My life is my rules and this life is too short

by - Januari 27, 2013


Ketika saya kecil saya hanya memikirkan apa yang ada di sekeliling saya, bagaimana hidup dengan keluarga, teman dan lain lain tanpa memikirkan hal yang sulit.. Hidup itu sesuatu yang sangat menyenangkan..

Ketika saya mulai beranjak dewasa saya harus mengalami banyak masalah termasuk kehilangan orang yang paling saya sayangi. saya mulai bertanggung jawab sebagai anak dari seorang ibu.. saya juga mengalami indahnya persahabatan.. Bagaimana rasanya saya jadi bagian dari suatu kelompok yang di dalamnya orang orang yang peduli dengan saya dan menyayangi saya.. Bagaimana saya menjadi bagian dari suatu tim yang bekerja sama untuk menopang satu sama lain.. Bagaimana selalu ada telinga yang mendengarkan saya bicara banyak hal.. Dan ada mulut dan hati mereka yang bicara ketika saya butuh nasehat dan solusi..
Di bandingkan dengan anak2 yang hidupnya kurang beruntung, saya merasa hidupku sangat beruntung dan tampak sempurna punya keluarga yang lengkap, walaupun saya sudah tak punya ayah. Tapi selalu ada yang lain yang ada di saat saya butuh bantuan.. Walaupun ada konflik, ada masalah yang bagaimana, saya sampai sekarang hanya menganggapnya hal biasa.. Mereka adalah keluarga saya.. Tempat saya kembali..

Tapi, sejak usia saya 19 tahun.. Dan sekarang 20tahun.. Banyak hal hal dan masalah yang saya harus menangani sendiri, walaupun saya minta tolong kepada siapapun untuk membantuku tapi pada intinya diri saya sendirilah yang harus saya andalkan.. saya belajar untuk tanggung jawab atas apa yang harus saya lakukan untuk kehidupan saya berikutnya..
saya harus bertemu dengan banyak orang asing, yang benar2 asing.. Yang perilaku dan cara pandangnya berbeda dengan orang orang yang dulu saya temui..
Bagaimana saya harus mengerti mereka, mengikuti aturan yang ada..
Mengerjakan sesuatu hal untuk mereka..
Tak peduli apa saya capek, saya sedih, apa saya pusing, tak peduli apa saya gak suka dengan perilaku atau ucapan mereka..
Mereka juga tak peduli jika perbuatan dan ucapan mereka menyakitiku dan membuatku tak ingin kembali menemuinya dan hilang semua respect saya padanya..
Dan tidak semua kerja keras bisa dihargai mereka..

Mungkin itu adalah sekecil persoalan yang aku hadapi dimasa DEWASA dan harus menghadapinya dengan cara yang DEWASA...
Banyak sekali pelajaran yang aku temui setelah aku menginjak 19tahun..

Dan memang Hidup itu gak mudah..
Banyak wanita yang kelihatannya hidupnya mudah.. Lahir dari keluarga baik2 dan di sekolahkan sampai tamatan SMU saja, bekerja sebentar lalu menikah. Kegiatannya hanya mengurus suami, rumah tangga dan anak.. Tidak ada yang lain.. Sehingga membuat dia selalu bergantung pada laki laki, seolah kurang perjuangannya hanya karna dia seorang wanita...

saya ingin menjadi seperti ibuku.. Dia bisa berjuang sendirian untuk anaknya.. Begitu banyak hal yang dia sudah lewati dengan kehidupan yang keras juga airmata..
Tapi walau bagaimanapun aku harus kembali kepada kodratku sebagai wanita...

saya belajar tiap detik dari kehidupan.. Entah bagaimana nantinya saat saya berumur 21, 22... Dan seterusnya.....
saya sudah bukan remaja lagi.. mulailah menghadapi sesuatu dengan dewasa..

Tidak semua orang yang kita temui baik, tidak semua apa yang kita inginkan bisa tercapai..
Tidak semua kerja keras bisa di hargai..
Dan kekecewaan adalah suatu hal yang biasa..
Itulah kenapa saya harus sabar dan ikhlas..

Dan mulailah memandang suatu hal dari sudut pandang yang dewasa...

My life is my rules..
Walaupun takdir sudah di tentukan oleh yang maha kuasa tapi hidup ada di tangan kita sendiri..
Bagaimana kita menulis dan memilih takdir kita sendiri...............

Senin, 28 januari 2013 jam 08:00

You May Also Like

0 comments