rumah jika punya balita berkeliaran kan? ibu-ibu pasti paham). kalau ibu rumah tangga sih tak masalah ya. nah kalau sang istri juga working mom gimana? akan sangat egois juga semua di bebankan kepada istri dengan segala kesibukan dan masih di tuntut untuk nyari duit pula. kehamonisan keluarga bukan terletak dari patokan budaya dan aturan agama semata yang semata-mata menilai 'semua itu kerjaan cewek'. tapi juga pengertian akan pembagian tugas masing-masing. bagaimana rumah mau bersih dan tertata rapi kalau tidak ada kerjasama antara istri dan suami? suami juga turut andil seperti contohnya membuang sampah pada tempatnya, membersihkan garasi, loteng, halaman, kendaraan, tidak menaruh cucian kotor sembarangan, tidak membuang sisa rokok di sembarang tempat dll intinya pengertian dan kerjasama.

2. Rumah berantakan mempengaruhi hubungan dengan orang terdekat
dari episode pertama saya sudah langsung paham. yah walaupun saya belum pernah menikah dan belum pernah berumah tangga. tapi memang rumah berantakan juga bisa mempengaruhi hubungan dengan orang terdekat. suami jadi bete tiap pulang kerja karena melihat keadaan rumah yang seperti di serang tonado haha mainan anak tersebar dimana-mana. ketika hal-hal sepele seperti mencari barang yang tidak ketemu juga bisa berhujung dengan pertengkarang.

3. Buang barang-barang yang tidak membuat bahagia/berguna
saya sering kesal dengan Mama saya yang ketika pulang pasti membuang bermacam barang yang menurutnya 'tidak beguna' tanpa belas kasihan haha apalagi kalau saya menaruh barang di sembarang tempat kemudian hilang, sudah di pastikan di buang dengan alasan 'jika saya punya barang yang di anggap penting, maka saya juga harus merawat dan menyimpannya dengan benar'
dan kekesalan saya sama Mama hilang semenjak menonton ini karena ternyata Mama saya selama ini benar. 50% rumah berantakan di sebabkan karena kita hobi menimbun barang padahal barang-barang tersebut belum tentu punya manfaat. Marie Kondo selalu membuat pilihan kepada Client untuk menyortir barang mana yang di butuhkan rumah mana yang perlu di buang atau di donasikan. Marie Kondo juga mengajarkan kalau kita harus menghargai apapun yang kita miliki dengan merawatnya dan meletakannya di tempat yang seharusnya.

4. simpan barang-barang kenangan dengan baik
yang membuat saya salut dengan Marie Kondo yaitu tidak pernah menyepelekan barang milik Clients. tidak semua yang tidak punya nilai 'manfaat' harus di buang begitu saja. seperti halnya barang-barang kenangan yang punya sisi emosional harus tetap di simpan namun dengan cara yang efektif. seperti menyusunnya dengan cara vertikal ya! not horizontal. mengelompokan barang dari yang terkecil dulu, di simpan di box kecil. seperti kotak perhiasan, foto-foto lalu di simpan di suatu yang lebih besar seperti kotak sepatu dll

5. jangan overshopping dan jangan hobi menimbun barang
Marie Kondo juga mengajarkan saya untuk membeli sesuatu yang benar-benar bermanfaat di rumah. jangan hanya karena ada diskon lalu kita overshopping yang hanya akan menjadi timbunan barang di rumah

6. it's a Lifestyle
jangan salah mengartikan jika kita merasa sudah menata dan membersihkan rumah sekali maka masalah akan hilang begitu saja. karena tentu saja rumah akan kembali berantakan jika kita masih saja belum bisa menerapkan gaya hidup teratur dan masih hobi menimbun barang. karena perubahan akan terjadi jika kita tidak malas dan menjadikan 'beres-beres' sebagai gaya hidup sehari-hari.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
minggu 6 Januari 2019. sehari sejak ulang tahun saya yang ke 26. saya di ajak adik untuk ke salah satu objek tertua di daerah Kuningan yaitu wisata ikan di Cibulan. pertama kalinya kesini and i don't have any idea what is this.. perjalanan sekitar 2 jam dari rumah ke lokasi di tempuh dengan naik motor. kata adik saya tempat ini seperti halnya pemandian air biasa, yang membuatnya spesial yaitu adanya ikan-ikan yang berenang di kolam. can you imagine? berenang langsung bersama ikan. ikan macam apa ya yang berada di kolam?

kemudian pertanyaan saya terjawab ketika sudah berada disana. ikan tersebut adalah ikan dewa. posturnya besar dan panjang seperti ikan arwana. ikan ini termasuk jinak dengan manusia dan cukup aman untuk berinteraksi langsung karena tidak amis sama sekali .

ikan tersebut juga punya legenda sendiri dan di anggap suci oleh masyarakat sekitar karena ikan dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. hmmm Creepy. 

yang membuat saya tidak suka ya karena datang kesini pas hari minggu rame full pengunjung banget dengan tempat ganti baju yang ngantri sekali huhh.. namun yang membuat saya suka kesini itu tempatnya juga kids friendly, airnya dingin dan segerrr banget tapi tidak membuat saya kedinginan jika dibandingan dengan mandi di air terjun

saya juga membuat vlog perjalanan wisata Cibulan ini di youtube channel saya bersama Adik, sepupu dan ponakan.



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
14 agustus 2018. saya dan adik mengantar mama berangkat ke Soekarno Hatta Airport. pulangnya jalan-jalan ke pasar pesen lalu menuju ke Monumen Perjuangan yang tempatnya tepat berada di sebelah Stasiun Senen. padahal saya sering bolak-balik ke Stasiun Senen tapi tidak mengetahui sebenernya ini monumen apa dan untuk apa? ternyata setelah googling, Monumen ini sebenernya di buat untuk menggambarkan perjuangan rakyat dan tentara dalam mempertahankan kemerdekaan. Dahulu kala wilayah Senen dan sekitarnya adalah daerah yang pernah menjadi lokasi pertempuran para pejuang-pejuang Indonesia saat terjadi serangan fisik di Kota Jakarta. 

tapi kenapa ada patung ibu-ibu dan anak-anak ya? ya karena monumen ini menggambarkan perjuangan massa revolusi fisik semua golongan masyarakat, yaitu rakyat, pemuda, pemudi, dan anak-anak. dan saya mengambil foto pas matahari sedang berada di gapaian tangan anak-anak tersebut :D

tak lupa, saya manfaatkan moment jalan-jalan sejenak saya juga untuk berselfie ria :p







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
saya tidak setuju dengan macam-macam artikel yang menyatakan dengan segala penelitian, study bla bla bla yang hampir semuanya menunjukan kalau orang yang suka pergi dan relaksasi di pantai adalah seorang dengan kepribadian EKSTROVERT. pantai dinilai dengan segala macam hura-hura keramaian, dengan tipe kepribadian yang energic, talkactive, dan selalu membutuhkan orang lain untuk bersenang-senang.

saya tidak sejutu! meanwhile saya seorang INTROVERT and i love the Beach!! 
tentu saja, saya memang benci dengan keramaian dan tidak suka ke pantai saat weekend dengan full pengunjung. tapi saya suka pantai karena punya alasan sendiri yaitu pantai bisa kapan saja saya kunjungi asal ada mood. kapan saja. . entah itu pulang kerja, weekday, dalam keadaan sedang tidak enak badan atau sakitpun saya bisa ke pantai. bersama teman atau sendiripun bisa. saya merasa aman dan nyaman saja ketika harus ke pantai sendirian. mendengarkan musik di tepi pantai juga salah satu alasan saya kesana. dengan begitu saya bisa benar-benar menjernihkan pikiran. tak peduli dan tak memikirkan ada orang lain yang mengajak bicara. saya lebih suka pantai yang sepi. melihat sunrise ataupun melihat anak-anak berlarian, bermain pasir..
sedangkan jika saya ke gunung. butuh benar-benar pesiapan, badan dan stamina yang prima. kendaraan yang safe. apa lagi kalau mau hicking. butuh persiapan berminggu-minggu bahkan bulanan. menyesuaikan dengan cuaca, mencari rekan hicking (tak mungkin mendaki sendirian kan? apalagi wanita seperti saya, resiko banget) menyiapkan barang bawaan untuk beberapa hari dan menyesuaikan antara jadwal kerja dan cuti liburan dsb.. repot kan?
dengan memandang pantai saya juga merasa kalau dunia terbentang dengan begitu luas. yang membuat saya selalu merenung. begitu banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi, begitu luasnya dengan banyak orang yang belum saya kenal. banyak ilmu yang belum saya pelajari dan hal-hal yang belum pernah saya coba dan lakukan. dunia begitu luas dan hidup masih panjang. tak perlu lah saya memikiran masalah yang kecil dibandingkan dengan besarnya alam semesta yang Tuhan telah ciptakan. entah kenapa saya selalu merasa seperti itu jika memandang lautan.
saya teringat dengan lagunya Lana Del Rey "13 Beaches" yang menceritakan tentang pantai dan kebebasan. Lana Del Rey juga seorang introvert dan banyak sekali lagu-lagu yang menceritakan tentang pantai. tapi 13 Beaches begitu istimewa buat saya, karena disitu Lana menceritakan bagaimana saat musim panas lalu mengunjungi 13 pantai sekaligus hanya untuk memilih 1 pantai yang benar-benar sepi pengunjung dan tanpa paparazzi. supaya benar-benar bisa mendapatkan privasi dan merasakan kebebasan.

..I don’t belong in the world, that’s what it is
Something separates me from other people
Everywhere I turn, there’s something blocking my escape..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
saya bukan tipe orang yang suka pelihara binatang. karena saya menganggap bukan orang yang telaten. bukan berarti saya ini benci binatang. tidak ya, cuman tidak mau repot saja untuk merawatnya. duh, merawat diri sendiri saja susah apa lagi merawat mahluk lain. hahaa binatang butuh tanggung jawab dan kasih sayang. kalau tidak ya, mudah mati.. saya suka sekali berkebun. saya suka sekali dengan bunga-bunga. bedanya hewan dengan tanaman, tanaman kalau mati atau terkena hama ya sudah. bisa menanam lagi atau tinggal buang. tidak seperti binatang ya butuh perawatan ekstra.

tahun 2017 saya merantau on and off di Jakarta. tidak pasti kapan saya bisa pualng, bisa seminggu sekali bahkan bisa sampai 2 bulan saya baru pulang. itu membuat tanaman saya di rumah 90% mati tak terurus. boro-boro tanaman, rumah juga tidak terurus.

sampai akhirnya saya berhenti merantau dan mencoba peruntungan lagi untuk mencari pekerjaan di sekitar kabupaten atau luar kota yang dekat. agar saya bisa pulang, menempati rumah dan bisa mengurus pekerjaan rumah tangga. di saat menganggur saya juga mengisi di berbagai kegiatan desa. lalu muncul ide lagi untuk mulai berkebun kembali. dengan dana seadanya. sampai akhirnya saya mendapatkan pekerjaan lagi. belum sih. tepatnya masih training. dan gajian training tersebut sebagian di pergunakan saya untuk membeli bahan-bahan berkebun. mulai dari pot, bibit dan media tanam.

dan.. di antara pot dari belasan bunga-bunga yang saya tanam. saya juga memanfaatkan kayu papan bekas adukan semen untuk menamam bunga matahari. bibit kuacinya saya beli di toko yang jual makanan burung. harganya Rp. 10.000,- satu bungkus sudah dapat banyak sekali. media tanamnya ada tanah bakaran sampah, tanah merah di campur kohe kambing dan sekam.
kuaci berumur seminggu
tapi bunga matahari yang saya tanam ternyata tidak tumbuh sesuai harapan. kenapa? media tanahnya terlalu tipis dan saya kebanyakan menyebar bibit sampai tanamannya saling berdempetan berebut tempat haha iya yah.. tanaman bunga matahari yang seharusnya tumbuh menjulang malah hanya sekitar 1 meter tingginya. ada yang hapir 2 meter namun sama seperti lainnya kurus-kurus. di tambah saya menanam ini di musim peralihan dari kemarau ke musim hujan. so, ketika intensitas hujan lagi besar-benarnya tanaman jadi tergenang air dan sebagian akar pada membusuk :(
tanaman saya juga tidak bebas hama. daunnya berlubang-lubang tapi bukan karena ulat, di makan hama yang keluar saat malam. bentuknya mirip kupu-kupu. ugh!

saya kira tanaman bunga matahari saya tidak bisa bertahan sampai berbunga. tapi ternyata berbunga juga setelah berusia sebulan lebih. yay! ini dia...


biji kuaci setelah mati






Share
Tweet
Pin
Share
No comments
menara kembar Petronas
sudah lama, sekitar dua tahun yang lalu saya travelling ke malaysia dan saya ingin sekali membahasnya di blog namun harus nunggu mood yang baik haha.. ok, saya ke Malaysia karena bisa di bilang sebuah keberuntungan. 2 tahun yang lalu saya bekerja di sebuah perusahaan swasta kemudian diberikan tugas selama 2 hari untuk ke Malaysia. selama 2 hari tersebut saya juga bukan bekerja melainkan jalan-jalan. haa lucky me! yang merupakan pengalaman yang sangat berharga di kehidupan saya. saya berangkat sore dari Soekarno Hatta Airport dan sampai di Kuala Lumpur International Airport sekitar jam 9 malam, sudah urus bagasi dan sejenisnya akhirnya di jemput dan menginap di kantor Selangor.

besok paginya di ajak jalan-jalan bertiga dengan Bos saya juga salah satu karyawan yang disini untuk ke Sungei Wang Plaza, Pecinan, Bukit Bintang, Pavillion Mall sekaligus KLCC. wahh saya begitu asing dengan nama-nama tempatnya dan sama sekali perjalanan ini juga tidak di rencanakan. saya kira disini hanya urusan pekerjaan untuk menjemput orang lalu pulang. but here ia am!
nunggu bas sengangorku
dari Selangor, kami jalan kaki ke Halte Bas Selangorku (di Jakarta hampir sama dengan Busway namun disini gratis alias tidak di kenakan biaya asal mau sabar saja menunggunya ya) untuk naik Bus menuju Stasiun LRT, kemudian naik kereta Rapid KL (di Jakarta mirip dengan kereta Commuter line) dan transit di Kuala Lumpur Sentral Station.
Rapid KL
Kuala Lumpur Central Station
dari KL sentral, kami jalan kaki dan jalan kaki menyusuri jalanan kota. tapi saya tidak merasakan capek. kenapa? karena senang berada di luar negeri haha.. saya juga terkesima dengan kebersihan kota dengan infrastruktur dan transportasi yang lebih canggih. orang-orang yang berlalu lalang juga teratur dalam mengantri dsb bahkan untuk berjalan di eskalator juga ada aturannya. sebelah kanan buat yang buru-buru sedangkan sebelah kiri untuk yang berdiri saja. jembatan penyebrangan juga tidak sembarang naik dari sisi jalan, namun terhubung langsung dari gedung ke gedung dengan sisi jalan yang luas.
puas liat-liat pusat perbelanjaan di Sungei Wang Plaza, kemudian ke Pecinan untuk icip-icip cari cemilan lalu lanjut ke jalan kaki lagi menyusuri jalan Bukit Bintang menuju Pavilion Mall. salah satu mall terbesar di Kuala Lumpur. saya kesini hampir bertepatan dengan imlek. so, Mall nya penuh dengan dekorasi dan Ornamen red and gold khas imlek..
selamat tahun Ayam!
yang membuat saya merasa kebetulan sekali, shio saya Ayam. imlek tahun 2017 adalah tahun ayam. jalan-jalan di Malaysia dan berfoto dengan dekorasi Ayam raksasa membuat saya berfikir. apa ini kebetulan atau sudah takdir ya? hahaha
belakang Pavilion Mall, di seberang jalan ada Sephora dll
bersama air mancur kristal Pavilion Mall yang terkenal :D
the famous fountain
dari Pavilion Mall, kami jalan kaki lagi menuju KLCC (Kuala Lumpur Central City) yang sesuai namanya terletak di tengah kota. tepat di kaki menara kembar Petronas. tamannya indah sekali, terlihat sangat asri dengan gedung-gedung yang berjejer. saya ingin sekali berpose dengan menara petronas di kejauhan namun saya malah berada tepat di bawah menara tersebut haha akan sulit sekali mengambil fotonya karena terlalu vertikal dan keadaanya juga sedang hujan huhu sedih. tapi sebagai gantinya saya berfoto dengan pintu masuk & Taman KLCC. what a solution!
Suria Klcc
taman KLCC
see? saya tepat berada di bawah menara Petronas meskipun cuma kelihatan dikit :p
setelah dari KLCC akhirnya kita pulang ke kantor di Selangor.. dan berencana pulang ke Jakarta besok paginya. Alhamdulillah Trip yang tidak akan terlupakan dan memang menyenangkan sekali dengan jalan kaki jauh sehingga kami bisa leluasa menikmati suasana sekitar.

besoknya sebelum pulang, saya di ajak makan siang di "Nirwana Maju Banana Leaf" sebuah restoran makanan khas india, pegawainya juga orang-orang India yang cukup friendly. makanannya juga tidak asing kok buat saya. saya pesan Nasi Biryani, ingat mama saya yang memasak ini kalau di rumah. rasanya hampir sama dengan nasi kuning dengan tambahan daging atau ayam, namun dengan bumbu rempah yang lebih bervariatif dan beraroma khas. makannya tidak pakai piring! ternyata beralas daun pisang langsung di atas meja. lalu pelayan menambahkan semajam garnish 3 jenis. entah apa, dari rupanya seperti acar timun. olahan bayam dengan bumbu apa gitu aneh banget dan yang satunya onion rings. 
yummmy
selesai makan, kami mengemasi barang. menelpon Uber menuju Kuala Lumpur International Airport dan pulang ke tanah air.. Alhamdulillah..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
menjelang libur panjang dan mempersiapkan diri memasuki tempat kerja baru. saya disuruh untuk menjaga kesehatan dan stamina. sebenernya saya pengen workout namun susah juga. akhirnya saya hanya jogging biasa saja dan berjalan kaki jam setengah 6 pagi..
saya suka sekali bangun siang dan bermalas-malasan namun saya juga suka sekali melihat sunrise di pagi hari. dan pagi benar-benar berbeda karena tidak ada sunrise, hanya ada kabut tebal sisa hujan angin kencang semalam. hawa dingin yang sejuk dan view yang menyegarkan paru-paru. i love it! mungkin saya harus sering-sering jalan pagi-pagi karena tidak hanya menyehatkan badan namun juga menyehatkan mental.



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
my bujo starter pack
saya suka sekali menulis. dulu saya punya buku diary, back in the days when i am teenager with problematic life haha pernah juga saya bahas disini. mulai dari menulis curhatan sehari-hari, bikin puisi dan cerpen. namun akhirnya buku diary tersebut saya bakar karena saya takut akan terbaca oleh orang lain dan membuat saya menyesal sekali ketika dewasa karena buku tersebut penuh kenangan yang akan sangat sentimental jika dibaca sekarang. sadar akan privasi di rumah, saya akhirnya menulis blog. mulai dari musik, film, passion sampai hal-hal gak penting juga banyak saya tulis dengan batasan privasi tentunya. dan lambat tahun itu membuat saya merasa belum puas. saya ingin kembali ke cara yang klasik namun sepertinya sudah bukan jamannya lagi bermellow ria dengan menulis diary haha disamping tulisan tangan saya yang tidak terlalu bagus, saya juga lebih suka dengan mengutarakan pikiran dan kreatifitas dengan mengetik di atas keyboard.

sampai pada akhirnya tahun baru 2019 saya membaca sebuah artikel di facebook dari beauty journal (klik DISINI) saya langsung tertarik untuk membeli salah satu buku yang di rekomedasikan mereka. setelah googling dan mencoba mencari tahu isi dari buku-buku tersebut saya menginginkan jurnal yang bukan hanya berisi ilustrasi motivasi semata, namun juga menginginkan jurnal yang bisa saya isi sendiri dengan berbagai macam konsep. kemudian pilihan saya jatuh di buku yang bernama A Starry Journal for A Dreamers. sempat ingin purchase online, namun akhirnya saya cari di toko buku gramedia. dan.. gotcha..
A Starry Journal
ada salah satu buku yang tidak di wrap dengan plastik, jadi saya bisa sekalian lihat isinya.. namun saya tidak jadi purchase buku tersebut. kenapa? ukurannya terlalu kecil. saya butuh buku journal besar yang membuat saya leluasa menulis harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan dalam satu halaman. lagi pula buku ini meskipun di desain untuk menulis pribadi namun sudah terkonsep dari sananya berisi tema seperti apa.. so NO for me. saya lebih memilih buku sketsa kosong. sayangnya saya tidak menemukan blank journal yang bermotif dots atau kolom. jadi yah.. benar-benar saya mendapatkan buku sketsa besar yang polos tanpa motif. aya beli di MR. DIY seharga Rp.56.000,- saya juga membeli 1 pulpen hitam, 1 pulpen warna-warni, 1 pack pensil warna kecil dan 1 pack stikers. jika di jumlah sekitar Rp. 100.000,- an

my journal
loading year..
halaman pertama saya isi loading years.. yang akan saya beri warna full jika sudah sampai  mengisi di bulan desember. di hamalan berikutnya ada daftar beberapa hal yang saya syukuri dan saya dapatkan ketika di tahun 2018. it's a long list.. saya tidak foto dan masukan itu di blog karena hehe terlalu pribadi juga. next..
movies & tv shows
kedua ada movies and tv shows.. saya hobi sekali nonton film dan series. so, saya masukan daftar di jurnal tahunan. beserta ratting, season, dan jumlah episode yang sudah saya tonton.
period tracker & task
ketiga period tracker, siklus datang bulan saya dalam waktu setahun. penting buat saya. dan ada kolom task, disitu ada beberapa pekerjaan rumah. yang bisa di fill warnanya untuk mengetahui seberapa produktif saya mengurus rumah. ini penting sekaligus motifasi untuk tahu apa yang harus saya kerjakan.
active days & books list
ke empat ada active days, untuk mengetahui seberapa aktif saya dalam sehari-hari di sisi olahraga dan produktifitas. books to read. daftar novel-novel yang akan saya tulis ketika selesai membaca dalam kurun waktu setahun.
montly review
kelima review bulanan. ada spending log. daftar pengeluaran saya dalam waktu sebulan. jadi saya bisa tahu dengan harapan meminimalisir pengeluaran yang tak perlu dan memprioritaskan keperluan mana yang harus di purchase lebih awal. dengan cara ini saya juga belajar untuk mereview keuangan biar tak boros. di bawahnya ada beberapa list, pengalaman, hal-hal lainnya yang saja alami dan peroleh dalam kurun waktu sebulan tersebut. entah itu travelling kemana dan berhasil meraih apa dll
di bawahnya lagi ada wishlist. isinya hal-hal yang ingin saya capai di bulan depan, ataupun harapan-harapan yang ingin saya peroleh di kemudian bulan. penting buat saya untuk lebih terorganisir dengan montly goals.
mood tracker
terakhir saya banyak sekali menemukan hal serupa di instagram dan google jika mencari bullet journal inspo. yaitu mood tracker.. awalnya saya tidak ingin menyertakan ini karena terkesan teenly buat saya. tapi lumayan juga. jadi bisa kasih warna mood saya sehari-hari. apakah saya sedang biasa saja, marah, sedih, stress, capek, nervous, produktif dan tak produktif..

hmm.. semoga ini bisa menjadi perubahan yang postitif dan bisa membuat hidup saya terorganisir. dengan membuat bullet journal juga sekaligus cara untuk merapikan kenangan. semoga saya bisa berkomitmen untuk mengisi sampai akhir desember dan memulai review lagi di tahun-tahun berikutnya. bismillah..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Total Pageviews

About Me

About Me
29. I can express myself a lot better through writing than I can through talking. I enjoy writing and I like to think I am good at it. and i just want to be better thinker.

Comments

Follow Me

  • facebook
  • instagram
  • youtube

recent posts

My favorite blog

  • Soul Side Journey
    Year 11
    6 hari yang lalu
  • BlueStellar's Blog
  • Mommy Diary ®
  • SMOONSTYLE
  • Life Is An Absurd Journey
  • menariberdua
  • lil' thoughts with jen
  • The Birds Papaya
  • gracemelia.com | Parenting Blogger Indonesia
  • The Arsalan Family Journal
  • Diary of an Honest Mom
Perlihatkan 10 Perlihatkan Semua

Label

About Time (4) Alessia Cara (2) art (6) Ask Me Anything (1) Aurora (1) Avril Lavigne (6) beauty (9) Beyonce (1) Birdy (2) Book (6) breastfeeding (4) Bullet Journal (1) Catatan Pribadi (12) Chasing Liberty (1) Chris Jones (1) Christina Perri (10) classmates (2) Demi Lovato (6) Dubai (2) Easy A (1) Elle King (3) Emma Stone (1) Epica (2) Fall Out Boys (1) family (11) fashion (2) First Aid Kit (1) Florence And The Machine (1) friends (13) gardening (1) hangout (13) Healt (2) Human Of New York (1) Iggy Azalea (2) Instagram (7) introvert (16) JOGJAKARTA (1) John Mayer (2) journey of motherhood (13) Keltie Knight (4) kuliner (1) Lana Del Rey (8) Lesson learned (21) Lorde (5) love love love (48) LoveStrong Tour (2) lyric (10) Make Up (2) Matthew Godde (1) Matthew Goode (2) Movie (24) MPASI (1) Muneca Brave (1) Music (47) my pregnancy journey (10) my story and my world (117) Natalia Oreiro (2) naura (5) Once Upon A time in Strorybrooke (5) Orange Is The New Black (1) parenting (2) photography (32) Pieces of my heart (83) plants (2) Playlist (22) quotes (30) Regina Spektor (3) review (12) Sam Smith (2) sampaikan ilmu walaupun satu ayat (2) see who i am (11) Sharon Den Adel (5) Sia (2) Simone Simons (2) sinopsis (12) skin care (2) Stoker (1) Taylor Swift (5) Telenovela (1) The Clique (1) The Lookout (1) The Notebook (1) The Ting Tings (1) traveling (22) Tv series (8) Under The Tuscan Sun (1) Within Temptation (6) work (22)

Blog Archive

  • September 2024 (1)
  • Juli 2024 (1)
  • Februari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Oktober 2022 (3)
  • September 2022 (4)
  • November 2021 (5)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (4)
  • Februari 2021 (1)
  • Januari 2021 (1)
  • Desember 2020 (5)
  • Desember 2019 (2)
  • Februari 2019 (12)
  • Januari 2019 (8)
  • Desember 2018 (2)
  • Mei 2018 (1)
  • Agustus 2017 (2)
  • April 2017 (1)
  • Maret 2017 (9)
  • Februari 2017 (1)
  • September 2016 (2)
  • Juni 2016 (2)
  • Februari 2016 (5)
  • Januari 2016 (3)
  • Desember 2015 (10)
  • November 2015 (4)
  • Oktober 2015 (9)
  • September 2015 (2)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juli 2015 (2)
  • Juni 2015 (2)
  • Mei 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (2)
  • Januari 2015 (2)
  • November 2014 (3)
  • Oktober 2014 (7)
  • September 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (6)
  • Januari 2014 (10)
  • Desember 2013 (7)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (6)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (2)
  • Juni 2013 (9)
  • Mei 2013 (5)
  • April 2013 (8)
  • Maret 2013 (19)
  • Februari 2013 (5)
  • Januari 2013 (3)
  • Desember 2012 (3)
  • November 2012 (3)

Created with by ThemeXpose