Berkebun Bunga Matahari

by - Februari 01, 2019

saya bukan tipe orang yang suka pelihara binatang. karena saya menganggap bukan orang yang telaten. bukan berarti saya ini benci binatang. tidak ya, cuman tidak mau repot saja untuk merawatnya. duh, merawat diri sendiri saja susah apa lagi merawat mahluk lain. hahaa binatang butuh tanggung jawab dan kasih sayang. kalau tidak ya, mudah mati.. saya suka sekali berkebun. saya suka sekali dengan bunga-bunga. bedanya hewan dengan tanaman, tanaman kalau mati atau terkena hama ya sudah. bisa menanam lagi atau tinggal buang. tidak seperti binatang ya butuh perawatan ekstra.

tahun 2017 saya merantau on and off di Jakarta. tidak pasti kapan saya bisa pualng, bisa seminggu sekali bahkan bisa sampai 2 bulan saya baru pulang. itu membuat tanaman saya di rumah 90% mati tak terurus. boro-boro tanaman, rumah juga tidak terurus.

sampai akhirnya saya berhenti merantau dan mencoba peruntungan lagi untuk mencari pekerjaan di sekitar kabupaten atau luar kota yang dekat. agar saya bisa pulang, menempati rumah dan bisa mengurus pekerjaan rumah tangga. di saat menganggur saya juga mengisi di berbagai kegiatan desa. lalu muncul ide lagi untuk mulai berkebun kembali. dengan dana seadanya. sampai akhirnya saya mendapatkan pekerjaan lagi. belum sih. tepatnya masih training. dan gajian training tersebut sebagian di pergunakan saya untuk membeli bahan-bahan berkebun. mulai dari pot, bibit dan media tanam.

dan.. di antara pot dari belasan bunga-bunga yang saya tanam. saya juga memanfaatkan kayu papan bekas adukan semen untuk menamam bunga matahari. bibit kuacinya saya beli di toko yang jual makanan burung. harganya Rp. 10.000,- satu bungkus sudah dapat banyak sekali. media tanamnya ada tanah bakaran sampah, tanah merah di campur kohe kambing dan sekam.
kuaci berumur seminggu
tapi bunga matahari yang saya tanam ternyata tidak tumbuh sesuai harapan. kenapa? media tanahnya terlalu tipis dan saya kebanyakan menyebar bibit sampai tanamannya saling berdempetan berebut tempat haha iya yah.. tanaman bunga matahari yang seharusnya tumbuh menjulang malah hanya sekitar 1 meter tingginya. ada yang hapir 2 meter namun sama seperti lainnya kurus-kurus. di tambah saya menanam ini di musim peralihan dari kemarau ke musim hujan. so, ketika intensitas hujan lagi besar-benarnya tanaman jadi tergenang air dan sebagian akar pada membusuk :(
tanaman saya juga tidak bebas hama. daunnya berlubang-lubang tapi bukan karena ulat, di makan hama yang keluar saat malam. bentuknya mirip kupu-kupu. ugh!

saya kira tanaman bunga matahari saya tidak bisa bertahan sampai berbunga. tapi ternyata berbunga juga setelah berusia sebulan lebih. yay! ini dia...


biji kuaci setelah mati






You May Also Like

0 comments